Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 201 : Aku Datang Menolongmu


__ADS_3

"Perdana Menteri! Ternyata kau juga terlibat!"


Song Wejin tersenyum menghina mendengar ucapan Xuan Yin. "Itu benar, pangeran ketujuh. Atau aku harus memanggilmu putri ketujuh, ha?"


Xuan Yin menyipitkan mata mendengar Song Wejin memanggilnya putri ketujuh. Dia menggerakkan gigi dan berseru padanya. "Dasar pengkhianat! Kau manusia tercela!"


Hahaha-ha...


"Teruslah berteriak. Berteriaklah sesuka mu karena tak lama lagi kau dan seluruh keluargamu akan tiada." Song Wejin kembali tertawa setelah mengatakan ini. Dia seperti orang gila yang berhasil membalaskan dendamnya.


Xuan Yin berdecak padanya. "Kau manusia rendahan yang bermimpi menjadi kaisar. Kau harus bangun dari mimpimu. Orang sepertimu tidak pantas menjadi seorang kaisar."


Huh!


Song Wejin tidak lagi menghiraukan Xuan Yin. Dia duduk di sebuah kursi yang tak begitu jauh dari tempat Xuan Yin sambil menikmati waktunya.


Hanya menghitung hari dan dirinya akan menjadi kaisar. Song Wejin benar-benar tak sabar menantikannya. Menantikan saat namanya diserukan dan menjadi orang paling penting nomor satu di Kekaisaran Xuan.


Xuan Yin memegang tali hitam bekas gelas yang sudah digunakannya sebagai petunjuk. Dia berharap ada seseorang yang menemukan manik-manik itu dan datang membantunya.


"Zhang Yu," gumamnya. Entah kenapa dalam situasi yang sulit dia hanya memikirkan Zhang Yu. Xuan Yin seolah hanya percaya jika tak seorang pun mampu kecuali Zhang Yu untuk datang menyelamatkannya.


Tapi dalam situasi ini sepertinya sangat mustahil. Menurut perkataan saudara kelimanya Zhang Yu berada di akademi. Jadi sangat tidak mungkin dia tiba-tiba muncul di sini.


"Aneh! Kenapa begitu sepi? Bukankah yang lain sedang berjaga di luar?"


Dua penjaga yang ada di dalam mengedikkan bahu mendengar pertanyaan satu teman lainnya. Karena merasa hal ini sangat aneh, mereka memutuskan berjalan keluar untuk memeriksa keadaan.


Tapi alangkah terkejutnya ketika melihat gua kosong melompong tanpa penjagaan.


"Di mana mereka? Kenapa pergi tanpa bilang-bilang? Bagaimana jika ada orang yang datang?!" keluh ketiganya.


Pada waktu itu kepala mereka terasa dingin seperti merasakan tanda-tanda bahaya. Begitu menengadahkan kepala, mata terbelalak mendapati seorang pria tiba-tiba muncul di tas mereka.


Namun bagaimana mungkin mereka mampu menghindar saat serangan pedang itu lebih cepat dari kedipan mata.


Slash!


Tubuh ketiganya terbelah menjadi dua. Tiga orang tingkat senior mati tanpa bisa melakukan perlawanan.


Kegaduhan di luar tentu saja terdengar sampai ke dalam. Xuan Yin segera mengangkat wajahnya dengan penuh semangat dan berpikir benar-benar ada orang yang datang menyelamatkannya.


"Zhang Yu, apa itu kau?" gumamnya.


Song Wejin dan Yu Dha beranjak bangkit dari kursinya. Saat mereka berjalan, lirikan mata tertuju pada Xuan Yin untuk beberapa saat.


"Ini akan segera berakhir. Penyelamatmu yang datang ini pasti akan mati," kata Song Wejin.

__ADS_1


Xuan Yin menjadi sedikit khawatir ketika memikirkan ucapannya. Dia tahu Zhang Yu sudah berada di tingkat surgawi. Tapi sepertinya pria bernama Yu Dha itu berada di tingkat yang lebih tinggi.


"Entah kau itu Zhang Yu atau bukan, bertahan lah. Jangan sampai kalah!" Xuan Yin tidak tahu apakah benar yang datang itu Zhang Yu. Tapi dia merasa yakin jika itu memang benar-benar Zhang Yu.


Pada saat itu Zhang Yu berniat masuk ke dalam gua. Tetapi dia langsung melompat mundur melihat bola tanah melesat hampir menghantam wajahnya.


Blar!


Bola tanah hancur menghantam tebing. Di saat yang sama dua orang berjalan keluar dengan raut wajah yang tak menyenangkan. Terlebih saat melihat tiga mayat di mulut gua.


"Apa-apa ini!" raung marah pria bernama Yu Dha. Dia adalah pemimpin fraksi gorila dari Istana Roh. Kekuatannya berada di tingkat setengah dewa anugerah pertama.


Meski paling lemah di antara lima pemimpin fraksi, tapi kekuatannya tidak boleh diremehkan. Terlebih dia adalah tipe petarung yang memiliki daya juang sangat tinggi.


"Zhang Yu, hati-hati."


Zhang Yu melirik Long Shen. "Sudah berapa kali kau mengatakannya? Aku akan berhati-hati."


Sementara Yu Dha terlihat sudah bersiap, Song Wejin memperhatikan Zhang Yu dengan lekat. "Apa kita pernah bertemu?" tanyanya.


"Perdana menteri benar-benar sudah tua. Padahal belum terlalu lama, tapi sepertinya kau sudah melupakannya."


Raut wajah Song Wejin berubah sangat buruk mendengar ucapan Zhang Yu. Dia mengernyitkan kening sambil berusaha mengingat-ingat wajahnya.


"..."


"Kau adalah bocah busuk waktu itu! Kau yang menghancurkan rencanaku. Benar, bukan?"


Zhang Yu tersenyum. "Benar."


Wajah Song Wejin semakin suram mendengar Zhang Yu mengakuinya secara terang-terangan. Dia mengeluarkan pedangnya, lalu menerjang berusaha menyerangnya.


Tapi sayangnya, bocah yang dahulu masih lemah sekarang memiliki perkembangan yang luar biasa.


Song Wejin hanya naik beberapa tingkat sejak lima tahun. Dia sekarang berada di tingkat surgawi bintang satu. Jadi ketika dia menantang Zhang Yu untuk duel serangan, seketika hantaman yang sangat keras melukai tangannya.


Bahkan jika pedangnya dapat bertahan, tapi kekuatan Zhang Yu lebih kuat sehingga membuat pergelangan tangan terasa kebas.


"Sial! Bagaimana dia bisa berubah menjadi kuat? Dia masih di tingkat master lima tahun yang lalu. Tapi sekarang dia sudah berada di tingkat surgawi? Bakat seperti ini terlalu mengerikan. Harus segera disingkirkan!" Karena tidak bisa mengalahkan Zhang Yu dengan kekuatannya sendiri, Zong Wejin meminta Yu Dha untuk melakukannya.


Pria bertubuh gempal itu mengalirkan Qi ke tangannya lalu melompat tinggi sebelum menghantam tanah sangat keras dengan kedua tangannya.


Boom!


Tanah yang berada tepat di bawah kaki Zhang Yu langsung melonjak tinggi. Melihat Zhang Yu ikut terbawa ke atas, Yu Dha menarik tangan lalu menjadikan itu sebagai sarung tangannya. Ketika dia mengayunkan tangan ke atas melakukan pukulan, udara berbentuk tinju melesat sangat cepat.


Blar!

__ADS_1


Zhang Yu bertahan dari serangan itu dengan mengeluarkan pertahanannya. Meski berhasil selamat, tapi serangan itu cukup membuatnya kapok untuk menerima serangannya lagi secara langsung.


"Kenapa? Kau ingin menyerah?" tanya Song Wejin cukup arogan. Dia bersikap seolah dia sendiri yang bertarung. Benar-benar pria tidak tahu malu.


"Zhang Yu, apa rencanamu?" tanya Long Shen. Dia yakin Zhang Yu sudah menyiapkan rencana untuk berhadapan dengan pemimpin fraksi yang berada di tingkat setengah abadi.


Sayangnya Long Shen bahkan terlalu percaya pada Zhang Yu.


"Tidak ada rencana."


Long Shen awalnya berpikir Zhang Yu hanya bercanda. Tapi melihat keseriusan di wajahnya, dia mulai khawatir dengan situasi ini.


"Zhang Yu! Apa kau bercanda?! Jangan sampai kau mati di sini. Aku masih ingin hidup!"


Zhang Yu hanya melirik Long Shen sekilas, kemudian tersenyum dengan makna tertentu. "Tenang saja. Aku tidak akan mati di sini."


Dia masih belum menyelamatkan Xuan Yin dan membawanya kembali dengan selamat. Belum menghentikan rencana Istana Roh. Jika dirinya berakhir sampai di sini, bukankah terlalu cepat untuknya?


Wush…


Yu Dha menghilang dari tempatnya. Zhang Yu memejamkan mata berusaha merasakan kehadirannya.


"Di sini!" Saat itu Zhang Yu menarik tubuhnya ke samping sambil mengayunkan pedangnya.


Pedang itu pun beradu dengan sarung tangan Yu Dha. Meski terbuat dari tanah tapi itu sungguh kuat untuk menahan benturan tersebut.


Tidak berhenti sampai di sana Yu Dha mengerahkan kekuatannya untuk menghantam tanah sehingga tercipta tembok raksasa yang muncul di keempat sisi Zhang Yu.


Blam!


Blam!


Satu sentuhan terakhir balok tanah terbang ke atas lalu menusuk seperti tombak dengan sangat cepat.


Blar!


Dengan itu Zhang Yu terkurung dalam ruang tersebut. Bahkan tidak ada reaksi darinya yang membuat Song Wejin sumringah senang. Dia berpikir pertarungan telah berakhir jadi bersiap merayakannya. Tapi yang tak pernah dia pikirkan sebelumnya, tembok ranah yang menjulang sepuluh meter itu perlahan retak dan menunjukkan tanda-tanda kerusakan.


"A-apa?"


Krak!


Boom!


Sebelum Song Wejin sempat bereaksi, empat tembok yang mengurung Zhang Yu hancur dan memicu suara yang sangat keras.


Di waktu yang sama Zhang Yu melompat keluar dari sana dengan pedang di tangannya. "Ini belum berakhir!"

__ADS_1


__ADS_2