
Malam mulai Larut, Lala sudah di kos nya dari jam 10 malam. Di kamar itu Lala sekamar dengan Bella, temanya satu kampus. Mereka tidur di kasur terpisah yang bersebelahan.
"Bella, kamu mau nikah di usia berapa?" memandangi Bella yang asik dengan ponselnya.
"Aku? Ah nanti masih panjang ... kerja aja belum, kenapa? kamu mau nikah?"
"Hmm belum si, "kembali dengan lamunannya lagi. Apa yang tadi di omongin om Anton itu terlihat tidak main-main, padahal Ia bertemu dengan Luca juga belum lama, bahkan ketemu papanya baru beberapa kali.
...Kenapa Papa Mas Luca bilang begitu ? Padahal Om Anton pasti tahu kalau tingkat dan latar belakang ekonomi kita sangat berbeda....
...Singkong dan Keju....
...Dan Mas Luca juga sepertinya cuma menganggap hubungan kita cuma pertemanan, dan aku juga belum siap menjalin hubungan....
Dzzt---
Hp Lala bergetar, pesan chat dari nomer tak dikenal.
Bagaimana Kabarmu? Kevin.
...Kevin? gak mungkin kan Kevin si vino itu?...
Tangannya gemetar menge-klik gambar profil si pengirim pesan. Terpampang jelas jika itu Danau Permata tempat Ia berjualan .
"Tidak , ini tidak mungkin." Lala tak mau mempercayai pikirannya.
"Apa yang tidak mungkin?" Bella kaget mendengar suara keras Lala
"Ah nggak apa-apa Bell, sorry." Ucap Lala.
Dzzt---- Masih jualan air mineral , Lisa ?
Ini beneran Kevin Vino ? Ia harus jawab apa ? pertemuan terakhir saja sangat tidak mengenakan ! Tidak perlu di balas kan?
Dzzt ----
Di sini masih jam 7 malam.
Kapan aku bisa menelpon mu Lala ?
A**pa **boleh aku minta Video Danau Permata dua hari lagi**** ?
Lala enggan menjawab.
...Video Danau Permata ? untuk apa ? apa itu beneran Kevin , tak mungkin kan ......
Lala memilih tidur.
*
Liburan semester tiba .
Hidungnya bergerak-gerak mencium aroma makanan lezat. Lala membuka mata. Ia bangun karena mencium makanan yang membuat perutnya keroncongan. Semalam Ia cuma makan soto, tanpa nasi. Perutnya ini minta hak nya.NASI .
"Bangun Loe Kebo, sudah jam 9 pagi !" Teriak Bella si Nenek Lampir.
Lala meregangkan tubuh. Ini hari Minggu. Lala mau bermalas-malasan tapi bau makanan mengkoyak-koyak perutnya.
"Mau," ucap Lala memelas kepada Bella yang sedang sarapan. Sayur kangkung, tempe goreng, dan sambal terasi yang sangat kuat aromannya. Bella ini pandai memasak, Lala sering dibuat gagal diet karena masakannya sangat enak.
"Mandi sono!" Titah Bella.
TOK---
TOK---
"Masuk gak di kunci." Teriak Bella yang tangannya sibuk mencoel sambal terasi dan tempe.
__ADS_1
Lala mengumpulkan nyawanya saat seseorang bertubuh jangkung telah berdiri di depan pintu.
"Kamu belum mandi, Lala ! Astaga !!" Johan berdiri di sudut kamar kos dengan penuh kekesalan.
"Apa sih Jo, gak tau banged ini hari minggu ! melanggar HAM tau !" Lala meregangkan tubuhnya kuat-kuat.
"Kita mau ke Pantai Natura, Dodol ! Lupa lagi? Astaga belakangan ini kamu makin pikun LALA!"Kesal Johan.
"Ah iya ya. Ampun lupa! aku mau mandi bentar tapi bangunin!" Lala mengadahkan tangannya pada Johan, nyawa nya itu masih belum balik.
Johan menarik tangan Lala. Bella geleng-geleng, melihat sikap Lala yang kadang kanak-kanakan pada Johan.
"Jo ! chat in Shafitri ! hari ini gua ijin gak masuk kerja." Teriak Lala sebelum masuk kamar mandi.
"Hmmm" Johan mengambil hp Lala, memasukan password yang dia sudah tahu, mengirim chat pada kontak bernama Shafitri.
"Sarapan Jo, Kau semalem larut banged nganterin Lala ,tumben" ucap Bella.
"Thanks aku sudah makan. Semalem ??"
Johan berkerut dalam.
...Jadi ,semalam Lala pergi ?...
**
Pantai berpasir putih, berhamparan pohon-pohon Kelapa di sepanjang pantai ... laut biru semakin kontras dengan terang terik matahari. Sedangkan di tempat mereka berteduh rimbun oleh sekumpulan Pohon Ketapang besar yang berjajar rapih. Kursi pantai dengan kasur tipis di sisinya berdiri payung besar berwarna putih yang siap melindungi dari hujan dan terik, di sinilah Lala dan Johan bersandar kini menikmati waktu liburannya.
Tidak seperti Lala yang rebahan dengan senyuman. Johan justru termenung.
...Kevin ?? Walau Lala terlihat mengacuhkan pesan itu, ada kemungkinan kan mereka ......
Kepalanya menggeleng.
...Memang kenapa jika Kevin dan Lala kembali dekat tak masalah kan ....
"Jo, kamu mikirin apa? kita liburan, kenapa kamu malah melamun, apa ada masalah?"
"Semalem kamu pergi sampai larut?"
"Oh Ella, ya ! aku dari rumah Ella," jawab Lala gugup.
Jo berkerut dalam, Ella hudson pergi keluar kota dengan menyewa pengawal dari Kakek Lewis, sejak sore.
...Mengapa bohong? semalem sama siapa sih......
CEKREK--
Lala memfoto Johan.
"Uhh... ! Cakep na anak Mama Tiara," ledek Lala.
Johan pindah duduk di sebelah Lala, melihat foto yang di Jepret Lala.
Lala mengajak selfie Johan. " 1... 2.... " Hitung Lala.
CUPPP----
Johan mencium Pipi Lala,
"Jo ! ..." Lala tak menerima.
Johan meraih HP Lala, pria jakung itu langsung berdiri mengirim foto di HP Lala ke HP nya.
"HP," Pinta Lala berusaha meraih HPnya, Lala loncat-loncat dengan jarak yang terlalu dekat Johan, membuat gerakannya terbatas dan nyaris jatuh, sampai...
Pria gagah berjakun itu menangkap tubuh Lala.
__ADS_1
Dua orang itu saling berpandangan.
Pria bermata coklat itu mendekati wajah nya,"Jo ...." Lirihnya.
Johan malah semakin mendekati wajahnya, hembusan nafas dari hidung mancung itu menyembul mengenai ke wajahnya,ini terlalu dekat ...
Lala memejamkan mata.
Johan tersenyum.
...Apa yang ada di pikiranmu ......
Lala membuka matanya, Ia melihat Johan yang malah tersenyum lebar.
Duck---- !
Di pukul nya bahu Johan dan di dorongnya dengan kesal lalu meninggalkan Johan yang masih tertawa karena kebodohannya yang mengira pria tinggi itu mau menciumnya.
Ia berjalan tanpa alas kaki, menapaki pasir-pasir putih memandangi Lautan biru, situasi pantai ini cukup sepi karena beberapa blok merupakan milik Kakek Lewis.
Dress pantai warna putih dengan potongan tidak rata yaitu rawis-rawis sepergelangan kaki. Rambut hitam yang semakin berkilau karena terpaan matahari serta hembusan angin yang cukup kencang membuat rambut gadis itu berterbangan menutupi wajahnya.
Tampak semakin elok dalam pandangan mata Johan. Ia memeluk pinggang Lala dari belakang bak pasangan yang tengah memadu kasih, seperti itulah harapan Johan. Tidak. Kenyataanya, malah gadis ini hanya diam.Padahal, mantan-mantannya selalu menyambutnya dengan agresif saat Ia melakukan ini.
Alhasil mereka berdua kini sama-sama terdiam cukup lama.
Johan coba semakin mengeratkan pelukannya, berharap gadis itu bisa seagresif seperti gadis-gadis lain, tapi Ia terlalu berharap membuatnya sedikit kecewa.
"Aku tak mau kamu menjauh," Kalimat itu keluar dari mulut Johan begitu saja.
Mereka pun bingung dengan situasi itu, namun sebentar, sebentar saja ... Lala dan Johan sama-sama ingin lebih lama merasakan kekedamaian ini.
Pantai berpasir putih dengan laut biru dan ombaknya yang cukup besar, jadi semakin indah, baik untuk Lala maupun untuk Johan.
Bersambung ...
_______
Jadi gimana Johan menurut kalian tipe yang seperti apa si Dia?
Terimakasih teman-teman sudah mampir, Tinggalin jejak ya biar Author makin semangat , dengan like, favorit, vote, komentar, kritik, saran , kalau bisa di marahin saja Author nya hehe
Semoga Pembaca Budiman selalu sehat , bahagia, senang, happy.
Semoga Pandemi ini cepat berakhir. Aamiin
Semangat semangat ya.
jangan pernah sedih .
Makan tepat waktu.
Tidur tepat waktu.
Beribadah Tepat waktu.
Bangkit Tepat waktu
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat Caiao
Love Love Love Love Love Love
Love Love Love Love Love Love Love Love
Love Love
Love
__ADS_1