Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 47 : TOURMALINE PARAIBA, BATU CANTIK YANG MEMBAWA KEPEDIHAN


__ADS_3

Krttt! 


Bunyi tali yang di atas Johan mulai menipis, dengan tangan kirinya yang terluka iya berusaha naik ke atas dengan bantuan kedua kaki dan tangan kanannya.


Dorr! Dorr! Dorrr! 


Bunyi tembakan musuh, jauh di bawah sana yang tertutup pohon-pohon. 


Dengan menahan sesenggukan dalam Hamar terus menaiki seutas talinya yang akan putus, dalam keadaan shock berat Ia berjuang mempertahankan nyawanya. Akhirnya Ia berhasil ke pinggir tebing. 


 


Dorr!Dorr!  


Tembakan nyaris mengenai Hamar, pada dasarnya sisi perut Hamar telah kena peluru.


Team Bee datang tidak lama setelah itu, mereka mengangkat Hamar. 


“Tunggu! cari Algio di bawah! Tolong dia!” 


“Maaf Tuan Hamar, kami harus membawa anda,” Keempat orang memaksa mengangkat Hamar yang kaki kanannya pincang. 


“Aku tidak akan pergi! Sebelum kalian membawanya!” 


“Maaf Tuan,” ucap mereka tetap membawa Hamar paksa, baginya keselamatan Tuan Hamar nomor satu. 


“Lepaskan! Brengsek kalian!!!” 


Mereka  tetap menbawa Hamar. 


“Algio itu temanmu Pedro! Apa kamu membiarkan dia!!” Ronta Hamar dari tubuh Pedro yang besar itu. 


Pedro terdiam dengan tatapan dalam. 


“Kau tidak mau kan meninggalkannya sendiri!? jadi, cepat bawa dia!!!!” titah Hamar. 


Hamar terus memangil algio.  


“Tolong!! aku tidak mau meninggalkan Algio!” teriakan Hamar tak di gubris. Mereka tetap berjalan membopong Hamar. 


“Pedro ingat misi utama! kau tak bisa melanggarnya Pedro! Cepat bawa Tuan Hamar!! cepat-cepat! musuh mendekat!” titah wakil Kapten team Bee. 


“Siap, Kept!” tegas Pedro. 


“Bangsat kalian! Kau gila Pedro! Algio sudah menyelamatkanku dan kalian tinggalkan dia sendiri!! Apa kalian benar manusia!!!” teriak Hamar. 


Dorr! Dorr!


Bunyi tembakan disekitar tempat team Bee berdiri, para anggota Bee bergegas menyelamatkan Tuan Hamar. 


"Cepat pergi! aku akan mengulur waktu!" perintah beberapa anggota team Bee yang terkena peluru.


Hamar merutuki dirinya yang membuat Algio jatuh ke jurang karena menyelamatkannya. 


“Tidak! Algio !!!” bangsat kau Pedro!! Dia temanmu!” Hamar terus berteriak. 


“maaf Tuan.“ 


“Algio!“ 

__ADS_1


Hamar benar-benar terpukul, Ia dibawa naik ke heliopter di perbatasan. 


Sesampainya di markas Bee, Hamar tinggal selama tiga hari dan melakukan perawatan, ada dokter bahkan alat-alat operasi dan medis semuanya lengkap di markas.


Kemudian Hamar pindah wilayah A dan tinggal dua hari. Lalu pindah ke wilayah B selama dua hari. Terakhir pindah ke wilayah C dan tinggal dua hari. Setelah itu, malam-malam Johan baru kembali kekediaman Lewis tanpa Alen. 


Mama Tiara memeluknya bertanya macam-macam termasuk soal Alen yang tidak ikut pulang dan juga tentu memarahinya karena luka-luka pada tubuhnya, terutama tangan kirinya yang harus di gips. 


Johan menyalakan hp membaca semua pesan Lala yang menumpuk. Gadis itu mencarinya selama ini.Dia menelpon lala tapi tidak aktif. Dia menelpon Budi malam-malam menanyakan bagaimana kuliahnya termasuk soal Lala, Katanya Lala tidak pernah masuk lagi. 


Johan menelpon Bella, hpnya tidak aktif. Johan menelpon Kevin tak diangkat. Dia bertanya kepada mamanya tadi saat pulang, Lala belum pernah ke rumah katanya. Termasuk tidak pernah menelpon semenjak kontrol pertama ke dokter pasca operasi rahangnya. 


Setelah mamanya minggir, dia malam-malam diantar sopir, langsung ke kosan Lala. Alangkah terkejutnya sampai di sana, dilihatnya kosan Lala sudah rata dengan tanah. 


Paginya, Johan masuk kuliah dengan tangan yang masih di gips. Cewek-cewek mendekatinya ia tak menggubris.   Sasa telah ditanyai, dia tak tahu keberadaan Lala.


Begitupun Ella Hudson juga tidak tahu keberadaan Lala. Ella juga bilang seharusnya Lala sudah masuk kerja, tapi Lala tidak pernah masuk kerja lagi pasca Lala masuk rumah sakit.


Dia juga ke fakultas seni menanyakan Bella, ternyata Bella juga tak pernah masuk lagi pasca liburan. 


Setelah dari kampus dia ke kosan Lagi, mencari informasi pada tetangga kosan Lala. Para tetangga yang di tanyanya awal mulanya menutup rapat, namun berkali-kali Johan datang kesitu, akhirnya mereka memberikan informasi karena tidak tega melihat Johan. 


Kata tetangga, bangunan kos Lala di hancurkan oleh 15 excavator tanpa mengeluarkan barang yang ada didalamnya. Sejak itu mereka tidak pernah melihat para penghuni kos. Tiga hari setelahnya, mereka di datangi para gangster dan mengancam mereka agar tidak ada yang membuka mulut perihal perobohan bangunan.


Beberapa hari setelahnya, tetangga kos melihat Lala pulang ke kosan siang-siang dan terlihat shock, lalu pergi naik angkot. Tak lama setelah itu, wanita berjas datang menanyakan soal Lala, tentu saja para tetangga menjawabnya.


Begitulah penuturan dari para tetangga yang di dapatkan Johan.


Sorenya Johan ke rumah orang tua Kevin, tapi tidak ada orang di rumahnya. Johan menunggu sampai malam, hingga Om Anton akhirnya pulang. Kata Om Anton, Kevin telah ke Cambridge kembali kuliah.


Johan termenung di perjalanan, dia melihat ke arah sopir. 


Dipeganginya peninggalan Algio di tangannya. Ia membuka kantong hitam berisi surat dan kalung. Johan menyimpan suratnya, dia menatap liontin dari batu Tourmaline Paraiba, warnanya seperti bola mata Lala, liontin dengan bentuk Marquise dengan potongan fancy. 


"Tourmaline Paraiba, salah satu batu permata paling langka dan paling dicari dalam sejarah. Batu permata dengan varietas tourmalin yang saturasi dan kelangkaanya paling langka berasal dari Brazil. Batu dengan neon memikat, efek yang ditunjukan karena adanya tembaga dan mangan dalam struktur kristal permata ini. Seperti bola mata Lala yang warna birunya juga langka. Aku akan mencari tahu soal kalung ini, aku pasti akan mendapat petunjuk masa lalu Lala."


Johan melingkarkan kalung itu pada leher berjakunnya, menahan kabut dimatanya yang mulai memerah mengingat saat-saat terakhir Algio.


-Kilas Balik saat-saat terakhir Johan bersama Algio- ON


Di tebing yang licin dan curam, Seutas tali tergantung menahan dua manusia. Dengan Johan di atas dan di susul Algio dibawahnya, tiga perempat ketinggian telah berhasil mereka lalu.


“Pegang  ini Hamar,” tegas Algio tangan kanannya memberi kantong kecil warna hitam.


Hamar menerima dengan tangan kirinya yang sudah terluka parah, Ia tetap memaksakan mengaitkan tangannya pada seutas tali yang mulai putus itu.


“Apa ini ayah? Apa yang akan kau lakukan! Jelaskan padaku!” ucap Hamar mulai menggenang air matanya. 


“Jaga putri ayah, berikan itu padanya, sampaikan permintaan maaf ayah padanya,” tegas Hamar dengan Kain penutup wajah yang sudah basah oleh  darah, Algio mengambil pisau dari balik bajunya. 


Sreek-


Sreek-


Sreek-


“Apa yang ayah laukan stop! Mari kita pulang bersama!!” teriak Hamar mencoba turun. 


“Tali ini tidak akan bisa menahan kita berdua, Kuatlah Hamar.” 

__ADS_1


“Tidak hentikan!!!! Kumohon hentikan Algio!"


“Maaf Hamar.” 


“Mana janji ayah, yang katanya akan terus menjaga johan!"


"Ikuti aturan, Hamar! Kau tidak bisa menyebut nama semaumu saat bertugas!” 


“Kalau begitu hentikan ayah!! Apa yang akan aku katakan pada putri ayah!” 


Tali diatas Hamar mulai putus benangnya tak kuat menahan dua orang itu. Algio semakin cepat memotong tali di depannya agar Hamar tetap selamat. 


Sreek! Sreek!Sreek!


 


“Ayah jangan! Hentikan! Kumohon hentikan! Hentikan! Ayah harus tahu..." Johan sesenggukan.


"Johan, telah menodai putri ayah," ucap Johan dengan penuh penyesalan, suara besar namun penuh penekanan.


Algio bagai disambar petir, dia menghentikan potongannya menatap Hamar penuh kekecewaan. Berita Ini sungguh sangat menyakitkan baginya. Air mata jatuh di sudut matanya, sangat marah dan kecewa kepada anak didiknya, tapi dia kini sedang bertugas terikat dengan ikrar sumpah mati setia pada Bee yang tidak bisa dilanggar. Ditambah lagi Hamar, cucu Tuan Lewis yang keselamatannya paling diutamakan. Algio bagai makan buah simalakama, pilihannya sulit, tapi dia tidak memiliki waktu, bisa-bisa mereka jatuh berdua mati bersama dan tidak ada yang tulus menjaga putrinya, setulus Hamar. Algio sudah menyadari sejak lama jika Hamar menaruh perasaan pada putrinya, tapi dia tak menyangka akan setega itu Hamar sampai berani menodai putri kesayangannya, maafkan ayah ... nak, ayah gagal menjagamu, semoga kehidupanmu ke depan lebih baik bila hidup bersama Hamar. Batin Algio.


“Aku akan bertanggung jawab ayah. Jadi, kemarilah hukum Johan!! Kumohon tali ini pasti kuat menahannya,” mohon Hamar memberikan tangan kirinya berharap Ayah Lala itu tidak memotong talinya. 


Tali dia atas Johan mulai putus benangnya menipis.


"Cepat Ayah Kemari, kumohon hukumlah Johan!!" air mata lolos dari mata Johan tak tahu harus bagaimana lagi membujuk Algio.


“Nikahi putriku. Ayah merestuimu dengan satu syarat, berjanjilah jika Johan akan selalu menjaga Lala tanpa pernah melakukan kekerasan!” mantap Algio menatap dalam Johan dengan senyuman terakhir dan air mata di sudut matanya.


Brrtttz!


Wuzz!


Siunnngggg!


Algio jatuh dari ketinggian setelah potongan terakhir yang membuat sambungan tali terlepas dengan tali Johan.


“Jangan!!!!!!!Ayah!!!!!!!! Ahhhhh!!!Ahhhh!!” teriak Johan yang masih berpegangan erat pada tali yang menggantung.


kretek kretek!


Beggg!


“Tidak!! Higkh Higkh!” tangis Johan, hatinya merasa sangat terpukul, dunianya terasa gelap, semuanya terasa hancur begitu saja.


-Kilas balik selesai-


bersambung ...


____________________________________


Hai Pembaca yang Budiman terimakasih telah membaca Bab ini.


Simak BAB selanjutnya🔍


Tinggalin jejaknya ya supaya Author semangat untuk update kisahnya, bisa dengan : like, koment, vote, atau tambahkan ke daftar bacaan favorit kamu ! 😘


Author sangat mengharapkan kritikan dan saran kalian soal kekurangan novel ini.

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih ! semoga hari kalian selalu menyenangkan.


__ADS_2