Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 8 : PERJANJIAN KENCAN KONTRAK


__ADS_3

Hari masih pagi tapi Billy sudah menjadi sasaran marah Tuannya, Kevin. Ia harus besar kesabaran nya. Bagaimana tidak? Billy yang baru tidur satu jam sudah harus menemui Tuannya jam 3 pagi.


Bukan karena pekerjaan atau musuh, tapi justru karena gadis itu.


Jangan-jangan Tuan Kevin tertarik pada Nona Lala? Kalo memang Ia tertarik kenapa malah melelangnya? Semalam Tuan Kevin malah tidak bisa tidur kan, terlebih yang diomongin nona Lala terus.Tapi gak mungkin ! gak mungkin Tuannya tertarik ke gadis biasa !


Duck!


Kevin membuyarkan lamunan Billy dengan tendangan kerasnya dari belakang jok kemudi. "Apa kau tidak bisa lebih cepat, Bill!"


"Ini sudah paling Cepat Tuan! " dengan ketakutan Billy menambahkan kecepatannya.


"Setelah jam makan siang kau bawakan laporan, dan reservasi tempat liburan 3 hari 3 malam sebelum masuk kuliah, saya akan menghukum dia!"


"Baik Tuan" Sungguh Billy tidak bisa melasan tuannya.


...Jam makan siang? cuma diberi 5 jam? yang benar saja Tuan! kerjaan kantor masih menggunung ... tidak bisakah Tuan dengan baik hati memberi ku waktu satu jam saja untuk istirahat !...


Kevin melirik tajam Billy, Billy merasa di berondongi tembakan dari belakang.


"Kau protes Bill ? apa kau mau di kirimkan ke kandang Singa." Kevin dengan nada tinggi.


"Tidak Tuan, Tidak." menekankan dalam-dalam dengan nada serendah mungkin.


"Apa yang mereka lakukan semalam Bill?" Tanya Kevin menatap keluar jendela.


"Saya tidak tahu Tuan"


"Kau harus tahu, Bodoh !" Gentak Kevin.


"Apa saya harus memasang CCTV di kamar hotel, Tuan ?"


"Berani - beraninya!, sudah lama tidak merasakan peluru panas ya kau Bill," Geram Kevin.


"Ampun Tuan, mungkin sebaiknya Tuan berhenti menawarkan gadis itu di pasar lelang, Tuan bisa mengganti hukumannya yang lebih berat, jadi nona tidak sampai bertemu laki-laki lain." Ucap Billy takut-takut.


_____________*******_________


Mobil sudah memasuki Hotel Besar Martini, Kevin beranjak menuju lantai 55, Ia memasuki Penthousenya.


Menunggu lima menit.


" Kenapa lama sekali ! "


Kevin Mondar- mandir tidak sabar, di tendangnya Guci di depannya.


*****Pyaaa*********rr****---


" Kevin... " Panggil Lala.


Lala dan Billy yang baru membuka pintu kaget.


Billy segera pergi menutup pintu dari pada kena damprat.


Kevin menatap Lala lama, Ia meninggalkan Lala ke ruang makan.


"Kevin.."


Panggil Lala berlari mengikuti nya .


Lala tidak tau harus melakukan apa saat Lelaku itu duduk di ruang makan.


...Ada dua piring kosong di atas meja, apa maksudnya aku di suruh ikut sarapan? Kenapa Kevin hanya diam menatapku tidak suka ?...


Kevin melemparkan sendok nyaris mengenai Lala.

__ADS_1


" Aku harus apa ??? " Lala bingung.


Muka Kevin malah semakin merah padam. Lala mencoba duduk di kursi paling jauh .


"Apa kau Bodoh ! Kau Lihat piring kosong dimana !!! "Kevin melempar sendok lagi, yang selalu saja nyaris mengenai nya.


" Iya, kan tidak tahu " Lala beranjak ke Sebelah Kevin.


Kevin memakan sarapannya tanpa bersuara.


Lala makan setelah Kevin selesai makan, karena peralatan makan Lala sudah di buang Pria menyebalkan ini.


...Apa Ia sengaja melempar sendok-garpu itu agar aku makan bekas sendoknya ?...


Dari tadi Kevin terus menatap nya.


Selsai makan, tangan Lala di tarik ke Kamar Mandi.


" Kevin apa ini ..."


BYUUUUR__


Badan Lala di semprot Shower Kencang. Ia masih memakai dress semuanya...


" Ke.. Kevin hen..hentikan " Lala mau menyentuh tangan Kevin tidak berani , cukup Lama Kevin menyemprot Lala.


"Kau harus menghabiskan sabun itu tanpa tersisa , bukan kau buang, tapi Kau sabuni tubuh kotormu sampai 100x ! juga pasta gigi itu harus kau habiskan, bukan kau buang , kau bersihkan mulut 100x lebih ! juga Pembersih mulut, sama aturannya . Kau tak ku ijinkan keluar sebelum kau menghabiskannya. " Tatap Kevin Tajam.


" Kevin tapi...! "


BLAK---


Kevin membanting Pintu kamar mandi, meninggalkan Lala .


Lala Keluar sudah memakai Dress berwarna putih berlengan sebahu dan panjang sebetis yang di siapkan di kamar mandi.


Kevin terpanah namun pandangannya di alihkan.


" Kemari " Ucap Kevin dingin memberikan tempat di samping nya.


Lala menurut.


" Kevin, aku bisa sendiri" Tolak Lala saat Kevin hendak mengeringkan rambutnya.


Kevin Tak menjawab, Ia mulai mengeringkan rambut Lala sebahu sampe benar-benar kering, terkadang Ia sengaja menyentuh tengkuk nya.


"Kevin , Aku mau bertemu Ayahku"


Lala mengiba setelah Kevin meletakan pengering.


"Ayah kamu di luar kota, kau bisa menelpon nya" Kevin menyisiri rambut Lala.


"Luar kota? baiklah"


Lala sama sekali tidak bisa protes, ia tau konsekuensinya, Ia harus selalu menurut.


"......hmmm" Lala menahan menguapnya.


" Apa kau tidak tidur semalam?" Geram Kevin.


" Aku tidur."


" Lalu mengapa kau masi menguap? kau membohongiku ? " Kesal Kevin


" Apa kau bermain sepanjang malam?"

__ADS_1


" Kevin hentikan ucapanmu " Lala menjawab tak suka.


Kevin hanya memendam kemarahannya.


" Baca itu dan cepat tanda tangani. " Tegas Kevin.


Lala membuka sebuah map kuning.


" Perjanjian Kencan Kontrak ?".


Lala membaca keseluruhan.


Kevin Saint Mariano, alamat xxxx , pekerjaan : xxxx , dalam hal ini sebagai Pihak Ke I (Satu).


Lala Clarisaa, .... .... sebagai Pihak Ke II.


Alen Sergio ( Ayah dari Lala Clarissa ), .... .... sebagai Pihak Ke III.


...... Telah Bersepakat :...


1.Pihak 2 harus selalu mematuhi Pihak satu.


2.Pihak 2 tidak boleh menyentuh Pihak 1 apapun alasannya,


3.Pihak 2 dilarang bertemu lelaki tanpa sepengetahuan Pihak 1,


4. Pihak 2 dilarang menemui siapapun yang di kenal Pihak 1, kecuali ...


5.Pihak 2 harus menyembunyikan hubungan dengan Pihak 1, baik di lingkungan kampus, Kantor Pihak 1, maupun Rumah Keluarga Besar Tuan Besar Pihak 1...


6.Setiap 3 hari dalam seminggu, Pihak 2 harus menghadiri Kencan dengan Pihak 1, kecuali ...


7.Setiap pagi Pihak 2 harus menemani Sarapan Pihak 1,


8.Pihak 2 harus bekerja di Kantor Pihak 1


....


Setiap Pasal memiliki nilai Point masing-masing. Setiap memenuhi deadline, Pihak 2 mendapat tambahan hadiah Point sesuai ketentuannya.


Setiap Pihak 2 melakukan kesalahan, atau mencoba kabur semua kesalahan bisa mengurangi Point dan berlaku hukuman tambahan yang akan dibebankan Kepada Pihak 3 ( Ayah Lala Clarissa) dan Pihak 2 .


....


Glek ---


Lala menelan air liur nya. Ia menandatangi nya kertas bermaterai itu dengan gemetar.Lala menyetujui semuanya asal Ayah nya baik-baik saja.


" Kevin ... Aku sudah menandatangani nya. "


...Apa aku tidak akan bisa melarikan diri se umur hidup? apa itu artinya aku tak boleh menikah ?...


Kevin melihat jam dan berdiri.


" Kemari...".


Lala ikut Berdiri.


Kevin mendekap nya Lama.


"Apa Johan Kasar terhadap mu ?" Ucap Kevin


"Apa Ia menyakiti mu? " Tanya Kevin lagi.


" ... Johan ... " Lala belum menyelesaikan kalimatnya sudah di Potong Kevin.

__ADS_1


__ADS_2