
Seminggu kemudian
Di kamar dengan cahaya lampu tidur berwarna kuning redup. Lala rebahan memeluk guling, Ia termenung karena sebentar lagi liburan semester ganjil berakhir.
Johan dan ayah belum ada kabar, tidak biasanya mereka begitu lama memberi kabar.Lala telah bertanya pada Kakek Lewis, katanya mereka ke pulau terpencil. Kakek Lewis meminta Lala tidak perlu khawatir.
Selama seminggu, setiap hari, Kevin mengajaknya jalan siang sampai malam tanpa putus. Terkadang Lala memaksa Bella ikut, tapi Bella dan Kevin selalu diam satu sama lain seperti tidak akur.
Biasanya Bella ceria seperti di depan Johan dan mas Luca. Namun, setiap dengan Kevin, mereka sama-sama dingin.
Lala kontrol tadi siang ditemani Tiara dan Kevin.
Lala merasa seperti punya keluarga, tapi Lala gundah dengan hubungan dia dengan Kevin.
Terkadang mimpi buruknya kembali melanda. Lala sangat takut dengan Kevin dan masa kelamnya. Hal itu sangat sulit dihilangkan dari dalam dirinya walapun dari Luar sekuatnya dia berusaha tegar, tetap saja ada luka besar yang telah menggerogoti relung hati dan jiwanya.
Namun Lala berusaha menutupinya, Kevin sudah berusaha berubah, dia tidak boleh egois. Tanpa sadar air matanya telah membanjiri pipinya. Lala tidak bisa jujur dengan perasaan yang sebenarnya. Kevin terlalu mendominasinya, dia juga tidak bisa melawannya.
Mimpi buruk melandanya setiap malam sejak pulang dari rumah sakit. Menstruasinya pun berantakan. Dia hanya flek saat di rumah sakit, padahal Mas Luca telah membelikanya sekantong besar beraneka merk pembalut. Namun sejak dia memakai pembalut, darah tidak keluar lagi, dia batal mens, kalo dipikir-pikir memang si belum waktunya menstruasi.
Ting-
Malam, Hi Lolipop! Apa kabar kamu, Lala? sudah kontrol? Maaf setelah seminggu aku baru mengabarimu. Apa kamu sudah tidur? hari sudah malam ... mungkin kamu sudah tidur, ya?( Luca)
Malam juga. Kabar aku baik! semoga mas Luca pun begitu. Baru tadi siang Lala kontrol. Ini aku baru mau tidur. Lantas kenapa mas Luca belum tidur?(Lala)
Kringg- Video Call
Mas Luca apa sih, aku kan belum belum bisa ngomong.
Lala menjawabnya karena Bella pun sudah tidur memeluk guling.
__ADS_1
"Lolipop, belum tidur ..." ucap Luca, memandangi Lala di layar hp, membuat lelaki itu terpana.
Lala heran kenapa mas Luca terlihat di mobil.
"Bisa keluar kamar? aku di depan kosmu, bila iya anggukan kepalamu," sambung Luca.
Lala melebarkan matanya tak percaya, ini sudah jam 12 malam loh, memang si kalo di daerahnya malampun tidak pernah sepi.
Gimana ya? mas Luca pasti udah jauh-jauh.
Lala menganggukan kepala.
"Oke aku tunggu di mobil" jawab Luca tersenyum.
Gadis itu mematikan hpnya dan berinjit pelan-pelan menuju pintu takut membangunkan Bella. Dia masih memakai baju tidur dengan celana panjang, Ia membawa hp di tangannya lalu di kunci pintu kosnya dari luar.
Udara dingin tengah malam menyambutnya, kulit tangannya merasa tidak nyaman dibuatnya. Cahaya lampu temaram di halaman kosnya memecah kegelapan. Tidak ada orang disitu, namun kendaraan terus berlalu lalang di jalan. Ya karena jalanan di depan kosnya jalan utama yang cukup rame sehingga malam pun tak pernah sepi.
"Hai, sudah lama tidak bertemu, ya" ucap Luca tidak bisa menyembunyikan senyumannya.
Lala mengangguk, dia juga tersenyum senang.
Mereka saling bertatapan mereka sangat gembira, Lala beralih menatap ke luar mobil, kenapa Ia bisa merasa malu dengan Mas Luca.
"Hem kita putari jalanan malam sebentar mau nggak,La?" tanya Luca memecahkan kecanggungan di antara mereka.
Lala mengangguk tanpa berani menoleh.
Luca memandangi gadis disampingnya itu, dengan setelan baju tidur warna Lemon Lala semakin terlihat Ayu, matanya tertuju pada rambut sepunggungnya, ke kulit lengan dan dada Lala. Bentuk dadanya terlihat indah dan kencang. Luca menelan lidahnya, Ia beralih ke kemudinya, sepertinya kepalanya sedikit berpikiran kotor.
Luca menjalankan mobilnya, menyatu dengan kendaraan yang berlalu lalang, lagu cinta dari tape mobilnya melantun indah memecah kesunyian di antara mereka, ya, bila Lala mulutnya normal pasti mereka bisa mengobrol sepanjang jalan.
__ADS_1
🎼lagu berputar🎼
Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan selalu memujamu ...#
Lima belas menit kemudian, mereka sudah di daerah bukit. Luca menghentikan mobilnya, gemerlap lampu kelap-kelip terlihat dari atas bukit tampak semakin indah dalam pandangan mata.
...**...
"Lala, kemarin aku mendapat hadiah dari klien, ini terlihat sangat cantik. Tidak ada perempuan yang ku kenal selain kamu, mau ya? " ucap Luca di mobil menjereng kalung berbandul kecil di depan Lala.
Gadis itu mengerutkan dahinya lalu mengangguk.
"
____________________________________
Hai Pembaca yang Budiman terimakasih telah membaca Bab ini.
HAYO KOMENTARNYA🥲 !! KALO TIDAK ADA KOMENTAR👣, AUTHOR NGGAK NERUSIN CERITANYA ...🤪
Authornya bingung ada yang baca cerita sampai bab ini apa enggak ...🤭
💯💫🎞 Masih dengan mas Luca loh 🔔📽
Simak di BAB selanjutnya🔍
Tinggalin jejaknya ya supaya Author semangat untuk update kisahnya, bisa dengan : like, koment, vote, atau tambahkan ke daftar bacaan favorit kamu ! 😘
Author sangat mengharapkan kritikan dan saran kalian soal kekurangan novel ini.
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih ! semoga hari kalian selalu menyenangkan.