
"Tetua Pertama, Tetua Kedua, kalian baik-baik saja?" tanya Wen Ou pada dua pria di sebelahnya.
"Kami baik-baik saja Patriark," jawab Wen Yun dan Wen Zheng bersamaan.
"Bagaimana dengan kalian?" tanya Wen Ou pada empat tetua lainnya.
"Kami baik-baik saja."
Setelah mendengar jawaban enam tetua Klan, Wen Ou beralih pada sosok pemuda berjubah hitam.
"Sepertinya sudah lima tahun kau pergi meninggalkan Kota Qian Gu. Bukankah begitu Zhang Yu?"
Apa?
"Zhang Yu? Apa dia anak Zhang Long yang memenangkan acara kedewasaan lima tahun yang lalu?" gumam keenam tetua. Mereka tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mengetahui identitas pemuda berjubah hitam yang memiliki kultivasi sangat tinggi.
Namun bagaimana mungkin dia adalah Zhang Yu, anak Zhang Long. Lima tahun yang lalu dia masih junior di tingkat ahli. Bahkan tujuh tahun yang lalu dia masih lah seorang sampah yang tak bisa berkultivasi.
Hanya dalam tujuh tahun, dia berkembang dari nol hingga bisa mencapai tingkat yang begitu tinggi. Ini terlalu mengerikan!
"Patriark, Zhang Yu sangat kuat. Dia mungkin berada di tingkat suci saat ini," kata Wen Yun berusaha mengingatkan.
Tidak diragukan Wen Ou terkejut saat pertama kali mendengarnya. Meski melihat kekuatan bertarungnya memang sangat kuat, tapi tak menyangka itu akan berada di tingkat suci.
"Apa yang perlu dikhawatirkan? Aku juga berada di tingkat suci. Aku akan mengalahkannya." Setelah berbicara seperti itu Wen Ou segera mengeluarkan pedang. Matanya menatap Zhang Yu seolah enggan melepaskannya.
Dalam pikirannya, pemuda genius seperti Zhang Yu jangan sampai lepas. Jika tidak bisa membuatnya berada di pihak yang sama, alangkah baiknya segera menyingkirkannya sebelum berubah lebih menakutkan.
"Teknik pedang iblis!" serunya. Pisau merah raksasa tercipta dengan ayunan pedangnya. Berputar perlahan, kemudian melesat dengan mengeluarkan aura hitam yang pekat.
Zhang Yu mendengus. Dia mengeluarkan teknik pedang pembunuh yang sebelumnya tertahan. Cakar raksasa dengan kuku runcing yang berwarna merah. Kekuatannya sama sekali tidak lebih lemah dari teknik pedang iblis milik Wen Ou.
Boom!
Dua kekuatan itu bertabrakan hingga menyebabkan dentuman yang sangat keras. Bangunan yang ada di sekitar bahkan langsung hancur terkena luapan energi yang besar.
Keenam tetua terdiam di tempat. Mereka hanya berharap Zhang Yu akan kalah di tangan patriark dengan serangan ini.
__ADS_1
Tapi sungguh keliru. Zhang Yu bahkan tak beranjak satu langkah pun dari tempatnya. Dia terlihat bugar seperti sedia kala.
Berbeda dengan Wen Ou yang terlihat terdorong mundur beberapa langkah. Wajahnya benar-benar buruk mengetahui dirinya baru saja kalah dalam duel serangan tersebut.
"Kurang ajar! Bagaimana dia bisa menjadi sekuat ini?!" batin Wen Ou. Sebagai orang terkuat di Klan Wen dan berusia tujuh puluh lima tahun. Dia merasa malu karena masih kalah dengan pemuda dua puluhan tahun.
"Tidak! Ini tidak boleh dibiarkan!" Wen Ou kembali menegakkan tubuhnya. Kekuatan seperti mengalir kembali dalam tubuhnya. Dia bersiap menyerang, akan tetapi tiba-tiba tubuhnya tidak dapat digerakkan.
"A-apa yang terjadi?" batin pria itu.
Zhang Yu mengabaikan wajah bingung Wen Ou dan berjalan ke arahnya.
"Di mana ayahku dan orang-orang Klan Zhang lainnya?" tanya Zhang Yu dingin.
Wen Ou mengangkat wajahnya. Alih-alih menjawab pertanyaan itu dia hanya menatap Zhang Yu tajam.
"Apa yang kau lakukan padaku! Kenapa aku tidak bisa bergerak?!"
Bukan hanya Wen Ou. Keenam tetua juga dalam keadaan serupa. Mereka terkena efek serangan teknik jarum jiwa penakluk. Dalam waktu tertentu mereka tidak akan bisa bergerak.
"Di mana ayahku dan orang-orang Klan Zhang pergi?" tanya Zhang Yu sekali lagi.
Zhang Yu mengepalkan tangan. Saat dia ingin menggunakan kekuatan untuk memaksa Wen Ou, Tetua Keenam Wen Yao bersetu dari tempatnya.
"Zhang Yu, aku tahu di mana mereka!"
Sontak Zhang Yu berhenti. Mata Wen Ou dan kelima tetua lain melotot marah.
"Tetua Keenam! Apa yang kau lakukan! Apa kau akan berkhianat?!"
"Tetua Keenam. Berhenti beromong kosong dengan memberitahunya!"
Tetua Keenam ragu beberapa saat karena tekanan dari banyak orang. Namun dia berpikir tidak akan ada kesempatan untuk menyelamatkan nyawa jika dirinya masih melawan Zhang Yu. Kekuatannya terlalu mengerikan dan dia mempunyai teknik aneh yang membuat lawan berhenti bergerak.
"Katakan. Di mana mereka sekarang?" tanya Zhang Yu seraya berjalan mendekat pada Tetua Keenam.
Wen Yao menelan ludahnya saat merasakan aura kekuatan Zhang Yu yang begitu kuat. "Ta-tapi apa kau akan melepaskanku jika aku memberitahumu?" tanyanya berusaha bernegosiasi.
__ADS_1
Zhang Yu menaikkan alisnya sebelum melirik ke arah Wen Ou yang mendengar semua perkataan mereka.
Wajah pria itu sudah sangat buruk menghadapi situasinya. Sekarang salah satu dari enam tetua klan mengkhianatinya. Ini benar-benar keterlaluan! Tapi dia tak bisa melakukan apapun kecuali menyaksikannya dari kejauhan.
"Baik. Katakan sekarang, aku akan memaafkanmu."
Wajah Wen Yao berseri ketika mendengar kalimat Zhang Yu. Dia mengambil nafas sekali lalu berucap dengan tegas.
"Lembah tengkorak!"
Zhang Yu diam beberapa saat sebelum menyipitkan mata mendengar nama tempat tersebut.
"Kami berhenti mengejar mereka saat menyadari itu adalah arah menuju lembah tengkorak," tambah Wen Yao.
"Kau tidak perlu mencari ke sana. Mereka mungkin sudah binasa dengan binatang spiritual yang ada di sana," kata Wen Ou dengan tawa yang nyaring. Tawa itu berhenti setelah Zhang Yu melepaskan serangan dan hampir menebas lehernya. Seketika wajahnya pucat dan berkeringat. Pupil matanya pun melebar karena terkejut, bahkan sampai menahan nafas.
"Zhang Yu, a-aku sudah mengatakan jawaban yang ingin kau dengar. Bukankah kau seharusnya melepaskanku?"
Zhang Yu melirik Wen Yao dengan sinis. "Aku berkata akan memaafkanmu. Tapi tidak bilang akan melepaskanmu."
"A-apa?"
Wajah Wen Yao langsung berubah pucat. Matanya melebar karena marah.
"Zhang Yu! Kau tidak bisa seperti ini. Aku sudah mengatakannya, kau harus ...."
Jleb!
Pedang semesta menembus tubuhnya. Wen Yao tercengang dan tak dapat bereaksi. Sedetik kemudian tubuhnya segera jatuh ke tanah dengan darah yang mengalir deras.
Zhang Yu mengibaskan pedangnya untuk menghilangkan darah Wen Yao yang masih menetes. Menatap mayat yang tergeletak itu sekilas sambil berdecak kesal.
"Berisik!"
Zhang Yu sudah bertekad sejak awal tidak akan melepaskan siapapun. Bahkan jika Wen Yao memberitahunya kemana orang-orang Klan Zhang pergi, tidak akan mengubah kenyataan jika dia adalah bagian Klan Wen yang terlibat.
Sikap dingin dan tak berperasaan ini sungguh membuat kelima tetua dan Wen Ou merasakan ketakutan.
__ADS_1
"Zha-Zhang Yu ...." Mereka memohon. Tetapi Zhang Yu bahkan tak membiarkan mereka menyelesaikan kalimatnya. Pedang semesta bergerak cepat memenggal kepala mereka satu persatu secara bergantian.
"Tidak ada ampun untuk kalian!"