
"Zhang Yu! Apa ada musuh? Aku mendengar suara pertarungan dari sini." Wu Zetian keluar lebih dahulu. Diikuti Tang Yue dan tak lama kemudian He Jiao.
Mereka juga kembali setelah mendengar suara pertarungan dari belakang.
Zhang Yu masih bergeming di samping dua mayat yang baru saja jatuh. Dia mengelap darah di tangannya dengan pakaian mereka lalu berjalan ke arah Wu Zetian.
"Sudah selesai," katanya singkat padat dan jelas.
Wu Zetian memperhatikan lima mayat yang mengenakan pakaian Klan Yan. Dia mengerutkan kening lalu secara bertahap menatap Zhang Yu dengan tatapan rumit.
"Kami baru pergi beberapa saat dan kau sudah membunuh lima orang. Kau ...."
"Jangan menunda waktu. Katakan jalan mana yang benar? Kalian sudah memeriksanya kan?" Zhang Yu menaruh tangannya di pinggang dan berdiri di antara tiga jalan bercabang.
Wu Zetian diam sejenak, kemudian menggelengkan kepala. "Jalur sebelah kiri kosong. Sebaiknya tidak mengambilnya."
"Jalan tengah juga sepertinya buntu," sahut Tang Yue. Sekarang seluruh mata tertuju pada He Jiao.
"Em ... Jalan sebelah kanan masih terus berlanjut. Aku kembali karena mendengar suara pertarungan."
"Baiklah, kita ambil jalan sebelah kanan." Zhang Yu cepat cepat mengayunkan kakinya memasuki lorong tersebut.
Wu Zetian masih penasaran. Matanya tak bisa beralih dari lima mayat di sekitar.
"Dia benar-benar mengalahkan lima orang saat kami pergi?" gumamnya.
Ini bukan tentang jumlah nyawa yang melayang. Tapi bagaimana Zhang Yu mengalahkan mereka dalam waktu yang cukup singkat. Dia dapat memperkirakan kekuatan mereka setidaknya berada di tingkat master bintang satu, tapi tetap hanya kerikil kecil di hadapan Zhang Yu.
"Jarak di antara kami semakin jauh," gumamnya lagi.
Wu Zetian bersiap untuk melangkahkan kaki menyusul yang lain yang sudah melangkah jauh. Sampai perhatiannya tertuju pada cincin penyimpanan mereka yang masih utuh tak tersentuh.
Hehe...
Sepertinya ini adalah hari keberuntungannya, pikir Wu Zetian.
Jarang-jarang dia menemukan cincin penyimpanan dibiarkan seperti ini. Tanpa banyak bicara dia mengumpulkannya dan memeriksa isinya.
Namun raut wajah berserinya seketika berubah setelah memeriksa isi empat cincin pertama.
"..."
Wu Zetian sontak mengangkat wajahnya menatap Zhang Yu. "Keterlaluan! Dia mengambil semua isinya tapi tak melepasnya dari jari mereka. Apa dia sengaja agar orang lain terkecoh?!"
__ADS_1
Matanya sekilas menelisik cincin penyimpanan terakhir. "Pasti ini juga kosong."
Wu Zetian sempat berpikir untuk membuang cincin penyimpanan itu karena mengira tidak ada isinya. Beruntung dia masih penasaran lalu memutuskan untuk melihatnya sehingga seluruh harta dan sumber daya menjadi miliknya.
"Meski tidak begitu banyak, tapi lumayan untuk persediaan." Wu Zetian melangkah dengan cepat menyusul Zhang Yu dan yang lain.
Zhang Yu bertanya dengan senyum terlihat jelas di wajahnya. "Bagaimana? Apa kau menyukai hadiah dariku?"
Wu Zetian menahan nafas dua detik sebelum memalingkan wajahnya sambil berdecak. Dia melempar lima cincin penyimpanan yang sudah kosong secara asal kepada Zhang Yu.
"Terima kasih. Aku sangat menyukainya!" Dia bicara dengan nada sarkas. Memiringkan kepalanya lalu kembali berkata, "Apa kau punya persediaan racun? Aku ingin meracunmu hingga sekarat!"
Zhang Yu tak mengatakan apapun tentang hal ini. Dia cukup tertawa ringan seraya menunjuk ke salah satu sisi lorong. "Sepertinya kita menemukan sesuatu," katanya.
Wu Zetian menggeleng kepala tidak percaya. Tapi dia masih mengangkat wajahnya dengan penasaran melihat apa yang dimaksud.
"..."
Woah!
"Apa aku tidak salah lihat? Kita menemukan ruang penyimpanan harta!" Wu Zetian mengubah raut mukanya lebih cepat dari seekor bunglon mengubah warna kulitnya. Dia melihat ke sebuah ruangan tanpa pintu kemudian segera berlari masuk ke sana.
"Luar biasa! Beberapa sumber daya adalah kualitas langka. Juga masih ada kristal sumber daya dan koin emas!"
Tang Yue dan He Jiao yang sangat penasaran tak bisa menahan kaki untuk tetap berdiri di ambang pintu. Mereka berdua masuk lalu menikmati pemandangan indah ini.
"Zhang Yu, apa kau tidak mengambilnya untuk dirimu sendiri?" tanya Tang Yue melihat Zhang Yu tak begitu antusias dibandingkan dengan mereka bertiga.
"Dia sudah mendapat banyak sekali jarahan. Jadi bukan masalah jika dia tidak mengambilnya," sahut Wu Zetian dari tempatnya.
Zhang Yu menganggukkan kepala. "Ambil saja untuk kalian."
Apa?!
Wu Zetian hampir menjatuhkan botol porselen ketika mendengar ucapan Zhang Yu. Dia hanya bicara secara spontan dengan maksud menyindir. Tapi ternyata Zhang Yu malah benar-benar melepas semua harta ini.
"Kau yakin tidak ingin mengambilnya?" tanya Wu Zetian dengan suara rendah.
"Cukup berikan aku kristal sumber daya. Sementara koin yang mas atau apalah itu kalian saja yang menyimpan."
Kalimat Zhang Yu mendapat tanggapan antusiasme oleh Wu Zetian. Pria bertubuh gemuk itu mengangkat jempolnya dan berkata dengan suara melengking. "Seperti keinginanmu. Aku tidak akan sungkan!"
"Hei gendut! Jangan serakah! Bahkan jika Zhang Yu tidak menginginkannya, kau tidak boleh melupakan kami!" Tang Yue berseru mengingatkan Wu Zetian.
__ADS_1
Tapi Wu Zetian tidak begitu peduli dan malah berkata, "Siapa cepat dia yang dapat! Kalian harus lebih cepat dari ku jika menginginkannya!"
Pertarungan mengambil banyak barang pun terjadi. Wu Zetian mengambil begitu banyak di area sebelah kanan, Tang Yue menguasai area sebelah kiri dan He Jiao di tengah. Mereka terus menggemukkan cincin penyimpanan masing-masing dan hanya menyisakan kristal sumber daya di ruangan.
Zhang Yu menggelengkan kepala tak berdaya. Dia menyimpan kristal sumber daya yang disisakan untuknya lalu kembali berdiri di ambang pintu melihat tingkat tiga orang yang masih berlomba.
"Hei gendut! Itu milikku, kau tak bisa mengambilnya!"
"Siapa cepat dia yang dapat. Aku mengambilnya lebih dulu jadi barang ini milikku."
"Tapi aku yang melihatnya lebih dulu. Jadi harusnya milikku!"
Zhang Yu merasa mereka tidak akan selesai dengan cepat. Jadi dia berjalan meninggalkan ruangan itu dan mendatangi satu ruangan yang berada tepat di sebelah.
Ruangan kosong tapi terasa misterius. Zhang Yu memaksa masuk ke dalam dan melihat penampakan dalamnya.
Semakin dia berjalan menjauh dari pintu Zhang Yu merasa ada hal hebat yang akan terjadi. Dia sesaat berhenti, ketika melihat ukiran di dinding, mengangkat wajahnya ke langit-langit dan menemukan ukiran itu masih menyambung ke atas.
"Naga yang menyeramkan!" gumam Zhang Yu memastikan gambar ukiran tersebut.
Dia masih menatap ke atas seolah tak ingin melewatkan keagungan yang dipancarkan sang naga. Berjalan dengan pandangan terus ke atas, hal ini membuat Zhang Yu tersandung dan hampir terjungkal.
Beruntung dia memiliki reflek yang cepat. Sebelum berakhir memalukan dia menempelkan tangan ke dinding untuk menahan tubuhnya.
Hal itu berhasil menghindarkan dirinya dari terjatuh. Tapi tanpa sengaja tangannya menyeret sesuatu hingga terlepas dari tempatnya.
Klang...
Batang besi seperti kunci. Zhang Yu mengerutkan kening dan menatap ke tembok yang berlubang. Kunci sepanjang dua jengkal itu baru saja terlepas ketika tangannya tanpa sengaja menyenggolnya.
Zhang Yu sungguh tak menyangka ada sebuah kunci tersembunyi di sana. Dia menelisik dengan hati-hati, dia mencari fungsi kunci itu di sini tapi tak bisa menemukan sesuatu.
Setelah cukup lama Zhang Yu memutuskan meninggalkan ruangan itu dan kembali ke ruangan sebelumnya.
Di sana tiga orang yang berlomba masih belum selesai. Bahkan ketika ruangan yang semula penuh dengan harta utu berubah kosong, mereka masih bersitegang di depan sebuah kotak peti besar.
"Ini punyaku! Aku yang melihatnya lebih dulu!"
"Tidak. Peti ini milikku! Aku yang menemukannya lebih dulu!"
Zhang Yu memijat kening perlahan dan memanggil mereka. "Apa yang kalian lakukan? Cepat selesaikan dan lanjutkan perjalanan."
"Lihat! Zhang Yu sudah menunggu, sebaiknya kalian berdua menyerah dan biarkan aku menyimpannya," kata Wu Zetian dengan senyum merekah.
__ADS_1
Namun Tang Yue tak berniat untuk melepaskan peti besar ini begitu saja. "Bagaimana jika buat kesepakatan. Siapa yang menemukan kunci untuk membukanya, dialah pemiliknya. Bagaimana?"
Zhang Yu yang mendengar mereka sedang membicarakan kunci segera mendekat. "Coba aku lihat! Aku ingin mencobanya."