
Siang itu di restoran besar, di meja bundar ruang vvip, setelah Kevin melakukan pertemuan dengan talent baru.
Kevin merasa puas setelah bertemu langsung, dia benar-benar bisa melihat bakat besar yang masih tersembunyi, 'hanya perlu polesan sedikit, anak itu akan jadi ladang uang.'
"Bagaimana pendapatmu?" tanya Richie yang duduk berhadapan dengan Kevin.
"Bagus, dia akan menjadi mesin penghasil dollar 5x lipat dari pada BG," balas Kevin, lalu menyeringai.
Lewat Sanla Pictures, prdoduction house yang didirikan Kevin bersama Richie, mereka lalu mengekploitasi para talent kelas A di dunia hiburan, untuk 'mengolah' uang kotor menjadi modal bagi film, sehingga pihak keamanan akan kesulitan untuk menelusuri sumber uang tersebut.
BG adalah seorang actor berusia 40 tahun, yang besar di bawah naungan SanLa Pictures Entertainment. BG yang telah membintangi 20 judul film, film yang dibintanginya selalu menjadi film terbaik dan selalu mendapat penghargaan internasional.
"Saya percaya padamu, bro. Saya mendengar BG batal 'pensiun'?" tanya Richie.
"Ya saya bilang, akan memotong kedua kaki dan membuat kedua matanya buta bila dia melakukan itu," ucap Kevin sambil tertawa, di sambut tawa Richie.
Richie mengambil gelas sanpanye, "dan itu bekerja. Sapi perah kita kembali bekerja."
Mereka dua bersulam, lalu menyesap sampanye.
"Apa kau tidak menanggapi Julia? dia menggodamu dan minta di orbitkan," kata Richie tertawa menggoda Kevin karena tadi melihat aktris baru yang sangat bahenol terus berusaha mengejar dan menggoda Kevin selama pertemuan tadi.
"Saya akan mengorbitkannya tanpa harus mencicipinya, mengapa tidak kau saja, dasar perjaka tua."
"Oh ya sayang ya? saya dengar dia masih perawan, apa kamu tak tertarik, ayolah Kevin..."
"Ck! bukan urusanku, kau saja yang makan."
TING!
__ADS_1
Kevin membuka hpnya, dia melihat kotak pesan dari kepala pelayan berikut gambarnya.
Sebuah foto di layar hp memperlihatkan, jika Lala sedang memegangi -tangga yang dinaiki Luca- Luca sedang memasang balon pada dinding.
"Ck!!"
"Whats up, bro?" tanya Richie saat melihat Kevin kesal.
"Saya lupa, nanti malam ulang tahun papah," kata Kevin yang jadi memikirkan rencana membawa Bella.
'apa saya harus membatalkan membawa Bella ya? sepertinya Lala belum menagihnya. Besok sajalah, toh Lala belum menanyakan Bella lagi, bisa kacau ulang tahun papah jika aku membawa Bella,' batin Kevin sambil meletakan hp di meja.
"Lalu apa masalahnya? nanti malam kan?" tanya Richie.
"Iya, tidak ada masalah," kata Kevin, merasa ragu, 'saya cerita soal Bella tidak ya ke Richie?'
"Richie, bila suatu hari terjadi sesuatu padaku, keluargaku atau Lala dan Alen, bisa kau lindungi mereka untuk saya?"
"Tidak, hanya mengantisipasi saja."
"Kau ini mencurigakan sekali si. Bukankah sudah jelas, Kevin... selama masih di wilayah kita, kau dan keluargamu aman, memangnya kau mau keluar dari daratan ini ha?"
"Tidak, tidak, hanya sepertinya ada yang mulai mengintai Lala."
"Hm, bukannya itu sudah dari dulu? dan kau masih saja tidak tahu dalangnya?"
"Kemungkinan dalang di balik itu semua, yang dulu menculik Alen, itu Scorpion..." Kevin menunduk.
"Klan Scorpion? ada masalah apa Lala, Alen, dengan mereka? saya masih tak habis pikir kenapa mereka menculik Alen sampai ke wilayah barat."
__ADS_1
"Sebenarnya, Alen bekerja untuk klan terkuat di negara kepulauan."
"Ya, saya tahu itu, lalu apa hubungannya dengan scorpion."
"Itu Johan__"
"Johan yang kamu maksud, itu Johan yang menghamili Lala?" tanya Richie, karena beberapa anak buahnya ada yang nama Johan. "Ah sorry," kata Richie saat Kevin menatap tajam dirinya, karena tidak terima dengan ucapan menghamili.
"Johan adalah cucu dari Klan Bee, yang menguasai negara kepulauan itu."
"Whatttt?!!!! kau baru cerita itu sekarang? wah kenapa aku tidak membunuhnya saja saat itu, aku akan langsung masuk mengambil alih Klan Bee," kata Richie sambil membayangkan dirinya menguasai daratan timur.
"Tidak, Richie. Kita tidak boleh melukai keluarga Johan, bagaimanapun mamahnya Johan, sudah seperti mamahku sendiri."
"Hey bro, kita bisa tinggal menyisakan 'Tiara', ya aku ingat namanya."
"Tidak, Richie! Kau harus melewati mayat saya dulu, sebelum kau mengganggu mereka,"kata Kevin dengan mulai bergemuruh.
"Hey apa ini?" tatap Richie dengan mata tajam, dan tangan mengepal, "kau ingatlah tujuan awal kita, apa kau mau berhianat padaku Kevin? kau berani?!" satu sudut bibir Richi naik ke atas.
Kevin menghela nafas kasar, "Bukan itu intinya, tapi scorpion mencari Lewis, pemilik Klan Bee. Karena itu mereka berusaha mengejar Alen dan Lala. Kau tahu kan seberani apa mereka, bahkan mempermainkan nyawa Lala dengan racun Arsenik, sampai kejang-kejang, telat sedikit saja, Lala dan bayinya tidak tertolong."
Richie menghela nafas kasar, mengingat video Lala yang kejang-kejang, saat dia melihat dari cctv rumah sakit milik Richie sendiri.
"Tapi, tentang rencana kita, aku akan tetap menjalankannya, kita harus menguasai wilayah itu, itu ladang basah menjanjikan, sekalipun tanpa persetujuan mu."
"Terserah, terpenting kau tak boleh melukai keluarga Johan."
"Baiklah, jika itu yang kau mau, kau berhutang 1 padaku, aku akan menagihnya suatu hari."
__ADS_1
"Sepakat," Kevin mengulurkan tangannya pada Richie, disambut tangan Richie.
'Kevin, saya menukarnya dengan Lala suatu hari nanti. Ku harap kau tidak menyesal dengan janji ini," batin Richie menyeringai.