
"Ada apa dengannya? Tidak biasanya Kak Yuze seperti ini." Xiao Yuwen bergumam sambil memperhatikan kepergian Xiao Yuze.
"Xiao Yuwen, kau terlalu polos hingga tak bisa melihat dengan jelas karakter seseorang," ucap Xiao Yujin. Mereka bertiga kemudian meninggalkan menara langit setelah mendapatkan satu botol ramuan kondensasi roh.
Pada saat itu juga sekelompok pemuda memasuki pintu menara langit. Mereka berpapasan, berhenti untuk saling berhadapan dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Xiao Wang, apa ada yang ingin kau sampaikan? Atau kau datang ke sini untuk mencari Zhang Yu?" tanya Xiao Wujin dengan nada mengejek.
Seketika wajah Xiao Wang dan temannya menjadi kusut. Mereka semua menatap Zhang Yu, tapi tak bertahan lama karena mengingat bagaimana Zhang Yu mengalahkan mereka begitu mudah.
"Xiao Yujin. Kau saat itu sudah tahu, bukan? Kau sengaja melakukannya!" kata Xiao Wang kesal. Pada waktu itu mereka bahkan tidak tahu jika lawan yang dihadapi adalah Zhang Yu. Andai tahu itu Zhang Yu, pastinya mereka tidak akan berani menantangnya dan bertindak gegabah mengingat Zhang Yu adalah pemenang pertarungan surga.
Xiao Yujin mendengus.
"Cih! Pada waktu itu aku sudah mengingatkan kalian. Tapi kalian sama sekali tidak mendengarkannya."
"Xiao Yujin!" Xiao Wang mengepalkan tangan seperti ingin meninju pada saat ini juga. Akan tetapi Xiao Yujin sama sekali tidak takut untuk berhadapan dengannya.
"Kau ingin mencari masalah di sini? Jangan sampai Zhang Yu membuat kalian babak belur untuk kedua kalinya."
Tanpa sadar tubuh Xiao Wang bergetar saat mendengar kalimat terakhir yang dikatakan Xiao Yujin. Diam-diam dia melirik dengan ekor matanya kepada Zhang Yu, lalu tanpa banyak bicara dia mengajak teman-temannya melangkah masuk menuju ke meja Penatua Yuan.
Xiao Yujin sangat puas. Biasanya dia tak punya kesempatan untuk memojokkan Xiao Wang karena pengaruh tetua kedua. Namun sekarang dengan Zhang Yu di sampingnya dia dapat menindas Xiao Wang.
"Sepupu, kau akan pergi ke mana setelah ini? Jika perlu aku bisa menemanimu."
Zhang Yu sejenak berpikir setelah mendengar ucapan Xiao Yuwen. Namun dari pada pergi ke tempat lain dia merasa harus kembali untuk menyerap ramuan kondensasi roh.
"Aku akan pulang. Sampai jumpa!" Dengan ucapan perpisahan itu Zhang Yu segera berkati meninggal menara langit. Sesampainya di kediaman utama, kebetulan bertemu ibunya yang baru saja kembali entah dari mana.
"Kau baru pulang? Bukankah kau meninggalkan ruangan isolasi beberapa waktu yang lalu? Apa kau baru saja kembali dari suatu tempat?"
Zhang Yu menyipitkan mata mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan kepadanya. "Ibu, apa kau baru kembali dari ruang isolasi?"
__ADS_1
"Ya."
Dalam sekejap Zhang Yu menjadi gugup. "Ibu tahu saat aku pergi?"
Xiao Mei terkekeh pelan. "Yah, ibu bukan hanya tahu. Ibu juga melihat apa yang kalian lakukan."
"Apa?!" Nafas Zhang Yu langsung tertahan. Matanya membulat dan dia sedikit canggung.
Xiao Mei semakin tertawa. "Tidak apa. Kenapa kau jadi malu seperti ini, ha? Ibu juga bukan orang lain. Tapi kalian juga harus memperhatikan situasi saat ingin bermesraan," pesan Xiao Mei lalu melangkah masuk ke kediaman meninggalkan Zhang Yu yang masih berdiam di tempatnya.
"Ah, aku harus menyerap ramuan kondensasi roh itu segera." Zhang Yu tersadar dari lamunannya kemudian segera masuk ke kediaman dan mengunci diri di dalam ruangan.
"Sun! Di mana kau!" panggil Zhang Yu. Kera kecil itu yang berada di jendela segera melompat ke pundak Zhang Yu begitu mendengar panggilan darinya.
Ak.. Ak..
"Kau juga harus meningkatkan kekuatanmu. Ambil ini!"
Sun sangat senang mendapat kristal sumber daya. Tanpa membuang banyak waktu dia langsung pergi ke sudut ruangan dan menelungkupkan tubuhnya begitu menelan belasan kristal sumber daya.
"Kau dapat melakukannya jika ingin tubuhmu terbakar." Suara dewa naga terdengar untuk pertama kalinya sejak pertemuan di aula.
"Jika tidak begitu, lantas bagaimana cara menyerap ramuan ini?"
Dewa naga tertawa mencibir. "Aku pikir kau sudah sangat pintar sehingga tak membutuhkan bantuan ku. Tapi ternyata kau tetap bocah dua puluhan tahun yang tidak tahu luasnya dunia."
"Kau ingin memberitahu atau tidak? Jangan membuang waktuku dengan pembicaraan tak bermanfaat."
Cih!
Dewa naga keluar dari gelang. Dia naik di atas kasur sambil menggoyangkan ekornya seperti ular. "Kau harus berendam dengan campuran ramuan itu untuk mendapat khasiatnya."
"Berendam?"
__ADS_1
Zhang Yu bahkan tak sempat memikirkan hal ini. Dia langsung berjalan ke balik sekat pembatas lalu memandang bak air yang cukup besar untuknya berendam.
"Bagaimana dengan takarannya?" tanya Zhang Yu. Namun dewa naga sudah masuk kembali ke dalam gelang dan tak merespon dirinya.
"Sebenarnya ada apa dengannya? Sejak sampai di wilayah Klan Xiao dia begitu betah di dalam gelang dan jarang keluar." Untuk beberapa saat Zhang Yu memperhatikan gelang naga.
"Mungkin dia masih butuh waktu memulihkan diri," pikir Zhang Yu yang tak mau mengambil pusing.
Karena tidak tahu takaran yang harus digunakan pada ramuan itu Zhang Yu menuangkan semua dalam bak air. Air yang putih jernih perlahan berubah kekuningan seperti mengandung belerang. Uap panas pun menyeruak seolah bak air berada di atas tungku api.
Zhang Yu masih memandang dengan tatapannya yang penuh kewaspadaan. Dia menenangkan pikirannya, kemudian mengangkat satu persatu kakinya masuk ke dalam bak air.
Nyes...
Kulitnya terasa terbakar. Untuk bebe waktu pertama Zhang Yu mampu menahannya. Akan tetapi seiring berjalannya waktu perasaan terbakar itu berubah menjadi seperti cambukan. Bukan hanya kulit, tapi juga daging, tulang dan pembuluh darah seperti di tempa tanpa jeda.
Meski Zhang Yu berusaha kuat menahan suaranya, tapi terlihat nyata jika dirinya amat sangat tersiksa. Keringat yang mengucur di wajahnya dan kerutan keningnya sama sekali tidak dapat berbohong.
"Zhang Yu!" panggil Xiao Mei dari luar. Satu kali dua kali dan tiga kali seruan tapi Zhang Yu tak meresponnya sekalipun. Xiao Mei menjadi khawatir saat memikirkan berbagai kemungkinan.
"Zhang Yu!"
Akhirnya setelah berpikir cukup lama Xiao Mei langsung mendobrak pintu ruangan putranya. Namun dia terkejut saat melihat Zhang Yu berada di dalam bak air sementara kondisi ruangan sedikit berantakan.
"Apa yang dilakukan anak ini," gumam Xiao Mei penasaran. Pada saat itu dia melihat botol ramuan yang terlihat akrab.
"Ramuan kondensasi roh?" Xiao Mei awalnya masih cukup tenang. Akan tetapi saat mengenali itu adalah takuan kondensasi roh, matanya terbelalak sepenuhnya.
"Dasar sembrono! Bagaimana bisa kau menuangkan satu botol ini ke dalam bak air?!" Xiao Mei mengingat jelas jika satu botol ramuan kondensasi roh dapat digunakan sampai empat hingga lima kali. Itu saja sudah sangat kuat tekanan dan bebannya bagi tubuh. Tetapi Zhang Yu menuangkan satu botol ramuan kondensasi roh itu sekali pakai.
"Zhang Yu!" Xiao Mei sangat khawatir. Dia tak ingin terjadi sesuatu kadang Zhang Yu jadi segera mengeluarkan Zhang Yu dari bak air.
Namun yang tidak disangka-sangka, bertepatan pada waktu itu Zhang Yu membuka matanya.
__ADS_1
"Ibu, apa yang kau lakukan di sini?"