Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 129 : RENCANA PENYELAMATAN


__ADS_3

Di negara bagian lain, Richie dan Johan berada di markas Lewis di negara kepulauan. Demi mencapai satu tujuan, menyelamatkan Kevin.


Richie telah mengetahui soal gelagat Kevin yang akan membahayakan nyawa Kevin sendiri, oleh karena itu Richie menemui Lewis untuk pertama kali.


Johan,Richie dan Lewis mulai berunding. Lewis menerangkan dan yang lain menyimak.


Ketua Bee itu menyilang sebuah titik di peta buta, peta markas Scorpion.


Lewis tahu wilayah itu, hanya orang yang benar-benar bersangkutan yang tahu tempat tidak terjangkau dan arena berbahaya Scorpion.


"Bagian barat, kita tidak bisa masuk dari sini. Ini penuh dengan ranjau, salah sedikit tubuhmu akan meledak."


Lewis menggeser tangan ke kanan,"Wilayah timur, ini gerbang masuk, paling tidak itu di jaga oleh 2000 penjaga, jika itu belum bertambah. Bentengnya ada empat titik dan kalian harus melewati empat benteng ini dulu. Sebelum mencapai markas pasti kalian sudah mati duluan, tanpa babibu mereka akan langsung melempar granat, bahkan itu mereka lakukan di benteng terdepan, itupun mereka sudah siap dengan senapan mesin cerdas ... senapan yang bisa menyerang otomatis karena gerakan, kita tidak bisa lewat sini. Bahkan tank mereka otomatis tanpa awak."


Johan dan Richie memegangi dagu, mulai berpikir.


"Apa kita pake gas klorin atau mustard di padukan dengan fosgen dan gas air mata untuk melumpuhkan posisi mereka. Saat menyelamatkan Lala, itu ampuh."


"Sebelum itu, kita harus memasukan terlebih dulu, robot serangga pengintai," kata Lewis.


Lewis menarik tangan ke arahnya, kembali menyilang titik peta, "Di selatan, disini ada dua harimau lapar dan empat beruang, serigala, itupun kalo mereka belum menambah penjagaan alami.Di situ banyak ular dan laba-laba mematikan, jadi sama bahayanya. Itu tidak semudah kelihatannya, orang-orangku banyak tak kembali setelah melewati titik ini, atau kembali dalam keadaan cacat."


Lewis menarik pena menjauh darinya, dia menyilang sebuh titik. " Di utara disini lebih aman, tapi harus melewati rawa penuh Buaya. Kalian mungkin bisa masuk tapi tidak bisa keluar, karena buaya itu dilatih brutal dan


cerdas."


Mereka bertiga terlihat berpikir keras.


"Mengapa kita tidak tanya Alen saja, kakek?" tanya Johan pada Lewis.


"Jika begitu, Kevin akan tahu bodoh. Kevin selalu mengawasi Alen. Bila Kevin tau rencana ini, dia pasti menghalangi kita."


"Kita berpencar saja," kata Johan.


"Aku akan menyuruh pedro melewati ladang ranjau," kata Lewis.

__ADS_1


"Aku akan melewati tempat beruang dan macan, dan aku akan membawa si Teddy, macanku," kata Richie.


"Aku melewati rawa buaya saja," kata Johan.


"Kamu serius?" Tanya Richie pada Johan, dan di angguki Johan. Lewis ikut mengangguk, memyadari kemapuan cucunya itu telah jauh melewati Alen.


"Disitu ada bella, dan Edric. Kita juga harus membawa putranya Kevin untuk keluar juga, sebelum kita menghancurkan wilayah itu dengan Rudal. Dan Bella bagaimanapun dia temanku, dia juga harus selamat," Kata Johan.


"Bagaimana jika Scorpion sampai menculik anak-anak? dan keluarga kita? Apa kita perlu mengumpulkan mereka?" tanya Johan pada Lewis.


"Bawa mereka ke markas ku, aku yakin Scorpion belum tahu tempat itu," Kata Richie.


"Iya, lalu kita berkumpul dimana saat kembali?"tanya Johan.


Lewis menyilang tiga titik, "aku akan mengirim anak buahku pada tiga titik ini, mereka menjaga sangat ketat. Jadi untuk mengantisipasi kegagalan, kau Richie... juga kirim anak buahmu kesini," kata Lewis pada Richie.


Seorang kaki tangan lewis masuk, "Tuan ada badan intelegen pusat, mereka memasak masuk_"


"Sial!" Decak Richie.


Pihak keamanan tertunggi memasuki ruangan itu, dua orang wanita dan dua orang laki-laki.


Pihak keamanan mengamati para ketua kriminal itu dan berpencar memeriksa bukti-bukti dan pemetaan diatas meja.


"Wow! Tuan Richie, anda telah bersama Lewis sekarang? Jadi apa ini? " tanya Pete langsung mengambil kesimpulan.


"Bukankah dulu kau begitu menginginkan wilayah timur?" tanya pete pada Richie, saat tiga orang rekannya memeriksa semua alat disitu.


Perkataan pete membuat Lewis dan Richie saling tatap.


Lewis kembali teringat akan kecerugiaan selama ini, tidak mungkin seorang penguasa wilayah utara seperti Richie mau berteman tulus dengan Johan, jika bukan karena mau mengambil alih wilayah timur.


"Sebenarnya mana tujuanmu? Menangkap Tuan Lewis atau menangkapku?" Tanya Richie pada Pete.


"Seharusnya kalian semua di tangkap, tapi apa ini," Pete memegang peta, "Lokasi tersembunyi Scorpion, wow!"

__ADS_1


Dinda mulai bekerja dengan rentetan komputer di depannya, "Bos, Ini James, dan Viktor. Dua orang itu berhubungan," kata Dinda saat Pete ikut melihat layar komputer milik Lewis.


Pete melihat data James dan Viktor, target yang dikejar selama ini, dan sangat alot setiap penangkapan Sekalipun tertangkap, mereka selalu bebas dari pengadilan.


"Dua orang kriminal yang paling dicari, ternyata bersembunyi disana,"kata Pete seperti menemukan tujuan baru.


"Kalian tidak akan bisa memasuki jaringan di sana, dan kalian tidak bisa menyerang tempat itu. Bahkan mereka membuat semacam sinyal untuk menggagalkan semua alat komunikasi yang ada disana, mereka memblokir jaringan masuk,"kata Lewis pada badan keamanan itu.


"Tuan Richie bagaimana kalo kita membuat penawaran, kami akan membebaskan mu asal kau membawakan aku, dua orang itu dalam keadaan hidup-hidup?" tanya Pete.


"Kau gila, kenapa aku harus membawanya hidup-hidup, kau kira dia tidak akan menyerang keluargamu walaupun dia dipenjara? Jika kau masih punya otak, kau justru harus membuatnya mati." Richie menatap lekat-lekat pihak badan intelejen yang terlihat begitu Idiot.


"Tapi kedua orang itu harus hidup dan diadili, mereka punya hak untuk hidup, bahkan seorang pembunuh sekalipun punya hak untuk hidup."


"Kau tahu berapa orang yang sudah dibunuhnya? Apa dia tidak akan mendapatkan hukuman mati pada akhirnya? "


"Hei Tuan Richie, biar aku tanya balik, apa bedanya kamu dengan mereka? Kamu sama-sama seperti mereka."


"Pertanyaanmu salah, apa bedanya orang-orang seperti kami denganmu? Kita sama, kan? sama-sama mencari kekuasaan! kamu berhastrat menangkap mereka demi kepentingan pribadimu, lalu naik jabatan! CK. Jika kamu bekerja denganku, aku akan membayarmu lebih mahal dari pada bayaran atasanmu sekalipun,gimana?" Tanya Richie.


Pete mendekat ke wajah Richie, "Aku tidak sama dengan kau yang gila dengan uang. Kau mencari uang dengan cara kotor dan aku bekerja menangkapmu para pembunuh."


"Lancang sekali kau, kau berani sekali menantangku di tengah kehamilan besar istrimu, pete? Kau pikir aku akan diam saja dengan perkataamu ini?" Richie begitu kesal dengan rahang yang telah mengeras.


"TUAN-TUAN, tenanglah. Mari kita fokus pada James dan Viktor. Bukankah target kita sama? mari kita tangkap orang itu bersama, kita bahkan memerlukan rencana matang untuk ini," Kata wanita seksi berkacamata, bernama Talita, yang merupakan bawahan Pete.


Meskipun usia Lewis 80tahun dan hanya bisa duduk di kursi Roda, tapi otaknya masih terlatih dan lancar untuk memecahkan masalah, "jadi apa yang kau tahu, Tuan Pete?"


bersambung ...


***


Pengumuman othor mau ngenalin novel bagus ni ... mampir yah.. terimakasih ...


__ADS_1


__ADS_2