Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 195 : Firasat Buruk


__ADS_3

"Teknik Pengendali Jiwa. Itu adalah teknik yang sama yang mengendalikan ratusan ribu binatang spiritual saat menyerang Daratan Zhen Yang."


Zhang Yu mengerutkan kening mendengar kalimat Long Shen.


"Bukankah itu adalah ambisimu untuk menaklukkan wilayah manusia?" tanya Zhang Yu.


Long Shen tertawa cukup keras. Sayangnya tak seorang pun di sana mendengarnya kecuali Zhang Yu karena hanya dia yang dapat mendengar suaranya.


"Itu memang benar. Itu adalah ambisi. Tapi juga tidak sepenuhnya karena ada manusia yang menggunakan teknik pengendali jiwa. Beruntung saat itu masih ada Xiao Mu yang menghentikan ku dengan segel kuno miliknya. Jika tidak, mungkin daratan Zhen Yang tidak akan ada sampai sekarang."


"Tapi mungkin saat itu memang begitulah tujuan mereka sejak awal. Karena Xiao Mu adalah manusia terkuat dan hampir menguasai seluruh daratan Zhen Yang, banyak yang ingin menghancurkannya. Mereka memanfaatkan ku dan ratusan ribu binatang spiritual hanya untuk menyingkirkan Xiao Mu."


Long Shen mendengus ketika memikirkan kesimpulan kedua. Dia merasa sangat marah karena telah dimanfaatkan oleh sekumpulan manusia demi tujuan mereka.


"Bajingan! Jika mereka masih hidup sampai sekarang. Aku akan menghancurkan mereka sampai jadi debu!"


Zhang Yu memicingkan mata sambil meledeknya. "Kau bahkan tidak bisa lepas dari keterikatan gelang naga. Bagaimana kau akan membalas mereka? Lagi pula kau sudah hidup ratusan tahun, sudah pasti mereka sudah tiada."


Long Shen menghela nafas. Dia tidak dapat menyangkal jika apa yang dikatakan Zhang Yu masuk akal.


"Kasim Du, kelompok itu belum mendapatkan apa yang mereka inginkan. Bukankah mereka akan datang lagi sewaktu-waktu untuk mendapatkan gulungan teknik itu?" tanya Tang Yue.


Du Xiong menjadi gelisah setiap kali memikirkan hal ini. "Itu mungkin benar-benar terjadi. Karena melihat bagaimana mereka menghancurkan keluarga He, sepertinya mereka tahu bagaimana cara menyempurnakan teknik pengendali jiwa. Ini akan lebih berbahaya jika sampai jatuh ke tangan mereka," batinnya.


"Diam! Sepertinya ada yang datang."


Sontak semua orang diam mendengar peringatan Zhang Yu. Mereka tak berani bicara, atau bahkan sekadar menarik nafas yang membuat wajah mereka membiru.


"Kalian di sini saja. Aku yang akan pergi melihatnya." Zhang Yu merapikan jubahnya sebelum melesat meninggalkan lima orang yang masih tidak bereaksi di tempat.


...


Tak begitu jauh dari tempat tersebut, delapan orang bergerak bersama sembari melakukan penelusuran. Akan tetapi tiba-tiba mereka berhenti setelah seseorang dari mereka mengangkat tangan.


"Ada apa pemimpin? Apa mereka ada di sekitar sini?" tanya satu orang.


Pria yang mengenakan jubah hitam dengan ikat kepala berwarna merah masih diam sembari mengawasi beberapa tempat. Dia kemudian membuang nafasnya secara kasar. "Sialan! Kenapa harus aku yang melakukan pekerjaan ini. Bukankah hanya menangkap dua wanita tingkat master? Ini benar-benar membuatku kesal," keluh pria itu.

__ADS_1


Tidak ada yang berani bicara ketika pria berikat kepala mengungkapkan kekesalannya. Mereka mengetahui temperamen pemimpin yang meledak-ledak dan acap kali tak terkendali.


Jika sampai marah, maka tamat sudah mereka yang hanya di tingkat suci dengan tingkat kultivasinya yang sudah di atas tingkat surgawi.


Mereka adalah fraksi banteng dengan pemimpinnya yang bernama Yan Baufan.


"Pemimpin, bagaimana jika kita kembali saja?" saran satu orang dari mereka.


Akan tetapi Yan Baufan langsung memberinya tatapan setajam pedang. "Bodoh! Jika kita kembali apa yang harus aku jawab saat Gao Fengshui bertanya? Apa kau mau menjelaskannya? Terlebih dengan reputasi ku, aku tidak mungkin menyerah dalam tugas ini."


Pria yang baru memberi saran langsung beringsut kusut. Dia ingin meminta maaf, tapi saat mulutnya baru setengah terbuka, Yan Baufan mengangkat telunjuknya sebagai tanda diam.


Tentu saja ketujuh orang yang tidak tahu maksud pemimpin mereka pun bertanya-tanya. Sementara Yan Baufan perlahan berjalan ke arah selatan sambil mengeluarkan pedangnya.


Blar!


Energi kekuatan yang melesat dari ayunan pedangnya langsung menghancurkan batang pohon. Pohon itu tumbang, tapi tidak apapun di sana membuat Yan Baufan mengerutkan kening heran.


"Apa itu hanya halusinasiku? Aku yakin ada orang di balik pohon itu." Untuk memastikannya Yan Baufan sengaja berjalan mendekat ke sana. Tapi memang tidak ada siapapun.


Tujuh orang yang penasaran sontak mendekat. "Pemimpin, ...."


Delapan orang itu pergi. Sementara di arah lain Zhang Yu yang sebelumnya mengintai mereka kini dalam perjalanan kembali ke tempat Du Xiong dan yang lain.


"Kenapa kau pergi? Apa kau tidak yakin mengalahkan mereka?" tanya Long Shen.


Zhang Yu hanya memiringkan bibirnya dan fokus dengan langkah kakinya. "Entah kenapa aku memilih firasat buruk. Jadi dari pada tidak tenang, lebih baik aku kembali memeriksa keadaan mereka dan memastikan teknik pengendali jiwa itu masih aman."


Setidaknya Zhang Yu sudah mendengar sedikit pembicaraan mereka. Juga telah memastikan mereka sebagai bagian dari Istana Roh.


Zhang Yu tidak mungkin keliru karena pakaian mereka sudah menjadi ciri khas dengan simbol bulan merah. Terlebih ikat pinggang yang sama persis dengan yang ditemukannya waktu itu di Kota Dou Yan saat akan menaiki kapal.


"Ternyata begitu, ...." Long Shen manggut-manggut.


"Aku pikir kau takut berhadapan dengan mereka," tambahnya.


Zhang Yu tak menjawabnya lagi.

__ADS_1


Dikatakan takut juga tidak. Zhang Yu tidak takut berhadapan dengan mereka, sekalipun satu dari mereka berada di tingkat setengah dewa. Itu karena dia menguasai segel kuno yang diajarkan leluhur Xiao Mu.


Namun Zhang Yu berpikir akan perlu waktu untuk mengalahkannya. Belum lagi jika bantuan mereka datang, membuat situasi lebih tidak terprediksi. Jadi lebih baik kembali dan memastikan teknik pengendali jiwa itu tidak jatuh ke tangan Istana Roh.


"Zhang Yu!"


Suara teriakan terdengar dari kejauhan. Zhang Yu yang berhasil mendengarnya secara sabar sontak menautkan kedua alisnya dan menatap jauh ke depan.


"Celaka! Apa sesuatu yang aku khawatirkan benar-benar terjadi?"


Zhang Yu segera mempercepat langkah kakinya menuju tempat di mana dia meninggalkan Du Xiong dan yang lain. Jangan sampai ada kelompok Istana Roh mengetahui keberadaan mereka karena itu akan sangat kacau.


Dengan kondisi Du Xiong yang terluka, terhitung hanya Tang Yue dan Duan Jian yang memiliki kemampuan untuk bertarung. Tapi mereka juga masih berada di tingkat grand master bahkan tingkat master yang mana itu sangat jauh jika dibandingkan dengan kelompok Istana Roh.


"Zhang Yu!"


Seruan itu kembali terdengar. Zhang Yu yang baru sampai melihat tiga orang pria mengenakan jubah Istana Roh berusaha mengambil cincin penyimpanan dari tangan He Jiao.


Tapi He Jiao berdiri di tepi jurang dan mengancam akan melempar cincin itu jika mereka bertiga maju mendekat.


"Gadis busuk! Serahkan cincin itu dan kami tidak akan membunuhmu," kata satu dari tiga orang itu lalu mereka menganggukkan kepala.


"Benar benar. Serahkan saja cincin itu."


He Jiao memancing dengan mengayunkan tangan di atas jurang. Ketiga pria semakin cemas ketika melihat cincin itu mungkin tidak akan mereka dapatkan.


"Cih! Keras kepala! Lakukan jika itu yang kau inginkan!" Satu pria melesat memburu ke arah He Jiao dengan pedang dialiri kekuatan api.


Tubuh He Jiao bergetar ketakutan. Nafasnya tertahan saat merasakan tekanan yang sangat kuat. Namun, tepat pada saat itu Zhang Yu tiba-tiba muncul lalu membunuh satu pria yang berusaha menyerang dengan satu kali tebasan.


Crash!


Gludak!


Dia jatuh dengan darah mengalir deras. Kedua rekan yang menyaksikan hanya diam karena terkejut melihat kemunculan Zhang Yu yang tidak terduga.


Tidak menguatkan mereka lepas dari keterkejutan, Zhang Yu membunuh satu orang lagi, kemudian menangkap satu yang tersisa.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Zhang Yu pada He Jiao.


__ADS_2