
"Yan Hee, bagaimana jika selesaikan bocah ini juga seperti yang lain?"
"Itu ide bagus. Bukankah dia bisa mengalahkan naga tanah tingkat ketiga? Itu berarti dia juga berada di tingkat master sama seperti kita."
Dua pria berpakaian merah itu saling bergumam sambil memperhatikan Zhang Yu. Satu detik kemudian mereka mengeluarkan pedang.
Zhang Yu masih tidak tahu siapa kedua pria ini. Tapi dari kalimat keduanya dapat disimpulkan jika mereka sebelumnya sudah bertemu dengan murid-murid akademi.
"Yan Fang, biarkan aku yang menghadapinya. Kau cukup lihat saja bagaimana aku mengalahkannya."
Zhang Yu menyipitkan mata mendengar percakapan mereka. Harus diakui mereka sangat pandai membual. Belum apa-apa tapi sudah banyak bicara seolah tidak ada yang lebih kuat dari mereka.
Zhang Yu mengayun pedang melesatkan satu energi kekuatan.
Ketika bayangan tebasan hampir mengenai mereka, kedua pria bermarga Yan ini menghindar.
"Kurang ajar! Beraninya dia menyerang diam-diam." Yan Hee meraung marah. Matanya berkilat tajam menunjukkan aura permusuhan.
Tapi Zhang Yu masih sangat tenang. Fakta jika mereka masih berada di tingkat master membuatnya percaya diri. Tidak perlu ragu untuk melawan terlebih mereka yang pertama datang mencari masalah dengannya.
"Yan Hee, bagaimana jika kita menyelesaikannya dengan cepat? Wajah sok tenangnya itu benar-benar membuatku muak."
"Kau diam saja. Aku yang akan menghadapinya."
Sejurus kemudian Yan Hee mencengkeram pedangnya dengan kuat sebelum melesat memburu.
Berpikir akan sangat mudah, tapi Zhang Yu dengan teknik pedang utara berhasil meredam gerakannya. Bukannya mendesak dirinya malah terpojok dan tak punya kesempatan untuk menyerang.
Sontak ini membuat Yan Fang yang menyaksikan tercengang. "Yan Hee saat ini berada di tingkat master bintang tiga. Bagaimana mungkin dia terdesak oleh pria ini?! Apa jangan-jangan dia sudah berada di tingkat master bintang empat?"
"Yan Hee, apa kau membutuhkan bantuan?" teriak Yan Fang dari tempatnya.
Yan Hee menoleh sekilas, tapi saat akan membuka mulutnya pedang melesat hampir menebas kepalanya.
Beruntung dia masih sempat menghindar. Mengambil jarak sepuluh langkah kembali ke samping Yan Fang.
"Kita terlalu meremehkannya. Aku membutuhkan bantuanmu untuk menghadapinya."
Yan Fang mengangguk. "Aku mengerti. Ayo kita lawan dia bersama."
Setelah cukup lama berbisik mereka berdiri dengan pedang masing-masing.
Zhang Yu tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Tapi dapat menebak inti percakapan mereka.
__ADS_1
Karena tak bisa mengalahkannya satu lawan satu mereka akan langsung maju berdua. Tapi apakah hasilnya akan berbeda?
Zhang Yu tersenyum mencibir. Satu detik kemudian tubuhnya memancarkan aura yang sedikit pekat. Sontak saja hal ini membuat mata Yan Fang dan Yan Hee berkedut. Tapi tak lama ekspresi wajah keduanya berubah, lalu mengeluarkan seluruh kekuatan yang tersimpan dalam tubuh mereka.
Pedang di tangan Yan Fang mengeluarkan api berwarna merah kekuningan, sementara pedang di tangan Yan Hee mengeluarkan petir yang samar.
Setelah beberapa saat hanya diam, Yan Fang mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu. Dia memburu ke tempat Zhang Yu dengan mata setajam elang.
"Terima ini!"
Secara spontan Zhang Yu menarik tubuhnya menghindar. Dua kali melompat dan memposisikan pedang di tangan kanan.
Pada waktu ini Yan Fang kembali menyerang dengan pedangnya, Zhang Yu mendorong pedang menghadapi secara langsung serangan Yan Fang.
Prang!
Tidak sekali dua kali, dalam kurun waktu singkat puluhan serangan dilesatkan dan membuat percikan energi yang membuat permukaan tanah tersayat acak.
Tapi hal itu tidak membuat baik Zhang Yu atau Yan Fang berhenti. Mereka malah menambah kecepatan sehingga kecepatan berada di luar batas wajar.
Pada saat ini Yan Hee yang beberapa lama hanya diam mulai menunjukkan senyum seringai di wajahnya. Pedang diputarnya dengan pelan, lalu melesat mengincar Zhang Yu dari belakang.
"Mati kau!"
Cit cit!
Prang!
"Apa?!"
Yan Hee sangat terkejut melihat serangannya ditahan. Dia dengan segera menarik kembali pedangnya tapi seolah pedang itu tersangkut di bilah pedang Zhang Yu.
Zhang Yu hanya tersenyum, "Seharusnya kau tidak menyerang dari belakang." Zhang Yu mendaratkan serangan kejutan dengan tangan kirinya.
Bang!
Yan Hee yang tidak menyangka Zhang Yu akan menggunakan tangan kirinya pun harus pasrah membiarkan tubuhnya terpental puluhan langkah.
Sekarang Zhang Yu fokus pada Yan Fang. Sembari mengayunkan pedang di tangannya mendesak Yan Fang dalam posisi kurang menguntungkan. Tapi pada saat dia mendapat kesempatan untuk melumpuhkan Yan Fang, Yan Hee yang sebelumnya terbaring seperti orang mati sekarang tiba-tiba datang dengan serangan pedang miliknya.
"Mati kau!"
Zhang Yu melebarkan mata dan dengan segera menarik pedangnya untuk menghadang serangan Yan Hee. Namun, serangan mengandung terlalu banyak kekuatan.
__ADS_1
Petir yang keluar dari pedang di tangan Yan Hee seperti membentuk satu tinju menghantam Zhang Yu dengan keras.
Ledakan disertai dengan luapan asap berwarna putih yang tebal. Yan Hee sangat puas setelah mendaratkan serangan. "Itu adalah serangan terkuatku. Tidak banyak orang yang dapat lolos setelah menerima serangan itu secara langsung."
"Yan Fang, apa kau masih bisa bergerak?" tanya Yan Hee sedikit sinis.
"Sialan! Kau pikir aku sangat lemah?!"
"Heh.. Jika bukan karena ku kau sudah habis di tangannya."
Yan Fang tidak dapat menyangkal. Memang benar, ia berada dalam keputusasaan. Kematian mungkin benar-benar datang jika bukan Yan Hee yang menyerang dengan tiba-tiba.
Di tengah percakapan mereka suara keluar dari kepulan asap yang belum menghilang.
"Apa kalian benar-benar menganggapku tiada?" Bersama dengan itu kabut asap terhempas hingga sepenuhnya lenyap. Zhang Yu berdiri dengan pakaian compang-camping dan terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya. Selain itu di sudut bibirnya, garis merah terus mengalir ke bawah sebelum diusap dengan jari telunjuknya.
Yan Hee dan Yan Fang tercengang. Yan Hee tidak percaya Zhang Yu mampu bertahan setelah menerima serangan terkuatnya. "Ti-tidak mungkin." Jika pada saat menerima serangan itu dalam keadaan siap ia mungkin masih dapat menerima kenyataan ini. Tapi Zhang Yu, menerima serangan dalam keadaan tidak siap. Serangan dari belakang.
Yan Hee mencebikkan bibir dan mengacungkan pedangnya kepada Zhang Yu. Tapi Zhang Yu membalas dengan tatapan tajam, wajahnya memancarkan aura yang sangat gelap.
Yan Fang sedikit ragu melihat ekspresi wajah Zhang Yu, tapi Yan Hee yang sudah menggenggam pedang tidak ada pikiran untuk tidak bertarung.
Waktu berlalu dan mereka bertiga masih diam tidak beranjak dari tempat semula. Tapi hal itu tidak bertahan lama karena detik berikutnya Zhang Yu berinisiatif menyerang terlebih dahulu.
Pertarungan kembali berlanjut. tapi kali ini Zhang Yu tidak hanya fokus pada salah satu dari mereka. Tidak mengulangi kesalahan yang sama, menghadapi mereka berdua secara bersamaan.
Yan Fang melebarkan mata, begitu juga dengan Yan Hee. Keduanya terkejut melihat peningkatan serangan yang dilakukan Zhang Yu. Ini jelas berbeda, jauh berbeda dari sebelumnya.
Dalam gempuran serangan yang tiada habisnya mereka benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk bertahan. Bertahap secara pasti mereka dalam situasi tidak menguntungkan.
Luka juga sudah mulai tersebar rata di tubuh mereka.
"Keterlaluan! Kenapa dia menjadi semakin kuat? Apa dia sebelumnya masih menyimpan kekuatannya?" Yan Hee merapatkan gigi dan berusaha untuk keluar dari tekanan. Tapi seberapa kuat dia mencoba, pasti akan takluk dalam gerakan pedang Zhang Yu. Tidak ada jalan untuk mereka bertahan.
"Yan Fang, kita harus pergi dari sini." Yan Hee yang merasa tidak ada kemungkinan untuk menang mulai mencari kesempatan untuk pergi. Tapi yang sangat disayangkan, Zhang Yu tidak membiarkan mereka untuk pergi begitu saja.
"Kenapa kalian menjauh? Ingin pergi? Tidak akan!" Zhang Yu memegang pedangnya dan melesat dengan cepat.
Wajah Yan Fang sudah sangat pucat dan dia langsung membentangkan pedang melihat Zhang Yu menuju ke arahnya.
"Terima ini!
Blam!
__ADS_1
Sudah kehilangan banyak Qi dan tenaga, Yan Fang sama sekali tidak bisa menghindar. Harus menerima serangan telak dari Zhang Yu. Tubuhnya pun menghantam tanah dengan keras. Saking kerasnya, permukaan tanah sampai membentuk cekungan dengan lebar dua kali tinggi tubuhnya.
Mata Yan Hee yang menyaksikan apa ya perlahan tapi pasti berkedut samar. "Ba-bagaimana mungkin jadi seperti ini?!"