Kencan Kontrak

Kencan Kontrak
BAB 38 : INI HANYA LUCA


__ADS_3

DUARRRR !!!


Bayangan dimatanya menjadi putih.


.


.


Luca bingung.


Rintikan hujan mulai terdengar jelas ...


.


.


Ia membuka mata.


Dia menoleh ke Lala lagi, memperhatikan Lala yang terpejam.


Apa????


Itu semua mimpi ?!


Di luar mobil hari masih gelap dan hujan, sama seperti hati Luca yang menangisi dirinya. Ia


Pagi pun datang, kota tempat tinggal terlihat indah dari atas bukit.


Gadis itu terbangun, terlihat sangat cantik di mata Luca.


"Pagi Princess."


Lala tersenyum lalu mencari-cari ponsel ke sana kemari.


"Kamu mencari ini?"


Lala hendak meraih ponsel tapi Luca menahannya sampai tubuh Lala sangat dekat dan hampir memeluk Luca.


Mereka berpandangan, karena tangan Lala bersandar pada perut Luca.

__ADS_1


Luca memeluk pinggang Lala, gadis itu menjauh namun tertahan tangan Luca. Merasa kehangatan perut mereka yang saling bergesekan.


"Kenapa? apa yang salah? tidak bolehkah aku lebih dekat?"


Lala melepaskan tangan Luca yang melingkar di pinggangnya, Ia kembali duduk di jok.


Mereka memandang bukit di bawah sana yang sangar cantik. Suara burung pagi berkicauan.


"Apa tak boleh aku aku memiliki perasaan lebih?"


Luca memberikan ponsel Lala. Lala mengetikan sesuatu.


Aku ingin fokus pada kuliahku Mas Luca. Aku harus mengejar impianku.


"Kita bisa kejar impian kita bersama."


Tidak bisa, aku bertekad meraihnya sendiri, ini soal ibu yang telah tiada.


Luca menampakan kekecewaan, belum juga melamar Lala, tapi sudah seperti ditolak duluan.


"Apa ini karena Kevin?"


Lala menggelengkan kepala.


Luca meraih gelang di tangan Lala yang diberikan Kevin. Lelaki itu berhasil melepaskan gelang dan akan membuangnya keluar. Lala menarik tangan Luca. Tapi tangan Luca lebih kuat.


"Hmmp!"


Luca melemparkan gelang pemberian Kevin ke arah jurang di depan dari dalam mobil.


Lala memukul-mukul Luca pelan, Ia marah kenapa Luca semaunya.


Luca memegangi dua tangan Lala yang sedang memukulnya, Ia mendekatkan wajahnya ke Lala. "Jika ini bukan karena Kevin, kenapa kau marah!? Apa kelebihan anak itu dari pada aku?"


Gadis itu menggelengkan kepala, matanya berkaca-kaca.


Satu jam kemudian mereka di parkiran kos Lala, gadis itu diam di sepanjang perjalanan dan terlihat marah.


Luca pun sama kecewa. Mengapa Lala lebih memilih sang adik, padahal nyata Kevin pernah membuat Lala teraniyaya. 'Apa yang ada dipikiran Lala? Apa yang istimewa dari Kevin.'

__ADS_1


Gadis itu bergegas turun dari mobil tanpa mau melihat Luca.


Pria itu dengan langkah cepatnya mengejar meraih tangan Lala. Tangan mungil itu melepas paksa.


"Jangan seperti ini kumohon!" teriak Luca untuk pertama kalinya.


bersambung ...


____________________________________


Hai Pembaca yang Budiman terimakasih telah membaca Bab ini.


HAYO KOMENTARNYA🥲 !! KALO TIDAK ADA KOMENTAR👣, AUTHOR NGGAK NERUSIN CERITANYA ...🤪


Authornya bingung ada yang baca cerita sampai bab ini apa enggak ...🤭


🎞 Mau kemana kita? 📽


Simak di BAB selanjutnya🔍


Tinggalin jejaknya ya supaya Author semangat untuk update kisahnya, bisa dengan : like, koment, vote, atau tambahkan ke daftar bacaan favorit kamu ! 😘


Author sangat mengharapkan kritikan dan saran kalian soal kekurangan novel ini.


Sekali lagi terimakasih ! semoga hari kalian selalu menyenangkan.


Hai Pembaca yang Budiman terimakasih telah membaca Bab ini.


HAYO KOMENTARNYA🥲 !! KALO TIDAK ADA KOMENTAR👣, AUTHOR NGGAK NERUSIN CERITANYA ...🤪


Authornya bingung ada yang baca cerita sampai bab ini apa enggak ...🤭


🎞 Mau kemana kita? 📽


Simak di BAB selanjutnya🔍


Tinggalin jejaknya ya supaya Author semangat untuk update kisahnya, bisa dengan : like, koment, vote, atau tambahkan ke daftar bacaan favorit kamu ! 😘


Author sangat mengharapkan kritikan dan saran kalian soal kekurangan novel ini.

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih ! semoga hari kalian selalu menyenangkan.


__ADS_2