
Di rumah keluarga Budi Saputra.
"Aku akan keluar, mungkin pulang sore. Kamu disini saja dulu." ucap Budi dengan buru-buru menyiapkan tasnya.
"Keluar kemana? aku ikut ya?" desak Bianca.
"Haishh nggak bisa, ini urusan lelaki," sergah Budi dan mengambil kunci. Ia mengeluarkan mobilnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Bianca.
Urusan lelaki? mencurigakan!
Bianca keluar dari kediaman Budi, menyuruh sopirnya agar mengikuti Budi. Si sopir menjaga jarak agar tidak diketahui sedang menguntit.
Budi pergi ke beberapa tempat, salah satu yang bikin Bianca semakin curiga, saat Budi ke rumah sakit dan keluar dari dokter spesial kandungan. Dokter kandungan ternama yang terkenal masih muda, dan tampan. Dokter itu bahkan mengantarkan Budi sampai ke Lift.
Dokter kandungan? mencurigakan banged sih. Siapa yang hamil memang? Apa Budi benar telah menghamili cewek? tapi dimana ceweknya? nggak ada.
Bianca terus mengikuti sepupunya. Gadis itu lalu bersembunyi di balik pohon besar di taman kota, mencari tahu gerangan apa yang tengah di lakukan Budi.
Alangkah terkejutnya Bianca dengan apa yang dilihatnya.
Johan???????
Terlihat kapten basket itu turun dari mobil dengan gagah menghampiri Budi, mereka bercakap-cakap dan Budi memberikan amplop. Johan menerima amplop coklat itu dan membukanya, kini pria tampan itu memegangi sesuatu di tangannya.
Johan? Obat? untuk apa?
Bianca terus mengawasi sepupunya dengan Johan, mereka terlihat selesai mengobrol dan Johan memasukan obat ke dalam saku celana jeansnya.
Kali ini Bianca mengikuti Johan karena sangat penasaran apa yang di lakukan orang yang diidam-idamkannya itu.
Dan Johan berhenti di kosan si cupu. Kebencian mulai timbul di benak hatinya, kenapa si Johan selalu mengurusi si cupu? Ingin rasanya Bianca menarik tangan pria itu, tak mengijinkan laki-laki yang dipujanya bertolak ke kosan si cupu, gadis miskin yang paling dimusuhinya. Bahkan kini laki-laki paling tampan seantero kampus itu tengah mondar-mandir di pintu kosan Lala. Sepertinya gadis itu tidak dirumah.
Bianca memutuskan meninggalkan Johan, ia sibuk dengan pikirannya yang tidak-tidak. Ia ingin bertanya pada Budi, tapi sepupunya pasti tidak akan memberi tahunya.
Dokter kandungan? Budi? Johan? Lala? pil anti kehamilan waktu menguping telepon Budi, jadi apa ya?? yang hamil siapa? ah membingungkan sekali.
Bianca mengirim perintah ke mata-mata untuk mengawasi Johan lewat hpnya.
Tangan Bianca mengepal setiap mengingat Lala dan Johan selalu bersama, Ingin sekali Ia menghabisi Lala, tapi selalu saja ada yang menolongnya.
"Dasar ja*ang!"
Aku kurang apa, Johan? sampai kau tidak mau melirikku.
Aku cantik, para lelaki berebut untuk jadi pacarku tapi aku cuma mau kamu.3 cm lebih tinggi dari pada Lala, fashionable, barang branded dan popularitas paling tinggi di kampus tidak lepas dariku. Aku lebih segala-galanya diatas Lala cewek rend*han. Aku kaya dan Johan Kaya, sangat cocok selevel. Tapi mengapa kau tidak pernah melihat ku, Jo!
Saat lari pagi di kompleks kediaman Johan, 2 hari yang lalu aku menabrakan diri ke mobilnya lalu Johan mengantarkan aku ke rumah.
__ADS_1
Aku memangfaatkan situasi itu dan memberi dia obat perangsang dengan dosis tinggi lalu menahan Johan untuk tidak pergi. Aku bisa menggunakan untuk menjebaknya dan Johan tidak bisa menolakku lagi.
Johan berhasil kabur sebelum obat perangsang bereaksi. Padahal sedikit waktu lagi pasti Johan ada dalam genggamannya.
Aku rela memberikan tubuh atau apapun demi Johan, asalkan Johan seutuhnya menjadi milikku.
Semuanya gagal.
Setelah mengobati kakiku, Johan langsung pergi. Bahkan aku jatuh di sofa karena lelaki dingin itu mendorongku saat aku akan mendekapnya.
"Sial!"
...**...
Hari sudah mulai petang, Johan masih setia menunggu di kursi kosan Lala. Hatinya gundah gulana menunggu gadis itu, Ia semakin cemas dengan keputusannya. Apa dia harus menggunakan cara ini? apa ini melanggar HAM?
Pil harus sudah diminum dalam waktu 5 hari semenjak berhubungan, itulah apa yang dikatakan Budi.
...Ini hari Kamis, artinya minggu pagi Lala harus sudah meminumnya. Aku memilki waktu hanya 3 hari, apa aku bisa?...
Sebuah mobil yang dikenalnya berhenti di pinggir jalan depan Kos, hati Johan seketika memburuk melihat Lala keluar dengan Bella diikuti Kevin.
...Inikah yang katamu pergi dengan Bella? bersama Kevin!!?...
Urat-urat di leher, tangan dan kepala Johan menyembul menahan kemarahannya. Hatinya terasa sangat sakit, bagai diiris-iris ribuan benda tajam dan disayat-sayat. Lagi, Lala membohonginya.
Dua pria yang sama-sama saling mendekat bertatapan dengan aura saling membunuh.
Lala jantungnya semakin berdetak, di satu sisi dia takut Johan marah, tapi di sisi Lainnya ... dia tidak bisa melawan Kevin.Tuhan tolong aku!
Johan meraih tangan Lala, menariknya berjalan ke kamar agar menjauh dari sebelah Kevin.
"Jo, sakit..." Lirih Lala karena Johan mencengkram pergelangan tanganya dengan kuat.
"Lepaskan tangannya, kau membuat dia kesakitan!" kesal Kevin tak suka.
Johan berbalik mencengkram kaos orange Kevin.
"Hoh! kau berlaga peduli? lalu apa yang kau lakukan dulu!!" Johan tak bisa menahannya lagi, mengingat dulu Kevin biad*p yang telah mengirim Lala ke mafia s*x sinting.
"Lepaskan tanganmu, sia*an!"geram Kevin yang sudah berusaha semampunya untuk menahan. Tidak mau membuat Lala jadi membencinya.
Buck!
Bogeman Johan mendarat di wajah Kevin.
"Jo! hentikan !!!" teriak Lala matanya berkaca-kaca tak percaya dengan apa yang dilakukan Johan, Johan kini telah berubah, Ia menjadi sering terlihat lebih tak terkontrol emosinya setiap ada yang mengganggu Lala.
__ADS_1
Gadis itu menarik Johan agar melepas cengkramannya dari Kevin."Stop Jo!"
Lala mendorong Kevin, hingga Kevin mundur beberapa langkah.
Buck!
"Agggh!!!"
Pukulan keras Johan mendarat di wajah Lala.
"Lala!!!!" Kevin terkejut menangkap Lala yang limbung kebelakang karena pukulan keras Johan.Kevin melirik Johan penuh kebencian."Breng*sek lihat apa yang kau lakukan Jo!!!" teriakannya menggema membuat kaget orang-orang disekitar yang ikut menontonnya.
Mata Johan terbelalak."Lala!? kenapa disitu!!" Aura kepanikan terlihat begitu dalam di wajah Johan.
"Kalian memang tak berguna! pergilah dari sini!" marah Bianca matanya berkaca-kaca, hatinya sakit melihat Lala terluka, secepat kilat Ia merebut Lala dari tangan Kevin.
"La kemari!" Kevin berusaha merebut Lala dari Bella tapi Lala menepisnya.
Gadis itu mulai terasa pusing, kepalanya berputar hebat, ada sesuatu kental hangat mengumpul dimulutnya.
Johan hendak menggendong Lala, Lala juga menolaknya."Jangan menyentuhku Jo ! Ighh" ringis Lala kesakitan. Giginya merah oleh darah, mulutnya pun mengeluarkan sekumpulan darah segar hingga mulut gadis itu tidak mampu menampungnya lalu menetes membahasahi dagu dan kaos putih Lala.
"Ini gak lucu! ayo ke dokter!" geram Kevin merebut paksa Lala yang mulai kehilangan kesadaran, meninggalkan Bella dan Johan yang sama-sama shock.
Bella dan Johan satu mobil menyusul Lala di belakang mobil Kevin, mereka terhanyut dengan kekhawatiran di kepalanya.
"Lala! tetap sadarlah!" teriakan Kevin menggema di mobil, matanya nyalang, pikirannya tak karuan.
" Kev.. a..ku....." Lala menjawab dengan suara tak jelas, ia berusaha mempertahankan kesadarannya, walaupun Ia mulai tidak merasakan apa-apa, suara Kevin mulai sayup-sayup tak terdengar.
"Demi aku! Bertahanlah!" teriak Kevin marah bercampur khawatir menyalip mobil-mobil di depannya, ia bahkan terus membunyikan klaksonnya, Ia tak ingin gadis itu kenapa-kenapa, Kevin tak mempedulikan wajahnya yang sama-sama berdarahnya, Ia sudah biasa menghadapi bogeman, tapi tidak dengan Lala...
Kenapa Lala harus menangkap pukulan keras Johan.
Johan bukan orang sembarangan, Johan biasa mengalahkan preman, Johan biasa melawan para gangster. Bersama Kevin saat dulu di SMA bahkan bandit-bandit kelas kakap dilawan Johan, karena itu jadi alasan Kevin dan Johan menjadi sangat dekat, karena mereka sama-sama kuat.
bersambung ...
____________________________________
Hai Pembaca yang Budiman terimakasih telah membaca Bab ini.
Masih seru !!! penasaran !!!
Yuk Simak di BAB selanjutnya🔍
Tinggalin jejaknya ya supaya Author semangat untuk update kisahnya, bisa dengan : like, koment, vote, atau tambahkan ke daftar bacaan favorit kamu ! 😘
__ADS_1
Author sangat mengharapkan kritikan dan saran kalian soal kekurangan novel ini.
Sekali lagi terimaksih ! semoga hari kalian selalu menyenangkan.