Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 185 : Cara Menyembuhkan Bibi


__ADS_3

Berita hancurnya Klan Wen di tangan Zhang Yu menyebar sangat cepat. Sekarang seluruh kota mengetahuinya dan mereka semua penasaran dengan tingkat kultivasi Zhang Yu saat ini.


Namun di saat situasi kota sedang heboh, Zhang Yu hanya berdiam diri di dalam ruangan setelah kediamannya diperbaiki. Dia tidak mau memikirkan hal-hal semacam itu karena ada yang lebih penting untuk dilakukan. Yakni memikirkan cara untuk menyelamatkan bibinya.


Zhang Yu tak mengira racun yang telah lama mengendap akan menyatu dengan daging dan tulang. Kondisi ini jelas lebih parah dari yang diduga sebelumnya. Bahkan menggunakan teknik kultivasi budidaya tubuh bagian kedua tetap tidak mampu menyerap racun tersebut.


"Hei! Apa kau mendengarku? Cepat keluar sekarang!" panggil Zhang Yu sambil memutar gelang naga. Ini sudah sepuluh hari sejak dewa naga berdiam diri dalam gelang. Entah berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk mengolah energi gelap, tapi sekarang Zhang Yu membutuhkan bantuannya untuk mengobati kaki bibinya.


Ketika Zhang Yu hampir menyerah untuk memanggil dewa naga keluar, tepat saat itu dewa naga baru merespon ucapannya.


"Ada apa? Kenapa kau menggangguku? Bukankah aku bilang perlu waktu untuk mengolah energi gelap? Aku bahkan baru memulainya."


Mendengar ini Zhang Yu menyipitkan mata. Sepuluh hari dan dia baru memulainya? Apa mengolah energi gelap memang begitu lama?


Zhang Yu mengabaikan pertanyaan tersebut. Dia segera menjelaskan kondisi bibinya yang sudah lama terserang racun.


"Ini benar-benar serius," gumam dewa naga kemudian keluar dari dalam gelang setelah mendengar cerita Zhang Yu.


"Tapi aku perlu melihat secara langsung untuk memastikan apa aku benar-benar dapat menyembuhkannya."


Saat dalam proses mengolah energi gelap Long Shen tidak dapat memantau situasi dari dalam gelang naga. Oleh karena itu Long Shen tidak tahu bibi yang dimaksud Zhang Yu terlepas dari yang diceritakannya.


"Dia masih tertidur?" tanya Long Shen sambil menatap Sun yang ada di sudut ruangan.


Zhang Yu mengedikkan bahunya samar. "Seperti katamu, tidak ada yang tahu masa evolusi akan berakhir. Jadi biarkan dia di sana sampai masa evolusinya selesai."


Zhang Yu membawa Long Shen pergi mencari Zhang Bing. Melihat siang bolong seperti ini biasanya bibinya ada di halaman belakang. Dan benar sekali Zhang Bing berada di sana.


"Bibi ...."


Zhang Bing sekilas melirik Zhang Yu sebelum kembali memalingkan wajahnya ke kitab di tangannya.


"Tidak perlu terlalu memaksakan diri. Bibi baik-baik saja seperti ini," kata Zhang Bing.


Lebih dari dua puluh tahun hidup di atas kursi roda. Memangnya apa yang tidak bisa dilakukannya? Bahkan Zhang Bing sudah cukup terbiasa untuk pergi ke pasar sendiri untuk membeli bahan makanan.

__ADS_1


"Zhang Yu, aku perlu petunjuk lebih jauh. Coba kau sentuh lutut bibimu."


Zhang Yu segera berpindah ke depan Zhang Bing lalu duduk setengah berlutut sambil memegang tangannya. "Bibi jangan putus asa. Aku pasti menemukan cara agar Bibi dapat kembali berjalan."


Mendengar ini Zhang Bing hanya tersenyum samar. Dia tidak mengatakan apapun karena dirinya sudah meyakinkan diri sendiri agar tidak terlalu berharap. Entah itu berjalan dengan kaki ataupun dengan bantuan kursi roda, tidak ada perbedaan yang begitu berarti baginya.


"Bagaimana?" tanya Zhang Yu dengan lirikan matanya.


Long Shen pun menganalisa dengan hati-hati. Tapi kumisnya yang berkedut seolah memberitahu Zhang Yu jika situasi ini bahkan cukup buruk di hadapan dewa naga.


"Aku tidak yakin bisa menyembuhkannya."


Kalimat ini seperti petir yang menyambar otak Zhang Yu. Perlahan dia bangkit dengan tatapan yang sedikit rumit dan masih diam tanpa sepatah kata pun.


"Zhang Yu, ternyata kau di sini."


Suara Xiao Mei menyadarkan Zhang Yu dari lamunannya.


"Kenapa ibu mencariku? Ada yang perlu kubantu?" tanyanya.


Zhang Bing mendorong Zhang Yu agar pergi. "Cepatlah temui Patriark. Mungkin ada hal penting yang ingin dia bicarakan."


Alih-alih pergi Zhang Yu malah menatap Zhang Bing dengan lekat. Meski bibinya itu kini memasang senyum yang indah, tapi Zhang Yu yakin ada kesedihan dan ketidakberdayaan yang tersembunyi di balik senyumannya.


"Ibu, Bibi, aku pergi dulu," pamit Zhang Yu pada dua sosok wanita tersebut.


...


Di kediaman Patriark.


"Patriark mencari ku?" Zhang Yu mengetuk pintu yang sudah terbuka sambil berbicara pada sosok pria yang duduk sambil membaca beberapa gulungan.


Sepertinya itu adalah surat kepemilikan atas aset yang baru dibalik nama. Tentu saja hal seperti ini harus dilakukan karena setiap tahunnya akan datang utusan kekaisaran yang bertugas mendata dan melakukan pencatatan.


"Kau sudah datang?" Zhang Lei menyimpan gulungan-gulungan itu lalu berjalan ke meja kosong di sudut lain ruangan.

__ADS_1


"Ayo kemari, duduklah. Ada hal yang harus kusampaikan padamu."


Zhang Yu duduk tanpa ragu. Setelah itu dia kembali bertanya, "Hal apa yang begitu penting sehingga Patriark meminta ku datang secara langsung?"


Huft...


"Ini tentang Istana Roh. Kau sudah tahu bukan jika kelompok yang menyerang klan sebelum serangan Klan Wen adalah orang-orang Istana Roh?"


Zhang Yu menganggukkan kepala. "Aku sudah mendengar banyak dari ayah dan cerita orang-orang klan lainnya. Termasuk Zhang Ye yang ternyata bergabung dengan kelompok itu dan mereka menyerang untuk mengeluarkan Tetua Pertama serta Zhang Feng."


"Baguslah jika kau tahu. Tapi yang harus kau ingat, Zhang Ye masih belum menyerah. Dia bertekad untuk menghancurkan Klan Zhang karena telah mengurung ayah serta saudaranya. Terkhusus kau yang telah memusnahkan basis kekuatan Zhang Feng, dia akan lebih menargetkanmu daripada siapapun."


Zhang Yu terhenyak mendengar ucapan Patriark. Meski dari informasi yang diberikan ayahnya jika kekuatan Zhang Feng saat ini adalah tingkat grand master, tapi dengan dukungan Istana Roh dia dapat menjadi ancaman yang nyata untuk dirinya ataupun Klan Zhang.


"Baik Patriark, aku akan mengingat hal ini. Jika tidak ada yang ingin dikatakan lagi, aku harus pergi."


"Tunggu, ada satu hal lain." Zhang Lei beranjak dari tempat duduknya laku mengeluarkan sebuah batu kecil seukuran pupil mata berwarna jingga.


"Aku mendengar belakangan ini kau berusaha menyembuhkan kaki bibimu. Kebetulan aku mempunyai batu inti api. Entah ini akan berguna atau tidak, tapi menurut informasi batu inti api dapat menangkal racun. Kau dapat menyimpannya."


Zhang Yu menerima batu inti api itu dan menelisiknya dengan serius.


Long Shen yang melihat batu tersebut juga seperti berhasil menggali beberapa ingatan dalam kepalanya.


"Zhang Yu! Ini yang kita butuhkan. Batu inti api! Aku yakin dapat menyembuhkan bibimu dengan batu inti api."


Wajah Zhang Yu dengan cepat berubah berbinar. Tapi itu tak bertahan lama karena Long Shen benar-benar pandai memberi harapan palsu.


"Sayangnya batu inti api ini terlalu kecil. Aku membutuhkan batu inti api yang lebih besar untuk menghilangkan racun di kaki bibimu."


Batu inti api yang lebih besar? Batu inti api bukan batu kali yang dapat ditemukan dengan mudah. Bagaimana mungkin dirinya menemukan batu inti api lain yang lebih besar?


"Ayolah. Ini hal baik karena kita menemukan peluang. Selama kau mendapatkan batu inti api yang lebih besar, bibimu akan dapat berjalan seperti orang-orang normal pada umumnya."


Mendengar ini Zhang Yu seperti mendapatkan kembali semangatnya. "Kau benar. Aku sudah berjanji untuk membuat bibi kembali berjalan. Sesulit apapun, aku akan berusaha."

__ADS_1


__ADS_2