
Algio sadar dari pingsan, dia teringat video Lala.
'Bagaimana bisa Lala berbadan besar? Apa Johan telah menikahinya,?
Kau terlihat di luar negeri?
Bertahanlah ... Ayah akan pulang.
Aku akan memiliki cucu.Batin Algio terharu.
Dulu Algio kecewa, tapi sekarang putrinya terlihat bahagia, pasti karena Johan.
Tapi kenapa dia kejang, apa cucu dan putriku selamat. Alam lindungilah mereka.
...**...
Di negara Kepulauan.
Rumi telah selesai makan siang dengan kliennya di sebuah restoran besar.
"Kamu, Rumi Alena?" tanya seorang pria.
"Ya, saya Rumi."
"Apa kau melupakan aku? aku Anton seniormu!"
"Kak Anton Mariano?Ah masa!?" Rumi kegirangan.
"Cerdas! mari kita ngobrol! ada waktu?"
"Untuk kak Anton apa yang tidak! sebentar ya." Rumi beralih ke Felix, "Kerjaanmu menunggu, sana!"
"Baik, Nyonya. Saya undur diri." Felix memberi hormat dan berlalu pergi.
Mereka duduk di sudut restoran.
"Jadi bagaimana kabarmu Rumi, kamu justru terlihat semakin cantik di usia kita yang terus bertambah."
"Iyalah cantik, kalau tampan itu baru aneh kan?"
Anton tertawa lebar, masih saja Rumi pandai berkelakar seperti dulu. "Jadi suamimu dimana? kelihatanya kamu sibuk."
"Suami Rumi di London, kak. Ya beginilah sok sibuk saja, biar dikatakan orang penting," tutur Rumi sambil tertawa, diikuti balasan tawa Anton.
Pesanan makananpun tiba, Anton bergegas makan sembari mendengar cerita Rumi.
"Ka Sheril apa kabarnya kak?" tanya Rumi yang membuat Anton menghentikan makanannya dan diam cukup lama.
__ADS_1
"Apa pertanyaanku salah?" tanya Rumi lagi.
"Dia selalu baik-baik saja, bahkan tak pernah membutuhkanku." cicit Anton menghela nafasnya.
Hanya Rumi dan Sheril yang dekat dengannya. Sheril yang sudah menjadi istrinya selama 32 tahun, malah justru mengacuhkannya selama satu dekade.
"Aku berharap semoga kakak selalu hidup bahagia kedepannya. Bagaimana kabar Luca? anak itu pasti sudah dewasa ya."
"Benar, Jagoanku itu sudah dewasa. Sekarang sedang ku jodohkan dengan seorang gadis. Gadis itu mirip kamu saat muda, mungkin sekarang juga masih mirip, tapi sayang kedua orang tuanya tidak jelas."
"Jadi? Luca sudah mau menikah maksud kamu?"
"Menikah bagaimana, hah. Anak itu susah sekali. Selalu beralasan tak punya nyali melamar."
"Sama sepertimu dong kak, kakak menyatakan cinta sama kak Sheril aja, harus aku yang buru-buru. Jadi, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya?"
Mereka berdua tertawa lepas. Benar yang dikatakan temannya itu, pantas saja Luca tidak ada kemajuan, jadi anak itu menuruni sikapnya.
"Rumi bagaimana jika Luca aku jodohkan dengan Alea saja!?"
"Hukk! Huk! Uhuk! Uhuk." Minuman di mulut Rumi tumpah. Anton memberikan kain bersih dan membantu Rumi. Anton memanggil-manggil Rumi sampai beberapa kali.
"Maaf mas, aku pusing." Anton menawarkan berobat, Rumi tidak mau.
Dengan mulai terisak Rumi menceritakan Alea yang masih berumur satu tahun diculik saat pulang ke negara Kepulauan.
"Tak tahulah kak, penculik jauh lebih pintar, mereka bermain dengan orang dalam, semua penculik dan yang terlibat, kabur. Beberapa bulan setelahnya mereka tertangkap, tapi mereka bilang Alea di bawa kabur orang tak dikenal, ada yang bilang mereka melihat Alea di serahkan kepada seorang kakek dan katanya Kakek itu mati. Ini sangat rumit kak, jaman dulu cctv tidak sebanyak sekarang. Aku tidak tahu dimana Alea sekarang, apa anakku masih hidup atau tidak."
Anton memberikan sapu tangan miliknya, Rumi langsung mengeluarkan semua ingusnya ke sapu tangan dan mengembalikannya ke Anton.
"Tapi, beberapa hari lalu aku melihat kalung! kalung Alea! aku belum yakin, tapi kalung itu hanya di produksi satu di dunia. Tolong aku kak, bantu cari pemuda itu."
"Dimana kamu menemui pemuda itu?"
"Hotel terbesar dikota ini kak."
"Itu hotelku! hah kenapa kita baru ketemu sekarang si?"
"Tapi cctvnya rusak. Lalu mereka tak mau membocorkan data pengunjung pada Felix."
"Ya sudah nanti aku urus, kamu mau kemana sekarang? aku antar pulang?" tawar Anton melihat Rumi yang sudah tidak karuan. Wanita itu mengangguk. Anton Memapah Rumi ke mobil. Asisten Anton mengurus pembayarannya.
Tidak jauh dari situ, dua pasang mata wanita diam-diam merekam Anton yang tengah memapah seorang wanita, tentu saja dua pasang mata wanita itu terlihat terkejut lalu berbisik-bisik. Bagaimana tidak, itu suami Sheril. Sheril teman arisan mereka yang paling berkelas dan tak mau kalah, bisa dibilang sheril paling sombong, namun Sheril selalu baik kepada mereka. Tak ayal mereka juga baik pada Sheril.
...**...
Di Kota Cambridge.
__ADS_1
Parker menjemput Kevin pulang dari Kampus. Dalam perjalanan banyak laporan yang disampaikan Parker. Setelah tiga hari menjalani perawatan intensive, Lala sudah di rumah Lagi sejak kemarin.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Kevin dalam perjalanan.
"Pelakunya pelanggan toko bunga yang dibayar 500 poundsterling oleh pemberi racun. Wanita itu bercerita, seminggu sebelumnya, dia bertemu dengan empat pria dengan wajah yang ditutupi. Mereka memberikan coklat itu sekaligus uang kepadanya, lengkap dengan perintah dan ancamannya. Wanita ini terus diawasi dari jauh, sejak saat itu. Namun si pemberi racun pintar, mereka tak tertangkap kamera cctv," jelas Parker lagi.
"Lalu, kau apakan wanita tua itu?"
"Dihabisi, tuan."
"Bill, urus persyaratan pernikahanku di negara ini."
"Tapi, Tuan, "
"Diam kau Bill" berang Kevin menendang dengan keras jok kemudi, membuat Parker nyaris tergoyang kedepan.
"Aku tak mau tahu, pokoknya kau urus itu, dokumen dan semuanya."
Kevin diam sebentar.
"Lala mau menerima atau tidak, aku tak peduli. Ancam dengan perjanjian yang lalu, Kencan kontrak atau kontrak tinggal bersama. Aku tak peduli.
Kau harus menyiapkan pernikahanku minggu ini. Undang mereka, ayah juga, bila perlu mama Sheril. Ah sial"
"Tuan, "
"Jangan habiskan kesabaranku Bill!"
"Kehamilan-MoMo Nona, apa tak bahaya?"
Kevin menempelkan kepalanya ke jok kemudi. "Tidak boleh ada yang membawa Lala dariku. Johan dan Luca semakin menyebalkan. Tidak akan ada bahaya setelah aku menikahinya, sekalipun itu kehamilannya."
"Mereka mungkin tak akan berani, bila mereka tau posisi Tuan, apa Black Lion akan terancam naik kepermukaan,Tuan?"
"Tidak. Kau meragukanku?"
"Saya selalu mempercayai keputusan Anda."
"Lion tidak akan pernah terlacak, sekalipun aku mati."
"Baik saya akan mengurusnya hari ini. Apa nanti malam, Anda pulang ke rumah?"
"Tidak, Aku akan menemani Lala malam ini. Cari Rumah baru yang lebih besar. Aku mau membuat papa-mama kaget. Kau hubungi Lyra, dia tau tugasnya."
"Lyra Megumi, Tuan? bukannya dia sudah dipecat?"
"Gunakan otakmu bodoh! memang ada Lyra lainnya?"
__ADS_1