Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 109 : Pria Tua Sang Penguasa


__ADS_3

Di lantai keenam.


"Sudah satu hari mereka berada di atas. Tapi tidak ada tanda mereka akan kembali."


Kelompok Klan Yan, kelompok Klan Hong dan kelompok Akademi Kekaisaran menunggu turunnya lima orang yang naik ke lantai ketujuh.


Namun juga tidak ada yang tahu secara pasti kapan mereka akan kembali. Jadi semua orang hanya dapat menunggu tanpa kejelasan sambil berkumpul dengan kelompok masing-masing.


"Saat itu aku meminta Zhang Yu membuang plakatnya karena terlihat usang dan tak berharga. Siapa yang mengira ternyata plakat itu adalah akses untuk naik ke lantai ketujuh." Wu Zetian memeluk lututnya dan membayangkan jika dirinya yang naik ke atas. Pastinya itu sangat sangat beruntung.


"Bukan hanya kau. Aku pun merasa plakat itu tidak berharga. Tapi ... Dari sini kita dapat belajar, jangan pernah menilai sesuatu dari sampulnya saja. Karena suatu yang tampak biasa, terkadang jauh lebih berharga dari suatu yang bersinar." Saat mengatakannya Tang Yue mengeluarkan beberapa kristal sumber daya.


Dia tersenyum pahit lalu melempar kristal berwarna biru keperakan itu kepada Sun. "Makanlah yang banyak. Jangan sampai tuanmu marah saat dia kembali!"


Cit...


Sun yang berada di pundak Wu Zetian langsung melompat kepada Tang Yue. Dia memakan kristal sumber daya itu seperti makan kacang polong. Dalam beberapa kedipan satu kristal sumber daya ludes dimakannya.


Wu Zetian melihat kerakusan kera kecil itu kemudian mulai memikirkan sesuatu. Dia tersenyum lalu mengeluarkan beberapa kristal sumber daya. "Makan ini! Kau harus makan yang banyak!"


Perubahan ekspresi yang ditunjukkan Wu Zetian begitu cepat hingga membuat Tang Yue tertegun. "Apa yang kau rencanakan?" tanyanya curiga.


"Tidak ada. Memangnya apa yang dapat aku rencanakan?" Wu Zetian mengedikkan bahu dan terus melempar kristal sumber daya kepada Sun.


Setelah itu dia mendekat sambil mengelusnya. "Nanti katakan pada tuanmu jika aku perlakukan kau dengan baik. Ingat? Hanya aku."


Cit cit!


"Monyet pintar!" Wu Zetian menganggap itu sebagai persetujuan. Lalu kembali mengeluarkan kristal sumber daya lebih banyak.


Agak jauh dari tempat mereka bertiga, Jiang Fu diam-diam mengepalkan tangan dan memukul tembok cukup keras.


Melihat bagaimana Zhang Yu dapat naik ke lantai ketujuh untuk mendapatkan warisan benar-benar membuat dirinya sangat marah. Terlebih rencananya untuk memanfaatkan Klan Yan tidak berjalan lancar setelah Zhang Yu mendapat dukungan pangeran pertama.

__ADS_1


"Kurang ajar! Kenapa nasibnya begitu baik?! Aku tak terima!" Jiang Fu menghentakkan kakinya ke lantai. Secara kebetulan lantai di bawah kakinya langsung bergetar.


Suara retakan yang terdengar dari tembok-tembok di sekitar juga menarik perhatian. Mereka yang berkumpul di sana menjadi waspada.


"Apa yang terjadi?" Jiang Fu melihat kakinya. Tidak mungkin kan getaran itu disebabkan olehnya? Dia bahkan masih di tingkat ahli, jadi mustahil hentakan kakinya sanggup membuat ruangan ini bergetar.


Getaran yang terjadi di lantai keenam juga dirasakan di lantai lainnya. Satu sampai lima, bahkan lantai tujuh pun bergetar hebat diiringi dengan suara retakan dinding.


Xuan Yin membuka mata. Energi yang semula masih dapat ia maksimalkan tiba-tiba lenyap tanpa jejak. Dia bangun dengan kerutan di keningnya dan terlihat bingung.


Awalnya dia berpikir itu hanya terjadi pada dirinya. Tapi tiga orang di sekitarnya juga mengalaminya. Mereka bangun secara bersamaan dan menatap ke arah sangkar hitam dengan bingung.


Ketika mereka masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, getaran di lantai ketujuh semakin kuat hingga membuat mereka hampir jatuh dari panggung batu.


"Apa-apaan ini?! Apa ada kelompok binatang spiritual yang menyerang?" gumam mereka.


Xuan Yin beralih memperhatikan Zhang Yu. Di saat yang lain sudah berdiri pria ini masih duduk bersila dengan mata terpejam.


"Apa yang dia lakukan? Ingin terus duduk begitu?" batin Xuan Yin. Dia tak bisa melihat adanya energi yang bisa dikonversikan olehnya, jadi mengira Zhang Yu tidak melakukan apapun selain duduk bergeming di tempat.


"Siapa kau?"


Kesadaran Zhang Yu tiba-tiba berpindah ke sebuah ruangan kosong yang sangat luas. Di bawah kakinya seperti awan, tapi terasa hangat.


Di depannya terlihat seorang pria tua mengenakan pakaian serba putih. Tidak tahu dia siapa, karena sejak datang ke tempat ini dia hanya diam seolah tak mendengar suaranya.


"Bagaimana bisa aku tiba-tiba sampai di tempat ini! Bagaimana caraku keluar?"


"Tetaplah di sini. Kau tidak akan bisa keluar tanpa persetujuanku."


Akhirnya setelah cukup lama diam membisu pria tua berpakaian putih itu angkat bicara.


"Apa maksud Senior? Kenapa aku harus tetap di sini?" tanya Zhang Yu.

__ADS_1


Pria tua itu tersenyum dengan ramah. Dia berjalan mendekat lalu menempelkan tangannya ke kepala Zhang Yu.


Saat itu Zhang Yu merasa cemas hingga ingin menghindarinya. Tapi tubuh seolah terkunci dan tak bisa melangkah ke mana-mana.


"Patuhlah, aku hanya ingin menunjukkan sesuatu."


Setelah Zhang Yu tenang, pria tua itu seperti menyuntikkan sebuah ingatan dalam kepala Zhang Yu. Dalam sekejap pandangannya menjadi gelap dan muncul sebuah layar proyeksi di depan matanya.


Sebuah pertarungan besar. Pertarungan antara binatang spiritual yang dipimpin dewa naga dengan seluruh manusia dari segala penjuru Daratan Zhen Yang. Pertarungan empat puluh hari empat puluh malam. Menewaskan jutaan manusia dan lebih banyak lagi yang terluka.


Tapi dalam pertarungan yang sangat menegangkan itu akhirnya pasukan manusia dapat mengalahkan pasukan binatang spiritual setelah dewa naga takluk dari sosok pria membawa tombak.


Berakhirnya pertarungan itu juga mengakhiri ingatan tersebut. Zhang Yu mulai mendapatkan kembali penglihatannya dan menatap pria tua itu dengan hati-hati.


"Apa kau pria yang mengalahkan dewa naga?" tanyanya.


Pria tua tersenyum. "Benar. Aku pria yang mengalahkan dewa naga. Aku penguasaan tempat ini. Yang mengurung sisa-sisa jiwa dewa naga di sangkar suci."


Zhang Yu tak bisa menahan keterkejutannya mendengar hal ini. Dia secara diam-diam memperhatikannya dan mengalihkan pandangannya begitu tatapan mereka bertemu.


"Ada urusan apa sehingga senior memanggil junior ini untuk datang?" tanya Zhang Yu penuh dengan kesopanan. Dia berusaha menempatkan diri di tempat yang benar dan waktu yang tepat.


Pria tua kembali tersenyum. Lalu berkata, "Aku melihat struktur tubuhmu sangat bagus. Berbeda dengan empat orang lainnya yang berhasil mencapai lantai ketujuh. Mereka tidak sebaik dirimu. Meski wanita itu memiliki kondisi fisik spesial, tapi tetap kau lebih baik."


Wanita?


Zhang Yu menahan nafas dua detik ketika kalimat ini keluar dari mulut pria tua. Dia bahkan mengetahui penyamaran Xuan Yin. Jadi sudah jelas pria tua ini memiliki kemampuan.


"Maaf Senior, aku masih tidak mengerti."


Pria tua diam dan terlihat sangat serius. "Aku ingin kau menjadi pewaris ku! Mewarisi kekuatanku dan seluruh yang aku miliki."


"Apa kau bersedia?" tanya pria tua.

__ADS_1


Zhang Yu mulai membayangkan kekuatan seperti apa yang akan ia dapatkan. Dia mengangkat tangannya dengan yakin sambil tersenyum cukup lebar. "Aku ...."


__ADS_2