Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 50 : BILLY SAMUDRA-2, IDENTITAS BARU MENJADI PARKER JOHNSON


__ADS_3

Lanjutin -Kilas balik Billy-


-POV Billy-


Suatu pagi Billy mendapat panggilan dari bosnya jika Lala pingsan di kamar mandi karena mualnya.


Dia menyusul Kevin yang telah membawa Lala ke rumah sakit.


Saat Billy masuk ke kamar tempat Lala dirawat, bosnya lalu membahas kehamilan Lala, namun naas ... saat itu Lala telah sadar dan mendengar percakapan Billy dengan Kevin.


Bosnya itu mendekati Lala saat gadis itu sudah mulai bisa berbicara pelan.


Billy yang berdiri di ruangan itu masih ingat percakapan mereka.


"Kau bilang aku apa? Hamil? kamu buat lelucon konyol kevin!" ucap gadis itu sambil tertawa kecil, tubuhnya yang terlihat lemas itu berusaha duduk. Gadis itu langsung merebut kertas dari tangan Kevin.


Kevin membelalakkan mata, mau merebut kertas itu namun Lala menahannya.


Lala membacanya.


Kevin terlihat begitu tertekan dengan mata yang sudah memerah.


Semenit kemudian mereka saling bertatapan berkaca-kaca, Ah Billy yang melihatnya menahan perasaan gelisah, kejadian di depan matanya tak bisa dicegahnya lagi. Bosnya yang berniat menyembunyikan kehamilan Lala itu, malah ketahuan.


"Mana mungkin aku hamil, aku tidak pernah melakukannya. Kamu percaya kepadaku kan sayang? ini pasti kekeliruan. Mereka salah memasukan namaku pasti. Aku tidak melakukannya, bahkan memikirkannya aku tak pernah. Aku tak pernah Kevin, " ucap Lala semakin menaikan tempo suaranya pada Kevin yang cuma diam menahan marah dan kecewa.


Ayo kita temui dokter, ini kesalahan," desak Lala pada Kevin yang duduk di depannya.


"Tidak ini bukan kesalahan ini kenyataan," ucap Kevin dengan suara gemetar, dada Kevin terlihat naik turun.


"Tidak! aku tidak pernah dengan siapa-siapa, nggak mungkin! selama ini aku selalu sama Bella, nggak ini kekeliruan sayaaaaang ! ayo panggil dokteeeeer," ucap Lala dengan kabut dimatanya. Ia menarik-narik tangan Kevin.


"Itu yang harus kamu hadapi yank, Johan sialannn!!!!" teriak Kevin pada akhirnya tak dapat menahan gemuruh hatinya.


"Johan? apa maksudmu? Tidak! Aku tidak pernah melakukannya!!!! kamu bohong!" marah Lala.


"Kamu hamil sayang!!!!! aku tidak pernah menyentuhmu!" ucap Kevin sambil memegangi wajah Lala.


Kepala gadis itu geleng-geleng tak mempercayainya dan air matanya lolos jatuh membasahi kedua pipinya.


"Bajingan itu telah memper kosamu saat kamu tidur!" ucap Kevin dengan terbata-bata.


"Kamu bohong! berhenti dengan omong kosongmu! ini tak lucu!" berang Lala mendorong tubuh Kevin agar menjauh, Gadis itu terlihat jijik dengan dirinya sendiri, dia mulai menyadari sesuatu.


Kevin tak bergeming dengan pukulan Lala di badannya.


"Kau mual, kau pingsan. Lihat hasil ini, ini asli!" ucap Kevin sambil menggoyangkan kasar tangan Lala yang memegangi kertas itu. Membuat gadis itu sesenggukan tak menerima kenyataan. Ia sangat histeris dan suara memilukan seisi ruangan.


Kaki gadis itu menjejak Kevin, rambutnya sudah berantakan. Ia nyaris jatuh kebelakang, beruntung Kevin menangkap


Lala memukul-mukuli perutnya meraung.


"Hentikan!" geram Kevin menahan kedua tangan Lala dan menjauhkannya dari perut gadis itu.


"Jangan menyakiti dirimu sayang, jangan!" teriak Kevin menahan tangan dan tubuh Lala yang terus meronta-ronta dalam tangisnya.


Terlihat Kevin memeluk gadis yang tengah menangis histeris itu dengan sangat erat, tangisannya terbekap dalam kungkungan Kevin.


Terlihat tuannya itu berusaha tegar di hadapan kekasihnya, ia menahan menyembunyikan kemarahan dan kekecewaannya, bahkan ia terlihat jauh lebih terpukul dari pada gadis itu.


Engkau sangat mengaggungkan cinta suci dibalik arogansimu, Tuan.

__ADS_1


Lalu bagaimana bila Engkau tahu jika dirimu telah memper-kosa gadis lain, Tuan?


Hukuman apa yang pantas aku terima karena keteledoranku? aku tak pantas dimaafkan karena tidak mencegahmu melakukan hal itu dalam kondisi mabukmu, terlebih aku menyembunyikannya darimu, Tuan. Batin Billy


Billy meninggalkan mereka, karena hpnya berdering. Alangkah terkejutnya Billy mendapat kabar bahwa Bella kabur dari sekapannya.


SIAL !!!!


...*...


Beberapa hari nona Lala sudah di bawa pulang ke kondotel Martini.


Saat itu Billy akan mengambil sesuatu di ruang kerja Kevin.


Saat baru memasuki pintu, Billy sudah melihat guci. lagi lagi guci pecah, kenapa Tuannya itu hobi memecahkan guci, setiap di ganti lalu dipecahkan lagi.


Terdengar kegaduhan dari sisi ruangan Lain, Billy ragu mau melangkahkan kaki.


"Tidak mungkin Jo! dia tidak mungkin begitu!" teriak Lala.


"Kenapa kau selalu membelanya! bukankah sudah kutunjukan rekaman cctv itu sayang!"


"Aku bilang tidak mungkin ya tidak mungkin!"


Billy melihat dari kejauhan mereka bertengkar dalam posisi berdiri di kamar yang di tempati Lala.


Mengapa barang-barang dari pintu sampai kamar berantakan. Tuannya itu sangat mengerikan, Ia tak bisa bersikap kasar pada gadisnya, dan menyalurkan pada barang-barang di sekitarnya.


Sungguh luar biasa, tuannya. Jika musuh sampai tahu ini ... pasti musuh menjadikan Lala pion. Ini cukup mengerikan.


"Keluar!"


Billy melihat tuannya itu di dorong Lala, begitu tuannya Keluar, suara bantingan terdengar keras.


Kevin terlihat berantakan loyo, mendengar tangisan dari dalam kamar, tangan tuannya terlihat mengepal dan


Ah!


Aduh lagi-lagi tangan itu meninju lantai, terlihat darah di tanganya.


Billy menghampiri tuannya.


"Mengapa kau melakukan ini padaku, Jo!!!!!!" teriakan dari dalam disertai tangisan Lala. Membuat Kevin semakin geram.


"Tuan ada yang harus saya sampaikan, ini sangat genting," ucap Billy.


"Ayaaaahhhh! Johan brengsek!" tangis Lala dari dalam kamar.


Tuannya tak menanggapi Billy.


"Tuan, ini soal nona Lala,"


Kevin mendongak begitu nama Lala disebut. Lelaki yang tampak kacau itu berjalan ke tempat kerjanya meninggalkan kamar Lala yang masih terdengar tangisannya.


...*...


Di ruang kerja.


"Tuan, ini soal penghancur kosan nona Lala, setelah di telusuri semua mengarah pada pria ini. Dia seorang head chef dengan nama samaran Daniel di tempat kerja nona, usianya tergolong muda untuk jabatan sekelas itu, Tuan. Dan di lihat jauh kebelakang pria ini terafiliasi dengan sebuah jaringan besar, dan saudara tertua dari Daniel ini pernah tersorot media atas kasus penculikan dan pembunuhan putri presiden negara tetangga dan saudaranya ini berhasil melarikan diri ke afrika sampai sekarang belum tertangkap." terang Billy setelah memberikan foto-foto Daniel di sekitar Lala dan beberapa data mengenai keluarga Daniel.


Orang tua Daniel berkebangsaan Israel dan Rusia, kedua orang tuanya tewas saat mereka kecil karena pengeboman dirumahnya.

__ADS_1


"Dan menurut dugaan sementara, sasaran mereka kini nona Lala, tuan."


BUG!


Tinjuan keras Kevin di meja kayunya.


"Penuturan dari anak buah yang telah tertangkap, mereka telah menyiapkan seranganya bulan ini, Tuan."


Kevin terdiam cukup lama.


"Buat identitas baru untuk Lala, bawa wanitaku ke markas, pergilah malam ini. Besok malam kau harus sudah membawanya terbang ke Cambridge, gunakan jet terbaru. Jangan mengulur waktu. Aku akan menyusulnya dua minggu lagi, ingat perketat penjagaan di sana."


"Baik tuan, dan satu lagi tuan, ini ada yang aneh. Kami menyusuri kepergian Johan ke suatu pulau karena riset perusahaan ayahnya Hans. Namun setelah kami menyelidiki Johan tidak pernah datang ke pulau itu, Tuan. Kami masih terus menelusurinya, tapi kami kehilangan jejak."


" Teruskan. Bagaimana Alen Sergio?"


"Sama tuan, Alen juga masih belum kembali dengan Tuan Lewis. Terakhir penerbangan mereka ke negara kincir angin, namun kami kehilangan jejaknya." jelas Billy.


"Apa ada lagi yang mau kau sampaikan?"


"Itu tuan, ini soal mata-mata Ayah anda, si Benjamin yang biasa mengirimkan informasi soal nona ke Tn.Luca, dia telah ditangkap, menunggu perintah, Tuan."


"Hukum dia seberat-beratnya, latih lalu jadikan dia seperti anak anjing yang setia kepada tuannya."


...**...


Malamnya Tuannya itu menggendong Lala yang telah tidur karena obat yang diberikan tuanya secara diam-diam.Dia lewat lift jalur khusus Kondotel Martini, sehingga tidak ada orang lain di sana.


Dengan mobil Besar yang di dalamnya terdapat empat pengawal wanita terlatih, bosnya itu meletakan Lala hati-hati lalu mengecup keningnya cukup Lama.


Billy satu mobil dengan Lala, dua mobil di depannya, dan dua mobil di belakangnya. Dilihat dari spion samping, Bosnya itu menatap kepergian kami, ya lebih tepatnya melepas kepergian pacarnya.


POV Billy selesai


Kilas Balik Selesai.


Billy Samudra kini telah mengganti identitasnya dengan nama baru Parker Johnson.


Wajah maskulin, rambut pirang gondrong diikat, auranya kuat.


Tinggi 183 cm ( 6 kaki ) berat 75 kg.


Ukuran Dada 44 inchi, pinggang 36 inchi, bisep 16 inchi.


Billy juga sempat operasi mengubah struktur pita suara untuk mengubah nada suara yang dihasilkan, jadi dijamin tidak ada yang mengenalinya selain tuannya.


Selama perubahan wajah dan suara Billy yang belum sempurna, Billy tak menemui anak buahnya langsung.


Kemudian Billy menyampaikan pada anak buahnya bahwa seorang bernama Parker Johnson adalah orang kepercayaanya, jadi mereka harus menuruti semua perintahnya.


Semua orang terkecohkan terkecuali tuannya.


Kini dia seperti lahir kembali dan sangat siap mengabdi pada tuannya, walaupun dengan keadaan telunjuk kirinya yang tak sempurna karena terpotong.


bersambung ...


________________________________________


Selamat menjalankan ibadah puasa terakhir.


Btw besok Author bikin rendang, semoga masih bisa update ya!

__ADS_1


Love you pembaca nan cantik dan tampan.


Semoga kalian selalu sehat dan rejekinya semakin lancar penuh barokah.


__ADS_2