Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 128 : JAMES PSIKOPAT


__ADS_3

“Mengapa berteriak PADAKU? Kau membela Kevin yang merebutkan keperawanan mu itu? Padahal selama kita pacaran aku menjaga itu, tapi mengapa dia merebut itu dariku?! Dan merebut kakakku dari hidupku?! Apa kau bisa menjawabnya  HONEY?!”


"Mengapa kau masih membahas ini, James? apa hanya sebuah keperawanan yang kau incar? kenapa tidak kau cari perawan-perawan di luar sana?"


"Bukan itu yang aku maksud, Honey. Kamu tahu kan kamu terlalu berharga untuk ku. Hah! diamlah! Menurutlah atau ku buang Edric jadi santapan buaya! aku begitu jijik setiap melihat anak itu, aku meredamnya hanya karena kamu," kata James, memegang wajah Bella, matanya menatap tajam istrinya, "kau pilih nyawa Edric atau mereka?"


Bella berubah pucat pasi, "James, jangan lukai Edric."


"Bagus, kau hanya perlu menurut, dan aku tidak akan menyentuh Edric mu. Aku tidak sabar melihat kedatangan Kevin dan semua orang-orang penting dalam hidupnya, aku akan membawa mereka semua dan aku akan membalas kematian seluruh keluargaku, karena Kevin dan Alen harus mati."


James tertawa dan menarik Bella ke sebuah ruangan kotor dan bau amis.


Disana Bella gemetar melihat dua orang yang telah babak belur. Bella termenung saat meliha James menjambak seseorang.


DORRR!


Tubuh Bella sampai terguncang, melihat James menembak bola mata kanan orang itu dan darah menyembur.


DORR!!!


James kembali menembak mata satunya, tubuh orang itu mengejan dan jatuh ke lantai dengan mata yang mengeluarkan darah dan cairan putih.


"Kau lihat istriku, pilihanmu tepat memilih Edric, sekali lagi kau meminta aku memaafkan mereka, kau juga harus seperti ini," kata James pelan namun dengan penuh penekanan, dia mencolok mata orang mati itu,memutar jarinya seakan menganduk dan mengambil bola mata yang tak beraturan itu dan membuangnya kedepan Bella.


Membuat Bella merinding, terutama saat James menjilati jari tangan yang terkena darah itu.


"Ini enak, istriku, hmm apa kamu mau mencicipinya?" tanya Jame yang masi jongkok dan mulut penuh darah itu, dan masih menjilati jari itu sampai bersih.


Bella begitu mual melihat itu, Ia benar-benar bau muntah, dan berlari keluar namun di halangi dua preman, alhasil Bella benar-benar muntah ke tangan orang itu. Mata Bella merah, air matanya keluar saking mualnya, melihat merah darah berceceran, melihat psikopat suaminya, bau amis itu begitu membuat lututnya panas dan lemas.


Dari arah belakang, James memeluk Bella, dua jari kiri yang telah penuh darah itu memasuki mulut Bella.


Begitu anyir, jeleh, Bella menggelrng merasakan darah itu, namun tangan kanan James menahan kepala Bella, "jilat sayang, atau kau mau, aku melakukan itu padamu."

__ADS_1


Perut Bella terasa digiling, dikuras. Dia berusaha menelan darahnya itu ."uwwww! huk huk! Uweekkk kkk" Airmatanya terus jatuh, Bella muntah lagi, muntahan itu melewati jari telunjuk dan tengah James."


"Kau lihat Bella, kau tak mampu menghadapinya sendirikan? aku disini bersama mu istriku?" bisik James di telinga Bella. Lelaki itu membalikan Badan Bella sehinga mereka berhadapan.


Lelaki itu menjukan dua jari yang terkena muntahan Bella, dan langsung James menjilatinnya.


"James itu kotor, hentikan," kata Bella menarik tangan James yang mencoba menjilati muntahan Bella dari jari tangan itu. "Aku mohon maaf kan aku, aku tidak lagi-lagi melarangmu, aku mohon hentikan ini..." kata Bella menahan kedua tangan James yang tengah mengepal itu.


James menatap lekat-lekat mata Bella, "apa kau mau membunuh Kevin, untukku, Honey?"


Bella gemetar, dia tidak mau melakukan itu, tapi James bisa marah dan semakin tak terkendali. "Iya aku akan membunuhnya," kata Bella pelan, dia merasa harus menyelamatkan anaknya dulu.


"Aku tidak dengar, Honey."


"AKU AKAN MEMBUNUH KEVIN!"


James memutar bola mata malas, "tak dengar.


James menangkap bibis istrinya, dan semua orang menunduk. Bella mau tak mau membalas ciuaman suaminya, bila tidak pasti akan marah lagi, dia ciukan bercampur mual karena darah dan setelah muntah tadi rasanya begitu Kecut. Bella seperti makan daging ikan busuk penuh darah.


'James, mengapa kau jadi seperti ini, aku tahu kamu kehilangan semua, tapi jangan seperti ini, kumohon, jadilah James yang awal kita bertemu saat SMP, kau begitu manis saat itu. Namun, kematian kedua orang tuamu yang dilakukan Alen benar-benar membuatmu berubah, dan kamu semakin psikopat sejak kematian Kakakmu. Begitu berat kehidupanku, James. Aku mencintaimu, tolong jangan seperti ini, mengapa kau tak mau meminum obatmu, kau justru menggoreng psikiatermu dan memakan dagingnya."


Bella meneteskan air mata, dia mencengkram dan membelai kepala James. Namun James kembali menariknya mendekati satu orang, yang Bella yakini korban selanjutnya.


"Sayang sudahi tolong..." kata Bella dalam isaknya.


Dua orang telah menjagal satu orang yang terus meronta.


"Ampun Tuan!! saya tidak akan berkhianat lagi! ampun!! ampuun!!" teriak orang itu bercampur pekikan dan ketakutan dan matanya yang seperti menemui maut.


Orang itu telah di tempatkan di besi penjagalan dan tidak bisa menggeser tubuhnya dalam posisinya berdiri.


Besi melingkar di leher, dua besi menutup perunya dan dua besi lain menutu kakinya, serta dua besi menahan tanganya.

__ADS_1


Bella yang masih pusing dan tidak siap melihat kelakuan suaminya, hampir pingsan.


"Lalukan sayang, atau Edric akan menggantikan orang ini?" Bisik James dari arah belakang.


Bella benar-benar berusaha tidak pingsan meskipun pandangannya mulai kabur dan kadang gelap, memegangi kepala. Mata Bella terpejam dan menekan tombol itu.


BYUR!!


Muncratan darah menciprat ke wajah dan tangan Bella. Bella tidak mau melihat, namun James memaksanya melihat itu.


Kepala orang itu telah pecah dan otaknya telah keluar karena mesin pemecah es itu. Bella tidak kuat lagi dan jatuh pingsan di tangan James.


James menatap lekat pada bawahannya, mereka tahu tugasnya.


Orang-orang itu memasukan mayat itu ke dalam kolam asam di sebelahnya, Seketika tubuh itu mendidih melebur dalam cairan sangat asam dsn keras itu.


Tidak ada yang bisa melawan James, psikopat yang hobinya menusuk kepala orang dengan mesin pemecah es sampai otaknya keluar. Itu selalu menghantui tidur Bella. Itu selalu menjadi mimpi buruk Bella.


...🍀🍀...


Di negara bagian lain, Richie dan Johan berada di markas Lewis di negara kepulauan. Demi mencapai satu tujuan, menyelamatkan Kevin.


Richie telah mengetahui soal gelagat Kevin yang akan membahayakan nyawa Kevin sendiri, oleh karena itu Richie menemui Lewis untuk pertama kali.


Johan,Richie dan Lewis mulai berunding. Lewis menerangkan dan yang lain menyimak.


bersambung ...


***


Pengumuman othor mau ngenalin novel bagus ni ... mampir yah.. terimakasih ...


__ADS_1


__ADS_2