Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 90 : Antek-Antek Wen Bailou


__ADS_3

Zhang Yu memperhatikan mutiara hitam biji dari bunga biru transparan yang tampak tak biasa dan memancarkan energi melimpah. Dia memutuskan untuk menyimpannya sebelum mencari tahu manfaatnya.


"Ayo kita pergi dari sini,"


Sun dengan cepat berdiri mendengar kalimat Zhang Yu. Dengan tergopoh-gopoh melompat ke pundaknya lalu berpegangan erat.


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. Sekitar satu mill kembali berhenti ketika mendapati beberapa mayat berpakaian murid Akademi Kekaisaran.


Ada bekas sayatan benda tajam yang menjelaskan jika ini bukan ulah dari serangan binatang spiritual.


Zhang Yu yakin mereka masih satu kelompok dengan orang-orang yang tiada di tangannya. Klan Yan, atau siapapun rekan mereka.


Di waktu yang sama, sekelompok orang datang dari arah lain. Zhang Yu awalnya waspada, tapi setelah melihat pakaian mereka sama sepertinya dia menarik kembali auranya.


"Lihat di sana ada yang meninggal lagi!"


Mereka buru-buru mendekat. Mata mereka terus tertuju pada mayat murid akademi yang tergeletak di sekitar. Tatapan mereka menjadi aneh dan curiga ketika melihat Zhang Yu.


"Bagaimana bisa dia sendiri yang masih bertahan. Dia pasti yang telah membunuh teman-teman kita."


"Itu masuk akal. Setelah kita datang, jangan-jangan dia juga ingin membinasakan kita. Aku merasakan tekanan auranya saat pertama kali datang ke sini," kata mereka dengan waspada.


Zhang Yu sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Dia ingin menjelaskan kesalahpahaman ini tapi kelompok yang terdiri dari enam orang ini tidak bersedia memberi kesempatan.


"Tangkap dan lumpuhkan dia! Kita harus membawanya ke tempat kepala akademi untuk menghukumnya."


Dua dari enam murid dalam ini bergerak mendekat hendak memegang tangan Zhang Yu. Tapi bagaimana mungkin Zhang Yu akan menyerah begitu saja menanggapi tindakan tidak masuk akal mereka.


"Aku katakan sekali lagi bukan aku pelakunya. Ada kelompok lain."


"Kau pikir kami akan percaya dengan ucapanmu? Kelompok lain? Bagaimana bisa ada kelompok lain jika yang masuk ke Alam Zhen Yang hanya murid-murid Akademi Kekaisaran." Mereka masih bersikukuh.

__ADS_1


Zhang Yu tidak lagi berusaha menjelaskan karena sebanyak apapun kata keluar dari mulutnya tetap akan sia-sia.


Tiba-tiba, entah dari mana sebuah pisau kecil melesat dan membunuh satu dari enam murid dalam.


Tidak ada kesempatan bertahan atau bahkan sekadar menghindar. Pisau kecil itu menancap di punggungnya dan ujungnya sudah menembus cukup dalam.


Kelima temannya terkejut dengan hal ini. Mereka dengan kompak memperhatikan satu teman yang sudah tak bernyawa, lalu dengan marah berbalik mencari pelaku yang telah menyerang diam-diam.


Lima pria berpakaian merah menampakkan diri. Ketika murid-murid melihat kelompok ini, mereka secara pasti mengerutkan kening dan menatap penuh kebingungan.


"Bagaimana bisa ada kelompok lain? Bagaimana cara mereka memasuki tempat ini?" Mereka bertanya-tanya. Tapi tidak satupun memiliki jawaban.


Setelah diam dan merenung, satu dari kelima murid ini menegakkan punggung dengan gagah berani. Dia melambaikan tangan lalu berkata dengan penuh keyakinan.


"Memangnya kenapa jika ada kelompok lain? Kita adalah murid dalam Akademi Kekaisaran. Tidak perlu takut ataupun ragu untuk menghadapi mereka."


Lima pria berpakaian merah terus berjalan dengan arogan, mata terlihat tajam seperti ingin memakan orang. Namun saat mendengar kalimat yang begitu percaya diri mereka secara pasti tersenyum seperti iblis.


Lima pria berpakaian merah kembali tersenyum. Mereka mengeluarkan pisau kecil di masing-masing tangan mereka lalu melemparnya dengan sangat cepat.


Crus...


Crus...


Tiga dari lima orang berhasil menghindar. Tapi dua lainnya terbunuh setelah tak bisa menghindarinya.


Ketiganya mundur secara pasti, menoleh ke arah Zhang Yu meminta bantuan. "Zhang Yu, bantu kami menghadapi mereka. Walau bagaimanapun kita masih satu akademi, kau tidak bisa membiarkan mereka membunuh kami begitu saja."


Zhang Yu terkejut ketika mereka menyebut namanya. Jadi sejak awal mereka sudah mengenalinya tapi meski begitu masih saja menuduh jika dirinya pelaku di balik kematian belasan murid akademi.


"Zhang Yu, kami mohon kepadamu."

__ADS_1


Mereka tidak punya pilihan lain. Hanya mengandalkan diri sendiri yang hanya setingkat master bintang satu tidak akan cukup.


Dengar dengar Zhang Yu adalah murid baru yang berbakat. Mereka berharap Zhang Yu akan membantu menghadap lima orang ini.


Bahkan jika tidak bisa mengalahkannya, itu akan membantu untuk mengulur waktu sementara mereka mencari kesempatan melarikan diri.


Tiga murid ini sepertinya memiliki pikiran yang sama. Mereka secara kompak berlari ke arah Zhang Yu lalu memohon padanya.


Zhang Yu memang awalnya ingin membantu. Tapi mengingat sikap mereka dan bagaimana mereka mengenalnya, pasti ada yang salah dengan mereka.


"Bukankah kalian sebelumnya berkata akan menghadapi mereka? Jadi apa yang kalian tunggu? Ayo maju!" Zhang Yu mendorong ketiganya hingga terjatuh dan berdiri di depan kelima orang klan Yan.


Ketiganya sangat marah hingga menguruk Zhang Yu dengan dongkol.


"Kurang ajar! Zhang Yu, kau keterlaluan!"


Pisau kembali muncul di tangan kelima orang klan Yan. Begitu melesat dua nyawa lagi melayang. Sekarang tersisa satu orang dan dia sangat ketakutan.


"Zhang Yu! Bajingan tercela! Kau akan merasakan akibatnya. Senior Wen Bailou tidak akan melepaskanmu!"


Kalimat ini sekali lagi membuat Zhang Yu tertegun.


Wen Bailou kah? Pantas saja mereka mencari masalah, ternyata antek-antek Wen Bailou.


"Apa yang kalian tunggu? Habisi dia sekarang juga."


Murid yang berusaha melawan kematian tubuhnya menegang hebat. Dia meneguk ludah dengan kasar lalu kembali memaki Zhang Yu dengan sisa tenaganya.


Kelima orang klan Yan menyipitkan mata heran. Tapi pada akhirnya mereka melakukan pekerjaan itu dan membunuh satu orang terakhir dari enam murid dalam.


"Sekarang giliranmu," kata kelima orang klan Yan sambil menatap Zhang Yu.

__ADS_1


__ADS_2