Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 69 : KLAN BEE


__ADS_3

Lewis membawa Hans ke markas, mereka telah mengintrogasi penanggung jawab Markas Bee di kota A.


"Sial kau! bagaimana bisa kau kecolongan!" teriak Lewis seraya memukul Axel.


"Tuan muda menyusup, dilihat dari cctv dia mengancam sang pilot lalu membius penjaga atas." Axel dengan masih meringis babak belur memperlihatkan layar laptopnya.


"Apa papa tak bisa menghubungi sang pilot? Sial! Dia mau mendarat dimana!" Hans bolak-balik terus menyalahkan sang mertua.


Lewis meminta daftar tempat kemungkinan Johan mendaratkan jet pribadi, Lewis kesal sendiri karena bahan bakar selalu terisi penuh, itu pasti cukup sekali jalan ke wilayah Cambridgeshire.


"Perintahkan Bee menyusup dan berjaga di beberapa wilayah, Sial! Apa Johan sedang menabuh genderang perang!"


"Bukan itu pah! bagaimana nasib Johan, bila dia di serang!"


"Diam lah kau terus bercicit seperti anak ayam!" Lewi beralih ke Axel. "Dimana twenty? suruh dia masuk dan menggangu seluru jaringan penguasa Cambridgeshire, sebisanya"


"A-anu tuan, Tuan muda membawanya."


Tersentak Lewis dan Hans mendengar itu, tak menyangka Johan melakukan sejauh ini setelah kemarin sore Johan marah-marah mengancam akan bunuh diri. Lewis telah mengurungnya di kamar.Tapi anak itu berhasil kabur menyusup lewat jendela kamar dan berakhir membuat kekacauan ini.

__ADS_1


"Tapi Tu-tuan saya punya kenalan juga pandai meretas meskipun tak sepandai..."


"Cepat panggil!" titah Lewis memotong Axel, dia meninggalkan mereka dan beralih ke ruangan khusus pribadinya, entah apa yang akan di lakukan Lewis di ruangan yang penuh dengan alat-alat serba canggih yang tak pernah di masuki siapapun selain dirinya.


**


Anton duduk di sebelah istrinya di pesawat sedangkan Fabio duduk di kursi belakang. Mereka terdiam dengan pikiran masing-masing sampai Sheril membuka mulutnya, "Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Mengapa kau tanyakan itu ke aku? selama ini kemana saja kamu?!" Kesal Anton pada sang istri.


"Kau jadi menyalahkan aku mas? kau sendiri juga selalu sibuk dengan kerjaanmu!? bahkan kau yang mengirim Kevin ke kota itu!"


"Keterlaluan kalian, ini tempat umum ... masih saja ribut!" sela Fabio mencondongkan diri ke kepala mereka, Ia sangat malu orang-orang terus berbisik menonton pertengkaran orang tuanya.


Dia masih saja tak paham dengan pertengkaran Papa dan Mamanya yang membahas asal kekayaan Kevin. Bukankah kakaknya itu dulu sering memenangkan proyek di perusahaan papa karena otak jeniusnya, entahlah ... fabio tak pernah di rumah, Ia tak tahu urusan begituan. Yang Fabio tahu urusan minta ini-itu langsung ke sang mama.


**


Johan tak bisa tidur sepanjang perjalanan. Ia masih terus duduk di samping Twenty. Dua orang kepercayaan turut mengawasi Twenty, mereka memegang senapan di tangannya.

__ADS_1


"Berapa jam lagi?" tanya Johan.


"Tiga jam lagi, Tuan. A-anu Tuan Besar mengirimkan sinyal, apa kita tak menanggapinya?"


"Blokir saja! jangan biarkan Kakek mengacaukannya!"


"Ba-baik. Tapi daerah itu zona paling berbahaya, bukankah yang paling tahu seluk beluknya Tuan Besar. Nyawa anda terancam, bahkan akan menjalar ke keluarga besar ..."


" Diam!" Johan geram sudah menarik pelatuk dan mengarahkan ke kepala Tweenty membuat lelaki yang masih mengotak-atik laptop itu menelan ludah kasar.


Di mata tweenty, Johan terlihat mengerikan, makin hari terlihat semahir Algio.


Orang-orang mengira Algio yang akan memimpin Klan Bee selanjutnya. Terlebih Klan Bee berjaya sejak bergabungnya Algio.


Terlihat jelas kelihaian Johan berkembang pesat. Tetapi anak itu masih Labil terlalu membahayakan klan Bee yang sudah dibangun puluhan tahun. Padahal Tuan Besar Lewis dan Algio sudah susah payah sampai membuat Klan Bee pada puncak kejayaanya.


Bersambung ...


_______________________________

__ADS_1


Hai para pembaca setia aku punya Novel bagus buat kalian . Tinggalin jejak ya 😍



__ADS_2