Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 68 : MENUNGGU


__ADS_3

Malam itu Kevin tak berada di Istana, Alen sedikit menyusup mencari kamar sang putri malam-malam.


Tak disangka Alen, dua orang penjaga sedang menjaga sebuah kamar yang Alen yakini kamar Lala. Alen melemparkan sesuatu untuk mengalihkan, tetapi mereka tak bergeming. Penjaga itu justru menghubungi penjaga lain untuk mengecek.


Lucu sekali Batin Alen, untuk bertemu putrinya saja tak bisa leluasa. Alen kembali lagi ke kamar, terlalu banyak penjagaan di tempat ini. Dia harus berpikir lebih matang.


Sebuah kertas yang berhasil Ia sisipkan dibawa ke kamar mandi, Ia mulai memetakan denah Istana ini. Alen menyelipkan kertas itu di sudut dalam kloset di tempat paling tersembunyi.


Cctv di kamar, benar-benar membuat pergerakannya terbatas. Ia mulai merancang dan mengantisipasi segala kemungkinan tanpa membahayakan keadaan Lala, Ia masih memantau berusaha tak membuat Kevin curiga.


Terbaring di kasur, Alen menatap langit kamar mencari apa motif Kevin menikahi putrinya. Ia mengingat jauh kebelakang semua yang telah Kevin lakukan pada putrinya. Ini masih terlalu janggal, terlepas dari sikap manis Kevin pada Lala.


'Macan putih' dan 'Sang Legenda' terkenal lurus membantu orang-orang yang di peras para anak buah Mafia. Dia tak menyangka bos di balik 'Macan Putih' adalah orang yang selama ini berbuat ulah pada putrinya.


Mengapa hidup selalu membelitnya?


Mencari pola besar, menarik benang merah, apa tujuan 'macan putih'? Mengapa dia mendapat tugas melatih 5000 orang, apa ini tak bahaya?


'Ah Sial! kenapa identitasku diketahui Kevin! Apa anak itu menjeratku dengan cara menikahi Lala! semakin sulit membuatku terlepas dari pembunuhan dan darah yang selalu menyelimuti sisa hariku.'


**


Di tempat lain.


"Darimana saja kamu," tanya seorang wanita yang masih sibuk dengan buku dan laptopnya.

__ADS_1


"Bukan urusanmu," jawab Kevin dingin meninggalkan wanita yang semakin besar perutnya itu.


"Kau tak pernah pulang ke rumah dan terus mengurung ku, kau pikir aku peliharaan mu, sialan!"


Pria itu geram dan berbalik dengan cepat meraih leher wanita itu.


Wanita itu tertawa sinis sambil menepuk pipi Kevin, "lucu sekali! kau mau membunuh anakmu juga! silahkan!!!! brengsek! Cuih!"


Terlonjak wajahnya merah, Kevin mengelap liur wanita itu dari pipi Kevin.


Plak!


Kevin menampar keras dan membuat wanita itu terdorong kebelakang menghantam kursi, "Sudah berapa kali aku menyuruhmu menjaga sikap!"


Wanita itu terdiam mengepalkan tangannya menyaksikan punggung Kevin, dan berusaha duduk seraya mengelus kehamilannya.


"Kevin kau benar-benar brengsek! lepaskan aku sialan!! kupastikan keluargaku akan membunuhmu!"


"Ku tunggu," ucap Kevin tak mengalihkan pandangannya.


Tak berapa lama Kevin telah sampai di Bar terbesar di pinggir kota, di ruangan vvip bersama dengan dua orang lelaki lain ditemani gadis-gadis terpilih.


"Kau sudah mabuk saja, apa ada masalah?" tanya seorang yang bercelana selutut dan kaos tipis panjang warna putih.


Pria lain yang paling tua menimpali, "kau seperti tak mengenalnya saja, Richie. Jika ada masalah dia baru kemari."

__ADS_1


Richie yang tengah sibuk dengan wanita yang sedang menghibur di daerah kejantanannya sedikit melenguh keenakan seraya berkata, "Ayolah Bro, lupakan masalahmu kita bersenang-senang, aku akan memberimu harga khusus, kau membiarkan Hosan menikmati -semua wanita- sendirian."


"Bawa saja Kevin ke kamar, aku memiliki wanita baru yang masih perawan namun lihai dan aduhai," timpal Hosan lalu sibuk kembali mencumbu gadis di depannya.


Kevin tak mempedulikan mereka yang sedang disibukan dengan aktifitas bersama perempuan.


Richie yang telah meraih kenikmatan, memakai celana kembali dan menyuruh gadis itu pergi. Dia juga mengusir -dua gadis di kanan kiri- Kevin yang sama sekali belum disentuh. Sementara Hosan memilih keluar dari ruang remang itu bersama gadis yang di cumbunya.


"Whats up?" Richie mengelap tangannya dengan tisu basah dan duduk lebih dekat dengan Kevin, "Bukankah selangkah lagi akan berjalan mulus?"


"Ya, selangkah lagi."


"Tak sia-sia usahamu selama ini, bahkan ini lebih cepat dari yang kita kira."


"Apa dia akan aman?"


"Ayolah bro, jangan bilang kau jatuh cinta padanya. Tak sebanding. Kau hanya perlu mainkan taktik lain, begitu mudah bagimu setelah kau berhasil menguasai 5 wilayah itu. Pintar sekali kau, aku bahkan tak sabar menjajaki dunia yang makin terlihat kecil ini." Seringai Richie.


"Mamba, Viper, Scorpion, Bee, Wolf akan tunduk..." Seringai Kevin.


Bersambung ...


_______________________________


Hai para pembaca setia aku punya Novel bagus buat kalian . Tinggalin jejak ya 😍

__ADS_1



__ADS_2