Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 210 : MASTER JIN


__ADS_3

๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡บ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡บ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡บ


Di belahan bumi lain Cameguey, Kuba.


Ketika di bawah pohon rimbun, Richie yang belum lama mendarat di kepulauan Karibia, mendatangi sebuah tempat.


Sekarang dari kejauhan Richie memperhatikan lelaki berusia yang hampir sembilan puluh tahun, tapi masih tampak kuat sehat, tidak ringkih.


Richie menghentikan langkahnya di hadapan sang guru yang terpaku. Dimana dua tangan Richie saling bertumpu di depan paha.


Sang guru yang duduk dalam postur sudah membungkuk karena tulang tuanya, menatap Richie dengan seulas senyuman yang semakin menampakan garis keriputnya.


Menggeser tangan ke pinggang, Richie menekuk siku dan menekuk telapak tangan ke tubuhnya, sambil mencondongkan tubuh bagian atas - ke depan.


Dia membungkuk perlahan dengan penuh ketulusan memberi hormat pada orang yang merupakan teman dari sang Papka(papah).


"Richie Estarchus," kata Master Jin datar memperhatikan putra dari Dmitry yang sudah dianggap seperti putranya sendiri. Dia menyesap *Mojito, sejenis koktail yang memilki rasa asam segar oleh jeruk nipis dan mint*. Dia menunjuk Richie ke sebuah kursi di depannya dengan simpul senyuman permanen memandang takjub pada Eros.


โ€œSeorang laki-laki adalah teman, kamerad, dan saudara bagi sesama lelaki." Master Jin berkata, lalu menaikan sedikit alisnya meneliti baik-baik fitur kesuraman di mata eros.


"Lebih baik memiliki seratus teman daripada seratus rubel,โ€ kata Richie dengan seutas simpul dan tatapan rindu pada sang guru.


Dan mereka tertawa, dengan kalimat yang selalu mereka ucapkan sebagai pembukaan.


Richie menggoyangkan pinggul, duduk menatap penuh harap pada sang guru.


"Sebuah pesta lelang besar dan terselubung," menatap tajam pada anak dari kerabatnya, "di adakan dalam tiga hari."


"Master Jin," kata Richie dengan hormat. Sang master langsung mengacungkan telunjuk kiri, di atas meja, dengan bagian telapak dalam menghadap Richie.


Richie kembali diam dengan perintah sang master.


"Pelabuhan Constanta, Putra Sergey Vladimir membawa kokain dalam jumlah besar." Master Jin mengatur nafas sambil mengambil kertas persegi berwarna emas dari balik jasnya dan menatap Eros dengan sebuah perintah.


"Eros, ini hanya seratus undangan."


Richie tidak perlu tahu darimana sang guru mendapatkan tiket terbatas itu, tapi dari tatapan mata master Jin itu bernilai seuatu.


"solnyshko?" Master Jin dengan nada lebih tinggi.


Wajah Richie menghangat dan sedikit menunduk, dia mengangguk, benar apa pendapat Master Jin, wanita itu memang matahari yang selalu menyinari hatinya.

__ADS_1


"vot gde sobaka zaryta" ( akar masalahnya) Master Jin berkata sambil mengetuk kuku telunjuk pada kertas emas.


Mata Richie memanas, Master Jin selalu tahu bahkan sebelum dia mengatakannya. "pApochka," (ayah), mata Richie berkata-kata dengan bibir bergetar menatap netra hitam sang master, dan satu bulir bening jatuh ke pipinya. Master Jin menganguk penuh cinta memberi Richie jawaban.


Bagi master Jin, meneteskan air mata adalah sebuah pantangan, hal yang paling dilarang dalam kedisiplinan, air mata hanya membuat lelaki semakin lemah. Tetapi kali ini master Jin, membiarkan eros. Namun, tetap saja tidak ada pelukan, pelukan hanya akan membuat anak didiknya menjadi lebih lemah rentan ditindas disalahgunakan


Kecuali, terhadap keluarga-keluarga mereka. Hidup dengan kekerasan membuat anak didiknya menjadi kuat dan semakin kuat. Itulah mereka menjadi kuat.


**


Dua hari setelah kepergian Eros, Master Jin kini kedatangan tamu tak di undang.


Dialah bocah cilik berusia lima tahun yang sok jagoan mau melawan serombongan anak sekolah menengah, demi menolong temannya.


Bocah yang terkena pukulan di hidung sampai berdarah, namun hebatnya anak ini tidak menangis, itu membuat dirinya tertarik pada bocah itu.


Ia bahkan memutuskan anak buahnya untuk mengikuti kepindahan keluarganya, dan mengajari anak itu banyak macam ilmu beladiri tanpa sepengetahuan keluarganya.


Ya, semua ada harga yang harus dibayar. Namun, kini anak itu jauh keluar dari jalur, terlepas bocah itu tidak mengikuti tujuan awalnya, itulah hidupnya dan seharusnya bertanggungjawab dengan segala konsekuensinya.


Dalam perjalanan tidak terduga, sesama muridnya saling berhubungan, ya akan sulit dihindarkan, fakta bawah dunia ini sangat kecil memang sangat benar adanya.


Seluas-luas benua, beberapa orang berputar dalam dunia yang sama, sesama dunia bawah akan menemui anggota lain baik lawan atau musuh dimana berkecimpung di tempat sama.


Dirinya bukanlah apa-apa saat dulu. Namun Sergey Vladimir, Dmitry Estarchus,m adalah sahabatnya.


Dan Buah jatuh tak jauh dari pohon. Anak-anak mereka tumbuh dalam lingkungan yang mengharuskan mereka kuat dan ujung-ujungnya merekalah penerus.


Namun ada pemain 'curang' sengaja membuat kekacauan. Mengkambing hitam pada seorang yang sudah dianggapnya 'Adik.'


Dan orang-orang yang sangat serakah itu tampaknya kegirangan dengan fitnah keji lama yang telah dibangunnya.


Namun, bagaimana jika anak buah mu selalu berebut? itulah hak mereka ...


"Master," kata bocah cilik yang baru memberinya hormat.


Master Jin memejamkan mata sebentar dalam duduknya, dan anak buahnya datang membisikan sesuatu dan lalu pergi.


"Kevin," kata Master Jin sambil membuka mata, "Edric?"


"Edric dan Vino," Kevin menatap putus asa pada Grandpa Jin. "Telah dari lama Ars mengganggu, dan terlebih, setelah penyerangan pada markas Scorpion dan Daniel kabur dari tangan Johan ... mereka menargetkan sesuatu, yang lebih besar."

__ADS_1


Master Jin menatap penuh kebijaksanaan pada Kevin sambil menganguk kecil.


"Macan putih," Kevin menghela nafas panjang. "Itu alasan paling kuat, Ars akan membuat anak-anak buahku untuk membuat orang-orang berhutang padanya Dan." Kevin menahan nafasnya, "lalu para orang-orang tidak akan mampu membayar, kemungkinan Veeper akan menggunakan ginjal orang-orang itu untuk membayar hutang, semacam jebakan serangga."


"Maka dari itu, Ars menyembunyikan Edric, Vino, dan mantan istri saya di tempat terpisah."


"Dan mama Edric?" master Jin melengkapi.


"Ya... juga membawanya."


"Empat orang terpenting dalam hidup anda ada di tempat berbeda. Jadi?" Master Jin mengangguk. "Anda harus bergerak serentak."


"Dan Ars mengancam tidak akan melepaskan mantan istri saya, sebelum sepenuhnya macan putih dan black lion berpindah dibawah kakinya."


Master Jin mengangguk pelan, dia menyingkirkan cangkir teh di depannya ke sudut paling kiri meja. "Sudah kah, anda memberi tahu Algio?"


Kevin terpejam sangat berat dan membuka mata perlahan. "Ayah Alen menghilang."


"Menghilang?" keterkejutan, master Jin terdiam, tidak biasanya orang itu bersembunyi.


Tatapan dalam Kevin ditangkap master Jin. "Tiga titik: mantan istrimu, Edric dan Vino," Master Jin menimbang-nimbang.


"Anda tidak menaruh curiga pada mamanya Edric," kata master Jin datar. "Anda tahu, dia memang mamanya Edric. Namun, anda juga ingat, suaminya nyonya Bella terbunuh."


Master Jin terbayang bagaimana masa muda Bella dan James, "Dan wanita itu dari awal adalah bukan dari kalangan kita, dialah lawan dan Anda tahu itu. Namun, anda menutup mata hanya karena 'mamanya'.


"Anda lupa mana lawan dan kawan," master Jin mengingat kabar saat Eros kesayangannya, putra dari sahabatnya dan justru ditikam oleh anak yang dia didik.


Dmitry, oh Dmitry, saya melakukan kesalahan besar. Hampir-hampir kehilangan Eros ku, sebelum menikahkan bujang tua nyaris lapuk. Dia sepertimu gila pada satu wanita. Dan datang mencari ku jika membutuhkan informasi wanita itu.


Beruntung dia mencinta putra dari anak buah ku.


Kau pernah melihatnya Dmitry, Risa kecil yang membuat eros masuk rumah sakit, sebab makan makanan pedas yang dibawakan Risa. Hahaha...


Dan sekarang putramu, seperti anak remaja, sebulan yang lalu dia datang hanya untuk menanyakan cara melamar wanita, lucu sekali wajah Eros mu, Dmitry.


Master Jin kembali menatap Kevin, sambil membuat gerakan dengan tangan, kedua tangan Master Jin itu saling menjauh. "Tidak akan mungkin sisi timur bersatu dengan sisi barat, tidak mungkin minyak bersatu dengan air," master Jin memperingatkan.


"Dan sudah sejak lama, Anda merawat ular dalam perut anda sendiri, putraku," Master Jin berkata dengan datar tanpa menyalahkan atau memojokkan memastikan Kevin mengerti.


"Dan anda menukar permata dengan ular berbisa. Apa anda tidak pernah berpikir? bisa itu telah meracuni anda, dan menghancurkan perlahan dan lalu sangat cepat."Master Jin tidak menangkap ekpresi berubah dari raut wajah Kevin, bocah itu tetap dingin.

__ADS_1


"Ular betina. Anda tidak benar-benar meneliti ular Betina ini dengan hati-hati dan justru terkagum dengan keindahan oleh lemah gemulai hanya karena dia mama Edric," Master Jin menahan ekspresi agar tidak terlihat kesal. Bahkan master Jin kesal terhadap dirinya, karena membiarkan Richie menunggu cintanya terlalu lama.


"Mungkin anda perlu tahu ini," master Jin menunjuk dokumen yang baru diletakan anak buahnya.


__ADS_2