
Zhang Yu merasa waktu bagi mereka untuk meninggalkan ruang formasi semakin dekat. Inti formasi sudah ditemukan, hanya tinggal berusaha menghancurkannya.
Tapi, apakah itu akan semudah membalikkan telapak tangan? Tentu saja tidak.
Zhang Yu memusatkan kekuatannya di telapak tangan. Kemudian melempar gumpalan energi kekuatan untuk menghancurkannya.
Percobaan pertama, percobaan kedua dan percobaan ketiga, Zhang Yu masih tidak berhasil. Dia lalu mencoba menggunakan pedang semesta dan mengeluarkan teknik pedang pembunuh.
"Teknik ini menggunakan banyak sekali Qi. Harus memastikan satu serangan langsung berhasil."
Bayangan cakar tercipta di atas kepalanya. Berputar beberapa saat lalu melesat mengincar titik cahaya.
Blam!
Ledakan terjadi. Luapan energi yang begitu melimpah tersebar dengan kacau. Serangan itu benar-benar kuat. Tapi sayang masih tidak berhasil.
Zhang Yu menggertakkan gigi dan menahan kekesalannya. Di waktu yang sama lapisan pelindung Qi semakin menipis. Selain karena batas waktu, juga karena Zhang Yu memaksa menggunakan teknik pedang pembunuh yang mengkonsumsi banyak Qi.
"Celaka! Kenapa bisa seperti ini? Aku harus ke permukaan!"
Zhang Yu berenang dengan cepat. Sayangnya lapisan pelindung itu menghilang lebih cepat.
Blup!
Meletus seperti balon.
Cairan api langsung menyentuh kulit Zhang Yu. Terbakar hingga dia meraung kesakitan. Wajahnya memerah menahan panas dan rasa sakit. Matanya memerah seolah ingin berteriak pula.
Namun siksaan ini dalam satu waktu menjadi sumber tenaga baginya. Tak lagi merasakan sakit, bahkan merasa sejuk dan nyaman.
Tentu saja Zhang Yu terheran. Dia bahkan tak perlu memasang pelindung Qi untuk melindungi tubuhnya dari panasnya api. Ini aneh. Benar-benar aneh. Bagaimana mungkin bisa terjadi?
Zhang Yu sedang berpikir. Lalu tiba-tiba mengingat tentang bagian ketua teknik budi daya tubuh.
"Racun, apa semua yang ada di sini racun api?" Dalam sekejap Zhang Yu menjadi bersemangat.
Jika benar racun api, bukankah ini dapat menjadi sumber kekuatan baginya?
Zhang Yu melipat kakinya dan duduk bersila dalam keadaan melayang. Semakin fokus dirinya untuk menyerap racun api, semakin membara tenaga dalam tubuhnya.
"Racun api ini bahkan lebih kuat dari bubuk kematian. Aku benar-benar mendapat harta tak terduga!"
Dengan cepat waktu berlalu. Zhang Yu sangat fokus dalam menyerap racun api. Dia tak sadar telah berada di sana satu minggu. Dia juga tak sadar telah mengubah racun api di kolam yang luas itu menjadi air hangat biasa dengan warna agak kemerahan. Seluruh racunnya telah diserap habis olehnya. Itu juga yang membuat tingkat kultivasinya naik menjadi tingkat master bintang tujuh.
Zhang Yu sibuk berkultivasi di kedalaman tiga puluh meter, Xuan Yin yang tidak tahu kondisinya terus berjalan ke kiri dan kanan dengan cemas.
"Sudah sangat lama dia berada di dasar kolam api. Kenapa dia belum juga muncul?"
Pikiran-pikiran negatif berseliweran dalam kepalanya. Xuan Yin berdiri di tepi kolam sambil bergumam nama Zhang Yu.
__ADS_1
"Apa kau baik-baik saja di bawah sana? Setidaknya berikanlah tanda jika kau baik-baik saja."
Basis kekuatan Zhang Yu tidak terlalu jauh berbeda dengan dirinya. Jadi Xuan Yin sedikitnya dapat memperkirakan lama Zhang Yu akan bertahan di dasar kolam api. Itu adalah satu hari. Itupun jika tidak terjadi sesuatu di luar dugaan.
Namun bukan hanya satu hari, ini sudah satu minggu berlalu dan Zhang Yu belum keluar dari dasar kolam api.
"Apa aku perlu menyusulnya? Mungkin dia membutuhkan bantuan ku di bawah sana." Xuan Yin berpikir sejenak. Setelah merasa keputusannya sudah tepat dia langsung membuat pelindung yang tercipta dari Qi lalu bersiap melompat.
Di waktu yang sama Zhang Yu keluar dari kolam api.
"Apa yang akan kau lakukan?"
Xuan Yin seketika terdiam di tempat. "A-aku ingin menyusulmu ke bawah. Tapi ternyata kau sudah kembali."
"Ya, aku sudah kembali."
"Bagaimana hasilnya? Apa kau berhasil menemukan inti formasinya?"
Zhang Yu menganggukkan kepala. "Bukan hanya menemukannya. Aku juga telah menghancurkannya."
"Kita akan keluar dalam beberapa waktu, jadi perbaiki penampilanmu," tambahnya sambil menunjuk kening Xuan Yin dan menekannya.
Xuan Yin kembali menepis telunjuk Zhang Yu. Tidak perlu kau beritahu, aku akan melakukannya."
...
Di wilayah reruntuhan.
Kelompok enam pangeran dan kelompok Wu Zetian masih berkeliling sambil membongkar puing bangunan. Tak lupa juga menyebut nama Zhang Yu dan Xuan Yin berpikir akan ada sahutan tak terduga.
"Kakak Yan Xou, sepertinya Zhang Yu benar-benar tiada."
Yan Xou tersenyum mengembang. "Bagus jika dia sudah mati. Meski sayang sekali tidak bisa membunuhnya secara langsung, tapi dengan begini aku jadi tidak harus mengotori tangan untuk menyingkirkannya."
"Ayo pergi! Masih terdapat banyak tempat yang belum kita jelajahi."
Setelah itu Yan Xou pergi dari wilayah tersebut. Beberapa kelompok lain juga pergi termasuk kelompok Klan Hong. Karena sudah membantu mencari selama tujuh hari mereka tidak bisa berlama-lama di satu tempat untuk melanjutkan penjelajahan.
Jiang Fu melihat situasi dan juga merasa sudah waktu bagi dirinya meninggalkan wilayah tersebut. Dia berjalan mengendap-endap berusaha menyelinap keluar di belakang rombongan Klan Hong.
Dia berpikir dapat pergi begitu saja. Namun kenyataan berkata lain. Saat sudah melangkah agak jauh, tiba-tiba seseorang menahan pundaknya.
Jiang Fu yang tidak tahu spontan membalikkan badan. Nafasnya langsung tercekat melihat dua sosok yang berdiri di depannya. "Pangeran Kedua? Pangeran Keempat?"
Xuan Liang dan Xuan Si saling melirik dan mengangguk. Mereka mengeluarkan sebuah tali lalu mengikat Jiang Fu hingga tak berkutik.
Tidak cukup sampai di sana. Setelah terikat sempurna Jiang Fu diseret ke dekat reruntuhan dan menancapkan pasak agar tidak melarikan diri.
"Pangeran Kedua, Pangeran Keempat! Apa yang kalian lakukan? Jangan mentang-mentang kalian punya kekuasaan sehingga bisa menindas orang." Jiang Fu mengatakan semua yang ada dalam pikirannya. Dia berseru dengan kencang tapi tidak ada yang peduli dengannya.
__ADS_1
"Pangeran Kedua! Pangeran Keempat! Kalian tidak bisa seperti ini! Aku masih murid Akademi Kekaisaran!"
"Berisik!"
Jiang Fu mengerutkan kening dan mulai mengangkat wajahnya. "Pangeran Kelima, kenapa Pangeran Kedua dan Pangeran Keempat melakukan ini? Bisakah Pangeran membantuku melepas ikatannya?"
Xuan Wu mendengus. "Kau beruntung karena kedua saudaraku itu hanya mengikatmu. Jika itu aku, pasti sudah memukulmu hingga babak belur baru mengikatmu dengan rantai!"
Wajah Jiang Fu seketika menjadi pucat. Dia memasang wajah melas, lalu berkata seperti orang tak berdaya. "Pangeran Kelima, pasti ada kesalahpahaman di sini. Mari kita bicarakan baik-baik ...."
"Kesalahpahaman? Sepertinya otakmu bermasalah! Kau pikir kami tidak melihatnya? Kau ingin menghancurkan pilar batu di lantai keenam. Kau harus di sini untuk menerima hukuman."
"Selain itu ini adalah pesan dari Saudara Ketujuh-ku agar tak membiarkanmu pergi. Tunggu sampai dia kembali dan dia yang akan memutuskan."
Jiang Fu tak berani lagi bicara. Dalam hati terus memikirkan bagaimana Zhang Yu bisa mendapat perhatian dari para pangeran. Terlebih pangeran pertama dan pangeran ketujuh yang terkenal dengan kepribadiannya yang acuh tak acuh.
"Lagi pula baik Zhang Yu ataupun pangeran ketujuh tidak akan kembali. Jadi aku akan selamat."
Baru saja mengatakannya, cahaya merah memancar ke atas dengan cepat dan cukup cerah.
Para pangeran dan kelompok Wu Zetian berkumpul dengan adanya cahaya merah ini. Cakupan wilayahnya sekitar empat puluh meter persegi dan memancarkan energi yang tidak terkendali.
Setelah bereaksi seperti itu cukup lama, perlahan cahaya merah memudar. Zhang Yu dan Xuan Yin secara ajaib muncul di sana sehingga kelompok yang ada di sekitar sontak menahan nafas dengan spontan.
"Zhang Yu!"
"Saudara Ketujuh!"
Mereka mendekat. Wu Zetian tak bisa menahan diri lalu memeluk Zhang Yu dengan erat. Dia memeriksa setiap inci tubuhnya dan memukul pelan setelahnya.
"Brengsek! Kau membuatku khawatir! Syukurlah kau baik-baik saja."
"Saudara Ketujuh! Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa kalian kembali bersama? Dan cahaya merah apa itu sebelumnya?" tanya Xuan Wu penasaran.
"Itu ...." Xuan Yin agak bingung mau menjelaskannya. Dia melirik Zhang Yu yang ternyata juga sedang meliriknya.
"Kami terjebak dalam sebuah ruang formasi. Pangeran Ketujuh menyelamatkanku. Aku sangat berterima kasih padanya."
Seluruh mata langsung tertuju kepada Zhang Yu. "Begitu kah?"
"Aku tidak mungkin lupa bantuan yang telah diberikan Pangeran Ketujuh. Ini sangat berarti, aku tidak akan melupakan dan akan membalasnya."
Setelah berkata Zhang Yu berbalik untuk berjalan dengan Wu Zetian ke tempat Tang Yue dan He Jiao.
"Dia mengatakannya dengan tulus. Sepertinya bantuan yang kau berikan sangat berarti baginya, Saudara Ketujuh," ucap Xuan Wu.
Bantuan?
Wajah Xuan Yin memerah mendengar hal ini. Selain memulihkan kekuatan sepertinya tidak ada hal lain yang dia lakukan untuknya
__ADS_1
"Membalasnya? Apa yang dia maksud dengan membalasnya?!"