Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 44 : JANGAN MENANGIS


__ADS_3

Peringatan Bab ini mengandung unsur kekerasan dan pemerk*saan. Mohon tetap bijak dalam menyikapinya🙏


Bila muncul perasaan tidak nyaman atau riwayat PTSD anda kambuh, segera minta tolong orang terdekat 🙏


Selamat membaca.


________________________________________


"Orang bilang, cinta harus menerima apa adanya. Rasanya, apa harus sesakit ini Bill?" tanya Kevin seraya memijat keningnya.


Tuannya itu telah mempora-porandakan barang-barang di kamarnya, lebih tepatnya sudah seperti kapal pecah.


Billy yang harusnya masih cuti akhirnya diminta datang menghadap sang Bos. Wajah Billy masih penuh dengan perban bekas operasi plastik.


Di kediaman ini tidak ada orang yang tahu jika dia adalah Billy sang asissten yang sudah lama menghilang. Gaya warna rambutnya pun telah berubah. Namun, di kediaman ini hanya ada kepala pelayan dan pelayan serta sopir. Mereka pun tidak diperkenankan mengetahui segala sesuatu selain tugasnya mengurus rumah.


"Perasaan cinta anda terhadap Nona Lala sudah sangat dalam. Sebuah cinta benar terwujud setelah Sang Empu berhasil melewati ujiannya. Memang susah di terima, tapi anda harus melewatinya, Tuan."


Billy terus menuangkan wine ke dalam gelas Tuannya.


"Tuan, anda sudah minum empat botol. Mohon sekiranya Tuan mau menyudahinya-"


Prang!


Lemparan botol hampir mengenai Billy. Kevin tidak suka dibantah, apapun, sekalipun Billy bermaksud baik.


Sang Bos menjadi semakin jengah lalu meninggalkan tempat duduknya melewati Billy yang gemetaran. Langkah mabuk Tuannya itu di buntuti Billy, namun membuat sang tuan menjadi semakin murka.


"Jangan ikuti aku! jaga gadis itu!"


Berjalan keluar rumah, Kevin mulai mabuk namun memaksa tetap mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


Ciiiiiitt!


Di latar sebuah kosan, dia mengerem laju mobilnya kasar, Sang Empu yang patah hati berjalan dengan langkah sempoyongan mendekati pintu.


Dak! Dak! Dak! Dak!


Dak! Dak! Dak! Dak!


"Sebentar!" bentak seorang wanita berpakaian baju tidur panjang membuka pintu tanpa menyalakan lampu karena gedoran keras mengusik tidurnya.


"Kevin? apa?! mana Lala?" sinis Bella. Kemudian melihat keluar tidak ada sosok yang di carinya. Jelas sepi karena ini tengah malam.


"Apa ini rencanamu!?" tanya Kevin menghempaskan tubuh Bella ke tembok, tangan kirinya mencengkram leher gadis itu tanpa ampun.


"Hngh!" pekik Bella karena serangan tiba-tiba, Bella kalah cepat dengan Kevin yang mulutnya menguar bau tajam Alkohol.


Sekali gerakan Bela membalikan keadaan. Membanting Kevin ke tembok. Memiting tangan Kevin menguncinya kebelakang. "Dasar Bajingan! kau mabuk??malam-malam menggedor rumah orang, tak sopan!"


"Ini rencanamu bukan? membuat Lala hamil!?" geram Kevin lalu, mendorong kebelakang dan membanting keras Bela dengan tubuh tinggi Kevin.


Bakh! Bakh!


Dua orang itu sama-sama jatuh ke lantai. Beruntung kepala Bella tidak terbentur, sekalipun tubuhnya terasa ngilu.


"Ha-hamil? Lala? Aghhh!!" pekik Bella, lehernya dicekik dua tangan Kevin yang sedang menduduki pahanya. Dalam kegelapan Bella menangkap sorot mata macan yang siap membunuhnya.


Kedua tangan Bella sekuat tenaga menarik tangan Kevin dari lehernya yang menyebabkan ia kehabisan nafas. Kaki Bella terkunci, Bella memukul kuat tangan Kevin.


"Kau meninggalkan Johan pagi-pagi, membiarkan bajingan itu menodai Lala! .."


Buck!


Bella berhasil mendorong membanting Kevin ke Lantai ... Bella langsung mengambil nafas dalam-dalam."Hahh!"

__ADS_1


Lelaki itu menarik kaki Bella yang akan berdiri.


Brug!


Bella Limbung, jatuh.


Kaki kanan gadis itu menendang kuat kepala Kevin yang akan menangkapnya. Membuat kepala lelaki itu cukup terdorong namun tangan pria itu masih mencengkram pergelangan kakinya lagi.


Bugh!


Krak!


Aggrrrhhh!!!


Pukulan keras mendarat di tulang Kering Bella. Kemudian Kevin menarik Kaki Bella dengan Kasar


Diraihnya leher Bella lagi kini Ia tak akan memberi kesempatan kepada Bella untuk kabur.


"Ucapkan selamat tinggal! Kau yang memulai ini semua ******!"


Krek!


Bunyi suara keras d leher Bela.


Bugh!! Prang!!


Hantaman Botol sirup yang diraih Bella berhasil mengenai Kepala pria yang sudah nggak waras itu.


"Agr!" erang Kevin, tangannya teralihkan memegangi kepala.


"Tolong!" teriak Bella yang sadar posisinya sulit, mencari pertolongan. Ia cepat-cepat ngesot menggeser tubuhnya, Kakinya tidak bisa berdiri Ia berusaha ke Pintu.


Kevin bangkit, dalam kegelapan Ia justru terlihat lebih seperti monster.


Krek!


"Aggrrr!" ringis Bella.


Ceklek! suara kaitan pistol di tangan Kevin.


"Kau harusnya menjaga Lala! kau membiarkan wanitaku ternoda!"


Kevin mengarahkan pistolnya di kening Bella.


"Aku tidak tahu! Johan tidak pernah seperti itu! igh ! dia selalu menjaga kehormatan Lala, tidak mungkin!" ringisan Bella menahan sakit kakinya yang masih di tekan kaki Kevin.


"Omong kosong! pembunuh bayaran licik sepertimu apa hanya segini keahlianmu?" tantang Kevin.


"Ini pasti ada jebakan! Jo tidak seperti itu, pasti ada kesalahan!!"


Begghh!


" Agh!"


Kevin yang setengah berjongkok menarik kaki Bella sampai kepala Bella membentur Lantai.


Lelaki itu mengangkat lalu membanting tubuh Bella ke kasur.


"Apa Kevin Bangs*t! Toloo!" teriakan Bella di bekap pria yang sudah hilang akal itu.


"Kau pasti tidak merasakan sakit kan?" Kevin menarik kasar baju tidur Bella sampai membuat kancingnya terlepas! Mata Bella membelalak dalam kegelapan kamar menangkap siluet tubuh Kevin diatasnya, Bella meronta-ronta terutama saat kevin menarik b r a nya dengan kasar.


'Hnghh!!" air matanya menggenang dan lolos dalam kegelapan.


"Kau akan tau rasanya di posisi Lala!"

__ADS_1


Tangan kiri Kevin membekap Bella, sikutnya menahan tangan kiri Bella. Badannya telah menindih Bella, tidak mengijinkannya meronta. tangan Kanan Bella di tahan ke atas kepala Bella. Kevin mulai menggigiti leher bella dengan kasar.


"Sayang?" panggil Kevin melihat pantulan Lala di depannya.


Keharuman yang mulai memancing hastratnya, dengan penuh tenaga lelaki yang sudah terbakar gelora melancarkan setiap serangan demi serangan.


"Hnghhhh Kev!" teriakan Bella terus berusaha menyadarkan lelaki mabuk itu.


Lelaki itu menghujaninya dengan ciuman panasnya, tak mengijinkan Bella bernafas, rontaan gadis itu justru semakin memancing lelaki yang kesetanan itu untuk semakin beringas.


Tenaga Bella yang biasa terlatih seketika hilang disaat yang dibutuhkan.


Kedua tangan Bella ditarik Keatas dan ditahan tangan kiri Kevin.


Tangan kanan Kevin menjamah tubuh Bella kemana-mana. Termasuk inti tubuhnya. Dengan kasar Kevin menarik celana Bella.


"Hngh!" erang Lala menolak ciuman dan perlakuan Kevin yang memberingas.


Kevin melepaskan celana jeans Kevin, Bella menggelengkan kepala sekuat tenaga.


Lelaki itu menoleh kebawah fokus mengeluarkan senjatanya.


"Sadarlah! Kevin! kamu mabuk! ingat Lala ... hentikan ... " Bella dengan suaranya yang mulai habis tak bertenaga untuk berteriak.


"Agg! tidak!" tangis Bella saat senjata itu menempel di bawah pusat inti tubuhnya


"Jangann!!"


"Sayang jangan menangis," Kevin menciumi sosok yang terlihat seperti wajah Lala dibawah tubuhnya.


"ihhhg sakit!! hentikan... " ringis Bella seraya berlinang. Kevin justru menciuminya leher dan pipinya.


Dalam kegelapan, sesekali ... lelaki itu melihat kebawah ke inti tubuh mereka, dia kesulitan mendorong sang pusaka.


"Sayang..., Lala!" er**ang Kevin mendorong meng hentak dengan Keras lalu menutup mulut sang gadis di bawahnya yang membelakan mata dalam kegelapan. Erangan sakit sang gadis yang mengigit telapak tangan kekarnya itu.


Kevin berusaha membuat nyaman sosok Lala, ia tak dapat mengatur temponya karena panas tubuhnya yang terbakar bercampur aduk dengan kemarahan, membuatnya menghantam keras dan sangat kasar.


Sampai dia pun telah di puncak segala puncak kenikmatan.


Dengan sangat keras henta kan menge jan sampai membuat wanita itu menjerit di bekapan tangan kekarnya.


bersambung ...


____________________________________


Dalamnya lautan bisa di**ukur, dalamnya hati siapa yang tahu**.


Jangan pernah sekali-kali memancing emosi orang yang sudah mendidih apalagi meledak. Kita tidak pernah tahu, apa orang itu bisa mengontrol dirinya atau tidak.


Jangan sampai justru itu membahayakan nyawa kita.


Semoga Tuhan selalu melindungi kita dari kejahatan orang-orang yang sedang hilang kendali---


🥰Terimakasih! yang sudah setia membaca.


Hai Pembaca yang Budiman terimakasih telah membaca Bab ini. HAYO 🥲 !!


💯💫🎞 Ada apa dengan para lelaki😕? 🔔📽


Simak di BAB selanjutnya🔍


Tinggalin jejaknya ya supaya Author semangat untuk update kisahnya, bisa dengan : like, koment, vote, atau tambahkan ke daftar bacaan favorit kamu ! 😘


Author sangat mengharapkan kritikan dan saran kalian soal kekurangan novel ini.

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih ! semoga hari kalian selalu menyenangkan.


__ADS_2