Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 81 : TERIMAKASIH SUAMIKU


__ADS_3

"Mrs. Saint," panggil salah satu dari mereka, "please," dia memberikan gelas wine. Aku melirik Richie dia tak mempedulikan ku. Aku menerima gelas ku, dan alangkah terkejutnya aku karena orang itu menuangkan wine padaku.


Dan orang itu menuangkan ke gelas satunya dan memberikan ke Richie.


Mereka mengajak bersulang, aku hanya mengikuti karena kedipan mata Richie. Dan kami bersulang. Mereka sudah menenggaknya termasuk Richie, dan aku hanya melihat isi gelas ku. Apa mata mereka buta? aku sedang hamil!!


"Please, Mrs. Saint..." ucap orang yang lain.


Richie meraih gelas di tanganku, dia berbicara dengan mereka dengan senyuman yang belum pernah aku lihat sebelumnya, dan dia sedikit tertawa, dia mengangkat gelas lebih tinggi, lalu dia menenggaknya habis.


Aku menghela nafasku.


Aku berada di ruangan persergi bermotif kayu, tidak ada barang apapun kecuali sebuah simbol besar di salah satu dinding. Seperti simbol salju.


Dinding itu terbuka dan datanglah dua orang berpakaian serba hitam membawa beberapa berkas di tangannya.


Meja di depanku bergeser sendiri dan menjauh dari depan kami tanpa menjatuhkan wine dan gelas yang berada di atasnya.


Lantai datar di dekat kakiku berputar diagonal lalu berlubang. Dari sana muncul sebuah meja yang makin lama makin naik hingga sejajar dada kami. Aku mendelik. 'canggih'


Dua orang berjas hitam memberikan berkas ke kami semua. Aku membuka kertasnya, astaga aku tau ini model tulisan Rusia, tapi aku tidak bisa membacanya. Aku melirik berkas Richie, sepertinya milik dia berbeda denganku. Milik dia ada tabelnya.


"Nyonya Saint, Anda hanya perlu tanda tangan disitu," ucap Richie tanpa melihatku.


"Saya tidak tahu apa isinya-"


"Itu perjanjian para istri, istri-istri mereka juga menandatanganinya," bisik Richie.


Dia meraih berkas ku, dan memberikan tanda di tempat yang harus aku tanda tangani, lalu dia mengembalikan berkasnya padaku, "Belajarlah untuk tidak seperti keong."


"Keong?"


"Ya keong. Lambat dan mudah dilindas. Suka bersembunyi di balik cangkang, bila pelindungnya kuat tak masalah, tapi sayang cangkangnya terlalu remah. Jika cangkangnya kuat sama saja ... lemah... terlalu mudah di tendang, jika begitu kenapa Anda tidak mati saja," ucap Richie sambil membalik berkasnya.


Glek-


Aku menandatangi berkas demi berkas sambil memikirkan kalimat Richie.


Selesai ku tandatangani semua. Kulihat Richie masih sibuk, dia menempelkan pena di dagunya. Matanya meneliti dari atas ke bawah. Sesekali menggelengkan kepala. Saat dia menoleh, "apa?!"tanyanya menoleh sebentar.


Aku kembali duduk melihat berkas ku tak mempedulikan pertanyaan Richie. Aku melihat ke lima orang di depanku. Sebenarnya mereka dari negara mana, mengapa mereka menggunakan cincin yang sama dengan Richie.


Sebuah video hologram muncul di atas meja, ini komputer atau apa? mengapa videonya mengambang di udara? tanpa ada perangkat elektronik.


Aku mencondongkan tubuh, "Benua eropa?"


"Apa pendapat anda jika kita menguasai wilayah satu benua ini?"tanya Richi menutup berkasnya.


"Segalanya menjadi mudah, bahkan itu lebih luas dari wilayah kerajaan!" jawabku.


Richie menatapku dalam, "Kami memegang kendali wilayah ini, kami paling kuat dan di takuti dari pada fraksi lain, sekutu kami banyak, Kerajaan bisnis kami dimana-mana, dengan 625.000 anggota setia, semuanya terlatih dan bertalenta menghasilkan pundi-pundi dollar yang membukit."


"Mengapa Tuan Richie menyebut angka!?" tanyaku dengan alis bekerut.


"Kenapa Kevin bisa memilih orang bodoh seperti anda, nyonya Saint!?" bisik Richie. Aku memelototi Richie.

__ADS_1


"Anda telah resmi menjadi istri Kevin. Sebelum Kevin menikah ... dia telah terikat dengan kami, FRAKSI UTARA. Karena anda menikah dengannya, jadi anda harus tahu apa itu Fraksi Utara," ucap Richie matanya memutar kebelakang dan hidungnya berkerut.


Aku bermain dengan pena dan mataku semakin berat sampai susah membuka mata.


"Apa tamu yang di undang suamiku mengenalmu?" tanyaku mengalihkan pikiran Richie dari perbincangan tentang fraksi.


"Tidak, mereka tidak mengenal saya, karena saya dari awal menjaga seperti itu, akan sangat merepotkan bila itu terjadi. Dari awal Kevin mau turun langsung menemui calon-calon tempatnya berinvestasi. Mereka berlomba-lomba menggerogoti suami Anda, demi popularitas dan kekayaan mereka siap melakukan apapun yang suami anda minta."


"Bukankah seharusnya memang begitu, Tuan Richie? terjun langsung."


"Anda belum tahu ya? para wanita berlomba-lomba menggoda suami Anda, demi popularitas mereka di dunia hiburan!" kata Richie dia meliriku.


Mataku terbuka sempurna, "menggoda seperti apa yang anda maxud tuan Richie?"


"Memang ada yang lebih menarik selain kegiatan di atas ranjang? saya hanya memberi tahu, anda berhak untuk tidak percaya." bisik Richie dengan senyum mengejek.


"Jika anda bisa menahan suami anda untuk tidak keluar malam, saya akan mengacungkan jempol pada anda," bisik Ricie.


Dadaku bergemuruh, aku menggelengkan kepala. Tidak mungkin Kevin seperti itu. Kevin bukan mata keranjang mengapa Richie tahu jika Kevin selalu keluar malam?


"Pelajari hukum Fraksi Utarara, ku beri waktu kau satu minggu. Kamu pasti akan tertarik nyonya Saint ... disana kau akan tahu cara melindungi suamimu dari jeratan wanita nakal," bisik Richie, dia lalu terkikik.


"Kami saling melindungi dan hukum kami mengikat sampai mati, jika anda melanggar, kami akan mengulitimu."


Glek!


Tanganku gemetar.


"Maaf jika prosesi selamat datang Fraksi Utara tadi membuat anda pingsan berkali-kali." Richie diam sesaat, sekarang dia terlihat berwibawa, mengapa sikapnya berubah-rubah tak dapat di tebak.


"Macan putih yang anda panggil dengan sebutan Teddy, dia pendektesi PENGHIANAT, beruntung Kevin berhasil melatih macan itu sampai tidak melukai Anda Nyonya Saint, jika tidak, anda pasti sudah disemayamkan."


Pintu ruangan terbuka.Kevin berjalan ke arah kami, dan dia terus menatapku.


Aku beranjak namun Richie menahan ku. "Nyonya Saint," dia menarik ku duduk kembali.


Dua orang di belakang Kevin membawa champagne, mereka menata gelasnya lalu pergi.


Kevin menghampiriku dia mengecup keningku, lalu membuka champagne dia terlihat dingin namun ... selalu membuat hatiku hangat.


Masing-masing dari kami memegang segelas champagne.


Kevin berbicara bahasa asing sesaat, dagunya terangkat tinggi dengan senyum lebar, dia menatapku, “Cinta itu tidak terjadi dari saling menatap saja, akan tetapi terjadi karena mencari solusi bersama dan ke arah yang sama."


"prestasi saya yang paling cemerlang adalah membujuk pasangan saya, untuk menikah dengan saya," kata Kevin, membuat mataku melebar dan jantungku berdebar-debar.


Pipi Kevin merona, dia mengangkat gelas champagne ke atas, "Cheeers"


Dia tertawa lepas bersama Richi dan beberapa dari lima orang itu.


Kami bersulang. Kevin menenggaknya dengan mata yang berseri-seri.


Dia meliriku sebentar dengan bibir yang terangkat penuh dan sorot mata hangat, Dia mencubit pipiku dan meraih gelas champagne dariku yang masih utuh. Kevin mengenakan cincin yang sama dengan mereka.


Entah, hari ini aku melihat dia tertawa lepas, aku tak pernah melihatnya seperti ini.

__ADS_1


.


.


Aku terbangun sudah di mobil dalam pangkuan Kevin.


"Babe..."


"Sudah sampai? sejak kapan.. eh kita sudah kembali sayang!" aku menautkan kedua tanganku pada leher Kevin.


"Kamu sudah tidur terlalu lama. Tenaga mu sudah pulihkan?" tanya Kevin, dia menaikan alisnya, "jadi, malam ini, istriku harus memberikan hadiah untuk suami tampannya kan!" kata Kevin, dua sudut bibirnya terangkat hingga gigi putihnya sedikit terlihat. Sorot matanya begitu lembut.


"Hadiah? bukankah kamu sudah memiliki semuanya?"


"Saya belum memilikimu, Babe, seutuhnya," Kevin menyingkirkan rambut yang menutupi wajahku, dua sudut bibir Kevin turun, matanya terus menatapku.


"Ayo kita bersiap-siap untuk itu," jawabku dan wajahku menghangat, "jangan terus menatapku seperti itu, aku malu," kataku dan dahi kami saling menempel sesaat.


Sopir membukakan pintu mobil dan Kevin terus menggendongku masuk melewati ruang tamu dan langsung menuju lift disisi kiri.


"Decimo piano," kata Kevin pada lift pintar.


"Babe, apa kandunganmu sudah membaik?"


"Darimana kamu tahu, sayang?"


"Saya selalu memperhatikanmu, besok kita ke dokter."


Pintu lift terbuka di lantai 10.


Dia menurunkan aku di depan pintu kamar. "Bukalah, Babe."


Aku akan membuka pintu kamar masa-depan untuk pertama kali. Orang bilang ini saat paling sakral. Begitu aku membukanya, hawa dingin dan wangi daun dan bunga menyambut kami ... fresh, aku terus menghirup dalam-dalam menangkap wangi yang membuatku lebih hidup dan semangat.


Aku bertepuk tangan dan kakiku nyaris melompat, pipi dan bibirku melengkung ke atas tak menyangka bisa menjumpai moment seperti ini.


Kamar ini begitu luas dengan full kaca pada dua sisinya. Kulihat di sudut kamar, tumpukan kado menggunung.


Mataku berbinar melihat kasur kami begitu besar dengan sprei putih, pinggirannya bermotif emas. Bantal dan guling besar, terlihat sangat empuk. Bisa tidak aku langsung mendarat di kasur?


Banyak bunga dengan kelopak mekar penuh di pinggiran dinding, sampai seisi lantai kamar di penuhi bunga mawar. Aku sedikit berjongkok mengambil sehelai kelopak mawar dan meremasnya di ibu jari dan telunjuk ku, begitu lembut dan harum. Mawar sungguh luar biasa.


Aku berbinar-binar, hatiku menghangat dan semua kesulitan yang terjadi hari ini sirna terobati. Jantungku berdebar, mataku mengembun, 'Terimakasih Tuhan masih menyisakan satu orang, yang begitu mempedulikanku dan mengerti kebutuhan hatiku, terimakasih suamiku.'


Aku membalikan tubuhku, aku tak sadar sampai melupakan malaikat hatiku.


"Kevin ... sayang ... aku menyukaimu," wajahku menghangat, "Terimakasih untuk semua kepedulianmu, aku juga ingin membuatmu bahagia."


Kevin mendekapku, "Jika kamu percaya dengan perkataan saya, Itu cukup. Jika kamu ragu terhadap saya, lihatlah dari sudut pandang lain," tangannya menahan kepalaku dan Kevin mengecupku dengan lembut. "Saya membutuhkan kehadiranmu setiap waktu,Lala."


Bersambung ...


_______________________________


Hai para pembaca setia aku punya Novel bagus buat kalian . Tinggalin jejak ya 😍

__ADS_1



.


__ADS_2