
Senja datang gelap mulai datang, mobil yang di tumpangi Lala memasuki halaman parkir kosannya. Lala terpukau dengan siapa yang dilihatnya. Ada Shafitri dan Head Chef, juga beberapa anak-anak tempat kerjanya. Mata Lala memerah dan mulai berkabut. Rekan-rekan kerja dan Atasannya mau peduli pada dirinya yang hanya seorang tukang cuci piring dan waitress.
Lala turun sendirian. Tiara di jalan sempat pindah ke mobil lain karena ada masalah di tempat Ia mengurus anak-anak bermasalah.
Kini sopir Tiara membawakan barang-barang Lala, sedangkan Bella bergegas membuka pintu kamar.Sementara Kevin setia menjaga dan mengikuti Lala.
" Lala!" ucap Shafitri.
Shafitri terlihat khawatir, dan Head Chef juga terlihat sama khawatirnya. Mereka terlihat membawa dua kantong bawaan untuk Lala. Lala tersenyum sebisanya, memberi salam dengan kepalanya kepada Head Chef yang mau sudi mampir ketempatnya.
Bella mempersilahkan mereka untuk masuk ke kamar kos yang hanya berukuran 5 meter x 6 meter yang sebagiannya telah penuh oleh barang. Ada lemari, nakas, meja kecil portable, kulkas, dispenser dan dua kasur single bed. Satu meja kecil yang diatasnya ada magicom, dan sebuah oven yang biasa digunakan Bella untuk baking. Serta kamar mandi dalam berukuran 2meter x1,5 meter.
Bella sudah menggelar tikar, di tengahnya disuguhkan aqua dan enam toples cookies buatan Bella. Sekarang mereka semua duduk, sebagian membentuk lingkaran dan sebagian lainnya duduk di pintu karena kamar tidak mencukupi kapasitas tamu.
Kevin yang sejatinya tidak pernah duduk lesehan, terlihat kesusahan dan terus merubah posisinya. Hal itu menarik perhatian Lala, Shafitri, dan beberapa anak dapur yang heran sekaligus menahan tawa melihat Kevin sibuk mencari posisi duduk yang nyaman, karena Kevin maunya duduk disebelah Lala. Sedangkan Bella jengah melihat keberadaan Kevin d kosnya dan Head Chef juga menatap Kevin tidak suka.
"Bagaimana bisa Lala sampai terluka terluka? kamu dik Bella ,ya?" tanya head chef kepada perempuan yang seumuran dengan Lala yang pernah di temui sekali.
"Ya benar saya Bella, kalau Chef?"
"Cukup panggil nama saya, ini bukan waktu kerja saya, perkenalkan nama saya Daniel," jawab Head Chef.
Kevin menatap pria itu tak suka, sorot mata pria itu sangat berbeda saat menatap Lala.
"Aku kembali ke rumah dulu, Lala. Kamu banyak beristirahatlah," ucap Kevin lembut kemudian mencium kening Lala di depan semua orang membuat Lala terkejut.
Para rekan-rekan kerja melebarkan matanya melihat itu, entah kenapa para rekan kerja Lala merasakan aura menakutkan, membuat rekan kerjanya saling berpandangan sekaligus shock melihat Lala dicium pria ganteng yang telihat kaya itu.
__ADS_1
Mereka berpikiran apa itu pacar Lala, kalo iya artinya pacar Lala orang kaya terus kenapa Lala masih bekerja sebagai tukang cuci piring, apa pacarnya itu tidak malu punya pacar tukang cuci piring, beruntung sekali Lala, batin mereka di benak masing-masing.
Sedangkan Head Chef terlonjak kaget melihat apa yang terjadi di depannya. Dadanya bergemuruh. Pria yang baru mencium Lala itu menatap Daniel lama, seakan-akan menandai kepemilikannya.
Kevin berdiri setelah memperingatkan Head Chef itu dengan sorot mata tajamnya.Dia berlalu menaiki mobil mewahnya dan meraung-raungkan gasnya, suara raungan terdengar keras seakan memberi tanda bahwa Ia bukan orang yang sembarangan untuk bisa di lawan. Mobil mewah Kevin pun pergi di telan angin.
Rekan-rekan kerja Lala ( kecuali Head Chef ) masih melongo dibuatnya, ternyata masih ada di dunia ini orang kaya yang mau berhubungan dengan orang biasa, mereka menyaksikannya langsung, bahkan itu terlihat seperti di adegan-adegan film korea yang pernah mereka Lihat seorang pria tampan mencium kening kekasihnya di depan teman-temannya. Rekan-rekan kerja Lala tersenyum saling berpandang, apalah daya mereka yang jomblo, yang sibuk dengan pekerjaannya tanpa punya waktu mencari gadis-gadis. Rekan kerja Lala kebanyakan lelaki, dan sekarangpun perempuannya hanya shafitri yang datang ke kosan Lala.
Lala menyenggol Bella memberi Isyarat agar Bella mencairkan suasana, ya dia hanya bisa minta tolong Bella, teman yang sekaligus hampir selalu bisa membaca pikirannya.
"Chef Daniel, Ah sorry! maksud saya, Ka Daniel. Jadi, ceritanya tiga hari lalu sedang ada keributan kecil di depan kos dan Lala melerainya. Namun pukulan temannya yang terlanjur melayang mengenai wajah Lala sampai membuat Lala mulai hilang kesadarannya.
Setelah dilarikan ke rumah sakit dan melakukan CT scan, dokter menganjurkan operasi segera demi kebaikan Lala. Akhirnya malam itu pun Lala lansung menjalani operasi bedah rahang. Tulang pipinya juga retak tetapi tidak separah rahangnya, jadi tulang pipi itu dibiarkan dokter, katanya nanti nyambung sendiri.
Dua minggu kedepan giginya akan dikunci sehingga dia tidak bisa berbicara. Dan seminggu lagi Lala baru boleh beraktifitas normal. Begitu ceritanya ka Daniel," jelas Bella menatap Daniel dan Shafitri yang terlihat serius mendengarkannya.
"Iya Lala, tenang saja, yang penting kamu cepat pulih dulu ya," timpal Devan, dishwaser satunya selain Lala.
Bella pergi ke warung, dan rekan kerja Lala di depan kamar sibuk saling mengobrol dan menghabiskan cookies buatan Bella, sedangkan head chef masih di dalam dengan Lala yang memegangi alat tulis di tangannya.
"Kamu harus lebih berhati-hati jangan pernah mendekati orang yang sedang berkelahi, perhatikan diri kamu sendiri, kamu jadi kesulitan seperti ini, bagaimana bila sampai terjadi yang lebih parah. Kamu ceroboh ya, Lala." ucap Daniel dengan nada sedikit tinggi penuh tekanan.
Lala mengangguk, di tempat kerja sering dimarahi, di kospun dimarahi, sungguh malang nasibnya.
"Kantor memberimu waktu libur maksimal dua minggu, dan sementara hanya pekerjaan sebagai waitress yang diberikan kantor."
DEG
__ADS_1
Lala kaget, ah pekerjaanya, Ia sangat butuh uang, padahal pekejaan rangkap di tempat yang sama sangat menguntungkan karena sambil menyelam minum air, kini Lala harus terancam pendapatanya berkurang.
"Jangan khawatir, aku masih akan tetap meminta bantuan mu selama stock keeper belum mendapatkan penggantinya, jika pun ada aku akan tetap minta kamu mendampingi pegawai baru. Aku suka dengan kejujuranmu. Jadi cepatlah sembuh, ya..." sambung Daniel.
Lala menuliskan pertanyaan.
Chef, terus terang Lala sangat membutuhkan pekerjaan rangkap dishwasher nya. Bisakah tolong rekomendasiin Lala agar bisa bekerja rangkap lagi? Saya mohon, Chef, saya malu bila lagi-lagi harus minta tolong Ella Hudson. Lala tidak tidak pandai berkata-kata, tapi Lala butuh pekerjaan itu Chef.(Lala)
bersambung ...
____________________________________
Hai Pembaca yang Budiman terimakasih telah membaca Bab ini.
HAYO KOMENTARNYA🥲 !! KALO TIDAK ADA KOMENTAR👣, AUTHOR NGGAK NERUSIN CERITANYA ...
Authornya bingung ada yang baca cerita sampai bab ini apa enggak ...🤭 💯
Next ada yang seru bahkan sangat seru! Awas terbawa suasana ...
Yuk Simak di BAB selanjutnya🔍
Tinggalin jejaknya ya supaya Author semangat untuk update kisahnya, bisa dengan : like, koment, vote, atau tambahkan ke daftar bacaan favorit kamu ! 😘
Author sangat mengharapkan kritikan dan saran kalian soal kekurangan novel ini.
Sekali lagi terimakasih ! semoga hari kalian selalu menyenangkan.
__ADS_1