Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 164 : Hampir Lepas Kendali


__ADS_3

Zhang Yu tidak tahu kenapa kakeknya bicara kondisi Xuan Yin tidak dapat ditangani. Namun Zhang Yu merasakan sendiri, secara perlahan tangan Xuan Yin yang dingin menjadi hangat saat dirinya menyentuhnya.


"Yin'er, apa kau mendengarku?" Zhang Yu mencoba memanggil Xuan Yin sambil terus menggenggam tangannya. Pada saat itu hawa dingin perlahan menghilang, tapi Xuan Yin masih terlihat kesakitan.


"Apa mungkin energi dingin masih menekan tubuhnya dari dalam?" gumam Zhang Yu. Dia tak bisa hanya diam melihat Xuan Yin kesakitan. Jadi setelah berpikir beberapa saat, Zhang Yu tiba-tiba mencondongkan tubuhnya lalu mengecup bibir Xuan Yin yang agak pucat.


Tepat pada waktu itu simbol busur di kening Zhang Yu aktif. Begitu pula dengan simbol bulan sabit di kening Xuan Yin yang merespon dengan cepat.


Seperti keajaiban, tubuh Xuan Yin diselimuti cahaya kuning keemasan. Dia menjadi lebih tenang dan tampak tak kesakitan seperti sebelumnya.


Zhang Yu merasa cara ini benar-benar bekerja. Dia tak melepaskan Xuan Yin dan terus menghantarkan energi panas dari tubuhnya. Sampai beberapa menit berlalu aura Xuan Yin kembali seperti semula. Matanya mengerjap dan jari-jari tangannya bergerak.


"Akhirnya kau sadar," gumam Zhang Yu dalam hati. Sedetik kemudian dia mencoba melepaskan kecupan itu tapi Xuan Yin tiba-tiba memeluk sambil menahan tubuhnya.


"Ini sangat dingin. Jangan pergi,"


Zhang Yu menelan ludah. Dia memalingkan wajahnya yang memerah.


Walau bagaimanapun dia adalah pria normal yang punya batas pada toleransi. Menghadapi godaan seperti ini hasrat dalam tubuhnya seketika membara.


"Yin'er, hentikan ini. Jika tidak, aku tidak dapat menjamin apa yang akan terjadi." Suara Zhang Yu sedikit serak saat kepalanya dipenuhi dengan api gairah.


Xuan Yin melepas pelukannya kemudian beranjak duduk di tempat tidur. Perlu diketahui jika kesadarannya selalu terjaga bahkan dalam tubuhnya yang membeku. Dia mendengar semua percakapan di sekitarnya, juga merasakan saat Zhang Yu menciumnya. Jadi begitu dirinya mendapat kembali kuasa atas tubuhnya, hal pertama yang ingin dilakukan adalah menahan Zhang Yu selama mungkin di dekatnya.


"Kau tahu apa yang kau lakukan sungguh berbahaya," ucap Zhang Yu memperingatkan Xuan Yin. Namun bukannya merasa bersalah Xuan Yin hanya tersenyum seolah menertawakan dirinya.


Dia pasti sangat puas karena berhasil menggodanya. Namun jika bukan beberapa hari lagi akan melakukan tes darah, dirinya tidak akan susah payah menahannya.


"Kau ...."


Brak!


Pintu terbuka tepat sebelum Zhang Yu menyelesaikan ucapannya. Xiao Mei berlari masuk dengan panik.


"Yin'er, bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja?" Xiao Mei segera memeriksa tubuh Xuan Yin sambil terus membolak balikannya.

__ADS_1


"Sekarang aku baik-baik Bibi," jawabnya.


Xiao Mei menghela nafas lega lalu membalikkan badan menatap putranya. "Kau sungguh dapat menekan energi dinginnya? Cara apa yang kau lakukan?" tanyanya.


Namun sulit bagi Zhang Yu cerita prosesnya. Tidak mungkin kan dia memberitahu ibunya jika untuk menghilangkan energi dingin harus berciuman? Hal konyol seperti ini tidak semua orang dapat percaya.


"Ah, apapun caranya itu tidak penting asalkan Yin'er baik-baik saja."


Zhang Yu sedikit lega mendengar kalimat ini. Xiao Nie yang sejak tadi di luar ikut masuk mengikuti Xiao Mei, dia berdiri agak jauh sambil melihat kondisi Xuan Yin.


...


Tiga hari berlalu. Besok adalah hari yang telah ditetapkan untuk tes darah. Sekarang Zhang Yu berada di aula bersama Xiao Nie dan tetua kedua, Xiao Zhiqian.


"Zhang Yu, kali ini Tetua Kedua akan menunjukkan bagaimana tes darah dilakukan. Cermati dan perhatikan baik-baik." Xiao Nie menatap Zhang Yu singkat, lalu melanjutkan kalimatnya.


"Tetua Kedua, kau dapat memulainya."


Xiao Zhiqian mengangguk. Pria berusia enam puluh tahun itu segera berdiri di depan sebuah gentong air, kemudian dia menakupkan tangan seperti memberi hormat dan mulai menggores jempolnya hingga beberapa tetes darah jatuh ke dalam gentong air.


"Kau sudah melihatnya? Sekarang kau coba melakukannya," kata Xiao Nie pada Zhang Yu.


Zhang Yu segera menghadap gentong air seperti yang dilakukan Tetua Kedua. Dia melakukannya dengan baik dan tak melewatkan satu pun detail yang ditunjukkan Xiao Zhiqian.


"Bagus. Seperti itu. Tetapi ini hanya latihan, sedangkan pada saat tes darah, situasinya sedikit berbeda. Bukan menggunakan gentong air biasa, melainkan gentong kuno peninggalan klan yang memiliki kekuatan magis. Dan air yang digunakan juga bukan air biasa, melainkan air suci yang didapat dari muara sungai Gu."


Zhang Yu manggut-manggut. Sebelum ini dia juga mendengar beberapa hal tentang gentong kuno peninggalan klan dan air suci dari muara sungai Gu. Keduanya adalah komponen utama yang sangat penting dalam tes darah dan tidak mungkin melakukan tes darah tanpa satu di antaranya.


"Sekarang kau bisa kembali untuk beristirahat. Siapkan dirimu untuk tes darah besok. Meski tidak mempengaruhi, tapi kau harus tampil bersinar di hadapan semua orang. Mengerti?"


"Mengerti, Kakek."


Xiao Nie tertawa lalu pergi dengan Xiao Zhiqian meninggalkan Zhang Yu yang masih berdiri di aula. Pada saat itu Zhang Yu juga berniat pulang ke kediamannya. Akan tetapi perhatiannya tanpa sengaja tertuju pada satu pintu ruangan yang ada di belakang meja pertemuan.


"Bukankah itu ruangan khusus yang dimaksud Kakek sebagai tempat menyimpan gentong kuno peninggalan klan dan air suci dari muara sungai Gu?" Dengan diliputi rasa penasaran Zhang Yu berupaya mendekat ke sana. Awalnya hanya melihat-lihat dari luar, tapi menyadari pintu sedikit terbuka dia tak bisa menahan langkah kakinya masuk ke dalamnya.

__ADS_1


"Gentong kuno ...."


Ruangan ini terlihat seperti gudang. Tempat menyimpan barang-barang khusus klan.


Setelah berjalan menelusurinya Zhang Yu berhasil menemukan gentong kuno yang dimaksud. Gentong besar dengan ukuran aksara kuno dan gambar naga.


Namun Zhang Yu hanya memandangnya dalam jarak sepuluh langkah tanpa berpikir untuk menyentuhnya. Pada saat yang sama perhatiannya juga teralihkan dengan beberapa wadah air seperti mangkuk besar berdiameter 40 cm dan tinggi satu jengkal.


"Seharusnya air dalam wadah-wadah ini adalah air suci dari muara sungai Gu." Zhang Yu menyadari air suci itu mengandung semacam energi khusus saat memperhatikannya lebih seksama.


Di wadah-wadah itu juga Zhang Yu melihat namanya yang ditulis berdampingan dengan marga Xiao tepat di sampingnya. Jelas bahwa air suci ini disiapkan khusus untuk tes darah besok.


Zhang Yu memutuskan keluar dari ruangan itu. Dia menutup pintu ruangan lalu berjalan dengan langkah besar.


Hem?


Namun baru beberapa langkah Zhang Yu tiba-tiba berhenti kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitar dengan curiga.


"Aneh! Aku merasa ada orang yang memperhatikanku," batinnya. Zhang Yu melanjutkan langkahnya meninggalkan aula utama untuk pulang ke kediamannya.


Setelah Zhang Yu benar-benar pergi, sosok bayangan hitam keluar dari bawah meja pertemuan.


"Zhang Yu! Bukankah kau sangat percaya diri untuk tes darah besok? Aku akan membuatmu malu di depan seluruh anggota klan." Sosok yang bersembunyi itu tak lain adalah Xiao Yuze. Dia mengenakan pakaian serba hitam, lalu dilengkapi dengan tudung yang membuat penampilannya sangat misterius.


"Aman! Sekarang waktunya!" Xiao Yuze mengeluarkan beberapa tangkai buah beri berwarna merah muda, kemudian berjalan memasuki ruangan tempat penyimpanan air suci.


Saat sudah menghadap lima wadah air dengan nama Zhang Yu tertera di sisi luarnya, Xiao Yuze kembali mengangkat tangannya yang membawa buah beri dengan senyum licik di wajahnya.


Tanpa banyak bicara Xiao Yuze meremas buah beri itu hingga air di dalamnya menetes keluar. Setiap wadah diberi satu tangkai yang berisi paling tidak enam buah beri berukuran kecil.


Begitu selesai melakukan niatnya, Xiao Yuze membersihkan sisa-sisa buah beri yang ada di lantai agar rencananya tidak terbongkar.


"Hahahaha ... Zhang Yu! Buah beri ini mengandung racun yang dapat mempengaruhi kualitas darah. Memangnya kenapa jika kau mempunyai persentase kemurnian yang lebih tinggi? Selama orang-orang dalam klan tidak mengetahuinya, tetap akulah yang diakui sebagai generasi muda pertama."


Hahahaha...

__ADS_1


Xiao Yuze kembali tertawa saat membayangkan rencananya yang begitu sempurna. Di saat semua orang berharap keajaiban, mereka hanya akan kecewa setelah menyaksikannya.


__ADS_2