Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 93 : Hanya Kultivasi Biasa Kan?


__ADS_3

"Kenapa aku harus melakukannya?" Xuan Yin menatap tangan Zhang Yu yang meminta uluran tangannya.


"Jika tidak melakukannya kita tidak akan bisa mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi."


Kalimat ini berhasil membuat Xuan Yin terdiam. Itu benar seperti yang dikatakannya. Dia bahkan belum merasakannya dengan jelas saat menyentuh tangannya.


Setelah berpikir cukup lama Xuan Yin mengulurkan tangan dan Zhang Yu langsung menariknya.


Matanya melotot seperti akan meledak. Tapi aliran energi yang masuk ke dalam tubuhnya sepenuhnya menarik perhatiannya.


Energi itu bukan hanya kebetulan. Tapi memang ada energi ketika bersentuhan tangan.


Mereka mencoba melepasnya, lalu energi itu menghilang. Mereka kembali menyatukan telapak tangan dan energi itu kembali dapat dirasakan.


Zhang Yu mengerutkan kening, begitu pula dengan Xuan Yin. Mereka saling memandang dengan perasaan rumit.


"Sepertinya semakin kita membuat kontak fisik semakin banyak energi yang diterima." Zhang Yu mencoba membandingkan dengan energi saat mereka hanya bersentuhan jari. Sekarang dengan menyatukan telapak tangan energinya menjadi dua kali lipat.


"Apa yang coba kau rencanakan?" tanya Xuan Yin curiga.


Zhang Yu tersenyum, lalu mengajak Xuan Yin mencari tempat yang nyaman. "Ayo lakukan kultivasi ganda."


"..."


Xuan Yin spontan menarik tangannya hingga melepaskan tangan Zhang Yu. Dalam sekejap matanya menjadi keruh. "Apa maksudmu?! Jangan keterlaluan!"


Zhang Yu saat ini sudah duduk bersila di tengah-tengah altar. Dia mengabaikan kalimat Xuan Yin, lalu berkata dengan suara rendah. "Sebenarnya apa yang ada di kepala Putri Ketujuh? Ini hanya kultivasi biasa yang dilakukan dua orang. Jadi di mana tindakan keterlaluan nya?"

__ADS_1


Pikiran Xuan Yin mendadak kosong. Matanya berkedut menyaksikan Zhang Yu yang duduk begitu tenang di dekat patung batu.


"Hanya kultivasi biasa?" tanyanya ragu.


"Memangnya ada hal lain?" Zhang Yu mengangkat wajahnya lalu kembali berkata, "Atau jangan-jangan Putri Ketujuh ingin melakukan sesuatu yang lain?"


"Omong kosong! Tidak ada pikiran lain. Jangan terlalu percaya diri!" Xian Yin menjawab dengan cepat. Tapi dia tak berani bertatapan langsung karena menyembunyikan wajahnya yang merah semerah buah persik.


Kemudian Xuan Yin duduk di depan Zhang Yu. Sialnya dia masih terlalu gugup hingga tak tahu harus melakukan apa. Bahkan saat Zhang Yu mengulurkan tangan dia hanya diam sambil menaruh tangan di lututnya.


Baru setelah Zhang Yu berdehem dia sadar dengan tanda darinya.


"Hanya kultivasi biasa kan?" tanya Xuan Yin lagi.


Zhang Yu menarik lengkungan senyum di bibirnya. "Jika Putri Ketujuh ingin sesuatu yang lain juga boleh. Mungkin hasilnya juga akan lebih baik."


Tapi Zhang Yu hanya terkekeh pelan lalu mulai memejamkan mata mengolah energi yang masuk ke dalam tubuhnya.


Xuan Yin juga sudah merasakannya. Tapi alih-alih langsung ber kultivasi dia malah menatap wajah Zhang Yu yang hanya berjarak kurang dari satu meter di depannya.


Dia menatap wajahnya yang bersih. Dia menatap alisnya yang tebal. Tidak tahu kenapa setiap kali bersama Zhang Yu dirinya selalu kehilangan kontrol dirinya. Juga tak jarang salah tingkah dan gugup tiba-tiba.


Padahal sudah berapa banyak pria yang bertemu dan bicara dengannya. Dari seorang bangsawan sampai putra jendral, tapi tidak pernah ada yang membuatnya jadi seperti ini.


Xuan Yin menggelengkan kepala dengan kuat mengusir pikirannya. Dia mulai memejamkan mata dan fokus untuk mengolah energi yang masuk ke dalam tubuhnya.


Waktu berlalu dan tanpa terasa sudah dua hari mereka duduk berdua bersama. Meski belum ada peningkatan baik Zhang Yu ataupun Xuan Yin, tapi dengan cara tersebut membuat mereka mengangkat satu kaki lebih awal ke tingkat selanjutnya.

__ADS_1


Perlu diingat mereka hanya melakukannya dua hari dan itu hanya menyatukan tangan. Entah berapa banyak keuntungan yang didapat jika melakukannya lebih lama dan bukan hanya sentuhan tangan biasa.


Kendati demikian hasil ini sudah sangat memuaskan.


Zhang Yu dan Xuan Yin berdiri dari posisi duduk bersila. Mereka kembali menatap pintu keluar. Ada dua pintu, pintu yang dilalui Zhang Yu sebelumnya dan pintu yang dilalui Xuan Yin. Tapi keduanya sama-sama terhalang oleh balok batu raksasa.


"Tetap jagalah jarak, aku akan menyerangnya."


Zhang Yu mengangkat pedangnya lalu menyerang balok batu raksasa dengan satu siluet tebasan.


Blam!


Zhang Yu tak bisa melihat reaksi batu raksasa ini dari tempatnya. Tapi Xuan Yin melihat balok batu bergetar dan menjatuhkan beberapa potongan kecilnya.


"Serang lagi!" Dia bergegas mengeluarkan tekniknya langsung menyerang.


Setelah usaha dan waktu yang dikerahkan, mereka berdua benar-benar bisa menghancurkan batu balok raksasa. Lorong gua tampak nyata di depan mereka, satu senyum puas terukir sempurna.


"Ayo pergi, apa yang kau tunggu?" kata Xuan Yin yang segera masuk ke dalam lorong.


Zhang Yu dengan cepat mengikuti langkah Xuan Yin. Saat berada di sampingnya dia berkata, "Sepertinya Putri Ketujuh dalam suasana hati yang baik."


Dengan kalimat ini wajah Xuan Yin berubah kaku. "Itu bukan urusanmu!"


"Setelah keluar dari sini kita akan berpisah jalan. Aku tak ingin melakukan perjalanan denganmu," tambahnya.


Zhang Yu tak bicara lagi. Mereka terus melangkah menelusuri lorong yang lumayan gelap itu hingga melihat titik cahaya di ujungnya.

__ADS_1


Mereka berdua mempercepat langkah karena ingin segera sampai dan menghirup udara luar. Mereka tidak tahu jika jauh di belakang sana, patung setinggi lima meter di atas altar roboh lalu hancur berkeping-keping. Ada gumpalan cahaya berwarna merah keluar dari kerangka kepala yang seiring berjalannya waktu menjadi redup bahkan lenyap.


__ADS_2