Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 53 : PERTEMUAN LUCA DAN JOHAN


__ADS_3

"Anda tidak akan tahu, karena Benjamin hanya melaporkan posisi nona, saat sendiri.


Di rumah Benjamin, terdapat banyak foto candid nona Lala bersama Johan, mereka terlihat dekat.


Benjamin sepertinya sengaja menyembunyikan ini dari Anda. Atau bisa jadi, justru ini memang perintah dari Tuan Besar? bisa saja Tuan Besar melakukan itu agar Anda tetap mengejar nona Lala," jelas sang assisten.


"Apa sih yang sebenarnya papa inginkan?" gumam Luca.


"Lalu ayah dari nona Lala bekerja di perusahaan keamanan Tuan Lewis. Dimana Tuan Lewis adalah Kakeknya Johan," kata Haris.


"Perusahaan keamanan yang terkenal desas-desusnya karena bermain dengan cara kotor, yang terkenal sering menekan para Elit politik untuk selalu memberikan tender besar kepada perusahaan Lewis," tambah Haris.


"Pada kenyataannya mereka memang selalu memenangkan tender besar. Mereka bahkan sering membuat perusahaan lawan bangkrut dan jatuh miskin. Hal itu tidak mereka lakukan terang-terangan. Tapi bisa dipastikan, semua lawan mereka jatuh miskin karena ulah antek-anteknya,"kata Haris.


"Jadi, itu bukan rumor? lalu posisi Ayah-Lala di perusahaan keamanan itu,apa?"


"Itu masalahnya, perusahaan mereka sangat tertutup. Mereka seakan-akan sangat menutupi jabatan Ayah-lala di kantor itu," jawab Haris sedikit ragu.


"Kami masih mencari tahunya. Namun, satu bulan ini kami selalu mengikuti Johan. Kami tidak pernah mendapati Johan bertemu dengan Nona Lala. Pemuda itu sibuk dengan kegiatan kampusnya," tambah Haris Lagi.


"Tapi tuan, menurut informan, beberapa bulan ini mereka tidak pernah melihat ayah-Nona masuk kantor," ujar Haris.


"Kemana ayah-Lala? mereka sama-sama tidak ada kabar?"


"Mereka benar-benar tidak ada kabar seperti hilang ditelan Bumi. Sangat aneh tuan Luca, apalagi itu semua terjadi hampir bersamaan. Dan satu lagi, permohonan cuti akademik nona telah di setujui Rektor, dimana Rektor itu beberapa minggu setelahnya pas habis masa jabatannya. Dan mantan rektor itu sekarang telah di luar negeri, padahal nona baru menjalani satu semester, seharusnya permohonan cuti itu tidak dikabulkan. Dugaan saya, ada orang Besar di balik ini semua, Tuan.


"Lalu siapa orang besar itu? Kemauan belajar Lala sangat kuat, dia ingin lulus cumlaude, tapi apa yang terjadi sekarang? dia telah mengambil cuti akademik sampai dua semester? apa dia lagi ada masalah besar? atau dia diculik bersama ayahnya? tidak ! tidak!" Luca membuang pikiran buruknya.


"Haris, apa aku harus melamar Lala setelah dia ditemukan? saya tidak mau gadis itu jauh-jauh lagi," sambung Luca.


"Itu semua keputusan yang harus anda putuskan sendiri, Tuan."


"Bagaimana bila saya di tolak?"


"Bila anda di tolak, Anda harus lebih gigih mengambil hatinya, Tuan. Saya yakin pasti lambat laun, Nona juga akan luluh, Tuan."


"Lalu bagaimana dengan Kevin? apa saya harus bersaing dengan adik ku sendiri? apa kata orang nanti?"


"Selama itu belum pernikahan, teruslah berjuang, Tuan. Anda harus mencobanya dahulu," jawab Haris.


"Apa jangan-jangan Tuan Kevin yang menyembunyikan nona Lala, Tuan? Anda ingat dulu kan, adik anda dengan usia segitu sudah melelang nona Lala ke pasar gelap," ujar Haris.


"Tidak mungkin! untuk apa dia menculik Lala? sedangkan dia berada di Cambridge. Terlebih fasilitas dari papa telah dicabut. Sekarang ini Kevin tidak mungkin, macam-macam." jawab Luca tidak suka.


Luca memberi kode pada Haris, agar asisstennya keluar dari ruangan.


Luca tidak tahu kemana lagi mencari Lala, apa dia temui Johan saja, dan menanyakan keberadaan Lala, siapa tahu anak itu bisa memberi petunjuk.

__ADS_1


...**...


Luca pergi ke kampus Johan, dia menunggu di taman. Pemuda itu sebentar lagi keluar, sudah dua jam Luca menunggu Johan.


"Kata teman saya, anda mencari saya?" terdengar suara dari belakangnya.


Luca menoleh, melihat asal suara, Dilihatnya pemuda tampan yang tingginya di atasnya sedikit.


"Ijinkan saya memperkenalkan diri, nama saya Luca," ucap Luca memberikan tangannya.


"Anda mencari saya, tentunya anda sudah tau nama saya, Johan," jawab Johan membalas jabat tangan Luca.


"Bisakah, saya mengajak kamu makan di depan?" tanyan Luca.


"Tapi saya tidak bisa lama-lama,"


Tiba-tiba seorang wanita seksi datang bergelayut manja di tangan Johan.


"Johan, kau mau kemana? aku ikut," ucap gadis itu masih memainkan tangannya di dada Johan.


"Bianca, Kau lihat aku sedang ada urusan kan," ujar Johan.


"Sorry Nona, saya harus berbicara empat mata dengan Johan," Luca berjalan cepat seiring dengan langkah cepat Johan, mereka meninggalkan Bianca sendiri.


Merekapun telah sampai di sebuah kafe, dan telah memesan makanan ringan.


"Lala? Ya, benar."


"Artinya anda tahu alasan mengapa Lala mengambil cuti akademiknya selama dua semester mendatang?"


"Mengapa datang-datang menanyakan Lala, siapa Anda? mengapa bisa mengenal Lala?"


"Ah saya berteman denganya,"


"Berteman dengan anda? apa anda sedang bercanda?"


Luca menujukan foto bertiga dengan Lala dan Bella di tepi pantai menggunakan kaos yang sama. Johan pun melihat tanggal foto itu di ambil.


"Anda pergi dengan Lala dan Bella? apa anda tahu keberadaan Lala dan Bella sekarang?" tanya Johan Balik.


"Tunggu, saya yang harus bertanya padamu, kamu teman dekat Bella dan Lala kan?" tanya Luca.


"Saya juga sama kehilangan mereka, terutama Lala, bagaimana anda bisa mengenal Lala?" tanya Johan.


"Saat itu aku menolongnya di kampung tempat tinggalnya, dia dipukuli penduduk di jalan yang aku lewati,"


"Kampungnya? anda seperti bukan orang yang punya urusan untuk masuk di jalan kecil perkampungan? Jadi anda yang telah menolongnya saat itu, ya ... terimakasih untuk itu. Bila anda tidak disana, mungkin Lala semakin kesulitan. Berapa biaya rumah sakitnya, biar saya menggantinya?"

__ADS_1


"Ah tidak perlu itu sudah Lama. Jadi kamu tidak tahu kepergian Lala? padahal kamu teman dekatnya ya, aneh sekali."


"Apa maksud anda sebenarnya, Anda terlihat mencurigai saya?"


"Saya tidak bermaksud begitu.Johan, Apa kamu tahu kosan Lala yang hancur?"


"Anda tahu tentang itu juga?"


"Ya saya tahu, kosanya hancur, diapun tak ada kabar lagi, termasuk Bella. Kamu mengenal ayahnya Lala kan, dimana ayahnya sekarang?" tanya Luca.


"Ayah Alen?? mengapa kau menanyakan itu. Siapa sebenarnya kamu? Apa kau bisa tidak bermain teka-teki!" ucap Johan yang nada suaranya tidak seramah awalnya.


"Seharusnya saya yang bertanya kan, dimana ayah Lala? anda seharusnya lebih tahu keberadaan ayahnya kan,"


"Maaf, sudah ada yang menunggu ku. Pembicaraan kita, ku akhiri sampai disini," ucap Johan beranjak berdiri. Luca pun beranjak berdiri.


"Mengapa anda jadi terlihat terburu-buru?" tanya Luca melihat Johan yang sudah berbalik.


"Aku kan sudah bilang di awal, aku tidak bisa lama-lama, dan ini bukan urusanmu."


"Mengapa anda tidak menjawab pertanyaanku, dimana Ayah Lala?!"


Johan meninggalkan Luca begitu saja, diikuti Luca dari belakang, terlihat mobil hitam dengan dua pengawal sudah membukakan pintu mobil untuk Johan.


"Apa ada yang kamu sembunyikan tentang ayah Lala? Ayah Lala terlihat tidak pernah masuk kantor, kantor milik Tuan Lewis. Anda cucu kesayangannya kan!"


DEG


Johan berhenti dan menatap Luca tanpa Luca tahu maksudnya.


Johan lalu masuk dan pengawal menutup mobilnya.


Mobil Johan jalan meninggalkan Luca.


" Hei Tunggu!!!" kesal Luca.


bersambung . . .


____________________________________


Hai Pembaca yang Budiman terimakasih telah membaca Bab ini.


Simak BAB selanjutnya🔍


Tinggalin jejaknya ya supaya Author semangat untuk update kisahnya, bisa dengan : like, koment, vote, atau tambahkan ke daftar bacaan favorit kamu ! 😘


Author sangat mengharapkan kritikan dan saran kalian soal kekurangan novel ini.

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih ! semoga hari kalian selalu menyenangkan.


__ADS_2