Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 302 : Invasi di Desa Hao


__ADS_3

Desa Hao.


Sebagai desa yang berada sangat dekat dengan bukit terakhir, desa Hao menjadi wilayah pertama yang terkena invasi binatang spiritual abnormal. Puluhan, bahkan ratusan binatang spiritual yang mengamuk tanpa kendali, berusaha masuk dan menghancurkan apapun yang ada di depan mereka.


Meskipun ada sebagian penduduk desa Hao yang memiliki pekerjaan sebagai pemburu binatang spiritual. Tetapi kemampuan mereka saat ini tidak lagi berguna karena binatang spiritual mengalami peningkatan.


Yang dapat penduduk lakukan hanya bertahan, kemudian melarikan diri ketika tempat tinggal mereka dihancurkan oleh kawanan binatang spiritual yang memiliki tinggi dua sampai lima kaki.


"Tolong! Tolong kami!" Seorang ibu berusaha menggendong tiga anak kecilnya sambil berlari menghindari kuda hitam yang baru menghancurkan rumahnya. Dia berlari dengan seluruh kekuatannya, tapi dengan keberadaan tiga anak yang digendongnya, dia tidak bisa berlari secepat penduduk lain. Dia pun tertinggal jauh di belakang dan sangat panik ketika melihat kuda hitam itu berjalan ke tempatnya.


"Ibu, aku takut." Anak paling besar berusia lima tahun yang berada di belakang punggung sang ibu berusaha menahan tangisnya. Dua anak yang lebih kecil juga mulai menangis karena sesak yang ditimbulkan uap panas dari tubuh kuda hitam.


Sang ibu menggigit ujung bibirnya dengan frustrasi. Walaupun dia memiliki pilihan untuk meninggalkan anak-anaknya dan melarikan diri bersama penduduk lain, tapi sebagai seorang ibu dia tidak bisa melakukan itu.


Dalam benaknya, lebih baik ketiga anaknya hidup jika harus memilih di antara dirinya.


Pada detik berikutnya, sang ibu merasa aneh karena sudah tak mendengar suara kuda hitam itu. Bahkan uap panas yang dikeluarkannya pun menghilang seolah tidak pernah ada.


"Apa yang terjadi?" gumam sang ibu.


Ketika mereka berbalik badan menatap ke belakang, alangkah terkejutnya ketika mendapati kuda hitam setinggi delapan meter itu sudah tergeletak tak berdaya dengan luka sayatan di lehernya.


Siapa yang melakukannya?


Namun sang ibu tidak mau banyak berpikir. Dia menurunkan anak tertuanya yang berusia lima tahun, lalu menggandeng tangannya sambil berlari mencari tempat yang lebih aman.


Setelah kepergian ibu dan anak itu, bayangan hitam berkelebat dari tempat tersebut ke tempat yang lebih tinggi. Dia berdiri di atas rumah yang cukup tinggi sambil memegang pedangnya yang penuh dengan noda darah.


"Apa kau membutuhkan bantuan ku untuk menghadapi mereka?" tanya Long Shen.


"Apa kau harus selalu bertanya? Lakukan, aku tahu kau juga sangat ingin melakukannya," balas Zhang Yu.

__ADS_1


Kuda hitam bukan satu-satunya binatang spiritual yang masuk ke dalam desa Hao. Setidaknya sudah belasan, bahkan puluhan binatang di beberapa sudut yang terlihat dari tempatnya. Masing-masing dari mereka adalah tingkat kelima, ada juga tingkat keenam dan satu tingkat ketujuh.


Long Shen menjadi bersemangat. Dia berubah ke wujud manusia, lalu melesat tanpa menunggu tanda dari Zhang Yu. Begitu pula dengan Sun. Dia berubah menjadi besar, kemudian mengincar beberapa binatang spiritual abnormal yang berniat masuk lebih dalam ke desa.


Zhang Yu tentu tidak tinggal diam. Dia pergi ke tempat binatang spiritual abnormal tingkat ketujuh dan menyerang dengan melepaskan gelombang energi.


Sayangnya singa kristal es tingkat ketujuh itu menyadari serangan yang datang kepadanya. Meski dalam keadaan kurang siap, singa kristal es yang memiliki kekuatan es menciptakan lapisan tirai es dan menahan serangan tersebut.


Blar!


Gelombang energi itu hancur. Begitu pula dengan tirai es yang dikeluarkan singa kristal es.


Singa kristal es itu terlihat marah. Dia mengaum dengan keras sampai suaranya menggema ke seluruh penjuru desa. Tak lama, dia mengumpulkan kekuatannya dan melepaskan bola es yang merupakan perwujudan energi kekuatannya.


Shut...


Blam!


Raungan singa kristal es kembali menggema. Tapi Zhang Yu belum berhenti sampai singa kristal es kehilangan empat kakinya dan mati.


Perlawanan terhadap binatang spiritual abnormal jelas membuat penduduk yang sudah berada di pintu keluar desa tercengang. Satu persatu, perlahan tapi pasti seluruh binatang spiritual abnormal yang memasuki desa benar-benar dibunuh tanpa pilih-pilih.


"Siapa dia? Mungkinkah dia berasal dari keluarga di pusat kota? Kekuatannya sangat luar biasa!" ucap penduduk desa.


Ibu dan ketiga anaknya juga menyaksikan pertarungan itu. Tapi tidak ada yang dapat dilihatnya kecuali punggungnya dari kejauhan.


"Kepala desa, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita tidak mungkin tetap berada di sini, kan? Kita harus pergi karena bukit terakhir sekarang menjadi tempat yang menakutkan."


Pria tua yang tak lain adalah kepala desa itu terlihat bingung mendapat pertanyaan dari penduduk desa. Pada saat itu, seorang pria berpakaian cukup bagus keluar dari kerumunan. Dia berkata dengan suaranya yang bernada tinggi. "Kepala desa, di gudangku masih terdapat banyak persediaan pangan dan barang dagangan. Kau harus membantuku memikirkan cara untuk mengambilnya."


"Ruan Zheng, sebaiknya kau melupakannya. Rumahmu berada di bagian paling selatan dan sangat dekat dengan pintu masuk binatang spiritual. Tidak mungkin untuk pergi ke sana," kata kepala desa.

__ADS_1


Meskipun kalimat tersebut masuk akal, tapi pria bernama Ruan Zheng tetap tidak terima. "Melupakannya? Kepala desa, apa kau tahu berapa nilai barang yang ada di gudang rumah keluarga kami? Jumlah itu bahkan dapat membeli desa ini. Bagaimana kau bisa berkata untuk melupakan?!"


"Jika kau begitu ingin mengambilnya, maka pergilah sendiri. Tidak ada di antara kami yang ingin mempertaruhkan nyawa untuk hartamu. Nyawa jauh lebih berharga dibandingkan harta."


Ruang Zheng mengepalkan tangan mendengar ucapan kepala desa. Dia ingin marah, tapi tidak bisa melakukan apapun karena dia juga tidak berani masuk ke dalam desa.


Pada saat itu, Zhang Yu keluar dari desa setelah memastikan seluruh penduduk desa yang selamat telah berada di tempat yang aman. Dia berjalan ke tempat pria tua yang merupakan kepala desa Hao.


"Sebaiknya kalian segera pergi ke pusat kota. Ke tempat kediaman keluarga Yi untuk berlindung dari serangan binatang spiritual abnormal."


Kepala desa sejenak diam, dia berterima kasih dengan tulus. "Sebelumnya, terima kasih karena telah membantu kami. Jika boleh tahu, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bukit terakhir yang seharusnya dihuni binatang spiritual tingkat rendah menjadi banyak sekali binatang spiritual tingkat tinggi?"


Zhang Yu tak menjelaskan semua. Dia hanya menjelaskan secara singkat tentang teknik yang dapat membuat binatang spiritual menjadi binatang spiritual abnormal.


Tentu penjelasan terkait hal itu sulit diterima oleh penduduk desa yang awam. Tapi dengan melihat situasi saat ini, mereka tidak punya pilihan lain selain mempercayainya.


" ... Oleh karena itu kalian harus pergi ke kediaman Keluarga Yi untuk berlindung di sana. Klan Xiao sudah mengirim surat kepada keluarga Yi agar mereka menerima penduduk Kota Dou Xi yang mencari perlindungan."


Kepala desa mengangguk paham setelah mendengar penjelasan dari Zhang Yu. Dia sekali lagi berterima kasih, kemudian mengajak penduduk lain pergi ke pusat kota dengan mengambil rute yang jauh dari hutan atau tempat yang biasa dihuni binatang spiritual.


"Hei, kau dikirim oleh patriark klan Xiao kan untuk menyelamatkan kami? Itu adalah tugasmu untuk membantu kami, jadi, bisakah kau pergi ke rumah paling besar yang ada di selatan? Di gudang bagian belakang kami terdapat banyak sekali persediaan barang pangan. Juga ada barang dagangan keluarga kami ...." Ruan Zheng berusaha membujuk Zhang Yu agar membantunya.


Namun Zhang Yu tak menghiraukannya dan berjalan pergi.


Ruan Zheng mengepalkan tangan di tempatnya. "Hei! Bukankah sudah menjadi alasanmu datang ke desa ini untuk membantu kami?" Karena Zhang Yu tak menggubrisnya membuat wajah Ruan Zheng semakin merah. "Keterlaluan! Setidaknya bilang saja jika kau tak punya keberanian! Kau benar-benar mempermalukan klan Xiao sebagai klan kuno!"


"Ruan Zheng! Hentikan omong kosongmu. Dia sudah sangat membantu penduduk desa dengan membunuh binatang spiritual itu. Tanpanya, kita mungkin tidak memiliki kesempatan untuk hidup sampai detik ini. Bahkan jika kau tidak ingin berterima kasih, setidaknya jaga ucapanmu!" bentak kepala desa.


Cih!


"Kau sangat berisik Pak Tua! Kau dapat bicara seperti itu karena kau tidak pernah merasakan bagaimana menjadi seorang saudagar. Kau tak punya apapun, oleh karena itu kau tidak memiliki kekhawatiran," balas Ruan Zheng.

__ADS_1


__ADS_2