Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 165 : Tes Darah


__ADS_3

Malam telah berlalu dan pagi hari hampir seluruh anggota Klan Xiao berkumpul di tempat tes darah. Tidak kurang dari tiga ratus orang berkerumun begitu antusias.


"Di mana Zhang Yu? Apa dia belum datang?" tanya Xiao Nie pada Xiao Mei dari tempat duduknya.


Namun bahkan Xiao Mei sendiri baru sadar jika Zhang Yu belum tiba di tempat.


"Kemana anak ini. Bukankah dia bilang akan menyusul secepat mungkin?" batin Xiao Mei gelisah. Melihat semua persiapan sudah selesai dan waktu tes akan dibuka, dia semakin khawatir karena Zhang Yu belum juga tampak batang hidungnya.


"Ayah, aku akan pergi mencarinya." Tanpa menunggu jawaban Xiao Nie, Xiao Mei segera meninggalkan tempat duduknya untuk mencari Zhang Yu.


Sebagian orang gelisah karena Zhang Yu tidak kunjung datang, tapi sebagian lain merasa senang jika Zhang Yu melewatkan waktu tes darah. Siapa lagi jika bukan Xiao Yuze dan Xiao Lang. Mereka berharap Zhang Yu tidak akan datang dalam acara ini dan membuatnya tak lagi dapat melakukan tes darah untuk kedepannya.


Namun sayang, tepat pada waktu itu Zhang Yu datang bersama Xiao Mei yang sebelumnya pergi menjemputnya.


"Itu Zhang Yu! Dia datang!" seru orang-orang saat pertama kali melihat kedatangannya.


Berbeda dengan orang-orang yang antusias, Xiao Lang dan Xiao Yuze seketika menekuk wajahnya. Benar-benar tidak rela jika Zhang Yu datang untuk melakukan tes darah.


"Yuze, apa kau sudah melakukan apa yang ayah minta sebelumnya?" tanya Xiao Lang pada Xiao Yuze dengan berbisik.


Xiao Yuze yang semula memasang wajah kusut segera tersenyum percaya diri. "Tentu saja Ayah. Aku telah mencampurkan racun beri pada air suci yang akan digunakan hari ini," ucapnya senang yang juga sambil berbisik.


Pasangan ayah dan anak ini kemudian saling melirik lalu melempar senyum yang membuat beberapa orang di sebelahnya curiga.


"Mereka tidak merencanakan sesuatu kan? Entah kenapa aku merasa akan terjadi sesuatu yang tidak mengenakan," gumam Xiao Zhiqian. Mengingat situasi di antara Xiao Yuze dan Zhang Yu yang tidak baik, dia tidak bisa berhenti berpikir macam-macam saat melihat mereka saling berbisik kemudian tersenyum dan tertawa.


"Ada apa ayah?" tanya Xiao Yujin menyadari raut wajah ayahnya yang seperti menyimpan sesuatu.


Tetapi Xiao Zhiqian malah menggelengkan kepala. "Tidak ada. Ayah cukup tegang menunggu tes darah ini dimulai," ucapnya.


Di saat yang sama Zhang Yu sudah berada di atas platform setinggi tiga kaki dengan menghadap gentong kuno yang diisi air suci dari muara sungai Gu. Dia hanya menunggu aba-aba untuk mulai melakukan tes darah.


"Kau dapat memulainya."


Setelah kalimat ini diserukan Xiao Lang dari tempatnya, Zhang Yu segera maju selangkah lalu menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.


Sedetik kemudian dia menjulurkan tangannya ke depan sebelum menggores jempolnya.

__ADS_1


Lima tetes darah jatuh ke dalam gentong kuno bercampur dengan air suci. Cahaya merah melesat ke atas mengikuti riak air yang perlahan tenang.


Semua orang diam, sementara tugu batu yang berada di belakang platform perlahan merespon cahaya merah tersebut dan mulai bergetar.


"Lihat! Ini sudah dimulai. Kita tunggu sampai sejauh mana kemurnian darah Zhang Yu. Akankah lebih tinggi dari Xiao Yuze? Atau malah di bawahnya?"


Tugu batu itu menjadi parameter yang akan menentukan persentase kemurnian darah pada tes darah. Terdapat empat kolom pada permukaan tugu batu dan ketika cahaya merah mengisi kolom itu, hasil tes darah sudah dapat dipatenkan.


Saat ini cahaya merah masih berkutat di area bawah kolom pertama. Bahkan itu mungkin tidak dapat dikategorikan sepuluh persen pertama. Namun karena ini baru saja dimulai, setiap orang tak sabar menunggu perkembangannya.


"Cahaya merah itu tidak akan sampai pada kolom kedua. Kalian semua mungkin akan kecewa," batin Xiao Yuze percaya diri. Dia merasa sangat bersemangat menyaksikan hal ini. Juga sangat tidak sabar menunggu saat di mana Zhang Yu akan mempermalukan dirinya sendiri.


"Dua puluh lima persen! Kolom pertama sudah terisi penuh!"


Xiao Yuze yang mendengar seruan beberapa orang langsung mendongakkan kepala menatap tugu batu tak percaya.


"Apa?!" Nafasnya tertahan. Xiao Yuze sangat terkejut dengan pencapaian Zhang Yu saat ini. Akan tetapi ketika melihat pergerakan cahaya merah terus melambat, senyum di wajahnya kembali mengembang.


"Aku sudah mencampur racun buah beri pada air suci. Mustahil dia mencapai kolom kedua atau melebihi dua puluh lima persen." Baru juga selesai Xiao Yuze berbicara, pada saat itu cahaya merah yang bergerak lambat tiba-tiba melesat naik dengan cepat hingga mencapai separuh kolom kedua.


Tentu saja hal ini membuat Xiao Yuze tercengang. Namun belum berhenti sampai di sana, cahaya merah ternyata ingin memanjat lebih tinggi lagi.


"Patriark Sepuh! Zhang Yu ini sangat mengejutkan. Tidak salah kita memberinya kesempatan melakukan tes darah lebih awal," kata Tetua Pertama.


Tetua lain pun berbondong-bondong setuju dengan pernyataan tersebut. Terkhusus Xiao Zhiqian. Dia yang sebelumnya gelisah memikirkan konspirasi Patriark dan Xiao Yuze sekarang bisa tersenyum puas melihat hasil yang ada.


"Xiao Mei, Zhang Yu mungkin adalah orang yang Klan Xiao tunggu-tunggu selama ini. Dia mungkin dapat membangkitkan darah sejati dan mewarisi kekuatan leluhur," ucap Xiao Zhiqian pada Xiao Mei.


Xiao Mei tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Namun yang dirinya tahu, Zhang Yu adalah putranya dan dia adalah keturunan Klan Xiao.


"Lima puluh persen!"


Seketika suasana tempat tes darah berubah sunyi saat cahaya merah memenuhi kolom kedua. Entah karena senang atau tidak percaya, setiap orang diam mematung dengan rahang terbuka.


Akan tetapi di antara rasa terkejut yang dirasakan seluruh anggota klan, pasangan ayah dan anak yang menyaksikan hal ini memperlihatkan wajahnya yang suram.


"Yuze, bukankah kau bilang sudah mencampur racun buah beri pada air sucinya?"

__ADS_1


Xiao Yuze terbata. "A-aku yakin telah melakukan Ayah. Entah bagaimana bisa cahaya merah itu mengisi kolom kedua. Sepertinya tugu batu itu bermasalah."


"Bodoh! Tidak mungkin tugu batu itu bermasalah. Ayah sendiri yang bertanggung jawab menyiapkan keperluan di sini. Semua sudah diperiksa dan semua baik-baik saja."


"Apa?!" Xiao Yuze menyipitkan mata. Sejenak dia diam, lalu memperhatikan gentong kuno yang ada di atas platform.


"Air suci yang tercampur dengan racun buah beri tidak dapat bekerja maksimal. Kecuali ...." Mata Xiao Yuze tiba-tiba terbelalak saat memikirkan kemungkinan yang saat ini tengah terjadi. Dia menatap Zhang Yu. Kemungkinan air suci di dalam gentong kuno itu adalah air suci yang sesungguhnya. Oleh karena itu hal ini dapat terjadi.


Zhang Yu menyadari tatapan yang diberikan Xiao Yuze. Saat pemuda itu menunjukkan kebenciannya secara terbuka, dia memperlihatkan senyum sinis dan mencibir.


"Ingin mengacaukan tes darah yang aku lakukan? Benar-benar tidak tahu diri!"


...


Kemarin malam.


"Aku sungguh merasakan keberadaan orang lain di sini." Zhang Yu mengedarkan penglihatannya diam-diam untuk memeriksa sekitar. Namun karena tak menemukannya, Zhang Yu memutuskan untuk berpura-pura pergi.


Zhang Yu mencari tempat untuk bersembunyi, tidak butuh waktu lama dia melihat seseorang keluar dari bawah meja pertemuan.


"Siapa dia?" Karena mengenakan pakaian yang sangat tertutup Zhang Yu sulit mengenalinya. Namun saat dia pertama kali membuka mulutnya, Zhang Yu segera mengenalinya sebagai Xiao Yuze.


"*Jadi dia ingin melakukan sesuatu. Tapi apa yang dia rencanakan?" Tidak terlalu mengherankan jika itu adalah Xiao Yuze. Karena yang dapat memasuki aula utama dan melewati penjagaan para penjaga di luar jelas adalah orang-orang yang punya wewenang. Jika bukan karena sebelumnya dirinya datang bersama kakek dan tetua kedua, mungkin dia bahkan tak diperbolehkan memasuki aula. Ini adalah peraturan yang ada di Klan sejak lama.


Zhang Yu memutuskan untuk menunggu. Setelah cukup lama Xiao Yuze di dalam ruangan akhirnya dia keluar* lalu meninggalkan aula utama.


Pada saat itu Zhang Yu segera meninggalkan tempat persembunyian. Dia masuk kembali ke ruangan tempat penyimpanan gentong kuno dan air suci.


"Sepertinya tidak masalah pada gentong kunonya," gumam Zhang Yu setelah memeriksa gentong kuno dengan hati-hati. Kemudian dia beralih pada wadah-wadah berisi air suci.


"Zhang Yu, aku merasakan racun yang cukup kuat di dalam air suci ini." Dewa naga keluar dari gelang mata untuk membantu Zhang Yu mengidentifikasinya.


Awalnya Zhang Yu benar-benar kesulitan menyadari racun itu. Namun karena perkataan dewa naga, Zhang Yu segera menyadarinya.


"Racun ini sulit dideteksi dan memang cukup kuat. Andai tak segera ditemukan dan aku menggunakan air suci ini untuk tes darah, jelas sesuatu yang buruk akan terjadi." Zhang Yu tersenyum. Beruntung karena dirinya berhasil menyadarinya dengan bantuan dewa naga. Sekarang dirinya hanya perlu menyerap racun ini menggunakan metode kultivasi budidaya tubuh bagian kedua.


Hanya dalam waktu singkat Zhang Yu menyerap racun pada kelima wadah air suci. Sekarang air suci itu kembali seperti semula. Itu berarti rencana Xiao Yuze telah gagal.

__ADS_1


"Aku penasaran bagaimana reaksinya saat tahu rencananya gagal. Apakah dia masih bisa tertawa? Hahahaha ...." Zhang Yu sungguh tak sabar menunggu hari berganti. Bukan hanya untuk tes darah, tapi melihat wajah kesal Xiao Yuze.


__ADS_2