Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 74 : Terdesak


__ADS_3

"Terlepas dari apa yang sudah dia lakukan, dia adalah pelayan yang sangat dekat denganku. Perdana Menteri benar-benar keterlaluan dengan melibatkan keluarganya." Permaisuri Ling Qiao bangkit setelah memangku kepala Huan'er dalam kurun waktu beberapa lama, dia menangadahkan wajahnya dan memandang Zhang Yu.


"Kita harus pergi ke penjara utama," katanya yang langsung berjalan. Tidak jadi masuk ke dalam ruangan.


Zhang Yu dengan segera mengikuti Permaisuri Ling Qiao, tidak lama mereka berempat sampai di penjara utama.


Keadaan yang kosong melompong tanpa penjagaan memudahkan mereka masuk ke dalam. Mungkin hal ini disebabkan semua prajurit yang berpihak kepada Perdana Menteri telah menjawab panggilan untuk berperang.


"Tersisa satu pintu menuju penjara utama," Ling Qiao memegang gembok besar di tangannya, dia dengan segera menghancurkan gembok itu dan membuka pintu terakhir.


Mereka masuk, dan seperti apa yang disampaikan Huan'er sebelumnya. Setidaknya ratusan prajurit dikurung di dalam sangkar penjara.


"Permaisuri?!"


Mereka langsung bangkit mengenali siapa yang datang.


"Permaisuri, syukurlah engkau baik-baik saja. Bagaimana dengan Yang Mulia serta Jendral? Apa semua baik-baik saja?"


Pria yang bertanya adalah seorang komandan yang masih setia terhadap Kekaisaran Xuan. Namanya adalah Fang An.


"Komandan Fang, semua baik-baik saja. Bagaimana denganmu dan juga yang lain?"


"Perdana Menteri tidak akan berani bertindak macam-macam terhadap kami, Permaisuri. Bagaimanapun dia masih berharap dapat menaklukkan kami dan menjadikan kami sebagai pasukannya." Pria itu tersenyum meski berada di balik penjara.


"Kesetian kami tidak akan tergoyahkan untuk Kekaisaran Xuan," tambahnya yang dengan segera disahuti oleh ratusan prajurit dalam ruang penjara lainnya.


Ling Qiao mengangguk pelan dan berkata, "Aku sangat senang mendengarnya, Komandan Fang. Yang Mulia pasti juga sangat senang melihat kesetian mu serta prajurit lainnya."


Ling Qiao berjalan ke arah pintu penjara, tapi seperti dugaannya pintu penjara disegel dengan kekuatan khusus yang tak bisa sembarang orang menghancurkannya.


Zhang Yu yang berdiri di belakang Ling Qiao meminta Permaisuri Kekaisaran Xuan itu menepi.


Ling Qiao dengan segera menggeser tubuhnya, mempersilakan Zhang Yu untuk mencoba membuka Segel yang terpasang pada pintu penjara.


Brak!


Gembok yang sangat kokoh itu hancur berkeping-keping. Pintu penjara terbuka dan Fang An terbebas dari kurungannya.

__ADS_1


Tidak sampai di sana, setelah membebaskan Fang An, Zhang Yu membebaskan ratusan pasukan yang terkurung di ruang penjara lain. Setidaknya ada sekitar dua puluh penjara dan Zhang Yu membuka gembok dengan jumlah yang sama.


"Permaisuri, jika boleh tahu di mana Yang Mulia saat ini?"


Mendengar pertanyaan Fang An, raut wajahnya Ling Qiao dengan segera berubah. "Komandan Fang, Yang Mulia saat ini sedang berperang dengan pasukan istana yang dikomandoi Perdana Menteri. Tujuanku membebaskanmu tidak lain karena Yang Mulia membutuhkan pasukan untuk membantunya."


Fang An yang awalnya terlihat tenang mendengar apa yang dikatakan Ling Qiao, wajahnya dipenuhi dengan kemarahan.


"Bagaimana dengan para pangeran?" tanya Fang An lagi.


"Mereka pastinya belum tahu situasi di istana. Semua berada di Kota Nuli menjaga perbatasan," jawab Yu Wen.


Fang An menganggukkan kepala. Sementara Zhang Yu hanya membatin. "Pantas saja aku tidak melihatnya sejak kemarin. Ternyata sudah lama menjaga perbatasan."


"Permaisuri, sebaiknya kita segera keluar untuk membantu Yang Mulia."


Kalimat Zhang Yu menyadarkan semua orang.


Ling Qiao bergegas lalu berjalan cepat sambil meminta semua mengikutinya. "Kita pergi ke tempat Yang Mulia!"


Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di sana, tapi yang tampak di depan mata membuat mata terbelalak sempurna.


"Permaisuri, apa pertarungannya sudah selesai?" tanya Fang An yang bingung.


Mereka sampai di tempat, tapi tidak ada pertarungan di tempat tersebut. Hanya puluhan mayat prajurit dan bekas kekacauan yang ditinggalkan.


Blar!


Blar!


Di waktu yang sama terdengar suara memekak dari halaman belakang istana. Ling Qiao merajut kedua alisnya, raut wajah yang sama ditunjukkan oleh beberapa orang lainnya.


"Sepertinya pertarungan telah berganti tempat. Kita menuju ke halaman belakang istana." Dengan perkataan Ling Qiao, semua orang tak terkecuali Zhang Yu melesat ke halaman belakang istana.


Sementara itu di waktu yang sama di halaman belakang istana.


Pertarungan antara dua pihak masih berlangsung. Xuan Zou dengan sedikit orangnya, menghadapi Song Wejin dengan lima komandan serta ratusan prajurit istana.

__ADS_1


Memang melihat dari jumlah seperti apa tidak mungkin bagi Xuan Zou untuk bertahan. Tapi karena setiap dari mereka memiliki kemampuan buang tinggi, lima ratus lebih prajurit yang ada di pihak Song Wejin kini hanya tersisa separuhnya.


Tentu saja hal ini juga membuat kondisi Xuan Zou serta orang-orangnya melemah, pertarungan jangka panjang akan buruk bagi mereka.


Hahahaha...


Suara tawa dari pria tua berpakaian mewah menggema di halaman belakang istana. Tidak lain dia adalah Song Wejin yang sekarang berada di atas angin.


"Memang seperti yang rumor yang beredar. Jendral Zhao adalah petarung sejati yang sangat tangguh. Tapi tetap bagaimanapun seseorang memiliki batasan. Apa kau sudah mencapai batasmu?" Pria tua itu tersenyum sinis dan mengayunkan pedangnya. Matanya menatap pada sosok pria yang berdiri sembari memegangi lengannya yang terluka.


Zhao Yun, jendral Kekaisaran Xuan yang terkenal dengan nama besarnya.


"Jendral Zhao, apa kau bisa bertahan?" tanya Xuan Zou sembari menatap pada Zhao Yun.


"Tidak masalah Yang Mulia, bahkan jika harus mengorbankan nyawa aku sungguh tidak akan menyesal." Pria yang mencengkeram pedangnya dengan erat itu mulai menatap dengan garang. Satu detik kemudian dia melesat dan mengeluarkan sebuah serangan.


Namun, dia yang sudah menghabiskan banyak kekuatan saat menghadapi ratusan prajurit hanya memiliki sedikit sisa kekuatan.


Serangannya mampu ditahan dengan mudah oleh Song Wejin. "Jendral Zhao, sudah pada titik ini harusnya kau menyerah saja. Aku akan memberimu kematian yang mudah," ucap pria tua itu dengan senyum percaya diri.


Zhao Yun hanya tersenyum mencibir. "Jika kau benar-benar memiliki kemampuan, maju saja. Tidak perlu banyak bicara."


Sontak apa yang dikatakan Zhao Yun membuat Song Wejin tersenyum. "Kau benar-benar tidak tahu tempatmu."


"Serang mereka!"


Pertarungan yang sempat berhenti kembali berlanjut dan ratusan prajurit mengepung dekapan orang yang ada di pusat. Tentu saja Song Wejin tidak diam menyaksikan, dia dan lima komandan ikut menyerang memusatkan perhatian pada Zhao Yun dan juga Xuan Zou.


Xuan Zou sendiri mengingatkan kepada Zhao Yun serta enam kasim yang berada di pihaknya agar tidak berpencar. Mereka membentuk semacam formasi, bertahan dan menyerang secara bergantian.


Meski upaya tersebut sangat efektif, tapi tidak bisa bertahan terlalu lama karena banyaknya lawan yang berganti menyerang.


"Aku ingin lihat sampai kapan kalian mampu bertahan. Ini benar-benar menyenangkan." Berlawanan dengan Xuan Zou, Song Wejin memerintahkan pasukannya menyerang lebih brutal. Hal ini membuat Xuan Zou, Zhao Yun dan empat orang lainnya sangat kewalahan.


Hahahahahaha...


Tawa Song Wejin kembali menggema di tengah pertarungan. "Kalian tanpa pasukan benar-benar tidak bisa melakukan apapun. Kalian hanya bisa pasrah menerima kematian di sini."

__ADS_1


__ADS_2