
Wilayah barat sebagian besar dikuasai oleh Klan Scorpion. Semua kelompok gangster di seluruh dunia mengenal Klan yang terkenal sadis kepada siapapun, termasuk Lala yang pernah mengalami sendiri keracunan arsenik yang dilakukan kelompok ini.
Kevin butuh persiapan bertahun-tahun untuk melawan Scorpion setelah penyerangan besar-besaran untuk menyelamatkan Alen, Kevin pun yakin Scorpion akan semakin memperkuat pengamanan sejak itu.
“Tuan anda tidak boleh menanggapi Scorpion, biar Black Lion saja yang menyerang besar-besaran,” kata Parker yang kini sudah berusia 60 tahun.
Kevin menghadapkan layar laptopnya ke hadapan Parker, “kau lihat siapa wanita ini?”
Yang ditanya menggeleng pelan, “tidak, Tuan.”
“Bella Anastasya Kencana. Kau bisa jelaskan kenapa kau sempat menyembunyikan dia? sudah dua puluh tahun aku memberimu waktu, namun kau tak pernah juga bisa jujur denganku soal itu. Dan kau tahu, ini aku yang memotretnya sendiri, Ck! Bahkan itu hari terakhir aku bisa melihat putraku.”
Deg. Parker mematung melihat foto wanita yang menggedong bayi, “Maaf Tuan, di malam itu saya hanya berusaha melindungi Anda, ampuni saya karena malam itu saya memberikan pil pencegah kehamilan dan memastikan sendiri nona Bella meminumnya, tapi saya kehilangan nona Bella saat Nyonya Lala tahu kehamilan pertamanya.”
Kevin menatap lekat-lekat mata Parker, “Bella menyimpan pil itu di sela gusi, dan membuangnya saat kamu pergi, itu katanya. Aku bersyukur Bella melakukan itu.
“Saya mengurung Bella, tiga kali saya menemuinya saat hamil, dan tiap minggu sekali aku mendatangi bayi itu sampai di usia dua tahun. Dia sangat Lucu, aku memberi nama Edricqo Kencana Mariano.
“Kau lihat lihat bintik-bintik diwajah bayi itu, itu hari dimana putraku akan me lewati sederetan tes, namun di hari itu juga putraku diculik bersama Bella, dan dua hari setelah itu hasil tesnya baru keluar, putraku mengidap penyakit langka Xeroderma Pigmentosum, yang menyebabkannya sangat sensitif terhadap sinar matahari.”
Kevin mengusap ujung matanya, “dan sudah 18 tahun setelah penculikan mereka, sekarang Scorpion mengirim pesan lewat anak buahnya, jika Bella dan putraku ada disana, bahkan aku tidak tahu wajah Edric seperti apa sekarang, apa dia masih terlihat mirip denganku? Apa dia baik-baik saja dan apa dia sudah setinngi saya? Apakah saya salah jika saya juga merasa kehilangan Bella?”
Parker yang duduk di kursi sampai nyaris mundur ke belakang, matanya melebar, “maksud Tuan?”
“Bagaimana jika saya memiliki perasaan terhadap Bella, mengapa aku sangat menyukai setiap memandang foto wanita yang tengah memandangi putraku dengan senyuman, dia terlihat cantik bukan?”
“Tuan, anda mungkin hanya merasa kehilangan saja, apa tidak sebaiknya anda mengganti wellpaper itu, bagaimana jika nyonya sampai tahu pasti akan salah paham, meskipun keamanan ruangan ini begitu kuat.”
“Parker.”
“Ya, aku akan menyerahkan Black Lion pada putriku Ivy, saya ingin dia memantaunya. Kau harus memastikan itu, jika terjadi sesuatu pada saya.”
__ADS_1
“Tuan Anda berbicara apa, Black Lion akan melindungi Anda dan seluruh keluarga, kami siap menyerahkan nyawa kami demi Anda, mengapa Anda berbicara seolah-olah_”
“Ya, saya akan menemui Scorpion sendiri, selama itu kau amankan seluruh keluargaku.”
“Sendiri, itu tidak mungkin, jika Anda sampai memasuki markasnya, kemungkinan sangat kecil anda bisa keluar, dan ketua klan mereka tidak akan membiarkan Anda keluar hidup-hidup.”
“Saya tahu, saya tetap harus membawa putraku dan Bella.”
“Lalu setelah berhasil membawa mereka, bagaimana dengan Nyonya dan dan putri-putri Anda, mereka pasti akan menolak, perasaan wanita sangat halus dan sensitif.”
Parker ikutan pusing dengan sikap Tuannya, ‘mengapa jadi seperti ini, aku yakin Tuan hanya merindukan putranya.’batin Parker. Namun bisa apa dirinya, selain menuruti demi kebahagiaan tuannya.
Di tempat berbeda, di wilayah barat, Bella tengah memandangi pintu gerbang. Dia mondar-mandir, tangannya melipat di dada. Seorang pria lelaki paruh baya, memeluk Bella dari arah belakang, “apa yang kamu cemaskan?”
Bella mendongak dan mengelus -tangan James- yang berada di perut Bella. “Edric belum pulang, aku takut dia terkena matahari.”
“Dia sudah besar, jadi pasti menjaga dirinya dengan baik, bahkan dia sudah memakai pakaian serba panjang dan helm khusus anti Uv, kasian dia bila harus di rumah terus. Ayolah ini sudah bertahun-tahun, kau masih mencemaskannya saat dia di luar, dia juga ingin melihat terangnya udara luar.”
“Sssst …. tenanglah, oke-oke aku akan melarangnya keluar saat siang.”
“Terimakasih suami ku, aku akan menelpon Edric, aku takut terjadi apa-apa.”
James berlalu ke meja kerjanya, disana asistennya telah menunggu.
“Apa kau sudah mendapatkan jawaban, Victor?”
“Kevin telah menyetujuinya, dia akan datang sebulan lagi tanpa pengawalan.”
“Kita akan membalaskan kematian kakak ku, dan akan ku buat dia merasakan apa yang dulu dia lakukan pada Bella.”
__ADS_1
Prang!
“Siapa itu?”tanya James mendengar pecahan gelas. Viktor berlari dan membuka pintu yang sedikit terbuka, terlihat Bella yang diam mematung memandangi suaminya, dan beringsut ke depan James.
“Apa maksud kamu mengundangnya kemari dan balas dendam?” tanya Bella saat suaminya menyuruh Viktor keluar.
Bella tahu sejak lama, James menaruh dendam besar pada Kevin, itu jauh sebelum Lala dengan Kevin bertemu, dan itu yang membuat Bella bermusuhan dengan Kevin.
“Ayolah honey, kamu juga membencinya kan dan ingin dia mati?”
“Mati!?” Bella menggelengkan kepala, dia tahu betul siapa James yang sama psikopatnya dengan sang kakak yang telah mati.
“Bukankah itu yang kamu mau?”
“Tidak, aku tidak menginginkan itu. Aku hanya ingin melihat dia kehilangan semuanya.”
“Tapi dia telah membunuh kakak ku, honey.”
“James! Bukan dia yang membunuhnya, ‘Sang Legend’ yang membunuh kakak ipar.”
“Bella, istriku tersayang. ‘Sang Legend’ adalah anak buah Kevin, walaupun orang itu tidak mengakuinya, aku tahu dia sudah bekerja sejak lama dengan Kevin. Dan kau tahu siapa orang paling dekat dengan ‘Sang legend’ , dialah Alen yang paling dekat, dan kamu tahu sendiri itu ayah temanmu. Teman yang sudah membuatmu hidup kesusahan dalam sekapan Kevin. Ayolah kita harus menghabisi nyawa mereka Kevin, Lala, Alen dan kelima anaknya.”
“James!!!”
“Mengapa berteriak PADAKU? Kau membela Kevin yang merebutkan keperawanan mu itu? Padahal selama kita pacaran aku menjaga itu, tapi mengapa dia merebut itu dariku?! Dan merebut kakakku dari hidupku?! Apa kau bisa menjawabnya HONEY?!”
bersambung ...
***
Terimakasih untuk para pembaca yang mengapresiasi sampai sejauh ini.
__ADS_1
Kencan Kontrak sebentar lagi akan tamat nih ...🥺
Othor siapin novel baru, jangan lupa mampir ya... 😘😘😘