Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 12 : Mr. LEWIS MARTIN


__ADS_3

Dressnya biru Lala dikurangi setiap 12cm di potong dengan pecahan beling hingga menembus kulitnya,


Dimulai dari betis sampai kini sudah mulai menampakan paha putihnya, sprei putih mulai terbaret-baret dengan goresan darah.


"Membosankan ! kita pindah ke atas" Pria itu mulai memotong gaun bagian sisi atas, mulai kedua lengan panjangnya disay*t sampai kedua lengannya sudah te'lanjang.


Pria kejam itu menyay*t gaun bagian pundaknya, gaunnya di sisi atasnya sudah tertanggal di perut langsing Lala.


Tertampang Linggeri merah yang kontras dengan kulit putihnya. Tetesan darah dari pundak dan lengannya membasahi Linggeri dan dress yang masih menutupi perut sampai ke paha.


Raungan rintihan kesakitan Lala membuat penjahat itu semakin semangat.


Penjahat itu mulai berhastrat memandangi tubuh penuh say*tan, penuh bekas ca*bukan dan noda darah.


Kemeja penjahat yang masih menggantung di tubuhnya, di lepaskan di buang begitu saja. Badan penuh tato itu sungguh sangat mengerikan. Apa Ia benar-benar manusia !


Dengan mata kalapnya Ia memulai melepaskan ikat pinggangnya, Ia membuka kancing celana jeansnya, Ia menurunkan resletingnya, diturunkannya jeansnya yang sudah penuh baretan noda darah Lala.


Manusia Biad*p itu mengambil botol lain di meja, Ia meminumnya memandangi raungan rintihan yang sangat memekakan telinga itu. Penjahat itu tertawa menggema.


Ia berjalan menghampiri gadis yang mulai mabuk tapi masih merasakan kesakitan itu.


wzzzzzzzz-


Penjahat menuangkan semua w*ne itu di sekujur tubuh Lala, membuat gadis itu semakin keras meraung-raung semakin merasakan perih di sekujur lukanya. Lelaki Sial*n baru memegang cdnya dan akan melepasnya....


Blakkk____


Pintu di hantam Keras


Dooorr------


DORRRR-----


Tembakan mengenai semua kaki Penjahat yang yang sedang berdiri itu. Penjahat menatap tajam Johan.


Lala yang masih berteriakmeraung-raung perih kesakitan.


Petro membius penjahat.


Johan pikirannya kalut saat menatap Lala penuh Luka, dan basah kuyup oleh wi*e dan darah, melihat luka-luka terbuka.


"Cepat Hamar, kita tak punya waktu" Teriak Petro pada Johan(alias Hamar).


Dengan sedikit gemetar Johan memakaikan masker anti Klorin ke wajah Lala.


Johan terpaksa menutupi Lala dengan handuk putih besar, walaupun penuh sayatan dan luka terbuka, Ia terpaksa.


Mereka keluar dari ruang itu. Ada seorang musuh mendatanginya, Petro melawannya. Johan terus berjalan cepat menggendong Lala yang tidak bisa diam dari raungannya memancing musuh keluar. Beberapa bala bantuan datang setiap musuh mecegatnya, sampailah Johan di depan mobil yang mau di naikinya.

__ADS_1


Dorrr-------


Doooorrrrr---


"Cepat !" Teriak Team Johan .


Mereka sudah menaiki mobil saat senapan mesin terus memborbardir mobil Anti Peluru itu.


Mereka keluar dari pelataran Markas Musuh, dengan kecepatan tinggi dalam 10 menit mereka telah sampai di depan Helikopter.


Johan menggendong Lala, kakinya mulai terasa berat saat menaiki Helikopter.


"Cepat-cepat" teriak Team Johan .


"Anda tertembak Tuan," Dokter Wanita memberi pertolongan pertama pada lengan kanan Johan dan kaki kiri Johan.


Dokter sudah meminumkan obat antinyeri pada Lala, mensterilkan dan memberi pertolongan pertamanya.


Johan terus menatap Lala yang teriak histeris meraung merintih kesakitan, dua kakinya, dua tangan pundaknya penuh say*t cam*ukan. Tangan Lala masih di borgol, belum bisa di lepaskan karena tidak ada alatnya di Heli.


Handuk putih yang menutupi tubuh Lala mulai penuh darah, sama seperti apa yang Jo lihat di kasur kamar juga penuh noda darah tak beraturan.


Bau Darah dan Wine jadi satu, rambut dan sekujur tubuh Lala yang basah karena minuman itu masih di tutupi kain.


______X______X_______X_______


Tiga hari kemudian.


"Bagaimana kondisi gadis itu?" Tanya Grandpa Lewis menepuk pundak cucu nya yang tengah duduk di kursi taman rumah.


"Seperti itulah belum ada perkembangan," Johan tak bersemangat.


"Apa Kevin tau latar belakang ayah gadis itu?" Lewis duduk di sebelah Johan.


"Spertinya tidak tahu, Grandpa. Kalo tahu gak mungkin Kevin berani sewenang-wenang."


"Ada yang perlu aku beri tahu ke kamu, soal gadis itu," Sanggah Lewis menceritakan kehidupan anak buah terbaiknya.


"19 tahun lalu, Algio (Ayah Lala) tepat malam perayaan Negara S. Malam itu hujan sangat lebat dan ada petir, mobil Algio nyaris menabrak gadis mabuk. Algio juga sama mabuk, dibawa gadis itu ke kontrakan Algio.


Wanita itu sudah pergi saat Algio bangun, Ia belum memeriksa identitas wanita itu, lebih tepatnya tidak mau.


Dua tahun berlalu di sebuah Panti tempat yang biasa Algio datangi, seorang bayi perempuan sakit dan membutuhkan darah AB-


Algio dihubungi panti agar mencarikan gol darah tersebut, lalu Dia menyusul bayi itu ke Rumah Sakit untuk mendonorkan darahnya yang sama. Dokter malah memberitahu bahwa DNA mereka sama."


"Algio enggan mencarinya, wanita yang sudah memberikan hadiah besar itu. Algio memilih membesarkan putri nya sendiri.


Sampai tiga tahun lalu Algio terluka parah kehabisan banyak darah, dia mendapatkan transfusi darah dari putrinya.

__ADS_1


Sejak saat itu Algio mundur dari dunia gelap dan menjauh memilih hidup dengan putrinya."


"Maksud Grandpa Lala masih memiliki Ibu?" tanya Johan tak percaya.


Lewis tersenyum dan menepuk-nepuk bahu Johan.


"Kita jangan ikut campur, Algio pasti punya alasan. Dia orang cerdik karena itulah Ia Petarung dan Ahli strategi terbaik di dunia Gelap. Pria itu pasti sudah mengatur pertemuan mereka ( Lala dan ibunya) di masa depan."


"Tapi Lala Kasian," keluh Johan


"Kalau begitu beri dia dukungan atau pertolongan, sebatas itu. Jangan sembarangan mengambil keputusan soal hidup gadis itu tanpa seijin Ayahnya."


"Baiklah Grandpa, aku akan tetap menyembunyikannya. Apa Grandpa sudah tau siapa Ibunya?" Tanya Johan .


Lewis cuma tersenyum.


"Bolehkah Johan tau?" Johan penuh harap.


Lewis menggeleng-geleng tegas.


"Musuh mengawasi pergerakan keluarga kita Jo, kamu harus memanipulasi ini, Jangan sampai mereka tau Algio memiliki putri yang masih hidup."


"Baguslah Kevin mengirim Algio ke Tempat terpencil" Lewis tersenyum puas.


"Tunggu ya, sampai ku beri tahu siapa Ibu dari gadis itu." Ucap Lewis pergi meninggalkan Johan.


________X______X______x______


Siang itu Johan mengantar makan siang untuk Lala di Lantai 2, Dilihatnya Lala tengah duduk di kursi di depan jendela, temenung menatap keluar jendela.


Gadis itu harus memakai dress sepaha dengan model kemben sedada karena luka-luka sayatannya tidak memungkinkan untuk memakai baju yang lebih tertutup.


Lala mengacuhkan Johan, Dia sibuk dengan dunianya sendiri. Sergio pun tanpa sepengetahuan Kevin menelpon Lala untuk menghiburnya lewat ponsel Johan. Tapi Lala tidak ada respon selama 4 hari ini, tentu saja Ayahnya sangat sedih.Lelaki itu duduk di depan Lala, coba mengajak bicara gadis itu, nihil. Johan menyuapi Lala yang hanya habis 4 sendok makan.


Pria dengan tinggi 192 cm itu mengambil SALEP TERBAIK untuk luka Lala, Johan mengoleskan lagi di lengan kiri, kanan Lala, di bahu kanan-kirinya, di paha sampai di betis dan tulang keringnya.


Johan duduk di Lantai memandangi gadis itu, mengolesi pada Lukanya yang mulai mengering, namun psikis Lala... masih terguncang. Ia belum mengeluarkan sepatah katapun semenjak malam kelam itu.


Sebuah bekas cambukan yang parah dan dalam di kaki Lala, begitu membuat amarah Johan mendidih.


Setiap malam Johan tidur di Sofa kamar ini karena paling sedikit 4x dalam semalam Lala selalu bangun dari mimpi buruk yang membuatnya terus berteriak ketakutan, meraung dan terlihat kesakitan.Lala harus mengkomsusi obat antibiotik dan penenang dosis tinggi beberappa hari ini.


Diajaknya gadis itu duduk di kursi roda, diajaknya jalan-jalan mengitari rumah. Johan juga menceritakan banyak cerita soal kehidupan Johan.


Sampai cerita soal Ibunya yang selalu memarahinya, menjewernya, anehnya saat Lala mendegar cerita soal ini terkadang Lala menagis, terkadang sedikit tersenyum sangat tipis.


"Apa kamu meindukan Ibu mu Lala?" Johan menghentikan kursi roda itu di taman.


Lala mengangguk, itulah respon pertama nya setelah empat hari ini.

__ADS_1


_____x_____x______


__ADS_2