
"Istana Roh. Apa yang mereka lakukan di Kekaisaran Xuan?" gumam Zhang Yu sembari mencengkeram ikat pinggang di tangannya.
Mulai dari naik ke kapal sampai masuk ke ruangan, Zhang Yu tak bisa berhenti memikirkan alasan tentang Istana Roh mendatangi Kekaisaran Xuan.
Selain Istana Roh adalah kelompok kekuatan yang berasal dari Kekaisaran Long, Istana Roh juga dikenal sebagai tempat para kultivator yang menggunakan energi negatif. Hal ini tentunya membuat Zhang Yu khawatir.
Zhang Yu menyimpan kembali ikat pinggang itu kemudian beranjak dari tempatnya sambil melepas jubahnya dengan hati-hati.
Begitu Zhang Yu meletakkan jubahnya di atas ranjang, tampak Sun yang menggeliat dalam tidurnya.
"Aku dengar dari ibu, dia sudah seperti ini setelah kultivasi terakhir kali bersamaku. Aku tidak tahu kenapa dia tidur begitu lama. Apa ada sesuatu yang salah dengan kondisinya?" tanya Zhang Yu pada Long Shen.
Long Shen pun turun dari pundak Zhang Yu berjalan ke atas tubuh Sun yang tertidur.
"Setelah aku memeriksanya dia terlihat baik-baik saja. Tapi sungguh aneh melihatnya tertidur seperti monyet mati."
"Eh ... Kau bilang tadi dia seperti ini setelah kultivasi?"
"Benar," Zhang Yu mengangguk. Mencoba mengingat waktu itu saat dia memberi kristal sumber daya.
Karena waktu itu sibuk menyerap ramuan dan menyelesaikannya lebih awal. Zhang Yu langsung pergi tanpa melihat Sun. Bahkan sebelum memasuki altar leluhur dirinya tidak sempat melihatnya.
"Ya. Sepertinya benar. Dia sekarang dalam tahap evolusi."
Mendengar ucapan ini wajah Zhang Yu mengerut. Dia memang pernah mendengar ada hal seperti ini. Namun kasus yang terjadi sangat langka dan tidak semua binatang spiritual mengalaminya.
"Tidak ada yang tahu berapa lama waktu evolusi. Tapi sepertinya dia bahkan baru memulai tahapannya," ucap Long Shen.
Zhang Yu menganggukkan kepala. Kemudian dia mengambil jubahnya sebelum mengenakannya kembali. "Aku keluar sebentar, kau di sini saja menemani Sun."
Melihat dewa naga hanya diam masih di atas tubuh Sun, Zhang Yu berpikir itu sebagai jawaban. Dia keluar untuk bersantai di geladak depan seperti yang biasa dilakukannya.
Karena kapal juga baru bersinggah di pelabuhan. Jadi membutuhkan waktu sekurang-kurangnya satu jam sebelum memulai keberangkatan. Zhang Yu berdiri sambil menikmati hamparan air. Dia berada di sana cukup lama dan hanya diam.
Pada saat yang sama seseorang mendatanginya.
"Sepertinya kita berjodoh," ucapnya menyapa.
__ADS_1
Perlahan Zhang Yu menarik wajahnya ke samping. Dia yakin itu bukan suara Xuan Yin atau ibunya. Jadi ketika ada orang yang mengenalnya benar-benar membuatnya penasaran.
"Nona Liu, kenapa kau ada di kapal ini?" tanya Zhang Yu setelah mengenal sosok wanita tersebut.
Liu Mengqi menghela nafas lalu menaruh tangannya di pagar pembatas kapal. "Jangan memanggilku seperti itu. Bukankah dulu kita pernah sangat akrab? Apa hanya dua tahun kau sudah melupakan ku?" tanyanya dengan memasang wajah cemberut.
Zhang Yu tersenyum kecut. "Aku tidak lupa. Tapi ...."
"Zhang Yu!"
Sebelum Zhang Yu menyelesaikan kalimatnya, Xuan Yin datang bersama Xiao Mei.
Sejak awal kedatangannya, Xuan Yin terus memperhatikan Liu Mengqi dan menatapnya dengan menyelidik.
Zhang Yu mencium tanda-tanda petaka. Jadi untuk mencegah nya dia harus segera mengantisipasinya.
"Ibu, Yin'er, perkenalkan dia kenalanku, Liu Mengqi."
Xiao Mei dan Xuan Yin menganggukkan kepala. Akan tetapi tatapan mereka masih terlihat ragu dan curiga.
"Zhang Yu adalah pahlawan kelompok dagang Saturnus setelah memenangkan tempat pertama pertarungan surga. Karena kerja kerasnya Saturnus sekarang sangat maju dan mengalami perkembangan pesat. Aku sangat mengaguminya dan senang berteman dengannya."
Mendengar kalimat Liu Mengqi, Xiao Mei dan Xuan Yin saling melempar kontak mata. Mereka kemudian memperkenalkan diri sambil menyapanya.
"Omong-omong, kenapa Nona Liu ingin pergi ke Kekaisaran Xuan? Apa itu tujuan Saturnus atau memang Nona Liu sendiri?" tanya Xuan Yin penasaran.
Zhang Yu pun menyimak saat Xuan Yin mengajukan pertanyaan ini. Dia juga penasaran kenapa Liu Mengqi ingin pergi ke Kekaisaran Xuan.
"Aku tidak pergi sendiri. Aku pergi dengan beberapa tetua dari Saturnus. Kami melakukan perjalanan menuju Kekaisaran Xuan karena berniat membuka cabang di sana."
Zhang Yu menyipitkan mata. Sementara Xuan Yin yang mendengarnya tiba-tiba menjadi antusias.
"Benarkah? Saturnus adalah kelompok dagang yang besar. Jika membuka cabang di Kekaisaran Xuan pastinya dapat membantu pertumbuhan wilayah."
"Hahaha ... Ini masih rencana. Masih ada terlalu banyak hal yang harus disiapkan untuk mewujudkannya," kata Liu Mengqi.
Pada waktu itu jumlah penumpang sudah melebihi batas. Awak kapal segera menaikkan papan penghubung lalu membentangkan layar. Perjalanan kembali pun dimulai. Sejak hari itu Zhang Yu dan yang lain berada di atas kapal empat hari tiga malam.
__ADS_1
Sore di hari keempat mereka telah sampai di wilayah Kota Heishan, Kekaisaran Xuan.
Zhang Yu turun dengan cepat sambil membawa Sun di dalam saku jubahnya. Tak ketinggalan Xuan Yin dan Xiao Mei yang juga terlihat tidak sabar.
"Nona Liu, kemana tujuanmu sekarang?" tanya Xuan Yin.
"Aku akan menuju ibukota, Kota Xue He. Karena bagaimanapun tempat yang paling cocok untuk membuka cabang tentu saja adalah kota terpadat."
Xuan Yin mengangguk-angguk. Ketika mendengar tentang Kota Xue He entah kenapa dia tak bisa menahan diri untuk memikirkan ayah, ibu serta saudara-saudaranya.
"Aku dapat mengantarmu kembali ke Kota Xue He jika kau ...."
Sebelum Zhang Yu menyelesaikan kalimatnya, Xuan Yin segera menggelengkan kepala. "Kau harus mengantar Bibi kembali ke Kota Qian Gu. Tapi aku juga sangat merindukan keluargaku. Jadi aku akan kembali sendiri ke istana sebelum mencarimu."
Sekilas Zhang Yu melirik ibunya lalu mengangguk dengan pasrah. "Baiklah. Kau harus berhati-hati."
"Ingin pergi ke Kota Xue He juga? Bagaimana jika ikut dengan rombongan kami?" Liu Mengqi melambaikan tangan dari kejauhan. Dia dan beberapa tetua dari Saturnus sudah siap untuk berangkat menuju Kota Xue He.
Xuan Yin meliriknya sekilas sebelum beralih kepada Zhang Yu. "Aku akan pergi dengan rombongan Nona Liu. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkanku."
"Lagi pula apa kau lupa siapa aku? Aku adalah pangeran ketujuh, pangeran yang dikenal genius dan pemberani!" tambahnya.
Zhang Yu menghela nafas lalu menggelengkan kepala tak berdaya. "Baiklah, kau harus berhati-hati."
Xuan Yin mengangguk. Setelah diam dan hanya menatap lekat Zhang Yu, dia tiba-tiba mendorong wajahnya mengecup bibir Zhang Yu tanpa memberinya kesempatan untuk bereaksi.
"..."
Zhang Yu tersentak kaget. Sedang Xuan Yin baru saja melarikan diri setelah memberi serangan kejutan.
Untuk kedua kalinya Zhang Yu menggelengkan kepala tak berdaya. Xuan Yin bahkan tak menoleh ke belakang saat bergabung dengan rombongan Saturnus. Mungkin dia terlalu malu untuk menatap Zhang Yu setelah melakukan pencurian terhadapnya.
Liu Mengqi terhenyak. Untuk beberapa waktu yang singkat dia memperhatikan interaksi Zhang Yu dan Xuan Yin. Dalam satu momen ini dia melihat Zhang Yu yang memperlakukan Xuan Yin dengan begitu hangat.
Padahal Zhang Yu selalu bersikap dingin dan acuh tak acuh pada wanita. Tapi dia sangat berbeda saat bersama Xuan Yin.
Dari sini Liu Mengqi sadar jika Zhang Yu bukan tidak bisa bersikap lembut. Tapi hanya pada sosok tertentu dan yang pasti itu bukan dirinya.
__ADS_1