Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 52 : PERSIAPAN KEPERGIAN LUCA


__ADS_3

"Lepaskan!" ucap wanita itu menoleh kebelakang, Ia melihat tasnya di tahan tangan lelaki yang seumuran dengan anaknya.


"Anda! benar-benar keterlaluan, ya! bagaimana bila itu mengenai pacar saya!" kesal Kevin pada wanita yang lebih tua darinya.


________________________________________


"Kevin, hentikan! dia mamahku!"


Kevin yang berdiri di belakang Lala, melepaskan tas wanita paruh baya dari tangannya. Tas itu jarak sejengkal di depan wajah Lala.


"Mari kita duduk dulu tante, kita bicarakan dengan kepala dingin," ucap Lala dengan sopan berusaha mencairkan ketegangan itu, sambil memegangi perutnya.


"Sayang!" seru Kevin tak terima.


Orang-orang yang melihat keributan kembali pada kesibukannya masing-masing, sementara pengawal kembali pada posisinya.


"Mamah baik-baik saja?" tanya Guskov.


"Tentu, siapa si yang berani melawan mamah?" kata Mama-Guskov tak gentar seraya menarik tangan putranya duduk berhadapan dengan dengan gadis muda yang menggunakan dress biru dengan perut tengah hamil.


"Sayang ini hanya salah paham kan? ayo coba jelaskan," tanya Lala lembut pada Kevin.


"Ah apa si?" jawab Kevin keberatan, matanya menatap tajam Guskov.


"Sebentar, aku sepertinya kenal kamu. Bukankah kamu yang malam itu ya? kamu ingat aku gak??" tanya Guskov pada Lala.


"Kamu bertanya padaku?" ucap Lala meyakinkan diri. Pemuda itu mengangguk.


"Maksud kamu malam apa? maaf, tapi aku tidak tahu kamu," jawab Lala yang merasa tidak mengenali cowok di depannya.


"Guskov, kamu bisa jelasin ke mamah? ada apa ini? siapa dua orang gundul itu?" tanya mamah-Guskov.


"Mama maaf! Kenalin dia, Kevin, teman satu kampusku. Lalu dua orang botak itu pengawalnya Kevin. Jadi kejadian tadi nggak seriusan kok mah," ucap Guskov nyengir kuda.


Mamah-Guskov menatap putranya itu dalam, "Kamu ini, sudah berapa kali mama ingatin, jangan suka bercanda!"


"Aauw! sakit Mah" ringis Guskov saat mamahnya itu mencubit pinggangnya dengan keras.


"Tante Rumi ..." celetuk Lala tanpa sadar.


Rumi dan Guskov yang mendengar itu menoleh ke asal suara.Kevin pun memandangi Lala.


"Tadi siapa yang memanggilku?" tanya Rumi memastikan.


"Dia mah," tunjuk Guskov menunjuk Lala.


"Tante, saya Lala! kita pernah bertemu di Mall terbesar di negara Kepulauan, Anda tak ingat saya?"


"Lala? Lala mana, ya?! kok bisa tau nama saya? sebentar ... " ucap Rumi sambil berpikir-pikir.


"Jadi kamu Lala? apa kamu tidak ingat aku? aku telah meminjamkan jaket dan juga menolongmu malam itu," ucap Guskov.


"Guskov!".Kevin menggelengkan kepala, melarang Guskov berbicara lebih jauh.


"Aaaagh!" jerit Lala memegangi kepala yang tiba-tiba sakit.


"Kamu tidak apa-apa? kita pulang saja ya," tanya Kevin khawatir bila trauma pacarnya kambuh.


"Aku tidak apa-apa," jawab Lala masih memegangi kepalanya.


"Kamu sedang hamil, apa kita perlu ke dokter memeriksakan sakit kepalamu?" tanya Rumi pada Lala.


"Tidak tante, ini sudah mendingan, tante nggak ingat saya? saya yang saat itu tak bisa berbicara karena baru operasi rahang. Anda bahkan menawarkan saya makanan jepang," kata Lala.

__ADS_1


"Oh kamu yang saat itu bersama laki-laki bernama Daniel? benarkan?! soalnya yang saya ingat nama Daniel, karena namanya sama dengan anak teman saya."


"Iya benar saat itu saya dengan Chef Daniel."


"Wah kita bisa ketemu lagi. Dan ini di luar negeri. Sepertinya, kita jodoh ya Nak?!"


"Iya tante, sunggguh tak masuk diakal. Dari dunia seluas ini, mengapa bisa kita bisa bertemu di sini ya, Tante? Tante Rumi tinggal disini?"


"Hm, rumah di sini ditinggali putra tante, ini. Tante harus bekerja keliling negara, ini sangat melelahkan dan juga membosankan. Ayo mampir ke rumah tante!" keluh Rumi.


Lala memandangi Kevin yang memasang raut wajah tidak suka.


"Maaf ya, Lala? saya tidak tahu jika ini kamu. Kau terlihat sangat berbeda sekarang, saya sampai tidak mengenalinya. Kamu makin cantik," goda Rumi sambil tertawa kecil.


"Tidak apa-apa tante," senyum Lala.


"Daniel??" tanya Kevin pada Lala yang terus mengamati percakapan dua wanita itu.


Kapan Lala bertemu dengan Mamahnya Guskov? di Mall? bersama Daniel? Batin Kevin kesal.


"Lala berapa bulan usia kandungan mu?"


"Empat bulan tante,"


"Jadi, Kevin suami Lala ya?" tanya Rumi.


Kevin dan Lala tersentak saling berpandangan, sedangkan Guskov menautkan alisnya bingung.


Kring


Kring


"Sebentar, ada telepon," ucap Rumi lalu meninggalkan mereka yang masih saling diam.


"Ayo, pulang," tegas Kevin menarik pelan Lala.


Guskov yang ditinggalkan begitu saja, jadi bingung. Mengapa gadis yang di tolongnya itu Hamil? Bukankah malam itu dia berhasil menolong Lala sebelum preman itu menjamahnya?. Ah jangan-jangan Kevin telah menghamilinya! Tak disangka, diam-diam Kevin menghanyutkan. Tapi, Kevin belum menikah, apa mereka menikah sembunyi-sembunyi?


...**...


Di Rumah Clarkson Road. Dua orang manusia yang baru masuk rumah itu saling beragumen.


"Sayang aku perlu menelpon ayah, aku tak bisa menyembunyikan kehamilan ini. Tolong aku, sayang. Aku tak kan lari darimu, biar aku menelpon Ayah."


"Apa kau tak bisa menyembunyikannya sampai anak ini lahir sayang?"


"Nggak bisa. Pasti ayah akan sangat kecewa. Aku tak bisa melihat kekecewaannya, Kevin? aku tak akan bisa menahan rasa bersalahku, nantinya. Ayah harus segera tahu."


"Bagaimana bila dia memaksamu menikahi Johan? kau akan meninggalkanku!?"


"Pegang janjiku! aku tetap akan bersamamu, sayang. Tolong percaya padaku, biarkan aku menyelesaikan ini dengan ayah dan juga Johan."


"Tolong percaya padaku sayang," ucap Lala lagi.


"bukankah arti cinta sesungguhnya itu belajar untuk saling mempercayai?" tanya Lala.


"Aku mempercayaimu, tapi aku tidak bisa mempercayai mereka."


"Termasuk ayahku?"


"Ya."


"Please dengan sangat aku mohon, aku harus menelpon Ayah! Kau tidak lihat bagaimana pertanyaan tante Rumi kepadaku? aku stress menghadapi situasi ini!"

__ADS_1


"Kau kan bisa berbohong. Atau Mari kita menikah saja, selesai kan masalahnya!?"


"Sayang tolong, aku ingin sekali berbicara dengan Ayah dulu ... Ah! " ucap Lala tidak jadi melanjutkan kalimatnya, Ia mulai terisak dan menghela nafasnya kasar, kemudian meninggalkan Kevin di ruang tamu. Usahanya lagi-agi gagal membujuk Kevin, sia-sia!


...**...


Kevin di ruang kerja, dia menerima telepon dari Asistennya.


"Tuan, ada berita penting soal Tn.Luca."


"Berita apa?"


"Tn.Luca telah memesan penerbangan ke Cambridge untuk besok sore, ini benar-benar mendadak dan Tn.Luca akan menemui juniornya, arsitek ternama yang sedang naik daun. Tapi, kemungkinan Tn.Luca akan menemui Anda di rumah."


"Apa? Sial! Berapa lama dia akan menetap disini?"


"Kemungkinan satu minggu, Tuan."


"Kau cepat terbang kemari,"


"Baik Tuan."


...**...


Di sisi Lain di Negara Kepulauan. Di kantor perusahaan Luca.


"Ris," ucap Luca mengalihkan pandangannya dari Komputer kerjanya.


"Ya, Tuan," Jawab Haris yang juga beralih dari laptopnya, Dia yang tadi di sofa kini berjalan menghampiri Bosnya.


"Sudah kau bereskan semua untuk besok sore?"


"Sudah, Tuan."


"Kau awasi perusahaan selama saya di sana. Langsung laporkan kondisi sekecil apapun realtime."


"Siap, saya akan mengawasinya dengan baik."


"Kamu sudah menemukan Benjamin?"


"Benjamin? anak buah Tuan Besar itu masih belum di temukan. Terakhir yang Benjamin laporkan saat Nona operasi rahang."


Kami mendatangi tempat tinggalnya, dia tinggal sendiri. Cctv merekam kepulangannya terakhir adalah tiga bulan lalu, setelah itu, dia tak pernah pulang."


"Apa kamu mencurigai seseorang yang mungkin mengganggu Lala?"


"Masih belum. Hanya saja, ternyata Nona, dulu sering mendapat Bullyan di kampus. Para wanita membully Nona karena Lelaki incaran mereka adalah teman dekat Nona. Lelaki itu bernama Johan.


Johan itu juga adik kelas Tn.Kevin, di SMA Mentari. Johan dan Tn.Kevin dulu sangat dekat. Sampai suatu hari terjadi konflik diantara Tn.Kevin, Johan dan Nona Lala, tepatnya sepuluh bulan yang lalu.


Sejak itu, Tn.Kevin dan Johan 'tidak pernah saling berbicara."


"Johan? teman dekat Lala?? kenapa aku baru tahu ..."


bersambung . . .


____________________________________


Hai Pembaca yang Budiman terimakasih telah membaca Bab ini.


Simak BAB selanjutnya🔍


Tinggalin jejaknya ya supaya Author semangat untuk update kisahnya, bisa dengan : like, koment, vote, atau tambahkan ke daftar bacaan favorit kamu ! 😘

__ADS_1


Author sangat mengharapkan kritikan dan saran kalian soal kekurangan novel ini.


Sekali lagi terimakasih ! semoga hari kalian selalu menyenangkan.


__ADS_2