Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 220 : Satu Lagi Nyawa Melayang


__ADS_3

Hahahahahaha!


"Bagus sekali! Aku sangat suka kepercayaan dirimu." Dengan senyum yang tampak mengejek, Bao Yiren, pria berambut panjang itu mulai mengeluarkan pedangnya. Pedang berwarna biru yang mengandung kekuatan es dan memancarkan aura kelam.


Tentu saja Zhang Yu tak tinggal diam. Dia pun ikut mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanan.


Bao Yiren mendengus. Sedetik kemudian dia mengayunkan pedangnya sehingga memicu udara dingin yang padat melesat ke arah Zhang Yu.


Blar!


Zhang Yu menahan dengan mudah. Tetapi ini bukan serangan utama yang akan ditunjukkan Bao Yiren. Pria itu berpindah dari tempatnya, tiba-tiba muncul di samping Zhang Yu dengan serangan serupa.


"Pedang Es!" serunya pelan tapi penuh penekanan.


Udara langsung menjadi padat dan membentuk tebasan setinggi enam meter. Zhang Yu menyipitkan mata lalu menarik tangannya yang membawa pedang untuk menahan serangan tersebut.


Blam!


Sayangnya serangan itu terlalu cepat dan mendadak. Mau tidak mau Zhang Yu hanya bisa pasrah membiarkan dirinya terdorong beberapa langkah.


"Apa hanya ini kekuatanmu?" tanya Bao Yiren dengan senyum meremehkan.


Zhang Yu tidak tahu apa yang dia banggakan atas hal itu. Sudah mengeluarkan serangan begitu hebat tapi hanya membuatnya mundur beberapa langkah.


Sungguh, Zhang Yu dapat menjamin mampu melakukannya lebih baik.


"Sekarang giliranku," ucapnya.


Bao Yiren mengerutkan kening saat merasakan tekanan yang kuat berasal dari pedang Zhang Yu. Terus bertambah kuat seiring waktu lalu membentuk bayangan cakar raksasa yang sangat besar.


"Kau pikir hanya dirimu yang punya serangan seperti itu? Aku juga!"

__ADS_1


Karena tak mau kalah, Bai Yiren mengeluarkan serangan yang lebih besar. Berbentuk pedang berwarna biru seolah itu adalah simulasi pedang di tangannya.


"Pedang Dewa Es!" seru Bao Yiren.


Dua kekuatan yang beradu di atas atap membuat beberapa bangunan di sekitar terguncang.


Awalnya terlihat seimbang, tapi perlahan pedang dewa es milik Bao Yiren hancur tertelan oleh teknik pedang pembunuh.


Bahkan saking kuatnya serangan teknik pedang pembunuh, Bao Yiren terkena dampak serangan hingga terhempas dan memuntahkan beberapa teguk darah.


Uhuk!


Mata Bao Yiren memerah marah tidak menerima kekalahan. Dia memegang pedangnya dengan erat lalu melesat dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Ini belum berakhir!" teriaknya.


Tempo pertarungan menjadi sangat cepat ketika Zhang Yu menyanggupi tantangan Bao Yiren. Bahkan pertukaran serangan bisa mencapai puluhan kali hanya dalam satu tarikan nafas.


Saling menebas, saling memberi serangan balasan.


Sampai pada puncaknya, Zhang Yu menggunakan teknik mata pedang evolusi kedua yang dengan segera membuat Bao Yiren mundur dan hampir jatuh terjungkal.


"Kurang ajar! Ternyata dia memang sangat kuat. Jika aku memaksa untuk bertarung melawannya, peluang menang jauh lebih kecil dari pada kematian." Bao Yiren bergumam dalam benaknya.


Pada situasi ini Zhang Yu melihat celah yang sangat bagus untuk membunuh Bao Yiren.


"Teknik Mata Pedang!"


Tiga siluet tebasan bergerak sejajar ke arah Bao Yiren.


Pada saat itu Bao Yiren baru menyadari kedatangan serangan yang mengarah padanya. Dia berpikir untuk menghindar. Tetapi entah kenapa tiba-tiba tubuhnya terkunci dan tak bisa digerakkan.

__ADS_1


"A-apa yang terjadi? Ba-bagaimana ...." Sebelum sempat menyelesaikan ucapannya, tubuh Bao Yiren langsung terbelah menjadi tiga bagian. Dapat dipastikan dia mati pada saat itu juga.


Zhang Yu menautkan kedua alisnya. Bukannya senang dia malah merasa heran dengan kematian musuhnya.


Meski sudah memperkirakan serangannya sangat kuat, tapi Zhang Yu tak berpikir serangan itu cukup cepat untuk mencegah Bai Yiren melakukan sesuatu. Sungguh aneh melihatnya mati tanpa usaha untuk bertahan atau menghindar.


"Mungkinkah dia sudah melemah karena serangan sebelumnya?" batinnya. Tidak lama setelah itu Zhang Yu menggelengkan kepala lalu fokus kembali karena mengingat pertarungan ini belum berakhir.


Namun yang membuat Zhang Yu semakin bingung, sosok pria bertopeng yang datang bersama Bao Yiren sekarang menghilang. Padahal sebelumnya dia masih menyaksikan pertarungan dari kejauhan. Entah sejak kapan dia meninggalkan tempat ini.


Apa mungkin dia pergi setelah Bao Yiren terbunuh? Itu terdengar masuk akal.


"Sangat mencurigakan mereka pergi setelah datang jauh-jauh mencarimu," kata Long Shen.


"Dengan aura yang terpancar seharusnya dia tidak lebih lemah dari rekannya. Tapi kenapa dia pergi tanpa membantu? Benar-benar tidak habis mengerti," tambahnya.


Zhang Yu juga bertanya-tanya alasannya pergi begitu saja. Karena tujuan mereka adalah datang membunuhnya, bukankah lebih mudah melakukannya berdua?


Dalam pertarungan bahkan Zhang Yu tak menggunakan teknik jarum jiwa penakluk untuk berjaga-jaga saat pria bertopeng turun tangan. Tapi sampai akhir dia hanya menyaksikan kematian rekannya.


"Yu Gege!"


Terdengar seruan dari bawah. Song Yixue berjalan keluar dari penginapan lalu mencari Zhang Yu yang pergi entah kemana. Kebetulan dia mengangkat wajahnya. Pada saat itu juga langsung menemukan Zhang Yu yang ada di atas gedung penginapan.


"Yu Gege, kenapa kau ...." Kalimat Song Yixue tertahan saat melihat satu mayat yang tergeletak. Tubuhnya terbagi menjadi beberapa bagian dan terlihat sangat mengenaskan. Tapi dia berusaha bersikap santai dan tenang seolah itu adalah hal biasa untuknya.


"Apa kelompok Kedai Bulan Merah datang lagi?" tanyanya.


Zhang Yu hanya menganggukkan kepala lalu mengajak Song Yixue pergi dari sana.


"Ayo pergi, kita harus mencari penginapan lain."

__ADS_1


Song Yixue mengangkat wajahnya dengan terkejut. Meski begitu dia tetap menganggukkan kepala tanpa banyak bertanya.


Zhang Yu sendiri masih memikirkan sikap pria bertopeng yang sangat mencurigakan. Semakin memikirkannya, semakin Zhang Yu merasa pria itu sedang menyusun rencana yang berbahaya. Jadi untuk sekarang lebih baik mencari tempat tinggal baru dan menyusun rencananya ke depan.


__ADS_2