Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 75 : ME AND DADDY


__ADS_3

Dogg! Dogg!


Aku terbangun, mataku yang masih berat terbuka dan dahiku berkerut mendengar suara ketukan yang semakin intens.


DEG. 'Johan?'


Aku langsung duduk menyingkirkan selimut tebal. Jantungku berdebar dan aku menggosok mataku beberapa kali. Aku mencoba mengumpulkan nyawaku tanpa mengalihkan pandanganku dari pintu balkon. '


DOG! DOG!


"Ah!" Aku berdiri dengan sempoyongan. Kakiku menapaki karpet lembut. Menyelinap dalam semi kegelapan menuju balkon.


Aku menggeser pintu dan seketika menggigil. Grrrrrrr! Angin di lantai sepuluh begitu kencang.


Aku melihat lelaki berpakaian serba hitam itu sedang membuka penutup kepalanya. Mataku melebar dan mulutku ternganga.


"Ayah!?"


Sett!!!


Ayah menarik penggungku dan kami menunduk saat lampu mercusuar lewat kamar.


"Apa yang kamu lakukan, Ayah? kan bisa lewat pintu kamar," ayah mengajakku duduk.


"Kamu tidak membaca kertas ayah, Nak?" Ayah bersandar pada dinding balkon sedang aku bersandar pada pintu balkon, kami duduk berhadapan.


"Kertas? belum, saat itu Siska tiba-tiba masuk, aku masih menyimpannya di sebuah buku. Apa isinya katakan padaku, Ayah."


"Ada yang lebih penting, Nak. Cepat ambil jaketmu."


"Untuk apa, jaket?"


"Nak, kamu hanya memiliki waktu malam ini, pergilah ... Seseorang akan membawamu,"


"Apa? kemana? kenapa aku harus pergi?!" aku membeku.


"Besok setelah kamu menjadi istri Kevin, kamu tidak akan bisa kabur lagi. Ini sekarang kesempatanmu, bersembunyilah dan kamu akan hidup tenang."


"Ayah! Aku akan berdiri di sisi kevin sampai kapanpun. Aku mencintainya dan dia juga mencintaiku."

__ADS_1


"Cinta?" Ayah setengah berdiri dan mengintip ke bawah, jarinya memintaku mengikutinya. "kamu lihat dibawah sana," ayah menekan suara, "lihat!"


Aku terdiam.


"Kau tau kemana dia malam-malam? dan setiap malam ... apa kamu tidak mencuriganya sedikit saja, Nak?"


Deg ayah juga mengetahui ini.


"Apa cinta membutakanmu lalu kau korbankan hidupmu ke dalam kehidupan Kevin yang abu-abu?!"


Aku melihat kebawah orang yang berdiri di belakang Kevin memukul orang lain sampai jatuh, dan orang itu terus memukulinya. 'Itu mengerikan, sesaat aku kembali teringat pada pembunuhan beberapa hari lalu.' Tubuhku gemetar.


Ayah menarik tanganku, dan kami duduk ke lantai bersebelahan menatap pintu balkon, "mulai sekarang tidak usah pikirkan ayah. Aku ingin kamu hidup bahagia, Nak. Jadi, kamu mau pergi kan?"


Kepalaku bersandar pada bahu Ayah yang kuat dan kokoh, sudah lama aku tidak melakukan ini. "Aku tidak bisa pergi. Aku tidak akan membahayakan bayi-bayi ini."


Badanku gemetar, tangan ayah menggenggam jemariku. "Tiga minggu lagi, aku mulai dipantau ketat dan Dokter perinatologi akan membantu perawatanku. Kehamilan ini terlalu beresiko, aku tak boleh melewatkan konsulku..."


"Ayah sudah tahu itu, percayalah Ayah sudah menyiapkan itu, Nak. Jadi cepat ambil jaketmu," tangan kanan ayah mengusap kepalaku, membuatku semakin terhanyut di bahu kirinya.


"Lalu apa setelah aku menuruti ayah? apa aku harus selalu kabur dan bersembunyi dari Kevin?"


"aku sudah memutuskannya. Itu yang terbaik untuk kita semua, untuk aku, anak-anakku dan ayah."


Ayah mengelap kristal bening di sudut mataku, "Tapi, nak..." mata ayah berkaca-kaca di bawah sorotan lampu mercusuar, dia menghela nafas berat dan aku menatap ayah tajam.


"Aku ingin hidup tenang dan damai," aku terisak, "Kevin juga telah menyelamatkan aku, Ayah."


Aku menggenggam tangan ayah, "Tidak adil untuknya jika aku pergi dan membuatnya kecewa."


"Apa ayah punya musuh?" Aku memiringkan kepala.


"Ayah menyembunyikan sesuatu dariku kan? siapa musuh ayah?" Aku memandangi mata ayah yang melebar. "Tidak mungkin..."


"Itu tidak penting, Nak. Ayah hanya mengawal saja."


Aku menatap Ayah yang seperti ingin menghindari tatapanku.


Aku menggelengkan kepala dengan mataku yang melebar "Apa ayah terlibat dengan orang-orang Jahat!"

__ADS_1


"Apa maksudmu, Nak?" Mata ayah ikut melebar, mulutnya mengendur.


"Ayah tahu maksudku."


Ayah berpaling dariku, dia yang tadi menghadapku kini menatap lurus pintu balkon. "Tidak. Ayah hanya melakukan pelatihan. Dan mereka bukan orang jahat, kamu mencurigai ayahmu sendiri..."


"Begitu?! Kenapa di tubuh Ayah penuh bekas luka? mengapa Ayah menghilang lama saat itu? siapa yang melakukan luka-luka ini? Sebenarnya pekerjaan apa yang ayah lakukan !!!"


Aku tersenyum dengan bibir rapat dan beranjak berdiri dengan kesulitan. Kristal-kristal air mata sudah berderai dipipiku,


"ha-hanya ayah yang aku punya di dunia ini, aku tak akan membiarkan Ayah terluka lagi, Kevin menjajikan padaku perlindungan untuk ayah. Jadi jangan membuatku semakin sulit, karena aku tak akan pernah pergi," ucapku dengan bibir yang sedikit tertarik kebawah.


Ayah membalikan tubuhku dan memelukku. Jika mercusuar menyorot kemari pasti kami akan ketahuan penjaga.


Ayah melepaskan pelukannku.


"Ayah kembali lewat pintu saja, bagaimana ayah bisa naik kemari?" aku mendongak menatap mata ayah yang terlihat dingin.


Ayah menunjuk sesuatu, itu tali dan sebuah alat yang aku tak tahu.


"Bagaimana bila mereka tahu ini, jangan seperti ini lagi Ayah... Aku tak mau Kevin menyakiti Ayah."


"Ayah akan baik-baik saja." Ayah mendorong tubuhku dengan pelan masuk kamar dan dia duduk bersandar di luar pintu balkon. "Siapa ayah dari cucu-cucuku?"


"Johan," suaraku bergetar.


"Apa dia sudah tahu?" sahut ayah terlihat menatap langit.


"Belum ayah .. aku takut Johan akan membawa mereka dari hidupku."


Dia menghela nafas lagi, rambutnya yang mulai tebal tersorot rembulan, ayah terlihat banyak pikiran. Dia begitu gagah, apa ini yang membuat ibu jatuh cinta pada ayah? Ia terlihat seperti ksatria dengan dua goresan di pipi kanan yang semakin mengkilat karena sorotan bulan.


Ayah menengok ke dalam kamar dan melirikku "Kamu harus segera beritahu dia, karena Johan berhak. Ayah tahu kamu kecewa. Tapi ini bukan sesuatu yang baik untuk disembunyikan, dia juga harus ikut bertanggung jawab."


Bersambung ...


_______________________________


Hai para pembaca setia aku punya Novel bagus buat kalian . Tinggalin jejak ya 😍

__ADS_1



__ADS_2