
Siang itu seorang pria memasuki ruangan vvip yang katanya terbaik di rumah sakit ini, tapi ruangan dengan lantai marmer warna abu-abu muda ini tampak sempit bagi seorang Kevin yang terbiasa berkunjung ke rumah sakit terbesar dimana tempat biasa papanya dirawat.
Saat itu dia membawa Lala ke rumah sakit terdekat karena keadaan gadis itu parah. Setelah mendapat penanganan, Kevin berupaya memindahkan Lala ke rumah sakit lain yang lebih besar tapi di tolak Johan.
Untuk tidak bertemu dengan Johan dan Alen, lewat pengurus rumah sakit Ia mendapat kabar saat gadis itu sendirian, dan di saat itulah Kevin datang.
Seperti saat ini Lala sendirian terbaring. tubuhnya diselimuti selimut warna putih. Gadis itu terlihat tenang dalam tidurnya.Kevin mendekatinya.
Buket bunga Krisan putih diletakan diatas meja di samping ranjang pasien.
“Lala, kamu tidur?”
Gadis yang terbaring itu membuka mata mengerjapkan matanya saat mendengar suara seseorang memangilnya, dilihatnya Kevin dengan Kaos hitamnya berdiri sebelahnya.
Seluruh badan Lala pegal karena rebahan terus, wajahnya terasa kebas, sedangkan rahangnya masih ngilu. Lala menekan tombol di tangannya, mengatur ketinggian ranjang di bagian kepala sehingga dia bisa bersandar.
Gadis itu menerima bunga berwarna putih yang cantik di tangannya, dipeganginya kelopaknya yang lucu dan indah. Disana ada sebuah tulisan:
Jadilah Bidadari yang hanya diperuntukan untuk Kevin seorang.
Gadis itu mengerutkan dahi dan satu sudut mulutnya tersungging mencari tahu makna tulisan di kertas berbentuk love kecil berwarna merah muda.
“Masih terasa nyeri?” tanya Kevin sambil mendekatkan wajahnya sampai jarak dua jengkal, dia memegang wajah Lala.
Lala mengangguk, kemudian Laki-laki itu duduk di kursi sebelah kanan.
“Tenggorokan masih sakit untuk menelan air?”
Lala mengangguk.
Pria dingin itu meraih hp berwarna hitam milik Lala dimeja. Lelaki itu meminta Lala membuka sandinya. Lala membuka sandi dan memberikan hpnya.
Laki-laki yang terus memandanginya itu meraih hp dan membukanya, entah apa yang mau dilakukan lelaki dingin itu dengan hp Lala. Kevin terlihat mengetikan sesuatu lalu kemudian mengembalikan hp dan menyuruh Lala membaca.
Mengapa mendorongku dan mengorbankan dirimu sehingga kamu terkena pukulan dari tangan Johan? (Kevin)
Lala menatap pria itu sebentar, dia mengetikkan sesuatu dan mengirimkannya ke nomor Kevin. Pria itu membuka hpnya yang bergetar ternyata jawaban dari Lala.
Aku tidak ingin kalian bertengkar dan aku tidak mau melihat kamu terluka.(Lala)
Kenapa jika aku terluka, apa jadi masalah buat kamu? (Kevin)
Aku tidak nyaman melihat kamu terluka. Ya, jika dilihat lebih jauh, sebenarnya kamu orang yang peduli. Mungkin jika kamu marah pasti ada alasannya. ( Lala)
Kamu terlihat dekat dengan Johan, sedekat apa kalian? (Kevin)
Kami dekat selama enam bulan, dia selalu menemani masa-masa sulitku dan dia adalah teman terbaikku di kampus.(Lala)
Kevin membaca kalimat terakhir, raut wajahnya berubah. Detak jantung dan tekanan darahnya terasa meningkat. Mulutnya mengatup, Darahnya seperti terbakar. Ruangan jadi semakin terasa sempit.“Aku mau jawaban kamu yang sebenarnya, Lala. Apa hubunganmu dengan Johan? apa hubunganmu dengan kakakku?! Apa mereka alasanmu tidak menjawab lamaranku?"
"Apa yang selama ini kamu lakukan dengan mereka? Apa kamu juga merayu Luca dan Johan?”
“Lalu mengapa mereka berputar disekitarmu? Apa kamu mau menikah dengan Luca? Apa kamu mau menikah dengan kakakkku? bahkan kau sudah membalas ciumananku!
__ADS_1
Apa sia-sia aku bersikap manis kepada kamu?
Atau selama ini kamu sudah tidur bersama Luca? Atau kemarin kamu bercinta dengan Luca di vila? Apa kamu sudah memberikan keprawananmu?”
Plak! Tamparan keras mendarat di wajah Kevin. Laki-laki itu tak menghiraukan tamparan Lala.
Lala yang mulutnya tidak bisa berbicara menatap nyalang Kevin, tega sekali Kevin berbicara seperti itu kepadanya.
Lala tidak tahu apa yang ada dipikiran Kevin, kemarin dia diam-diam saja. Sekarang bertubi-tubi pertanyaan menyerangnya. Ini sangat sulit saat mulutnya terkunci untuk membela diri.
“Apa kamu mau balas dendam dengan menikahi Luca?"
Lala terus menggelengkan kepalanya, semua tebakan Kevin salah. Lala mengambil hpnya Ia hendak mengetikkan sesuatu tapi Kevin merampas hpnya.
Lala hanya mengangkat tangan tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya kepada Kevin, darah di selang tangan infusnya mulai naik tanpa Lala sadari. Kevin terus menghujaminya dengan pertanyaan bertubi-tubi dengan kemarahanya tanpa Lala bisa menjawab karena kondisi mulutnya. Kepala Lala menjadi pusing dan semakin terasa berat karena intimidasi Kevin.
“Apa kamu dan Luca juga berciuman ?” Kevin mengelap bibirnya, di kepalanya sudah menebak semua kemungkinan-kemungkinan terburuk.
Lala terus menggelengkan kepalanya, matanya berkaca-kaca, perkataan Kevin membuatnya hatinya terluka.
“Kamu membuatku dikirim ke Luar Negeri dan kamu bersenang-senang dengan mereka?” Kevin kini membungkuk dalam duduknya. Lelaki itu memijit kepalanya. Lelaki itu terlihat semakin kelam lagi.
Lala yang badannya masi lemas dipaksakan untuk mengambil infusnya, Ia bergeser menurun kakinya dari ranjang ke lantai dingin yang menusuk kakinya, menggantungkan Infusnya di ranjang sisi kanan, dia menyentuh Kepala Kevin.
Kevin mengangkat kepalanya. Ditariknya gadis yang berdiri itu untuk duduk di pangkuannya, Lala menolak, tapi Kevin semakin memasang raut sedih. Lala pun duduk di pangkuan Kevin.
Lala meraih wajah Kevin, disentuhnya pipih pria murung itu, di tatapnya mata dingin penuh aura kesedihan itu. Entah apa yang dirinya lakukan. Kenapa semua ini terjadi disaat dia tidak bisa berbicara.
"Apa kamu bisa menunggu aku, empat tahun lagi? jawab!" sambung Kevin.
Lala diam tidak merespon, memang menunggu untuk apa?batinnya.
"Kamu belum menjawab lamaranku, apa kamu menolaknya?"
Lala ingin menolaknya, tapi kepalanya enggan bergerak.
"Apa kamu menerimaku?"
Lala juga tidak bisa menganggukan kepala.
Lala membuat Kevin frustasi.
Tangan kiri Kevin memeluk pinggang Lala. Sedangkan tangan kanannya menyentuh tangan Lala, dilihat ada darah Lala di selang infus Lala. Di tatapnya Lala lagi.
"Jadilah pacarku, jadilah pacarku sampai aku lulus kuliah," kata Kevin dengan lembut.
"Kamu tidak diijinkan menolak karena kamu masih terikat perjanjian kontrak yang telah kamu tanda tangani," ucap Kevin dingin dan tegas.
...**...
Malamnya Lala sendirian di rumah sakit berteman dengan sepi, bahkan lebi sepi dari kuburan. Ayahnya berangkat tugas keluar kota lagi dan Johan begitu juga harus menemani ayahnya.
Malam ini Bella yang akan menemaninya, tapi anak itu juga belum datang.
__ADS_1
Lala menatap layar hpnya, membaca pesan Kevin, yang memperingatkannya untuk tidak menemui Luca lagi. Apa salahnya dengan hubungan dia dan Luca yang hanya sebatas teman. Apa Kevin cemburu? apa Kevin benar-benar memiliki perasaan terhadapnya? rasanya tidak mungkin, mungkin Kevin hanya bermain-main dengannya.
Kenapa harus aku? kenapa harus aku yang menjadi mainannya?
Ditatapnya bunga krisan itu, Kevin juga bisa seromantis ini?
Ting-
Dibukanya pesan dari Kevin.
Selamat tidur Lisa.
Apa? dia memanggilku Lisa? nama samaranku saat jualan di danau permata. Lihat foto apa ini ...
Dilihatnya Kevin mengirim foto selfie yang sedang tidur diatas kasur dengan sprei yang terlihat mahal, dia dengan kaos putih. Terlihat maskulin sekali, dia semakin terlihat macho, dan ada apa dengan wajah di foto ini, wajah kelamnya hilang.
Ting-
Jawab pesanku, apa kamu sudah tidur? bagaimana fotoku? aku tampan kan?
Lala menyunggingkan senyum, ini sisi lain Kevin?
Iya kamu tampan. Selamat tidur juga Kevin. (Lala)
Ting-
Mana ciuman pacar! Mereka yang berpacaran selalu mengirimkan pesan mesra dan ciuman lewat hpnya!
Lala ingin tertawa saat membacanya. Namun mulutnya difiksasi, saat Ia sedikit menarik sudut bibirnya, membuat rahangnya semakin ngilu.Jadi Ia harus membalas apa? Ia tidak pernah pacaran, dia tidak tahu seperti apa pesan mesra itu.
Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah. Mwwwaahh.
Apa ini berlebihan? entahlah, itu yang biasa Bella kirimkan untuknya.
TOK-
TOK-
Bella bilang berhalangan gagal ke rumah sakit.Jam menunjukan pukul 9 malam siapa itu?
bersambung ...
________________________________________
Hai Pembaca yang Budiman terimakasih telah membaca Bab ini.
Yuk Simak di BAB selanjutnya🔍
Tinggalin jejaknya ya supaya Author semangat untuk update kisahnya, bisa dengan : like, koment, vote, atau tambahkan ke daftar bacaan favorit kamu ! 😘
Author sangat mengharapkan kritikan dan saran kalian soal kekurangan novel ini.
Sekali lagi terimakasih ! semoga hari kalian selalu menyenangkan.
__ADS_1