Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 61 : Tidak Berbelas Kasihan


__ADS_3

"Kau bisa berbicara sepuasnya sekarang. Tapi lihat apa kau bisa menghadapi kami? Serang mereka!" Li Dan berseru dengan membawa pedangnya.


Sepuluh orang menyerang. Dua orang mengincar Tang Yue dan He Jiao, tiga orang mengincar Wu Zetian dan Zhang Yu.


Sementara Li Dan hanya menyaksikan dari belakang. Dia tersenyum arogan merasa kemenangan sudah pasti akan menjadi milik mereka.


Akan tetapi senyumnya tak bertahan lama. Hanya dalam beberapa tarikan nafas, tiga orang yang menghadapi Zhang Yu terpelanting. Tiga orang yang menghadapi Wu Zetian jatuh didorong olehnya dan empat orang tersisa juga tidak bisa menghadapi dua wanita.


"Benar-benar tidak dapat diandalkan! Bahkan menang dalam jumlah pun masih tidak bisa mengalahkan mereka berempat." Li Dan meminta mereka bangkit dan kembali bertarung.


Kali ini dia turun tangan secara langsung. Namun ternyata lawan kali ini lebih sulit dari apa yang ia bayangkan. Bahkan ketika mengerahkan seluruh kemampuannya entah itu teknik rahasia atau semacamnya, dia masih tidak bisa menghadapi Zhang Yu dengan bantuan tiga orang lainnya.


Setiap serangan dapat dipatahkan. Ini tak lain disebabkan perbedaan kekuatan di antara mereka yang terlalu nyata. Hanya dalam tiga atau empat pertukaran serangan satu persatu jatuh terpelanting.


Suara keributan di luar tak ayal terdengar hingga ke dalam gua. Sembilan belas orang keluar sambil membawa pedang.


"Bedebah mana yang membuat kekacauan di markas bandit hati merah? Sudah tak sayang nyawa kah?!" Pertama kali keluar mereka melihat kereta kuda dengan satu peti besar di belakangnya. Lalu melihat lebih jauh menemukan sebelas teman yang tengah bertarung dengan empat orang.


"Kakak Li!" panggil mereka pada pria berikat kepala.


Lin Dan menoleh sekilas, melihat teman-teman keluar seketika wajahnya bersinar penuh semangat.


"Hahahaha ... Sekarang bagaimana kalian akan menghadapi kami?! Kalian akan mati di sini!" Lin Dan tertawa cukup keras. Dia memandang pria setengah baya yang memiliki rambut gondrong lalu berseru kepadanya.


"Fu Haifeng! Tunggu apa lagi? Bantu kami mengalahkan mereka!"


Pria kekar berambut gondrong menyipitkan mata. "Sebenarnya ada apa ini? Kenapa ...."


"Sudah. Jangan banyak bicara. Bantu kami terlebih dahulu lalu aku akan mengatakan semua setelah selesai."


Fu Haifeng mengangguk paham. Dia lantas berseru memerintahkan delapan belas orang di sampingnya untuk menyerang Zhang Yu dan kelompoknya.


Tentu saja kedatangan bantuan dari pihak musuh membuat wajah kelompok Zhang Yu berubah serius.


"Keterlaluan! Musuh bertambah banyak. Bagaimana kita akan menghadapi mereka?" Wu Zetian berkata dengan cemas. Tiga orang sudah cukup merepotkan. Dia tidak akan bisa bertahan jika ada lebih banyak dari itu.

__ADS_1


Tang Yue dan He Jiao juga mulai gusar. Mereka sadar kemampuan sendiri. Mustahil menghadapi mereka sebanyak ini dalam waktu bersamaan.


"Serahkan separuh orang kepadaku. Kalian masing-masing hadapi lima orang." Suara Zhang Yu terdengar cukup jelas.


Itu ide yang masuk akal karena dengan kekuatan mereka hanya sanggup paling banyak menahan lima orang. Namun apakah Zhang Yu benar-benar sanggup menghadapi lima belas orang sendirian?


"Bocah, bukankah kau sangat percaya diri? Sekarang lihat apa yang dapat kau lakukan!" Lin Dan menunjukkan kesombongan yang sempat menghilang. Mendapat bantuan sama saja dengan mendapatkan kembali kepercayaan dirinya.


Zhang Yu hanya mendengus. Detik berikutnya dia mengeluarkan pedang lalu mengalirkan Qi menyerang dengan teknik pedang pembunuh.


Li Dan dan Fu Haifeng yang melihat bayangan cakar segera menyatukan kekuatan membentuk perisai pertahanan. Namun demikian, perisai gabungan mereka tetap tidak sanggup menahan serangan teknik pedang pembunuh. Lapisan pelindung pecah dan tubuh keduanya terseret dua puluh langkah.


Tentu saja ini bukan hanya mengejutkan Li Dan dan Fu Haifeng. Tapi juga tiga belas orang di samping mereka.


Mereka tahu kekuatan Li Dan dan Fu Haifeng berada di tingkat ahli bintang bintang lima. Tapi kekua gabungan mereka masih tidak sanggup menahan satu serangannya. Jadi seberapa kuat pria muda ini?


Zhang Yu belum puas melihat lawan masih bisa berdiri. Dia mengeratkan pedangnya lalu berkelebat secepat kilat.


Mata Li Dan dan Fu Haifeng terbelalak menyaksikan kecepatan di atas ambang batas. Mereka baru berkedip satu kali dan Zhang Yu telah berdiri tepat di depan mereka.


"Kau bertanya di mana kepercayaan diriku? Itu di sini! Tepat di depanmu!"


Boom!


Tidak sempat mengatakan sesuatu, Zhang Yu telah meninju wajah Li Dan dengan tangan kirinya.


Sangat telak. Tubuhnya menghantam dinding gua hingga kerikil berjatuhan dari atas.


Fu Haifeng panik. "Li Dan! Kau baik-baik saja?"


"Kenapa kau mengkhawatirkan orang lain? Sebentar lagi kau akan menyusulnya ke alam kematian."


Wajah Fu Haifeng benar-benar pucat mendengar kalimat Zhang Yu. Dia mengayunkan pedangnya secara tak terkendali, menciptakan satu siluet tebasan berwarna putih.


Namun dengan kekuatannya yang hanya berada di tingkat ahli, Zhang Yu mengayunkan pedangnya sekali untuk menghancurkan serangan tekniknya.

__ADS_1


Tidak sampai di sana. Sejurus kemudian Zhang Yu memacu kecepatannya memburu dengan ganas.


Fu Haifeng meneguk ludah dan segera melarikan diri. Akan tetapi kecepatan mereka jelas jauh berbeda. Baru sepuluh langkah pertama, pedang semesta menusuk punggungnya dari belakang.


Jleb!


Fu Haifeng memuntahkan beberapa teguk darah. Matanya perlahan menjadi kabur dan dalam satu waktu ia benar-benar kehilangan kesadaran.


Menyaksikan kematian dua wakil ketua, tiga belas orang gemetar. Badan kekar perut buncit sama sekali tidak mencerminkan keberanian. Mereka malah seperti anak ayam di hadapan seekor serigala. Menyedihkan!


Namun Zhang Yu tidak mungkin lupa siapa kelompok di depannya. Mereka adalah komplotan bandit hati merah. Dalam tiga bulan terakhir telah ada lima puluh kasus yang disebabkan oleh mereka. Entah hanya perampasan atau juga pembunuhan. Mereka sama sekali tidak layak mendapatkan belas kasihan.


Crash!


Crash!


Crash!


Tiga belas orang meninggal. Zhang Yu mengangkat pedangnya yang berlumuran darah dan menatap mayat-mayat di bawah kakinya dengan dingin. Setelah hanya bergeming di tempat, dia melihat ke arah Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao.


Meski kalah dalam jumlah, tapi mereka unggul dalam segi kekuatan. Tang Yue berada di tingkat ahli bintang enam, sementara Wu Zetian dan He Jiao sama-sama di tingkat ahli bintang lima.


Membandingkan dengan lima belas orang bandit, rata-rata mereka berada di tingkat ahli bintang dua dan hanya ada tiga orang di tingkat ahli bintang tiga.


Perlahan tapi pasti, ketiganya berhasil membunuh lawan masing-masing setelah menggunakan teknik rahasia keluarga.


"Zhang Yu! Kau sudah selesai?"


"Apa lima belas orang itu sangat lemah hingga kalah dengan cepat?"


Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao terkejut melihat Zhang Yu yang berdiri tenang sambil memperhatikan pertarungan mereka. Padahal sudah jelas lawannya paling banyak, tapi dia dapat mengakhiri pertarungan lebih awal dari siapapun.


"Tidak perlu memikirkannya. Ini ...."


Saat Zhang Yu hendak mengatakan sesuatu, dia merasakan aura keberadaan orang lain di sekitar mereka.

__ADS_1


Seketika wajahnya menjadi serius.


"Ada yang datang!"


__ADS_2