
Zhang Yu sudah sampai di Kota Xue He. Namun kakinya tak sekalipun berhenti melangkah menuju akademi. Bayangan-bayangan samar muncul dalam benaknya, terlebih ketika mendengar informasi tentang kelompok berpakaian hitam yang pernah ber singgah di sekitar dermaga.
Beberapa saat kemudian Zhang Yu sudah dalam jarak yang cukup dekat dengan gerbang. Mungkin satu atau dua mill gerbang akan terlihat di depan matanya. Tentu pada saat itu dia masih berharap jika kelompok berpakaian hitam itu bukanlah kelompok pemberantas. Namun, kepulan asap yang tampak dari tempatnya seketika membuat jantungnya berdetak lebih cepat.
Boom!
Cahaya melesat ke atas disertai dengan suara ledakan yang keras.
"Itu mereka!" batin Zhang Yu sambil menggertakkan gigi. Tanpa membuang banyak waktu dia bergerak lebih cepat menuju akademi. Melesat seperti bayangan yang bahkan tak dapat ditangkap dengan mata telanjang.
Kembali ke akademi.
Wang Chen yang bertarung dengan Gao Ran harus mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menahan pria itu. Meskipun sama-sama berada di tingkat setengah abadi, tapi Wang Chen hanya menerima satu anugerah surga, sedang Gao Ran sudah menerima tiga anugerah surga.
Itu adalah perbedaan yang sangat jelas. Jarak kekuatan di antara mereka cukup jauh, itulah alasan kenapa pada pertarungan ini Wang Chen sudah ngos-ngosan bahkan saat Gao Ran masih terlihat segar bugar.
"Jika terus seperti ini aku benar-benar akan kalah," batin Wang Chen.
Sebagai harapan terakhir yang dimiliki akademi, Wang Chen tidak boleh kalah dalam pertarungan ini. Dia sangat tahu jika dirinya kalah, kemungkinan besar akademi akan hancur di tangan kelompok berpakaian hitam.
Gluk ... gluk!
Wang Chen menghabiskan satu ramuan obat dalam sekali tegukan. Dia memaksa tubuhnya untuk berusaha lebih kuat dan tak menyerah sampai titik darah penghabisan.
"Keterlaluan! Ini pertama kalinya aku berada dalam situasi ini. Aku sungguh membencinya." Wang Chen berkata dalam hati. Pada saat yang sama dia menggenggam erat pedangnya dan memasang kuda-kuda.
Gao Ran mencibir sinis. Dia seolah menunggu apa yang akan dilakukan lawannya. Ketika Wang Chen mulai bergerak, dia baru menyadari tingkat bahaya pada teknik pedang yang digunakannya.
"Teknik ini ...."
Blar!
Permukaan tanah di tempatnya berdiri langsung terbelah. Gao Ran mengernyitkan keningnya, dia tersenyum sekilas karena menemukan kejutan yang tak terduga.
Gao Ran membentangkan pedangnya dan menahan serangan Wang Chen saat serangan teknik pedang utara sampai pada puncaknya.
Siapa yang mengira jika kekuatan teknik pedang utara sangat merepotkan. Meski tingkat kekuatannya lebih tinggi, tapi satu sayatan lebar berhasil mendarat di pundaknya.
Cih!
__ADS_1
"Tentu saja. Walau bagaimanapun dia adalah kepala akademi. Mungkin aku terlalu meremehkannya," ucap Gao Ran sedikit menyesal. Dia mengusap darah yang merembes ke pakaiannya, itu adalah bukti kecerobohan karena telah meremehkan lawan.
"Ini tidak akan terjadi lagi!" geram Gao Ran. Tubuhnya bersinar memancarkan aura yang sangat kuat.
Saking kuatnya, puluhan orang yang ada di sekitar, tanpa terkecuali merasakan dampaknya. Bahkan Wang Chen yang sudah berada di tingkat setengah abadi pun merasakan fluktuasi yang sangat berbeda.
"Mungkinkah sejak tadi dia masih menahan kekuatannya?" Wang Chen membantin. Jika benar musuh masih menahan kekuatan, itu menjelaskan jika perbedaan di antara mereka sangat sangat lebar. Tidak ada kesempatan untuk menang, maupun sekadar bertahan.
"Guru!"
Suara yang cukup nyaring, menarik perhatian banyak pasang mata. "Zhang Yu!" gumam Wang Chen, seperti menemukan harapan baru.
Bukan hanya Wang Chen, tapi juga beberapa murid dan tetua yang mengenalnya.
Wu Zetian, tuan muda keluarga Wu itu tak bisa menahan lengkungan senyum di wajahnya. "Bajingan itu, aku pikir dia tidak akan pernah kembali. Ternyata aku salah. Dia datang saat akademi membutuhkan bantuan!"
Tetua Xin Fei yang terluka juga memaksa untuk membuka mata. Melihat Zhang Yu yang berada di gerbang dengan pedang di tangannya, dia tahu ini adalah bantuan yang mereka harapkan.
"Aku dengar dia juga sudah di tingkat setengah abadi. Dia mungkin dapat membantu kepala akademi untuk berhadapan dengan ketua kelompok berpakaian hitam."
"Benar." Tetua Lou Yi dan Tetua Yu Han memiliki pendapat yang sama.
Beberapa orang dari kelompok pemberantas menatap ke arah Zhang Yu. Mereka saling memberi tanda, kemudian lima orang dari mereka menyerang bersama-sama.
Sling...
Tubuh mereka terbelah menjadi dua.
Kelompok pemberantas yang lain menyaksikan dengan keterkejutan. Reaksi yang sama ditunjukkan oleh Gao Ran. Bukan karena tebasan itu, melainkan aura yang terpancar dari tubuhnya.
"Bagaimana mungkin dia sudah di tingkat setengah abadi?" Gao Ran menelisik wajah Zhang Yu. Dengan tampang yang sangat muda, tapi dia sudah menerima lebih dari satu anugerah surga. Itu benar-benar langka, bahkan belum pernah terjadi.
"Guru, kau baik-baik saja?" tanya Zhang Yu setelah sampai di samping Wang Chen.
Wang Chen menganggukkan kepala. Meski dirinya dalam situasi yang buruk, tapi itu tidak sampai pada titik di mana dia tidak mampu melanjutkan pertarungan.
"Mungkinkah dia yang sudah menggagalkan rencana Gao Feng Shui? Tidak menutup kemungkinan jika dia juga orang yang sudah menghancurkan markas Istana Roh." Wajah Gao Feng Shui memerah ketika memikirkan hal ini. Dendam dan amarah terlihat jelas di wajahnya.
Walaupun hubungan mereka tidak begitu dekat, tapi Gao Feng Shui tetap adalah adik di mata Gao Ran. Tidak ada kakak yang akan membiarkan adiknya mati begitu saja. Dia harus membalaskan dendamnya.
__ADS_1
Aura kekuatan di tubuh Gao Ran semakin kuat. Beberapa anak buahnya yang ada di sekitar pun mengetahui jika sang ketua mulai serius dalam pertarungannya.
"Zhang Yu, apa kau butuh bantuan?" Long Shen yang bersembunyi di saku jubah dalam wujud naga kecilnya berusaha bertanya pada Zhang Yu.
Namun Zhang Yu menolaknya. "Jika ada sesuatu yang dapat kau lakukan, lebih baik selesaikan ratusan orang yang masih berkeliaran."
"Maksudmu mereka?" Long Shen menatap ratusan bawahan Gao Ran yang masih bertarung dengan kelompok murid dan tetua.
Zhang Yu tidak punya kesempatan untuk menjawabnya karena pada detik itu Gao Ran tiba-tiba muncul tepat di hadapannya sambil menebaskan pedangnya.
Woursh...
Kobaran api terbentuk mengikuti lesatan pedang. Energi panas dari api itu sangat kuat. Zhang Yu yang menahan dengan perisai Qi pun perisainya langsung hancur dibuatnya.
Belum berakhir. Setelah Gao Ran menyaksikan serangannya tidak membuat Zhang Yu terluka, dia kembali melesat sambil mengincar dengan pedangnya.
Blam!
Gao Fan menghantamkan pedangnya. Permukaan tanah yang rata langsung meledak dengan api keluar dari dalamnya.
Zhang Yu melompat mundur menjaga jarak. Tapi ledakan tanah itu seperti memiliki pikiran sendiri dan terus mengejarnya. Setidaknya ada sepuluh ledakan dan Zhang Yu terus menghindarinya.
"Cih!" Zhang Yu berdecak. Dia menggenggam erat pedang semesta lalu menusuk ke dalam tanah yang membuatnya meledak seketika.
Ledakan itu membuat ledakan tanah beruntun berakhir. Tapi di saat yang sama Gao Ran tiba-tiba menghilang setelah posisinya tertutup asap ledakan.
"Apa? Kemana dia pergi?" gumam Zhang Yu sambil menoleh ke beberapa arah.
"Mati kau!" Suara itu datang bersama dengan kemunculan Gao Ran dari belakang Zhang Yu. Dia mendorong pedangnya berniat untuk membunuh. Tapi dia tak berpikir jika Zhang Yu sudah membaca gerakannya.
"Kena kau!"
Tepat saat pedang akan menusuk punggungnya, Zhang Yu menggunakan perisai Qi untuk bertahan. Tidak hanya itu. Zhang Yu langsung berbalik menyerangnya dengan teknik telapak tangan api.
Dalam jarak yang sangat dekat dan setelah melakukan serangan, mustahil bagi siapapun untuk menghindar.
Blam!
Telapak tangan api langsung melempar tubuh Gao Ran beberapa meter. Pria itu terlihat terluka, tapi masih kuat untuk berdiri sambil mengusap darah di sudut bibirnya.
__ADS_1
"Kurang ajar!" Gao Ran mengumpat. Dia baru sadar ternyata Zhang Yu hanya berpura-pura tidak menyadari keberadaannya. Semua itu dilakukan untuk membuatnya lengah.
"Aku semakin yakin jika dia yang membunuh Gao Feng Shui! Aku tidak akan melepaskanmu!"