Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 253 : Datang Dengan Sendirinya.


__ADS_3

Sudah sepuluh hari Zhang Yu mencoba mendapatkan petunjuk tentang markas Istana Roh. Tapi sampai detik ini dia tak kunjung mendapatkannya. Bahkan Saturnus pun juga tak bisa menemukan lebih banyak informasi tentang mereka. Seolah Istana Roh tidak memiliki celah untuk ditemukan.


"Apa tuan ingin memesan arak lagi?" tanya pelayan menyadari kendi arak Zhang Yu sudah kosong.


"Boleh, berikan aku yang sama seperti arak sebelumnya," ucap Zhang Yu. Dia mulai menghela nafas sambil menatap keluar jendela. Melihat segerombolan orang yang berlalu lalang di jalanan utama.


Ketika pelayan yang perkiraan kembali datang dengan arak yang baru, perhatian Zhang Yu teralihkan dengan seorang pria yang mengenakan jubah hitam. Pakaiannya yang tertutup begitu rapat tak ayal membuat Zhang Yu curiga.


Zhang Yu terlebih dahulu menghabiskan arak nya sebelum pergi. Dia mengikuti pria berjubah hitam itu yang kemudian membawanya ke pinggiran kota.


Gelagatnya sangat mencurigakan. Zhang Yu memastikan tak ketinggalan jejak dengan tetap menjaga jarak.


Namun, tiba-tiba pria yang diikutinya itu menghilang setelah baru memasuki wilayah hutan.


Zhang Yu berhenti, dia mencoba mengamati. Pada saat itu dia merasa seperti ada puluhan mata mengintai dari tempat tersembunyi.


Benar saja. Tak lama setelah itu puluhan orang keluar dari persembunyian. Pakaian hitam mereka yang khas, Zhang Yu dapat memastikan mereka adalah orang-orang Istana Roh.


Yan Baufan berdiri di balik mereka, perlahan berjalan ke depan dengan menunjukkan wajahnya.


"Bukankah kau selama ini mencari kami? Sekarang aku, Yan Baufan, sudah ada di sini. Kenapa kau hanya diam?" ucap Yan Baufan dengan percaya diri.


Dia mengabaikan peringatan yang diberikan Gao Fengshui dan datang memancing Zhang Yu untuk bertarung dengannya.


Yan Baufan tak percaya Zhang Yu begitu kuat sampai dia tak bisa mengalahkannya. Mereka sama-sama setengah abadi dan dirinya sudah mendapatkan anugerah surga kedua.


Zhang Yu diam bukan karena takut. Tapi hanya tidak menyangka ini adalah rencana Istana Roh untuk menjebaknya. Namun, bukankah ini sama dengan mempermudah urusannya?


"Zhang Yu, dia bukan orang yang muncul saat itu." Long Shen menelisik Yan Baufan dan mencoba membandingkan dengan aura yang dimiliki pria dalam portal teleportasi.


"Jadi dia bukan pemimpin Istana Roh?" gumam Zhang Yu pelan sambil menatap Yan Baufan.


"Aku yakin sekali jika mereka adalah dua orang yang berbeda."


Zhang Yu mengangguk paham. Pantas saja Yan Baufan ini terlihat masih bugar dan bertenaga. Andai dia pemimpin Istana Roh, seharusnya dia masih dalam keadaan lemah.


"Serang dia!" seru Yan Baufan kepada puluhan anak buahnya.


Mereka menyerang bersama, tetapi sangat mudah bagi Zhang Yu mengalahkan mereka. Zhang Yu bergerak zig-zag sambil menebaskan pedang semesta, setiap orang yang dilewatinya langsung terbunuh seketika.


Yan Baufan memukul batang pohon di sampingnya hingga hancur.


"Tidak berguna!" teriaknya.


Sedetik kemudian Yan Baufan melepaskan energi dari ayunan pedangnya. Menghancurkan apa yang ada di jalurnya seperti gelombang tsunami.


Blar!

__ADS_1


Tapi ketika bayangan tinju raksasa tiba-tiba muncul, energi kekuatan itu seketika tercerai-berai.


Yan Baufan menggertakkan gigi dengan marah. Dia menggenggam pedangnya dengan kuat, lalu melesat seperti tombak.


Blar!


Pohon yang berada di belakang Zhang Yu hancur menjadi serpihan. Tetapi serangan itu sama sekali tidak menyentuh Zhang Yu yang mampu menghindar.


Mata Yan Baufan semakin memerah. Kepalanya seperti akan meledak karena terbakar amarah. Dengan emosi yang sudah sangat tinggi, dia menggunakan satu serangan yang menjadi andalannya.


"Teknik Pembalik Surga!"


Yan Baufan melompat ke tempat yang dituju sambil membenamkan pedangnya ke tanah. Dia mengayunkan pedangnya yang tiba-tiba menjadi besar ke arah Zhang Yu. Mengeluarkan lapisan es yang menyebar dan membuat langkah Zhang Yu tertahan.


"Ini saatnya!"


Melihat serangannya berhasil memperlambat gerakan Zhang Yu, Yan Baufan melakukan kombinasi serangannya yang terakhir.


Dia mengangkat pedangnya, lalu mengayunkannya sambil melompat.


Blar!


Meski Zhang Yu berhasil melompat dari tempatnya untuk menghindari serangan itu. Tapi Yan Baufan masih memiliki dua serangan seperti itu.


Serangan kedua masih mampu dihindari, tapi serangan ketiga gerakan Yan Baufan semakin cepat yang membuat Zhang Yu harus menahan langsung serangannya.


Blar!


"Apa hanya sampai di sini kemampuanmu? Benar-benar tidak sesuai harapan," kata Yan Baufan.


Zhang Yu tersenyum mencibir. Dia membalasnya, "Aku bahkan belum memulainya, sebaiknya jangan terlalu percaya diri."


Yan Baufan mengepalkan tangan. Matanya menyorot tajam penuh kemarahan. "Banjingan! Aku benar-benar akan membunuhmu!"


Melihat Yan Baufan berpindah tempat, Zhang Yu mengumpulkan energi di pedangnya. Ketika jarak mereka sudah semakin dekat, Zhang Yu mengeluarkan teknik pedang pembunuh.


Pada saat yang sama Yan Baufan juga mengeluarkan siluet tebasan yang kuat. Dia menyebutnya dengan teknik tebasan iblis.


Ketika dia serangan itu bertabrakan pada satu titik yang sama, kilatan cahaya muncul tepat di tengah-tengah. Kemudian di susul bunga api dan ledakan yang sangat kuat.


Namun jangan berpikir keduanya sudah berhenti setelah mengeluarkan serangan itu. Begitu kabut asap memudar, keduanya melesat dan bertukar puluhan serangan dalam sekejap.


Bergerak seperti bayangan, dan sulit di tangkap oleh mata.


Zhang Yu sadar jika dirinya akan sangat kesulitan mengalahkan Yan Baufan tanpa menggunakan serangan jiwa. Oleh karena itu, ketika Yan Baufan begitu fokus dengan pertukaran mereka, Zhang Yue menciptakan jarum spiritual lalu menempatkan puluhan jarum itu di balik pohon-pohon yang ada di sekitar.


Zhang Yu tidak menyerang secara langsung dengan serangan jiwa karena musuh pastinya sudah memiliki rencana untuk mengantisipasinya.

__ADS_1


Dan itu memang benar. Yan Baufan sudah membawa penghalang yang dapat menangkis serangan jarum spiritual. Itu berada di saku pakaian dan ia akan mengeluarkannya saat Zhang Yu menyerangnya dengan teknik jarum jiwa penakluk milik Klan Xiao.


Benar-benar malang karena Zhang Yu sudah menebaknya. Bahkan ketika Yan Baufan berpura-pura memberinya kesempatan, Zhang Yu tak terpancing untuk menggunakannya.


"Sial! Apa dia sungguh meremehkanku dengan tidak mengeluarkan serangan jiwanya?" batin Yan Baufan.


Zhang Yu tersenyum mencibir ke arahnya. "Ada apa? Kenapa kau hanya diam di sana?"


"Dia benar-benar meremehkanku! Kurang ajar! Aku akan membunuhnya!" ucap Yan Baufan.


Yan Baufan menyerang membabi buta dan memperlihatkan celah yang sangat besar dalam pertahanannya.


Zhang Yu tersenyum dalam diam. Sejak awal dia sudah menilai karakter Yan Baufan ini sangat mudah terpancing. Oleh karena itu dia berusaha memprovokasi sehingga Yan Baufan marah dan meledak-ledak.


Namun, ini seolah menjadi pisau bermata dua karena serangan Yan Baufan menjadi lebih kuat.


"Apa kau hanya bisa menghindar? Di mana serangan jiwamu! Tunjukkan padaku!" seru Yan Baufan terus melancarkan serangan.


Tanah luas yang ada di sana benar-benar habis dibabatnya. Tak berbelas kasih ataupun mencoba menahan serangannya.


Pada saat itu Zhang Yu mengangkat pedangnya. Lima jarum spiritual tercipta di depan wajahnya yang membuat senyum di wajah Yan Baufan mengembang.


"Akhirnya kau mengeluarkannya," ucapnya.


Yan Baufan tidak pernah mengira jika serangan itu sebenarnya hanya pengalihan. Jarum spiritual yang asli sudah berjaga sejak awal di beberapa batang pohon.


Jadi ketika Yan Baufan mengeluarkan penghalang serangan jiwa untuk jarum spiritual yang ada di depan, dia tidak dapat bereaksi ketika jarum spiritual menusuk tubuhnya dari belakang.


Slap!


Slap!


Bukan hanya satu, tapi belasan jarum spiritual langsung masuk ke dalam tubuhnya.


Penghalang yang dikeluarkan pun tak berguna. Dia membeku di tempat dengan mata melotot sempurna.


"Ba-bagaimana bisa?!" Yan Baufan memaksa bicara, tapi hanya beberapa patah kata dan langsung memuntahkan darah segar.


Tidak banyak membuang waktu Zhang Yu langsung menusuk tubuh Yan Baufan dengan pedangnya. Mengambil pedang dan cincin penyimpanannya lalu mendorong tubuhnya hingga terjatuh ke tanah.


"Kepercayaan diri yang berlebihan adalah boomerang. Kau seharusnya tidak terlalu percaya diri." Zhang Yu pergi begitu saja meninggalkan mayat mereka setelah mengambil apa yang dapat diambilnya.


Long Shen berkata, "Coba lihat cincin penyimpanannya. Mungkin ada peta menuju markas mereka."


Zhang Yu membuka setiap cincin yang ada. Harta benda bukan tujuannya, dia hanya berharap menemukan petunjuk untuk mengungkap keberadaan markas mereka.


Namun, dari puluhan cincin penyimpanan tak satu pun yang menyimpan hal-hal seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2