Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 20 : TAKDIR DI LUAR KENDALI KU


__ADS_3

Selasa pagi.


"Mah, doakan ya !" Johan mencium pipi Tiara.


"Mama pasti mendoakan Johan, kabarin ya, semangat!" tukas Tiara memberikan cincin Keluarga Lewis.


"Semoga berhasil!" seru Tiara menyemangati sang putra.


----Di jalan.


Pria bermata tajam itu mengendarai mobil dengan gelisah, bolak-balik melirik buket bunga yang telah dipesannya dari pagi.


Pintu kos Lala masih tertutup rapat. Ia menyiapkan diri kalau sampai Lala menolak lamarannya.


Dilihat jam tangan masih menunjukan pukul 7, pria berambut coklat turun dari mobil sedan hitam dengan membawa bunga yang masih sangat segar. Ia mengembangkan senyumnya, membayangkan Lala mau menerima, apa Ia akan langsung memeluk dan menci um bibirnya? bibir Lala menjadi candu karena hastratnya tidak pernah setinggi itu pada ratusan gadis yang pernah dipacarinya.


Saat akan mengetuk pintu, kamar itu terbuka. Keluarlah Bella dengan tas belanja. Johan melirik ke dalam dilihatnya Lala masih tidur.


"Jo pagi amat? jagain Lala ya, aku mau ke pasar, " perintah Bella buru-buru meninggalkan kos.


Pintu kamar ditutup. Lelaki itu menguncinya tanpa sadar, entah apa yang dilakukannya. Johan berjalan meletakan bunga di nakas, jantungnya semakin berdebar kencang saat menghampiri Lala.


Baju Lala sangat tipis dengan celananya sangat pendek, kulitnya putih bersih semakin menggodanya. Terlebih kancing atas Lala lepas dan tersingkap menampakan sedikit sembu'lan daging yang membuat tangan Johan panas dan gatal ingin menyentuhnya.Johan menaiki kasur kecil, "Kamu menghidupkan hari-hariku yang suram, La"


Inilah gadis yang kubawa kabur dengan segala cara dari hotel karena niat aku ingin mengerjai Kevin. Kevin dihukum Ayah Anton karena berita kelam Lala mencuat ke Publik, tentunya Lala disamarkan, dan aku sendiri yang membuat media masa menyerang perusahaan Kevin, tentunya tanpa sepengetahuan Kevin. Dan 4 tahun ke depan Kevin akan berada di Cambridge..


Karena kejadian kelam itu aku sering mengantar jemput Lala dan kami sering berpergian, kami menjadi semakin dekat selama 5 bulan ini tidak ada yang dirahasiakan, tapi sampai kemarin aku tahu Lala berbohong. Padahal aku sangat membenci kebohongan.


Pergi dengan siapa sampai larut? kenapa Kevin mengirimi Lala pesan?


Johan memandangi wajah polos Lala, Ia menyentuh bibir seksi dan dikecupnya pelan.


Dilihat lagi mata Lala masih terpejam. Johan kembali meng'ecup, aksinya ini membuat nafas Johan mulai memburu dan dirinya semakin bergejolak karena melihat Lala ternyenyak.


Johan selalu berhasil menahan bi'rahi demi ke*ormatan Lala. Entah kenapa hari ini dia sangat tidak kuat untuk menahan has*ratnya.


Johan bangun menyudahi tindakan be*atnya, tapi justru tangan gadis itu malah menarik dan memeluknya, memancing kesabaran Johan hingga pe*jaka itu kehilangan akal sehatnya.


...Kamu menikmati dalam tidur ?...


Perang pun berhasil dimenangkan lelaki itu. Markas Utama banjir dengan air kehidupan, sampai air kehidupan itu tumpah keluar karena tak cukup menampungnya. Ada bercak darah di sana, Johan tertegun sekaligus shock karena gadis itu ternyata masih pera'wan.


Berakhir pergumulan Johan.


Hasil perang Ia bersihkan dengan tisu secara hati-hati agar Lala tidak terbangun. Dirapikan kembali pakaian gadis itu seperti semula.


Di buangnya tisu-tisu bekas yang terdapat noda merah itu ke tong sampah yang terletak di ujung halaman kos, kini bukti-bukti kenikmatan itu telah di tutupi dengan tumpukan sampah.


Lala masih tidur, keadaan terlihat seperti awal semula saat Johan datang, seperti tidak terjadi apa-apa.


Dipandanginya cincin pemberian Mamahnya.


...S*it ! Aku menyerangnya !!...


Satu jam berlalu Lala masih asik tidur. Dan akhirnya gadis itu mulai bangun.


DEG

__ADS_1


"Jo??" menguap, Lala membuka dan mengucek matanya.


"Kamu disini? mana bella? Agh ... badanku!" keluh Lala meregangkan tubuhnya yang pegal.


DEG


Lelaki itu semakin membisu.


"Jo napa si diem, sakit gigi?!" Lala bangkit namun hampir jatuh. "Uhhh, perutku, sakit." ringis Lala bangkit menapaki lantai warna hitam menuju ke dispenser air.


"napa pinggangku juga pegel, mau mens atau kurang minum? soalnya kemarin aku cuma minum tiga gelas kan atau ginjalku bermasalah?" Lala bermonolog dengan dirinya sendiri, tapi Johan mendengarnya.


Lala merasa sangat haus, hingga Dirinya menghabiskan 3 gelas air putih. Ia heran kenapa Jo diam dan kelihatan murung.


"Eh bunga Ini untuk siapa? oh buat aku ya Jo? cu cu cuu baik banged abang Johan," Lala membaca kertas pada bunga itu yang teruntuk namanya. Ia menghirup bunga yang aromanya ternyata sangat menyegarkan. Dia menjadi semangat setelah pagi yang menyebalkan karena badannya remuk setelah Ia tidur jam 3 pagi karen ulah Kevin, dan Ia sampai harus minun obat flu.


"Hello Jo ! are you oke?" gadis itu lalu mendekati Johan.Lala mendoel-doel pipi pria melankolis itu. "Kenapa si? Ya sudah aku mau mandi. Kenapa diem terus si !"


Kesal ucapannya tidak ditanggapi, Lala mengambil handuk masuk ke dalam kamar mandi dan membanting pintu.


Blak !


Johan menelan kasar salivanya.


...Cuma karena tak menjawab, kamu marah. Bagaimana nasib kesalahan ku yang lain ......


Gemricik shower terdengar bercucuran, setengah jam berlalu ... Lala keluar dengan pakaian yang lebih sopan.


"Kemari, aku keringkan." pinta Johan.


Lala duduk memunggungi Johan, Ia memeriksa ponselnya, sedangkan Johan mengeringkan rambut Lala dengan handuk."Maafkan aku ,La."


Rambut sepunggung Lala sudah kering. Gadis itu berbalik menghadap Johan, "Kamu kenapa? cerita. "


Johan mengacuhkan pertanyaan Lala, di dekati wajah sedih Lala karena ulahnya. Dikecupnya namun gadis itu diam. Pemuda tampan itu mulai menciumi lagi tanpa balasan Lala. Johan tak gentar Ia terus bermain dengan bibir dan lidah Lala, cukup lama sampai gadis itu sedikit tergerak dan membalasnya.


Johan menyeringai, Lala membalasnya, walau terlihat terpaksa.


Gelora kejantannya kembali membara, Johan semakin larut dalam birahinya, badan semakin memanas menelusuri setiap inchi demi inchi leher jenjang mulus itu. Nafsunya sudah diubun-ubun.


Johan melawan hastratnya, Ia menahan dan mengembalikan kewarasannya saat gadis itu semakin terlihat kurang nyaman.


Diambilnya di saku celana, diraihnya tangan Lala dan dikecupnya pelan lantas pemuda itu memasukan cincin pemberian Mama Tiara.


Lala begitu terkejut.


"Aku tidak pandai berucap tapi aku berjanji dengan segala kesungguhan tenaga dan upaya untuk tidak mengecewakanmu. Aku melamarmu dengan cincin keluarga Lewis pemberian Mama. Aku Johan akan menjagamu sampai akhir hayat. Memang mendadak jadi maukah kamu menjalani hari-hari bersamaku? jadilah istriku, Clarissa." Ucap Johan bersungguh-sungguh.


_____*____


Tok-


Tok-


Pintu terbuka .


"Kamu yang masak La , hari ini ." Titah Bella menatap dua orang yang duduk bengong kaya orang bego.

__ADS_1


"Oke "


Lala dan Bella masak, Johan menunggui, tapi Lala belum menjawab lamarannya.


Sampai makanan matang, sampai mereka makan bersama, Lala cuma memandanginya.


Sampai Akhir sekalipun Johan tidak mempunyai keberanian untuk jujur dengan sikap pengecutnya.


Johan benar-benar meninggalkan kos itu tanpa berterus terang dan tanpa berani meminta jawaban.


----x------


Di kediaman Lewis.


Tiara curiga dengan putranya yang sangat aneh semenjak pulang .Johan langsung masuk kamar mengacuhkan Kakek Lewis, Papanya dan Mama Tiara.


"Ada apa anak itu, gak biasa-biasanya." gusar papanya Johan.


"Aku temuin dulu, Pah ..."


Mama Tiara cepat-cepat ke kamar.


"Jo, sayang," Tiara mengelus-ngelus punggung putranya.


"Kamu sudah mencoba Jo. Tidak apa, setidaknya kamu sudah mencoba." Tiara menguatkan hati putranya yang pasti ditolak Lala.


"Jo, pengecut Mah." Ucap Johan memukuli kasur, Ia masih menenggelamkan wajahnya di selimut.


Bersambung...


Bagaimana perasaan Lala sebenarnya?


Loh bukannya dilamar Kevin?


Kok dilamar Johan?


Jadi kalian mau Johan apa Kevin atau gak dua-duanya ?


________x______


Terimakasih teman-teman sudah mampir, Tinggalin jejak ya biar Author makin semangat , dengan like, favorit, vote, komentar, kritik, saran , kaluu bisa di marahin saja Author nya heheh


Semoga Pembaca Budiman selalu sehat , bahagia, senang, happy.


Semoga Pandemi ini cepat berakhir. Aamiin


Semangat semangat ya.


jangan pernah sedih .


Makan tepat waktu.


Tidur tepat waktu.


Beribadah Tepat waktu.


Bangkit Tepat waktu

__ADS_1


Semangat semangat semangat semangat semangat semangat Caiao


Love Love Love Love Love Love


__ADS_2