Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 74 : MALAM TERHANGAT


__ADS_3

Aku menghempaskan tubuh, merasakan kelembutan sprei dibawahku. Mataku menelisik ke langit-langit kamar dan jantung ku semakin berdegup.


"... akan menjadi istrinya," tatapanku semakin berbinar, aku rasa aku mendengar suara jantungku sendiri, mungkin jantungku sedang tidak normal.


"Bagaimana hidup kami nanti, ya?"


Mata ku semakin melebar, "apa kami akan melakukannya?!" pipiku terasa menghangat dan jantungku seperti akan melesat jauh dan meledak.


"Ja-jadi a-aku akan melihat perut sixpack-Kevin? ah seperti apa?" Aku menggeleng kepala kuat, "Ayolah Lala, kendalikan pikiran kotormu!"


Aku memiringkan tubuh menatap pintu balkon lalu tertawa kecil,


"aku akan melihat dia tanpa sehelai benangpun!"


Aku meraih guling "Apa boleh melakukan itu saat hamil? tak apa-apa kah?" alisku terangkat.


"Tubuh Kevin tinggi dan begitu hangat, apa melakukan itu akan sakit? bagaimana bila sakit?!" menempelkan jari ke dagu, "aku harus mencari tau!" Aku meraih hp di nakas.


'Aku menggigit bagian bawah bibirku membaca satu persatu hasil mesin pencarian 'Bagaimana rasanya malam pertama'.


Dua alisku menyatu, "Tubuh akan dibanjiri hormon kebahagiaan? Persiapan agar tidak grogi: siapkan pelumas... ha pelumas? untuk apa? apa aku harus membelinya?"

__ADS_1


Link demi link telah aku baca. "Apa Kevin nanti akan kecewa denganku?"


Aku melebarkan mata dan mulutku terbuka, "apa ini, cara dan gaya? serius mereka sampai menunjukan macam-macam gayanya pula!" aku lemparkan hp ke samping, jantungku semakin tak terkendali.


Perutku jadi terasa sakit, "berhubungan dari belakang, seperti apa itu? ternyata orang hamilpun boleh berhubungan hmm," Jantungku semakin berdetak.


Aku tak tahu bagaimana kehormatan ku bisa hilang. Johan menodaiku, bahkan aku sama sekali tak terbangun saat itu, aneh. Bagaimana dulu aku bisa sekebo itu?


Ribuan tombak bagai menghujaniku, hatiku melebur, semua perasaanku pada Johan hancur, "Aku tak mempercayaimu lagi Jo."


"Apa aku bisa menjalaninya ke depan?" aku mengelap kristal-kristal air mata yang sudah jatuh.


Tok!Tok!


Terlihat Kevin melangkah gagah dengan buket bunga dan dua paper bag ekslusife berwarna hitam "Babe, ada apa?"


Kami duduk di pinggir kasur, "Lucu ya, aku terharu karena melepas mas lajang ku," Kemudian aku tertawa kecil.


"Semoga kita menjadi keluarga yang bahagia, Babe,"Dia memberikanku buket besar bunga mawar, "Apa kamu suka ini?"


Aku menatap Kevin lembut, "Sangat suka, sangat cantik. Terimakasih sayang." Aku menghirup dan memandangi warna merah yang sangat eksotis.

__ADS_1


Bunga itu ku letakan di belakangku, dan aku membuka paper bag lain, mataku melebar melihat apa yang di tanganku, aku mengusap kristal air mata di ujung mataku. Kevin mendongakkan dagu saya, lalu dia mendekap ku dan mengelus punggungku kemudian kembali menatapku, dengan bibirnya yang sedikit gemetar.


"Saya ingin jadi ayah yang baik untuk mereka, ini hadiah pertama saya untuk peri-peri kecil yang cantik yang akan menjadi bagian keluarga Mariano. Lala ... Terimalah saya dengan segala kekurangan yang ada pada diri saya. Terimalah apapun dengan kesalahan saya. Saya tak akan pernah mau melepas mu sekalipun maut memisahkan. Saya mohon terus berdiri di samping saya, Lala Clarissa."


Tatapan hangat dan embun bening itu jatuh dari sudut mata tajam Kevin. DEG. Jantungku pasti akan melompat.


"Aku tahu kamu sedang merayuku lewat si kembar," aku terisak dan diam sebentar. "Aku tak harus menjawab itu kan? aku selalu tulus kepada mu, Kevin Saint Mariano. Meskipun kamu menyebalkan tapi aku justru semakin bodoh."


"Bodoh?" terlihat dahi Kevin berkerut dalam. Aku sampai ingin tertawa melihat ekspresinya.


"Ya, bodoh. Karena aku semakin tak punya cara untuk melupakanmu. Kamu kejam, Kevin," ucapku bergetar. Wajahku terasa hangat karena tatapan intens Kevin. "A-aku semakin mencintaimu-"


Dia tak tinggal diam, Dia meraih bibirku, kami berpagutan dengan sangat pelan, jemarinya yang hangat mengusap ujung mataku. Kami saling bertatapan dengan hangatnya.


'Aku kira inilah ciuman terindah, yang akan aku ingat sampai kapanpun' Dia tak menjawabku lagi, namun malam ini dia sangat lembut.


Bersambung ...


_______________________________


Hai para pembaca setia aku punya Novel bagus buat kalian . Tinggalin jejak ya 😍

__ADS_1



.


__ADS_2