Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 150 : BABY VINO


__ADS_3

Lala seakan menghilang ditelan bumi, semua orang mencari keberadaan Lala, mereka tak pernah menemukannya.


Kevin, Johan, Luca bahkan Ayah Alen tak ada yang tahu keberadaan Lala.


Dua tahun berlalu, Kevin masih berduka dan tak semangat. Satu, karena kepergian Lala. Dua, karena Anton serangan jantung dan meningalkan Kevin selamanya.


Alen telah hidup bebas, karena tugas dan perjanjian dengan Kevin pun telah selesai.


Bella menetap di rumah pemberian Kevin dan salah satu perusahaan di London diberikan kepada Edric yang ditangani Bella sementara, sampai Edric siap menjalankan.


Richie yang belum kembali ingatannya, mencoba mencari cara untuk membuka ruang kerjanya tanpa meledakan ruangan, dia benar-benar penasaran dengan isi ruangan itu.


Gugatan cerai Lala pun telah disetujui Kevin dan dikirimkan ke tempat Richie.


Luca menikah dengan seorang janda beranak satu karena permintaan Papa. Dan itu pun Luca tak pernah bisa memberikan nafkah Batin, karena hatinya sudah terpasung untuk Lala. Dia tak pernah menjamah wanita manapun termasuk istrinya, Zaya. Dia fokus mendidik anak tirinya untuk meneruskan perusahaannya di New York. Dan Zaya pun menyetujuinya, karena hati Zaya juga sama masih terkunci pada mantan suami.

__ADS_1


Anton yang kondisinya memburuk sejak kepergian Lala, dan karena itu Luca berharap pernikahannya dengan Zaya bisa membuat papa akan membaik kondisinya. Nyatanya papa tetap terkena serangan jantung dan meninggal enam bulan sejak kepergian Lala.


...🇵🇱🇵🇱...


Di negara Kepulauan, di sebuah dusun, Lala berbaur dengan ibu-ibu di bawah pohon besar, tengah mengamati putranya yang baru bisa berjalan sendiri.


Vino, namanya, Lala sengaja memberikan nama itu, nama yang tidak jauh-jauh dari papanya. Putranya sangat lucu dan riang. Dia melangkah dengan kaki mungilnya berusaha menahan keseimbangan menghampiri para ibu-ibu yang terus memangil-manggil Vino, merebutkan menangkap Vino.


Mereka sangat menyukai Vino, terlebih mereka selalu menyebut 'anak bule' karena Vino mengikuti wajah buyutnya, yang pernah Lala lihat. Sama sekali tak ada wajah asianya.


Lebih beruntung Lala, karena bapak-bapak disitu bukan tipe mata keranjang, justru mereka ramah dan sopan. Lala sangat betah tinggal di kampung.


Berita wanita berumur 42 tahun terlihat masih awet muda itu menggemparkan kota itu, bahkan mereka mengira Lala masih anak kuliahan.


Mereka mencoba meminta foto dengan Lala, tapi Lala menolak dengan halus. Para ibu-ibu pun juga bertanya-tanya apa tipsnya. Lala juga tidak tahu harus menjawab apa, ia hanya rutin olahraga dan makan sehat seperti kebiasaanya dengan Kevin.

__ADS_1


Orang-orang memuji lengan dan pinggang Lala yang ramping dengan pantat dan payudara kencang dengan bentuk indah. Bahkan para ibu-ibu kadang suka ingin melihat perut ramping Lala, walaupun ada bekas operasi cesar tergurat, justru nampak semakin indah menurut mereka.


Tak ayal karena viralnya Lala, kepala kampung membuat sebuah wisata mengandalkan ketrampilan para warga dan juga bantuan dana yang besar dari Lala, membuat orang-orang semakin menyukai Lala.


Ya, Lala memiliki tabungan dari uang ayahnya yang telah dikumpulkan bertahun-tahun, yang memang diplotkan semua ke Lala. Dan itu sudah Lala alihkan pelan-pelan ke rekening berbeda, sampai tak ada yang bisa melacak kepergian Lala.


Desa itu pun menjadi desa wisata, Lala mengajarkan beberapa ketrampilan masakan asing, bahasa Asing, bahkan olahraga ataupun ia lakukan atas dasar pengalaman hidupnya. Dia betul-betul ingin menggerakan kampung itu lebih maju, dia ingin berbagi kebahagiaan.


Masyarakat di kota itu benar-benar merasa keberkahan dari kedatangan Lala. Warga jadi berlomba-lomba membuka kafe dan memodifikasi menu makanan, membuat tempat wisata dan Lala menjadi pembicaranya, dengan satu syarat tidak boleh ada yang mengambil gambar.


Para warga begitu menyayangi Lala, bila ada yang berani mengambil gambar Lala diam-diam,mereka langsung menegur dan menghapusnya sampai gambar itu tak bisa di restore.


Satu yang membuat Lala bingung, Vino memanggil-manggil papa. Terkadang Lala memasang kumis palsu dan peci hanya berusaha menghibur Vino, tapi sepertinya bayi itu tak bisa di bohongi.


"Ba..pa... Bpa..pha." Vino terus berceloteh dengan bibir mungilnya dan mata tajam yang berseri-seri berjalan selangkah demi langkah menghampiri sang Mama. Dua tangannya bergoyang-goyang, membuat berdirinya Vino tidaj seimbang dan akan terduduk lalu ditangkap Lala. Dia mengangkat putranya, menggosok-gosok hidung Lala ke perut mungil bau khas bayi itu. Dan bayi itu tertawa kegelian khas lucu membuat semua ibu-ibu disitu ikut terbawa dalam tawa kedamaian.

__ADS_1


__ADS_2