
-POV Billy Samudra asissten Kevin-
Billy sedang mencukur kumisnya di kamar mandi. Dia menatap wajah barunya di pantulan cermin. Setelah operasi plastik dia terlihat semakin tampan.
"Wajah yang seram dan penuh bekas luka telah berganti dengan keindahan. Selamat tinggal Billy. Selamat datang Parker."
Billy tersenyum licik mengangungkan setiap lekuk wajah barunya.
Dia yang dulu tampak menyeramkan, kini terlihat lebih maskulin, walaupun terlihat tidak semenyeramkan dulu tapi tatapan matanya masih tetap tajam.
Rambut yang dulu selalu dipotong pendek, kini dibiarkan panjang sebahu. Setiap dia pergi selalu dengan gaya rambut yang diikat ke belakang. Sementara warna rambutnya yang dulu selalu d cat hitam, kini di biarkan pirang.
Kedua orang tuanya berdarah Rusia dan warna rambutnya mengikuti gen mereka.
Dahulu, Billy selalu tampil rapih karena menjadi assiten Kevin di Kantor Saint Mariano. Sampai Anton mengirim Kevin ke luar negeri, Ia masih harus bekerja di Saint mariano Corp.
Sebenarnya bila tuan Kevin mau, dia bisa menolak paksa perintah ayahnya, tapi bosnya itu pura-pura tak berdaya di depan keluarganya.
Padahal perusahaan ilegal bosnya sendiri, menghasilkan pundi-pundi kekayaan yang jauh di atas perusahaan Kakaknya, Luca. Jangankan Luca dan ayahnya, keluarga Johan saja kalah. Namun bosnya itu menyembunyikan jati dirinya, padahal rekeningnya gendut dimana-mana.
-Kilas balik Billy-
Suatu hari malam-malam saat pulang, mobil Billy di hantam keras oleh HMMWV yang biasa dikenal Humvee, sejenis kendaraan semi truk yang biasa digunakan untuk militer.
Mobil Billy terpelanting dan oleng sampai terbalik. Tak lama setelah itu tubuhnya ditarik kasar. Dia sempat melihat tiga Humvee sebelum dirinya tak sadarkan karena pukulan keras.
Selama lima bulan Billy menghadapi penyiksaan, sampai akhirnya Bos Kevin mengirim orang-orang terlatih terbaik dan menyelamatkannya, bahkan Billy tak tahu siapa utusan Bosnya itu.
Setelah itu Billy menjalani rangkaian operasi plastik dan penanaman gigi palsu untuk menutupi dua gigi seri bagian bawah yang di cabut saat dirinya di sandera.
Dia seharusnya menjalani cuti beberapa minggu, tapi karena berita kehamilan Lala yang baru keluar, dia harus masuk lebih awal.
Terlihat Kevin sangat terpukul, bosnya menampakan wajah kelamnya kembali, seperti saat awal pertemuan Billy dengan bosnya itu. Ternyata sedalam itu Kevin mencintai gadis itu.
Malam itu bosnya pergi keluar dari kediaman dalam kondisi mabuk berat. Walaupun dilarang mengikuti, Billy bersikeras mengikutinya sampai ke kosan Lala.
__ADS_1
Billy menunggu di parkiran. Dia paham saat Bosnya itu ingin menghabisi musuhnya, Si bos pasti tidak mau diganggu.
Pintu kos terbuka malam-malam, Billy menunggu di luar mobil, suara benturan berkali-kali terdengar. Billy santai karena Bosnya itu tidak bakal kalah.
Sampai suasana mulai hening, pintu kosan masih gelap, satu jam Billy menunggu Tuannya itu tidak keluar-keluar.
Billy memutuskan masuk, dia tak peduli bila bosnya mau marah kepadanya karena terganggu. Dia berjalan menuju kosan kamar paling ujung kiri.
Dalam kegelapan Billy mulai masuk ke ruangan itu. Alangkah terkejutnya Billy, dengan apa yang dilihatnya.
Dilihatnya Bella teman Lala pingsan di samping Bosnya itu dalam keadaan tela-njang, ya karena gelap tidak terlalu jelas tapi dia yakin akan siluet telanjang gadis itu.
Dan bosnya juga tak mengenakan celana. Astaga kepala Billy seakan berputar.
Dia mengambil selimut di kasur sebelah dan menutupi gadis itu. Dan mengambil sebuah kain di atas kasur untuk menutupi bosnya.
Dia ke depan kos cepat menghubungi anak buahnya yang perempuan sambil memikirkan solusi terbaiknya.
Billy kembali masuk ke kamar dengan terburu-buru, dalam kegelapan dia mencari sesuatu, lalu dia mengambil sebuah kain kecil kemudian masuk ke kamar mandi yang lampunya tak dinyalakan dan membasahi kain itu.
Dalam kegelapan yang masih bisa melihat siluet. Billy mengelap kejan-tanan tuannya dengan kain Basah dengan cepat, Ia takut tuannya bangun dan langsung membunuhnya.
Setelah itu Billy cepat memakaikan ce lana da lam dan jeans tuannya. Lalu di rapikan baju tuannya.
Tak lama setelah itu anak buahnya yang perempuan datang, mereka memakaikan pakaian pada gadis itu, dan Billy menyuruh membawa gadis itu ke suatu tempat yang telah ditunjuknya.
Gadis itupun telah dibawa pergi.
Kini Billy duduk mengamati tuannya. Dia masih mencoba mencerna apa yang terjadi, bagaimana bisa bosnya yang mau menghabisi gadis itu malah justru menidurinya. Sudah jelas Bella musuh bebuyutan bosnya.
Menit berlalu bosnya itu setengah tersadar. Billy mencoba mencari tahu apa respon Kevin, ternyata bosnya bilang Ia sudah membidik kepala gadis itu.
Membidik? tak lama setelah itu Billy melihat senjata api bosnya di dekat pintu, Ia memeriksa isi pelurunya, namun isinya masih utuh.
Membidik? membidik jadi meni duri? Billy bertanya-tanya terus dalam benak kepalanya. Sampai kemudian Kevin menanyakan kemana gadis itu, Billy dengan gagap menjawab jika gadis itu telah kabur.
__ADS_1
Billy lalu membawa tuannya kembali ke kondotel Martini. Tak lupa menyuruh anak buahnya membersihkan kosan Lala tanpa jejak. Sepanjang perjalanan pulang racauan bosnya itu terus mengumpat dengan kalimat akan membu nuh Bella.
Urusan dengan bosnya beres, Ia sengaja tak membawa bosnya ke kediaman karena ada Lala di sana, dia tak mau mood bosnya semakin memburuk.
*
Billy lalu pergi ke suatu tempat dan mengitrogasi Bella.
Memang sudah lama bosnya akan membunuh Bella, tapi karena Bella teman Lala, bosnya menahan keinginan membu-nuhnya.
Konflik di antara Kevin dan Bella sangat rumit dan panjang di mata Billy. Karena latar belakang Bella yang bukan dari keluarga biasa. Seandainya Bella benar terbunuh, pasti bosnya itu siap menghadapi konsekuensi besarnya.
Tidak, untuk sementara ini Billy mengambil langkah aman. Dilihat di depannya, Bella terus memberontak dengan tubuh yang sudah di rantai pada tangan dan kakinya di atas lantai tanpa alas.
Billy benar-benar memberikan penjagaan kuat, mengantisipasi lawanan Bella yang jago bertarung itu.
Namun, sejago-jagonya Bella, Kevin jauh lebih jago tak bisa ada yang melawan bosnya itu, sekalipun Billy sendiri yang melawan bosnya, Billy tetap kalah.
Billy datang sendiri memastikan gadis itu untuk menelan pil pencegah kehamilan itu lalu dia meninggalkan gadis itu di ruang sekap yang jauh dari penduduk.
Beberapa hari, Billy masih menyekap gadis itu, dia terus ditanyai bosnya soal keberadaan Bella, namun Billy terpaksa bohong, dia sendiri justru yang menyembunyikan Bella.
Suatu pagi Billy mendapat panggilan dari bosnya karena Lala pingsan.
Dia menyusul Kevin yang telah membawa Lala ke rumah sakit.
Saat Billy masuk ke kamar tempat Lala dirawat, bosnya lalu membahas kehamilan Lala, namun naas ... saat itu Lala telah sadar dan mendengar percakapan Billy dengan Kevin.
bersambung ...
______________________________________
Next bab masih dengan kilas balik Billy.
I Love you pembaca . . .
__ADS_1