Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 232 : Fibromyalgia


__ADS_3

-POV KEVIN-


Depresi berat dan memendam kecemasan dengan ketakutan, itu dimulai sejak kepergian wanita yang paling kucintai. Hal ini pada akhirnya berimbas ... dengan hal yang tidak kuinginkan.


Sesak nafas mulai mengganggu hari-hariku dan aku memutuskan pergi ke psikolog. Dia memberi obat baru.


Saya bertanya apa ini?


Sialnya, lalu dokter menvonis saya dengan penyakit langka dan tidak dapat disembuhkan. Menetap seumur hidup? apa ini gila?! Berulang kali saya menjalani pemeriksaan dan hasilnya sama, apa tidak bisa berubah sedikit saja ...


Suatu kondisi yang menyerang tulang dan otot, membunuhku dengan nyeri tidak tertahankan, sayangnya itu tidak sampai mematikan ku membuatku tidak bisa menyudahi kesakitan sialan.


Aku menjadi kesulitan mengontrol emosi, kemarahan dan segala hal.


Istirahat menjadi berantakan dan sulit tidur.


Siapa yang tidur sampai delapan belas jam sehari? ya, itu aku kadang-kadang. Segar bugar seharusnya seperti ini, bukan? sayang itu jauh dari harapan, tubuh menjadi kesakitan dan kelelahan payah seperti lari maraton seribu kilometer, jadi lebih baik tidak tidur sekalian, bukan? nyatanya saya malah ambruk!


Dan saya menyembunyikan itu dari keluargaku. Parker dan dokter pribadi yang tahu ini. Sialnya hari ini dokter itu ijin. Aku bangun dan menemukan diri bukan di rumah, melainkan rumah sakit dengan selang oksigen dan infus, sangat konyol.


Sepertinya, Parker berhasil membuat pihak rumah sakit menutupi ini dari keluargaku.


Fabriomyalgia, menyerangku dengan nyeri parah di leher. Juga serangan tajam di kepala yang sering datang tiba-tiba menusukku dengan sengatan listrik lalu membuat ku gila. Siapa yang bisa tahan dengan ini? rasanya mau mati saja, sialnya aku masih bertahan lebih dari dua bulan dan masih hidup! apakah aku harus bersyukur dengan neraka ini? sialan!!


Dengan sisa tenaga, aku menarik tangan mungil Lala dengan lemah dan tatapan penuh harap, saya rela mengemis, tentu saja. Keterlaluan bila dia masih menolak.


Saya bukanlah penjahat dan mengapa dia seperti ketakutan?  Apa dia berpikir aku bisa melakukan hal tidak bermoral dengan kondisiku sekarang?


"Lala, saya tidak akan melewati batas," semua dengan lesu, suara dan tarikan ku. Ini bukan dibuat-buat, damn! memalukan terlihat lemah di depan dia. Harusnya saya menjadi hero dan kuat di depannya, bukan lemah seperti orang tak berguna, ini sangat melukai harga diri saya.

__ADS_1


Perlahan memaksa diri bangkit dengan sisa tenaga dan aku jatuh, sialan, tangan saja tidak kuat untuk menyangga tubuh.


Dan Lala datang membantu tanganku yang tertindih, bahkan aku sangat tidak berguna untuk diriku! dia duduk di samping menaikan selimut sampai batas perutku.


Dia merebahkan diri di atas selimut yang menutupiku, menyedihkan. Selimut sialan ini menghalangi kulit kakiku, saya tidak bisa menyentuh kulit kakinya yang jenjang lagi halus.


Dia memiringkan tubuh ke arahku, mungkin mencari posisi nyaman.


Selang-selang otak ku menjadi kosong, mati, terhipnotis. Setelah dia terus menolak, aku masih tidak mempercayai, dia sungguh berbaring di samping dan menghirup udara yang sama dengan saya. Hatiku meledak oleh kegembiraan sepertinya anak kecil mendapatkan permen kesukaan mereka, ya itu aku meledak dengan kebahagiaan. Ini tampak sangat sederhana, tapi efeknya luar biasa. Kembang api pecah memenuhi hati yang tadi telah mati. Bahkan sudah hitam, tapi warna-warni keindahan mendistorsinya, hatiku luluh lantah oleh keharuan.


Saya ingin memiringkan tubuh ke kanan dan memandang wajahnya, tapi sayang tubuh ini bodoh. Tubuh sialan. Mengapa harus lah disaat seperti ini! Seharusnya harus ada tabungan tenaga, kan, damn!


Fabryomyalgia sialan!


Aku menggerakan kepala ke kanan menahan nyeri leher tidak tertahankan. Siksaan macam apa ini..


Menggoyangkan kelopak mata perlahan, tidak tahu kenapa saya sampai ketiduran! atau terlalu lemas kehabisan tenaga?


Saya terbangun oleh suara melengking Lala dimana dia menyalakan sebuah lilin di atas jelly bening.


Apa dia tidak bisa mencari yang berwarna merah, hijau, kuning, kenapa harus jelly bening? apa itu pancaran hatinya yang telah bening netral pada saya? oh aku benci warna ini.


Dia menyanyikan lagu ulang tahun dengan suaranya yang buruk, dari dulu fitur suaranya melengking jauh dari kata merdu. Jangan minta dia bernyanyi atau telingamu sakit.


Tidak apa biarkan sekarang dia menyanyi, tidak masalah. Menurutku lama-lama ini terdengar melebur lebih indah di telinga dan hati saya, membuatku mabuk.


Setiap gerak lekuk bibir, aku merekamnya dalam selang-selang otak dan tangan kanannya yang menepuk tangan kiri, di atas tangan kiri jelly berbentuk mangkuk di atasnya terdapat dua buah angka. Kenapa lilin itu merah muda? menggelikan, apa dia lupa dengan warna kesukaanku. Sudahlah. Tidak masalah, karena dia masih mengingat ulangtahun ku.


Setelah ku pikir-pikir, dia mendapatkan itu darimana ... aku menyuruh penjaga agar Lala tidak keluar, apa dia tadi kabur? dan sejak kapan lampu kamar ini mati semua, apa saat itu dia mengendap kabur.

__ADS_1


"Kevin, ayo tiup selamat ulang tahun di usia kamu ke 43, tidak terasa ya kita sudah kepala empat!  Ehm Kevin jadilah kuat untuk putra-putri kita,” Dia dengan suara sedikit keras melengking, justru karena itu, itulah ketulusannya tanpa dibuat-buat dia ceria alami walau aku terus memaksanya.


Lihat betapa manisnya dia, dengan rambut pendeknya dia seperti anak kuliah, dan aku mungkin tampak seperti om-om.


"Darimana kamu mendapatkan jelly?" Dua sudut bibirku sulit untuk tidak menggantung, senyumanku sulit ku sembunyikan.


Dia juga menggantung bibirnya, senyuman itu sangat manis meleburkan jiwa saya. Dan dia menggigit bibir bawah seperti kelinci, jadi apa dia merasa berbuat salah? atau gugup.


"Kevin Saint Mariano, aku membuat jelly ini setelah menyuruh pengawal belanja"


"Hahaha." Dia tertawa renyah, aku mencintainya! tawa itu yang tulus tanpa beban. Bahkan matanya sampai mengembun, saya dapat melihat dari cahaya lilin. Dia sangat cantik.


"Aku minta tolong ke pengawal saat kamu tidur, kamu seperti pingsan, mengapa tidurmu menjadi aneh? aku memangil mu dan kau seperti melantur."


Aku menahan ekpresiku untuk tidak terkejut, dia sampai memperhatikan tidurku? melantur soal apa, saya harap saya tidak mengatakan sesuatu aneh atau hal bodoh tentang penyakit ku atau black lion.


Dia menjepit mengelap hidungnya sendiri seperti gugup, "Habisnya dia melarang ku pergi dan, ada dapur jadi lumayan lah walau sekadar jelly. Hei aku sangat bersungguh-sungguh dalam membuatnya, jadi prosesnya tidak sesederhana dari biasanya. Ini spesial. Jadi, Ayo tiup Kevin." Dia menaikan bagian atas tempat tidurku, dan aku menjadi setengah duduk.


Jantung saya berkelap-kelip diantara senang dan sedih, bahagia dan kecewa.


Dia duduk di samping menghadap ke, aku yang sedang menekuk 90 derajat lututku karena pegal. Meraih tangan kirinya yang sangat halus dan hangat.


Bahkan tangan ini dulu sangat lihai menggodaku, selalu dengan jari-jarinya yang menyusuri setiap mili dadaku dengan caranya yang sangat nakal dan menggoda, seakan-akan itulah hari terakhir dan besok kiamat jadi dia selalu melakukan dengan luar biasa dan jeritannya.


Dia tidak pernah tidak totalitas dalam melayaniku. Sangat tulus menjadi dirinya sendiri. Percaya diri di atas ranjang, dada lebih membusung saat hanya ada kami berdua, dan menampar bokongnya sendiri mengundangku.


Membuat saya selalu tertantang dan tidak pernah bosan dengannya dengan aneka pakaian mini dan kostum hellowen, kelinci, topeng, borgol, terkadang dia berlaku ala cat women seperti kucing, siapa yang akan mengira dia yang kalem di luar, justru sangat panas di kamar.


Lucu bukan? Siapa menyangka ini semua berakhir berantakan, siapa mengira bahwa kami berujung pada perpisahan.  

__ADS_1


__ADS_2