Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 214 : Membebaskan Tawanan Bandit


__ADS_3

Begitu Zhang Yu memasuki ruangan itu, tampak penjara besi yang mengurung puluhan manusia. Terlihat begitu kasihan dan memprihatinkan bagaimana mereka diperlakukan.


Tatapan ketakutan dengan tubuh gemetar. Sebagian besar adalah wanita dan orang-orang paruh baya. Bahkan ada anak-anak yang masih berusia sepuluh sampai lima belas tahun. Semua berada dalam kurungan besi dengan kalung rantai di leher mereka.


Zhang Yu membuka pintu kurungan besi dengan kunci yang menggantung tak jauh dari pintu ruangan sebelumnya. Bertahap berjalan sambil mengamati, mencoba mencari apakah ada kakeknya di antara mereka.


Sayangnya Xiao Nie tidak berada di sana. Ekspresi Zhang Yu yang tenang pun perlahan berubah. Tetapi itu tak bertahan terlalu lama karena tiga detik kemudian dia mendatangi seorang pria yang cukup tenang di antara puluhan orang dalam kurungan besi.


"Kau bukan bandit. Apa kau orang yang akan mengeluarkan kami?" tanya pria itu sebelumnya Zhang Yu membuka mulutnya.


Zhang Yu tidak tahu dari mana pria ini mengetahui hal itu. Tapi harus diakui dia memiliki kemampuan untuk membaca situasi dengan cepat dan tepat.


"Aku akan membebaskan kalian,"


Sambil bicara Zhang Yu melepas rantai di leher pria berpakaian lusuh tersebut. Pria itu lantas membantu dengan membebaskan puluhan orang lainnya.


Tidak ada yang menduga hari kebebasan akan tiba. Semua orang terdiam dan masih terkejut. Pria berpakaian lusuh tadi kembali berjalan menghampiri Zhang Yu lalu memperkenalkan diri. "Sebelumnya terima kasih Tuan. Namaku Yuan Hao. Aku mewakili semua orang yang ada di sini untuk berterima kasih padamu."


Zhang Yu tak langsung menjawabnya. Dia meminta Yuan Hao mengajak puluhan orang lainnya untuk keluar.


Meski terdapat sedikit perasaan ragu, mereka secara pasti meninggalkan ruangan itu menuju bagian depan. Zhang Yu juga berniat pergi dari ruangan tersebut, tetapi perhatiannya tertuju pada sosok wanita tua yang ada di sudut ruangan. Dia meringkuk dan terlihat kesakitan.


Zhang Yu yakin wanita tua ini sebelumnya baik-baik saja. Entah kenapa dia menjadi seperti ini.


"Yu Gege!"

__ADS_1


Tepat saat itu Song Yixue memasuki ruangan. Dia cukup panik saat mendengar suara pertarungan dari dalam tanpa bisa mengintip apa yang terjadi. Sungguh dia sangat lega karena Zhang Yu baik-baik saja.


Akan tetapi perhatiannya pun segera beralih pada sosok wanita tua yang meringkuk kesakitan di sudut ruang kurungan.


"Nenek, apa yang terjadi? Apa kau terluka?" Song Yixue berpikir dapat menyembuhkan luka dengan kemampuannya.


Sayangnya rasa sakit itu bukan berasal dari luka. Melainkan racun yang menggerogoti tubuhnya.


Tentu saja kenyataan ini membuat Song Yixue menekuk wajahnya frustrasi.


"Kenapa?" tanya Zhang Yu. Song Yixue pun memberitahu situasi nenek tua itu tanpa menyembunyikan kebenarannya.


Song Yixue menambahkan, "Jika itu hanya luka luar aku bisa membantu. Tapi ini racun. Aku tidak bisa melakukan apapun."


Zhanh Yu mengangguk. "Bantu aku mengangkatnya."


"Bantu aku,"


Song Yixue yang melamun langsung tersadar mendengar suara Zhang Yu. Dia membantu nenek tua itu berdiri, lalu Zhang Yu memposisikan dirinya di belakang sambil meletakkan tangannya di panggung nenek tua.


Pada saat ini Song Yixue masih tidak tahu apa yang akan dilakukan Zhang Yu. Tetapi tidak lama dia pun melihat bagaimana racun dari tubuh nenek tua secara bertahap mulai terangkat.


Kulitnya yang pucat kembali. Aliran darah pun menjadi lebih lancar.


Song Yixue hampir tak bisa menerima kenyataan ini. Siapa yang mengita ternyata Zhang Yu bukan hanya memiliki kekuatan di atas rata-rata. Tapi juga dapat mengobati racun.

__ADS_1


"Yu Gege benar-benar luar biasa! Aku merasa semakin kagum dengannya," batin gadis itu.


Setelah membantu nenek tua mengangkat racun dalam tubuhnya, Zhang Yu membiarkan nenek tua untuk mengontrol tubuhnya dan merasakan perubahan yang telah dialaminya. Alhasil rasa sakit itu telah hilang. Nenek tua perlahan mengangkat wajahnya lalu memegang tangan Zhang Yu dengan derai air mata.


"Te-terima kasih," ucapnya dengan nafas terputus-putus.


Zhang Yu membalasnya dengan tersenyum. "Nenek, ayo kita keluar."


Mereka pun keluar dari tempat tersebut dan berkumpul dengan puluhan orang lainnya yang sudah menunggu mereka.


Setelah kembali mengucapkan terima kasih, satu persatu pergi dengan kenalan masing-masing. Bahkan nenek tua yang baru saja pulih dari racun. Dia sangat berutang budi pada Zhang Yu dan memberi sebuah gelang tali yang merupakan satu-satunya harta yang ia miliki.


"Yu Gege, kemana kita akan pergi setelah ini?" tanya Song Yixue.


Zhang Yu mengerutkan keningnya. "Tunggu, aku melupakan sesuatu."


Setelah berkata Zhang Yu langsung kembali ke dalam kedai lalu berjalan ke arah rak di dapur. Dia mengambil sebuah kanvas yang terpajang di sana dengan tulisan yang aneh.


"Apa Yu Gege mengerti apa yang tertulis di kanvas itu?" tanya Song Yixue. Berapa kali dia memandang, tidak sekalipun memahami tulisan yang aneh tersebut. Itu jelas bukan bahaya yang biasa mereka gunukan. Benar-benar rumit.


Zhang Yu mengambil segelas air sebelum menuangkannya di atas kanvas. Secara mengejutkan tulisan-tulisan tak beraturan itu berubah menjadi kata-kata yang dapat mereka mengerti.


"Menara Iblis." Satu kalimat yang teramat jelas berada di bagian teratas.


"Bandit Kuda Laut, Kedai Bulan Merah, Sekte Permata Tunggal."

__ADS_1


Zhang Yu mengernyitkan kening saat membaca baris kalimat di paragraf pertama. Dia kembali membaca dua kata di atasnya dan memandangnya secara bergantian.


"Apa ini? Apa maksud tulisan ini?"


__ADS_2