Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 28 : MALAM PANAS VILLA KOTA BUDAYA


__ADS_3

"Ayo minum lagi," Kevin dengan senyum liciknya.


Lala meminumnya.


“Tahan.” Tegas Pria itu.


Lala diam dan menelan minumannya, dahinya berkerut tidak mengerti apa yang harus ditahan.


“Aku kan sudah bilang tahan ! Minum lagi! Jangan ditelan !!” desis pria yang amarahnya langsung meledak.


Gadis itu langsung mengambil gelas dari tangan Kevin tanpa pikir panjang langsung meminum dan menahan minuman dimulutnya, tatapan matanya memohon ampun pada pria yang sudah terlihat sangat kesal itu.


Lelaki itu menggeser tubuh gadis di pangkuannya untuk lebih menghadapnya lagi, Lala yang tadi duduk menyerong kini lebih menghadap Kevin. Gesekan celana jeans Kevin dan celana gadis itu membuat desiran aneh penuh kehangatan meskipun terhalang oleh kain, Pria itu kembali menyunggingkan senyumannya merasakan desiran-desiran yang tidak bisa di tahannya lagi.


“Boleh?” ijin Kevin, dilihatnya wanita berwajah ayu dan meneduhkan itu, di pegangi bibirnya yang semakin terlihat lucu karena terlihat lelah menahan minuman kopi dimulutnya. Gadis itu terlihat pasrah namun terlihat marah. Kevin semakin ingin tertawa, namun disembunyikan rapat-rapat.


Lala mengangguk, Ia tidak tahu apa yang dimaksud pria itu, pokoknya Iyain saja sebelum lelaki itu kembali dengan amarahnya.


Terlihat Kevin menatapnya dalam dengan senyuman tulusnya, namun senyuman itu semakin jelas menampakan wajah kelam yang coba Ia sembunyikan.


Apa yang telah Kevin lewati di dalam hidupnya sampai wajah itu menampakan badai kegelapan dibalik senyuman tulus itu.


Pria itu semakin mendekatinya dan memejamkan mata.


Tunggu kenapa Ia memejamkan mata !!!!


Kevin menempelkan mulutnya di gadis bibir yang tengah gemetar di hadapannya. Ia menekan bibir Lala dan dan menggesernya. Ditariknya Kepala gadis itu dengan tangannya.


Kevin membuka mulut Lala dengan mulutnya, dan minuman kopi berpindah kedalam mulutnya. Beberapa jatuh membasahi dagu Lala...Kevin menelan minuman kopi dan lidahnya mulai menyapu seluruh lidah gadis itu. Gairah Kevin semakin naik, Ia memeras rambut Lala, sedang tangan kirinya mendekap tubuh sang gadis yang begitu hangat, tak memberi ruang wanita itu untuk menolak, Kevin terus mengeratkan dekapannya.


Inilah satu-satunya saat-saat di dalam hidupnya Ia tak merasa kesepian. Ia semakin larut di dalam dunianya bersama Lala.


Sedangkan gadis itu masih membelalakan matanya. Lagi-lagi ia tidak bisa menolak Kevin.


Kevin Laksana ombak di lautan, dan Lala objeknya. Ombak yang terus menggulungnya tanpa bisa di tebak. Ombak bisa menggulungnya ke pantai dan Ia selamat. Namun ombak juga bisa membuatnya terombang-ambing, menelan, atau langsung menenggelamkannya ke palung lautan yang paling dalam dan penuh kegelapan.


Lagi-lagi dan lagi-lagi Lala terombang-ambing, Ia ingin menolak perlakuan Kevin tapi respon tubuhnya malah sebaliknya, Ia membalas permainan lembut Kevin. Bagaimana tidak,


Deburan ombak keras yang terpecah di bibir pantai, suasana yang serba mendukung dan pagutan lembut dan sentuhan yang diberikan seorang Kevin yang sangat bertolak belakang dengan arogansi yang biasa Ia perlihatkan, kini sosok buruk dan menyeramkan semuanya terasa sirna, begitu saja. Bagai berhasil masuk ke dalam diri Kevin yang sebenarnya, tanpa sadar dirinya terbawa sampai Ia pun membalas pagutan lembut yang terus diberikan lelaki di hadapannya. Lala sudah lupa akan semuanya, sampai membiarkan Laki-laki itu terus mencumbuinya.


Desiran Angin dingin lumayan kencang menghalau badan Lala yang tidak mengenakan jaket.


Gadis itu menggigil.


Kevin menghentikan ciumannya. Ia semakin mendekap tubuh gadis itu, kini di pandanginya wajah ayu di depannya, Ia mengelap bibir gadis yang basah. Ia menyentuh kelopak mata gadis itu. Semakin Ia menatap wajah Lala dari dekat, semakin Ia merasakan sebuah ketenangan.


Lala membuka mata, Kevin menatapnya dan mengecup lagi dan kedua tangannya menahan puggung mungil itu.

__ADS_1


Lala berusaha melepaskan kecupan itu dan menoleh ke kanan, namun pria itu mencium pipi kiri lala, hidungnya ia mainkan di pipi gadis itu, Lala kegelian matanya bolak-balik terpejam.


Lelaki itu semakin merasa menang, dengan kebahagiaan Ia kembali menyusuri pipi itu sampai ke telinga kiri Lala, Ia mengecup dan memainkan hidungnya, di sana. Hembusan nafas sang lelaki yang panas itu semakin membuat Lala melayang...


Begitupun Kevin sesuatu pada tubuhnya mengeras! mata gadis itu terbelalak, entah apa maksudnya dengan tatapan itu, gadis itu pasti juga merasakannya.


Kevin tersenyum melihat muka kebingungan campur ketakutan di wajah cantik itu, Kevin terkekeh dan menyudahi aktitasnya. Ia melepaskan dekapan Lala dan gadis itu langsung beranjak menjauh...


Kevin menyalakan roko*knya. ”Menarik” ucap Kevin menyunggingkan bibirnya menatap deburan ombak, dan kegelapan lautan. Diliriknya gadis itu kini duduk membuka ponselnya yang terus bergetar.


“Mengapa kau tak menjawab menjawab teleponku?" tanya Kevin dingin.


" Telepon apa? tidak ada, lihat sendiri kalau kamu tak percaya." ucap Lala gamblang


" Kemarikan Hpmu." Kevin membuka hp Lala, Ia membuka kotak pesan dan telepon, memang tidak ada pesan dari nomor Kevin. Kenapa bisa?


"Ambilkan hpku di Laci meja kamar," perintah Kevin.


Kevin mengecek hp Lala, memikirkan kenapa Ia tidak bisa menghubungi hp Lala. Lelaki itu sambil memeriksa isi hp Lala, tidak ada nama Luca, artinya mereka tidak ada hubungan kan?


Lala menyodorkan hp milik Kevin, Kevin menelpon ke Hp Lala, tapi tidak bisa masuk."Apa kamu memblokirku?"


"Tidak. untuk apa aku memblokirnya?" tanya gadis itu terlihat bingung.


Kevin mengotak-ngatik hp Lala dan berhasil membuka blokirannya. "Awas kalau nomerku di blokir lagi!" ancam Kevin.


...Apa sih maksudnya diblokir-blokir. Aku kan tidak memblokirnya?...


...**...


Masih jam 8 malam di meja makan villa.


"Bella,” panggil Lala melihat sahabatnya sedang makan sendirian.


“Lala, gimana tanganmu? Kamu baik-baik saja kan?” tanya Bella menghentikan aktifitas makannya. Dia melihat tangan Lala sudah diplester. Bella melirik Kevin sebentar, dan kembali ke makanannya. 


Lala langsung mencomot makanan-makanan itu dan memakannya.


Tak lupa Ia mengambilkan beberapa untuk Kevin. Dia masih belum mendapatkan jawaban apa hubungannya Kevin dengan Luca.


"Makanan apa itu?" Kevin melirik makanan aneh di depannya.


"Kamu tidak bisa makan makan seperti ini ya? Lalu kamu mau makan apa?" tanya Lala, Bella duduk di kirinya sedangkan Kevin di kanannya.


Tiba-tiba beberapa pelayan masuk membawa beberapa makanan.


"Malam Tuan Kevin" ucap pelayan memberi hormat kepada Kevin dan meletakan 1 piring stik daging dengan kentang tumbuknya dan 3 piring lainnya berisi lobster, baby kepiting goreng tepung, dan kerang. Pelayan itu lalu pergi.

__ADS_1


Lala semakin bingung... Ia memandang Bella yang masih asik dengan kepala ikan berbumbu kuning.


"Makan itu," ucap Kevin lalu memakan steaknya.


Lala dengan banyak pertanyaan di kepalanya hanya bisa membisu saat memakannya. Dia yang biasa selalu berceloteh dengan Bella, entah kenapa aura gelap menyelimuti ruangan ini, membuat suasana menjadi kaku dan dingin.


"Oh ya, Mas Luca mana Bell?"


melihat Bella yang sudah selesai makan dan mengelapnya dengan tisu basah.


"Ada urusan mendadak di kantornya, nanti akan kembali tengah malam," jawab Bella agak dingin. Lala jadi semakin bingung, apa sahabatnya itu lagi gak enak badan.


Lala pun selesai makan. Lala ke kamar mandi. Tinggalah Bella dan Kevin.


"Bella Anastasya Kencana," seloroh Kevin dengan aura dingin, meletakan minumannya.


"Tak perlu basa-basi. Jadi bang Luca itu abangmu, sungguh bertolak belakang." Sinis Bella tertawa kecil masih tak mempercayai dengan kenyataan di hidupnya.


bersambung ...


 ____________________________________


Hai Pembaca yang Budiman terimakasih telah membaca Bab ini.


Yuk Simak di BAB selanjutnya🔍


Tinggalin jejaknya ya supaya Author semangat untuk update kisahnya, bisa dengan : like, koment, vote, atau tambahkan ke daftar bacaan favorit kamu ! 😘


Author sangat mengharapkan kritikan dan saran kalian soal kekurangan novel ini.


Sekali lagi terimaksih ! semoga hari kalian selalu menyenangkan.


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2